OpenSUSE 11.1 di Acer TravelMate 6293

Gnome111-thumb

Hmm…, lumayan juga setelah selesai seluruh proses instalasi awal OpenSuse 11.1 di Acer TravelMate 6293 ini.

Sebenarnya, kalau dicari-cari alasannya, aku hampir tidak bisa menemukan alasan mengapa sebuah notebook yang stabil dengan sistem operasi Windows Vista Genuine mesti kutambahkan dengan salah satu distro Linux ini.

Mungkin ini mengenai waktu, di masa depan tidak selamanya semuanya bisa kubagikan dengan sebuah sistem operasi propriatary (berbayar) seperti Microsoft Windows. Siapa tahu aku memerlukan open source begitu mendesaknya, sehingga tidak ada salahnya jika aku belajar, sembari menghilangkan kepenatanku dengan berbagai presentasi.

Aku melakukan pemasangan OpenSUSE sebagai dual-boot di notebok-ku. Sehingga caranya tidak akan mudah bagi pemula sepertiku, dan juga tidak terlalu rumit jika pernah melakukan setidaknya sekali secara mandiri instalasi sistem operasi lain seperti MS Windows (dan berhasil tentunya). Mari kubagikan sedikit pengalamanku…

Pertama adalah hal yang penting untuk diperhatikan: Lakukan Backup semua data-data penting, dokumen dan berkas-berkas penting. Laptop-ku secara default memiliki 3 partisi utama: 10GB Factory Sistem Acer (hidden); 111GB kandar C – Acer di mana Windows terinstall dengan semua program pendampingnya; dan 111GB kandar D – Data, semuanya berisi data.

Adalah kebiasaanku sejak dulu untuk memindah target dokumen ke kandar D dan tidak secara default di C. Caraku dengan klik kanan dokumen di bagian start menu, kemudian pilih properti, dan pilih tab lokasi, kemudian target dirubah dari C: menjadi D:, sehingga semua dokumen pindah dengan sendirinya ke D:, he he, ini cara paling cepat yang kutahu daripada menggunakan SyncToy. Ada baiknya juga menyimpan semua data di kandar eksternal, misal punya HDD eksternal, kan lumayan.

Oh ya, sangat penting. Acer TravelMate 6293 dilengkapi dengan opsi membuat DVD backup untuk factory setting, biasanya opsi ini selalu muncul saat pertama kali notebook digunakan. Buatlah backup-nya, karena Acer tidak menyertakan DVD backup ke sistem operasi Vista seperti aslinya, yang ada hanya 3 keping DVD pemulihan sekaligus down grade ke Windows XP Professional, jika tidak buat sendiri, kemudian Vista rusak, maka ucapkanlah selamat tinggal pada Vista Genuine Anda, (ha ha becanda, setidaknya Anda akan berpisah karena harus memasukkannya ke service centre) jika terjadi kerusakan pada proses pemasangan Linux, atau karena kecelakaan lainnya.

Kemudian, jika Anda tidak benar-benar yakin memerlukan Linux OpenSUSE ini, atau tidak siap merelakan hilangnya beberapa GB HDD anda, atau Anda tidak menemukan “sesuatu” untuk mencoba, sebaiknya JANGAN DICOBA ^_^

OpenSUSE 11.1 merupakan distro yang kupilih untuk kegiatan tanpa tujuan kali ini. Mengapa? Tidak ada alasan khusus.

Pertama, harus disiapkan dulu ruang untuk tempat di mana nantinya Linux bernaung di dalam komputer ini. Aku memilih membagi kandar D, dari ruang sebesar 111GB.

Yang kulakukan adalah pergi ke (buka jendela) panel kontrol (ingat aku menggunakan Vista dengan Regional Languge Bahasa Indonesia, yang pakai bahasa Inggris mohon menyesuaikan). Kemudian di bar pencarian di pojok kanan atas kuketik “part” yang merupakan kependekan kata “partisi”. Lalu akan keluar hasil pencarian “Alat Administratif” dan di bawahnya ada sub-bagian “membuat dan memformat partisi diska keras”, pilihlah itu, kontrol akun pengguna (UAC) akan meminta izin akses ke “Microsoft Management Console”, izinkanlah. Di jendela “Disk Management” akan tampak 3 buah partisi, D adalah partisi terakhir (deret kanan, default bernama Data), klik kanan partisi D, dan pilih “Shrink Volume”, untuk mengecilkan volume partisi sehingga nantinya menghasilkan partisi baru yang “unallocated”. Terserah sih mau buat berapa volume baru ini, saya membuatnya berukuran sekitar 33-34GB (he he, pelit memang).

Keluarlah dari jendela, dan kini restart notebook. Hmmm…, jangan lupa sebelumnya memasukkan DVD instalasi OpenSUSE 11.1. DVD instalasi sebesar 4,25GB ini bisa diunduh dalam format .iso dari situs resmi OpenSUSE. Saya mendapatkannya dari RepoUGM setelah mengunduh sembari mengantuk selama 1,5 jam. Untungnya NTI Media Maker 8 bawaan Acer bisa membantu merubah format .iso langsung ke dalam bentuk DVD instalasi dengan cepat (sebenarnya sih banyak program lain yang bisa).

Saat sistem akan dimuali ulang, saya masuk ke BIOS dengan menekan F2 di notebook saya (ini akan berbeda untuk komputer lainnya yang beda jenis). Saat itu saya sudah mengaktifkan sistem keamanan berupa Bio Security dan PBA (Pre-Boot Authentification), jadi jika masuk dengan hanya user password tidak akan bisa merubah setting di dalam BIOS, padahal setting pembacaan kandar CD/DVD sebagai primer diperlukan untuk proses instalasi. Maka masukkan password yang digunakan pada TPM Security Platform yang disertakan dalam sistem operasi Vista, itu akan memberikan Anda hak akses administrator ke BIOS.

Jika Anda bingung, bacalah kembali buku pentunjuk penggunaan TPM Security Platform di Acer TravelMate 6293. Jika Anda beruntung (?) belum mengutak-atik password ini, Anda bisa leluasa masuk ke dalam BIOS secara langsung, atau password dari PBA/BioProtection. Intinya pergi ke BIOS dan buat booting awal (Boot Priority Order) membaca kandar CD/DVD (Semua instalasi Linux dan Windows yang menggunakan CD/DVD memiliki jalan ini).

Setelah itu proses boot akan membaca kandar CD/DVD dengan DVD instalasi di dalamnya. Saat jendela instalasi siap, pilihlah menu instalasi, he he…, rasanya seperti menginstal program di Windows. dan sudah otomatis memilih menempatkan diri di “unallocated space” hasil dari penyusutan kandar D. Pilihlah setting sesuai yang kamu suka. Aku hanya mengubah beberapa hal, pertama bootloader, dengan Grub aku pilih default menjadi Windows 2, karena di sini adalah lokasi boot Vista. Aku memilih menggunakan desktop Gnome, entahlah…, aku hanya lebih tertarik pada Gnome dibandingkan KDE (walau harus diakui efek beryl KDE benar-benar memukau). Namun Gnome tetap lebih kusuka, dan ada sebuah artikel tentang ini di News OpenSUSE.

Ya…, instalasi berlangsung baik. Beberapa kostumisasi tambahan bisa menunggu waktu, tidak perlu dikejar, aku belum menemukan ide apa yang akan kulakukan untuk mempercantik tampilan dekstop Gnome saat ini, karena ini aku baru kembali meraba-raba Linux sejak Ubuntu 5.10 beberapa tahun yang lalu. Untuk openSUSE edisi selanjutnya, bisa dipasang dengan cara yang serupa.

  • Cahya

    Koq comment-ku di sini hilang timbul ya >:o

  • Cahya

    Ini masih main-main dulu, masih perlu banyak konsultasi sama Bli Dani…, mohon maaf kalau nanti banyak merepotkan :)

  • nomercy

    selamat mas … ternyata dah pakai linux :)
    benar kata mas Dani … sebenarnya paling enak pakai xfce … terutama kalau menurut saya pribadi mirip sekali dengan sistem nextstep (thank's for om Steve J), ringan dan melegakan … desktop jadi luas …
    dahulu saya pakai redhat dgn versi awal kde yg masih kotak-kotak, kemudian sejak ada xfce pakai itu … pernah dahulu mencoba pakai gnome … weleh3x … nyusahin … mungkin karena masih tahap awal …
    kenal gnome lagi ketika mencoba pakai fedora … kaget banget karena sudah cantik dan mudah memakainya …
    yang bikin sebel ketika semakin lama ternyata linux semakin mirip dengan win os … semakin cantik, user friendly, dan butuh resource lebih tinggi … apalagi sejak ada beryl/compiz …
    kde + beryl/compiz memang paling cantik tetapi juga paling berat …
    gnome + compiz sama cantiknya tetapi lebih ringan …
    xfce? tetap yang paling ringan di antara ketiganya :-D
    sekarang di kompi saya ada macem2 os, mulai dari win 95, 98SE, miniPE-XP, freebsd, k/x/ubuntu, minix, darwin, dan haiku … maklum teknisi :-D

  • Cahya

    Kalau untuk kerjaan sehari-hari, terus terang saja, saya masih banyak bergantung pada Win OS, tidak mudah beralih dari Win OS ke sistem operasi lain, perlu waktu dan sumber daya… :-D kecuali kalau memang kegiatan harian di situ…
     
    Kalau masalah antarmuka, mungkin benar, jika semakin cantik akan memerlukan resource semakin banyak alias semakin berat…, he he sayangnya itulah yang membuat pemula seperti saya betah belajar linux walau susah…
     
    Bayangin les privat, walau mata pelajarannya susah, tapi kalau pendampingnya menawan hati, suasananya pasti jadi lain :-D
     
    Namun suatu saat nanti, pasti akan kembali ke konsep yang sederhana, sebagaimana saya menjadikan Win OS 6.0 saya menjadi minimalis saat ini.
     
    Yah…, memang bagi yang "advance" kadang userfriendly jadi agak menyebalkan ya (apa mungkin karena tidak menantang lagi, padahal itu juga faktor pendukung untuk berkreasi). Tapi saya rasakan sementara ini banyak membantu saya yang masih meraba-raba ini.
     
    Nanti perlu banyak bimbingan nih dari para pakar yang sudah menyelami hal-hal seperti ini lebih dalam dan lebih luas.
     
    He he, rasanya agak kaget kalau mendengar masih ada yang menggunakan Win 95 atau 98SE, namun saya rasa itu membawa banyak kenangan ke belakang, saat saya pertama kali belajar memasang sebuah OS Win 98SE dengan command yang manual :-[ , akhirnya malah jadi ga karuan.

  • subhan

    openSUSE emang bagus, kayaknya cocok juga buatku, kmrn dah install opensuse 11.2 kde, bos bagi-bagi juga ilmu yg lainnya ttg opensuse…..

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      subhan,

      Saya hanya pengguna biasa untuk Linux :)
      Tulisan lebih banyak dan lengkap tentang OpenSUSE kan sudah ada di documentation atau di halaman komunitas OpenSUSE Indonesia atau ikuti mailing list-nya.

      Karena pengguna biasa, jadi tidak banyak yang bisa saya bagi tentang OpenSUSE. Paling hal-hal biasa saja :D

  • http://baiquni.net Muhammad Baiquni

    Saya biasanya untuk mengembalikan factory setting Acer Travelmate 6293 ke Windows Vista menggunakan tombol Alt + F10 kalau tidak salah (sering lupa-lupa gitu)