Beberapa waktu yang lalu temanku membeli sebuah notebook baru dari toko komputer lokal, dia sempat bingung memilih dengan budget yang terbatas serta ingin mendapatkan sebuah notebook yang mobile dan ringan namun tangguh serta berkapasitas besar. Weh…, aku jadi geleng-geleng kepala, anak ini banyak benar maunya. Akhirnya setelah setelah berbagai masukan dan pelacakan di dunia maya, ia kembali memilih dari produsen lamanya yaitu Axioo, saat itu membeli Axioo Pico DJJ 615 dengan spesifikasi Intel Atom N270 ~ 1,6GHz || Memori 1GB ~ upgrade jadi 2GB || HDD 250 GB || VGA Intel GMA 950 || LCD 10.2″ || Web-cam || Card reader || WiFi b/g || Window XP Home Edition SP3 included + CD boot Linux jika ingin merubah ke sistem operasi Linux (he he ini yang kusuka), untuk spesifikasi lebih lengkap mengenai Axioo PICO DJJ 615 dapat mengunjungi situs resminya (namun sepertinya sedang terinfeksi virus i-frame, aku ga ngerti juga?) atau kunjungi situ toko Bhineka.

Setelah ia pulang membawa notebook barunya, dan bermain-main sesaat, barulah ia tersadar bahwa notebook (atau lebih tepatnya UMPC/Ultra Mobile PC) memiliki seluruh HDD (harddisk) yang berada dalam satu partisi yaitu “C:\” saja. Sehingga ada 250 GB dalam satu partisi, dan ia tampaknya tidak menyukai hal ini (kalau aku sih netral saja, soalnya toh TravelMate 6293 yang kupegang hanya dipartisi dua sama besar). Lalu ia meminta bantuanku untuk mempartisinya, weh…, tidak…, aku paling ga suka bagian ini, karena ga pernah mempartisi HDD dari dalam sistem operasi itu sendiri. Namun tak ada pilihan, aku juga tidak enak jika menolak. Kemudian aku mencoba cara yang lazim digunakan di Windows Vista, yaitu membuka Disk Management, biasanya ada di computer management -> storage -> disk management, kalau di XP ada di bagian aksesori. Eh…, ternyata ga bisa seperti apa yang bisa dikerjakan di Vista, klik kanan lalu pilih opsi mengecilkan atau menambah volume partisi.

Setelah menjelajah ke berbagai lokasi di dunia maya, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan program pihak ketiga, namun tidak mungkin kugunakan yang propietary karena biasanya shareware (boleh dicoba tapi tidak selamanya tanpa membeli). Jadi mungkin yang bersifat freeware atau open source, begitulah ancang-ancangku. Sebelumnya temanku sempat mencoba Partion Magic 8 Portable, namun tidak berhasil, aku juga mencobanya setelah ia konsultasikan, juga tidak bisa, sepertinya PM8P gagal membaca partisi yang ada (apa karena pihak Microsoft mengubah sistem partisi atau titik mulainya pada Windows XP SP3?). Akhirnya kupustuskan mencoba beberapa, yang pertama adalah Paragon Partition Manager Express 9.0…, namun karena ukuran berkas pemasangannya lebih besar dari 90MB yang akan menyita waktu berjam-jam untuk mengunduhnya pada internet 64Kbps sehingga kubatalkan. Aku pun beralih tuk mencoba Easeus Partition Manager 3.5 yang memiliki berkas pemasangan lebih kecil. Semua program ini dapat diunduh di situs Download.Com dengan mencari memakai kata kunci “partition” pada sistem operasi Windows, atau klik di sini untuk pencarian seketika.

Kami pun memulai dengan memasang program ini seperti biasa (jangan lupa baca EULA). Kemudian dengan antar muka yang sederhana kami bisa mendapati langkah-langkah yang mudah dalam memartisi sistem ini. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Pertama, terdapat volume HDD sebesar 250GB di bagian C, sehingga kita akan mengambil bagian dari partisi ini untuk menciptakan partisi baru nantinya, dengan kata lain kita akan mengecilkan kandar “C:\” ini.
Kedua, jalankan program Easeus (yang ini harus tentunya)
Ketiga, pada jendela antar muka Easeus pilih kandar “C:\” kemudian pada tombol-tombol panel, pilih yang memerintahkan “resize“, jadi bagian ini akan mengeluarkan kendela baru yang berisi volume kandar “C:\” sebesar 250 GB (atau mungkin kurang ~ karena nilainya tidak akan pas sebesar itu, jadi jangan kaget jika ternyata Anda kehilangan 10 atau 20 GB, hal ini terlalu teknis jika dibicarakan di sini ~ kebetulan juga emang setengah ngerti). Kemudian ubahlah volume tersebut, karena Anda harus mengecilkannya, ganti dengan ukuran yang lebih kecil (misal awal sebesar 250000 kilobytes ubahlah menjadi 100000 kilobytes jika Anda menghendaki volume kandar “C:\” menjadi hanya 100 GB nantinya). PERINGATAN: Pastikan Anda memilih benar besar dari kandar “C:\” yang akan digunakan, pastikan berapa besar kebutuhan Anda untuk ke depannya, apakah misal dalam contoh ini 100 GB akan mencukupi pada “C:\” bagi Anda.
Keempat, sekarang Anda akan menemukan sebuah ruang kosong di samping kandar “C:\” pada jendela antar muka Easeus sebesar (dalam contoh di atas tentunya) 150 GB dan termasuk ke dalam unlocated space (mungkin begitu ejaannya) yang artinya ruang yang tidak dialokasikan untuk apapun, nah prinsipnya Anda akan menggunakan ruang bebas ini untuk partisi baru, mungkin akan bernam kandar “D:\”, yang harus dilakukan adalah klik bagian ini dan pilih menu create partition (atau sejenisnya dalam bahasa lainnya), Anda akan diminta menentukan besar dan jenis partisi yang digunakan. Menentukan besar sama seperti saat membongkar partisi C, kini Anda tentukan ruang yang ingin dialokasikan, bisa gunakan semua 150 GB dari yang tersedia, atau gunakan lebih kecil untuk membuat satu atau dua lagi partisi tambahan, terserah pada Anda suka-sukanya. Untuj jenis partisi akan dirubah ke tipe NTFS.
Kelima, setelah semua proses bongkar dan benah Anda selesai, dan Anda perhatikan bahwa susunan partisi yang Anda buat cukup menyenangkan bagi Anda, seperti C|D = 100|150 GB, atau Anda buat C|D|E sebesar 70|100|80 GB, nah itu sesuaikan sendiri dengan keperluan anda. Sekarang saatnya rancangan yang sudah dibuat ini diterapkan pada sistem. Klik tombol “apply” untuk membuat semua partisi ini, mungkin komputer Anda akan memulai ulang (restart) beberapa kali untuk proses ini, dan selama proses berlangsung sebaiknya tidak diganggu gugat. Anda cukup duduk tenang dan menunggu hasilnya jadi. Jadi kalau bisa saya nilai maka Easeus Patition Manager 3.5 mampu melakukan repartisi pada sistem operasi Windows XP SP3 dengan sangat baik, terutama mereka yang memiliki kapasitas HDD yang besar namun oleh sistem operasi bawaan semuanya menjadi tersangkut di satu volume partisi.

Ada isu lain yang terjadi, yaitu kamera jaringan (webcam) pada notebook ini tidak berfungsi. Saat Anda membuka aplikasi webcam (kalau tidakn salah namanya funny webcam), aplikasi menyatakan tidak ada perangkat keras kamera jaringan yang terpasang komputer (hal yang agak aneh). Cara kami memperbaiki kondisi ini adalah dengan memasang ulang driver webcam yang disertakan pada CD Driver untuk Windows. Setalah proses pemasangan ulang, webcam dapat dikenali oleh aplikasi dan dapat dijalankan dengan normal. Namun karena Axioo PICO DJJ 615 tidak memiliki kandar optikal, maka Anda harus membuka CD Driver di sebuah komputer lain yang memiliki kandar optikal (setidaknya sebuah CD ROM sebagai syarat minimalis) dan memindahkan driver ke sebuah kandar bagi lepas pakai (paling bagus menggunakan UFD karena Axioo PICO memiliki port untuk ini, dan paling sederhana). WiFi sejauh ini dapat bekerja dengan baik, dan semua sistem lain merespon dan bekerja dengan normal.

Selamat bagi yang memilih Axioo PICO, karena notebook/UMPC ini sangat ringkas dan sederhana, untuk mengerjakan tugas kantoran atau pelajar yang sederhana, ini sudah sangat cukup.