Setelah Menonton Film 2012

Sudah seminggu lebih film 2012 tayang di teater di seluruh nusan­tara, tapi men­dapatkan tiket­nya masih perlu usaha yang tidak ringan. Bahkan 3 jam sebelum tiket dibuka, calon penon­ton sudah meng­an­tre penuh sesak seperti gerom­bolan laron yang ber­jatuhan di musim hujan.

Untung­nya kali ini tiketku gratis, walau itu di luar dugaan, namun ada senior yang baik yang ber­sedia men­trak­tirku non­ton sore tadi.

Harapan akan film ini begitu tinggi tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia, karena isu meng­enai 2012 seba­gai tahun yang penuh tanda tanya sudah ada bertahun-tahun lalu, ter­utama datang ke Indonesia melalui kekuatan media dunia maya. Tidak heran begitu film ini diputar, luar biasa antusiasme masyarakat, bahkan aku melihat beberapa orang yang seper­tinya belum per­nah masuk bios­kop juga ikut-ikutan mengantre.

Film ini ber­alur semi cepat, kadang ceritanya cepat, kadang lam­bat. Kunci cerita yang ter­letak di awal cerita sangat pen­ting, padahal di sini alur paling cepat ter­jadi, jadi jika ada yang melewatkan bagian ini karena ter­lam­bat memasuki teater, mereka mung­kin akan kehilangan fon­dasi ceritanya.

Kalau dari kekuatan dan sen­tuhan film, mung­kin ini akan sekelas dengan film Deep Impact yang dulu per­nah diputar di bioskop-bioskop. Sebenar­nya masih kalah jauh dengan film-film yang memiliki latar kuat seperti Tran­sfor­mer 2, atau pun film animasi pixar Up.

Jadi menurut saya, tidak ada yang ter­lalu istimewa dengan film ini, kecuali mung­kin efek spesial yang memang luar biasa, namun entah kenapa film yang seharus­nya meng­hadirkan suasana akhir dari dunia jus­tru tidak menim­bulkan per­asaan men­cekam atau tidak mampu mem­buat jan­tung ber­degup was­pada. Sebenar­nya ada beberapa fak­tor kejutan yang bisa poten­sial mem­buat ber­kesan, namun entah kenapa ceritanya ter­lalu mudah ditebak, atau mung­kin tidak bisa men­cip­takan gairah ketertarikan.

Mung­kin dari banyak orang yang kecewa dengan dahsyat­nya iklan dan rumor ten­tang film ini, saya ter­masuk salah satu di antaranya. Ini sama seperti saat menon­ton film Harry Pot­ter and The Half Blood Prince, walau memang sudah tidak begitu menarik dari ben­tuk novel, namun ter­nyata film­nya juga meng­ecewakan. Namun setidak­nya film itu sudah memiliki ikatan per­asaan dengan mereka yang telah mem­baca novelnya.

Jika harus mem­beri nilai pada film ini antara 0 hingga 5, maka bin­tang yang diperoleh tidak akan lebih tinggi dari 3,5.

Anda diizinkan untuk berbagi (menyalin, mendistribusikan, mengubah bentuk) & mengadaptasi artikel blog ini baik sebagian atau pun keseluruhannya di bawah penggunaan lisensi yang sama (CCA-NC-SA 3.0 Unported) kecuali dinyatakan sebaliknya atau berbeda oleh penulis. Anda diwajibkan menyertakan sumber asli pada salinan dan adaptasi yang Anda karyakan berupa pranala berikut:

Diambil dari: Setelah Menonton Film 2012 oleh Cahya.

4 Tanggapan

Kirimkan sebuah Tanggapan

Surat elektronik anda tidak akan pernah dibagikan. Unsur yang wajib diisi ditandai *