Beberapa hari belakangan ini saya mengalami gangguan pada blog. Kebanyakan merupakan RTO (Request Time Out) pada banyak pranala dan fungsi mesin wordpress serta mesin pihak ketiga pada wordpress itu sendiri.
Masalah pertama yang muncul sehingga saya akhirnya memindahkan server blog adalah munculnya masalah pada pengumpan sindikasi feedburner, yaitu sindikasi tidak mengalami pembaharuan selama beberapa hari. Saya mencoba melakukan pengeditan pada sumber pengumpan (feed source) dari menggunakan http://catatan.legawa.com/feed/ ke http://catatan.legawa.com/feed/rss/, namun cara ini tidak juga berhasil malah ada peringatan RTO pada beranda feedburner. Sementara saya bermasalah dengan feedburner, saya memindahkan pengumpan ke layanan lainnya, yaitu FeedCat (well, I’m a cat lover) di http://feed.feedcat.net/Catatan_Kaki_Cahya sebagai pengganti sementara. Kebetulan layanan ini tidak bermasalah guna membaca umpan sindikasi blog saya.
Saya sempat berpikir, apakah penyebabnya ada di mesin wordpress, karena beberapa waktu yang lalu saya memperbaharui mesin ke wordpress 2.9.1, namun kalau ditilik kembali saya tahu ada beberapa blog yang menggunakan mesin terbaru ini namun tidak bermasalah dengan feedburner. Saya juga heran, karena pengumpan sindikasi (RSS 2.0) bawaan wordpress masih bisa dibuka dengan baik, hanya saja waktu bacanya terlalu lama oleh feedburner.
Saya mencoba mengutak-atik beberapa pengaya, terutama yang berkaitan dengan konten blog secara langsung, kebetulan saya juga menggunakan pengaya Copyright Proof yang belum dirilis – karena pihak Digiprove meminta saya untuk mengujinya terlebih dahulu. Namun semua utak-atik itu termasuk dengan YARPP yang sering dikatakan bermasalah dengan feedburner) tidak membuahkan hasil, berarti tidak ada masalah pengaya – atau setidaknya bukan pengaya yang menjadi sumber masalahnya. Saya mencoba mengaplikasikan langsung pengumpan sindikasi asli di catatan facebook, namun sama juga, ini berarti bukan hanya feedburner yang tidak sanggup membaca umpan saya.
Dengan putus asa saya menghubungi pihak RumahWeb, yang menjadi tempat hosting blog saya ini. Tengah malam itu, pihak RumahWeb menyampaikan pendapatnya, bahwa mungkin masalah saya disebabkan oleh server feedburner yang berlokasi di USA kesulitan membaca blog saya yang berlokasi di server IIX/Indonesia, dan lebar pita untuk akses internasional lebih kecil guna bisa diakses oleh sistem dari luar sana. Mereka menyarankan saya memindahkan server ke USA, dan bisa mengerjakannya langsung jika saya setuju dan ini tidak akan dikenakan biaya tambahan lagi. Malam itu saya menyetujui saran mereka (lha, yang ahli kan bukan saya), dan paginya mereka langsung memberikan notifikasi bahwa pemindahan server telah selesai.
Saya kemudian mencoba menggunakan feedburner, dan masalah saya pun terpecahkan. Kini umpan sindikasi melalui feedburner sudah bisa diakses lagi, namun bagi Anda yang lebih suka menggunakan feedcat, saya pun masih menyediakan layanannya. Jika Anda memilih feedburner, Anda akan mendapat publikasi penuh sedangkan feedcat hanya menampilkan cuplikan saja.
[Ilustrasi “server farm” diambil dari SplendidMarbles.Com]
Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa
Anda diizinkan untuk berbagi (menyalin, mendistribusikan, mengubah bentuk) & mengadaptasi artikel blog ini baik sebagian atau pun keseluruhannya di bawah penggunaan lisensi yang sama (CCA-NC-SA 3.0 Unported) kecuali dinyatakan sebaliknya atau berbeda oleh penulis. Anda diwajibkan menyertakan sumber asli pada salinan dan adaptasi yang Anda karyakan berupa pranala berikut:
Diambil dari: Memindahkan Server Blog oleh Cahya.



peusahaan hosting dari indonesia memang belum dapat diandalkan, sselain sangat lambat bila diakses dari luar biaya nya juga sangat mahal dengan feature yang amat sedikit
Didtav,
Kalau saya rasa pelayanan perusahaan hosting di Indonesia (seperti Rumah Web dan Bali Orange) sudah cukup baik, ini hanya masalah server saja.
Opsinya begini, jika saya pakai server IIX/Indonesia, maka blog saya lebih mudah diakses dari dalam negeri, namun sulit diakses dari luar negeri — sehingga dengan jatah hosting murah meriah yang saya gunakan tidak mungkin bisa bagus semua. Makanya layanan luar negeri sering mengalami RTO.
Tapi jika saya menggunakan server USA, maka layanan luar negeri lebih mudah mengaksesnya, walau di Indonesia jadi agak lebih berat sedikit
Kecuali Didtav pernah bermasalah serius dengan layanan hosting dalam negeri, mungkin lain masalahnya.
salam super–
salam kenal,sungguh blog yang sangat inspiratif.
saya akan sering berkunjung kesinidan berharap mendapat tambahan ilmu dan wawasan.
Sukses selalu untuk Anda.
Salam Super juga Mas Andry,
Semoga bisa sama-sama belajar bersama Mas Andry
biaya perpanjangannya juga berbeda kan..
tapi setimpal lah..
kayaknya ada tema dan aksesoris blog yang berubah lagi..
Yah, kalau diperpanjang, tapi saya rasa mungkin akan tetap diperpanjang di Rumah Web saja
He he, iya ada aksesoris baru, yang sempat Bli Dani protes itu. Haik… haik…, kemarin
CSS comment form–nya hancur lebur, dari pada pusing perbaiki, ditambal saja dengan third party commenting system — lagi pula, kan Bli Dani bisa reply langsung dari surelsaat sindikasi error itu, feed valid (feed validator)? sitemap xml terbaca? entah berhubungan langsung atau ngga.
saya ngga login ke disqus, hanya sebagai guest. surel format html standar. ngga bisa reply langsung tuh.
Bli Dani,
Sindikasinya tidak ada galat, feed validator juga tidak menunjukkan kesalahan. Karena yang tidak bisa membaca hanya server dari USA sana. Sedangkan server FeedCat dari Kanada saat itu masih bisa membaca RSS 2.0 yang valid dari blog saya.
Sitemap XML juga terbaca, kalau saya sendiri lho yang membukanya, hanya saja kalau dibaca dari feedburner tidak ditemukan.
Maksudnya reply dari surel bukan adanya pranala guna membalas, tapi email itu langsung dibalas — seperti pada JS-Kit — seperti membalas email dari milis atau email lainnya, apa itu juga tidak bisa Bli?
ooo ya berarti memang cuman masalah tidak terjangkaunya akses server IIX dari luar negeri itu. Bisa dikonfirmasi dengan tanya temen yang ngakses dari luar negeri, kan ya.
untuk reply mail, mail tujuannya: notifications-unregistered at disqus dot net
Oke, Bli Dani,
Saya coba masuk sebagai Guest juga nih, apa bisa atau tidak.
[OOT] Tes reply untuk akun guest
He he, ternyata bener. Akun guest tidak bisa reply via email. Padahal dulu JS-KIT bisa. Btw, koq Bli Dani ga ada gravatar-nya
Siapa yang akses dari luar negeri Bli? Tapi sudah dipindah koq servernya. Yah, biar saja dulu demikian
Pagi …
Artikel ini sy baca sampai habis.
aduhhh jujur … seolah masuk kedunia antah berantah …
penuh dengan istilah yg sebenarnya terbiasa di telinga, tapi tetap saja tidak terpahami
* thanks ya infonya, juga replynya. Mungkin benar itu bug, setelah check angka pengunjung. Salam.
Pagi Mbak Dinda,
Hmm…, saya sedang belajar mengalihbahasakan istilah-istilah asing. Jadinya berantakan seperti ini deh
Saya tidak tahu biasanya bug itu untung-untungan, coba widget artikel tertinggi/terpopulernya di hapus/delete dulu, kemudian dibuat ulang lagi di bilah samping/sidebar. Kalau beruntung bug-nya bisa diperbaiki, kalau tidak, mungkin akan tetap begitu.
Terima kasih kembali Mbak Dinda.
ooo ya berarti memang cuman masalah tidak terjangkaunya akses server IIX dari luar negeri itu. Bisa dikonfirmasi dengan tanya temen yang ngakses dari luar negeri, kan ya.
untuk reply mail, mail tujuannya: notifications-unregistered at disqus dot net
Oke, Bli Dani,
Saya coba masuk sebagai Guest juga nih, apa bisa atau tidak.
[OOT] Tes reply untuk akun guest
He he, ternyata bener. Akun guest tidak bisa reply via email. Padahal dulu JS-KIT bisa. Btw, koq Bli Dani ga ada gravatar-nya
Siapa yang akses dari luar negeri Bli? Tapi sudah dipindah koq servernya. Yah, biar saja dulu demikian
Pagi …
Artikel ini sy baca sampai habis.
aduhhh jujur … seolah masuk kedunia antah berantah …
penuh dengan istilah yg sebenarnya terbiasa di telinga, tapi tetap saja tidak terpahami
* thanks ya infonya, juga replynya. Mungkin benar itu bug, setelah check angka pengunjung. Salam.
Pagi Mbak Dinda,
Hmm…, saya sedang belajar mengalihbahasakan istilah-istilah asing. Jadinya berantakan seperti ini deh
Saya tidak tahu biasanya bug itu untung-untungan, coba widget artikel tertinggi/terpopulernya di hapus/delete dulu, kemudian dibuat ulang lagi di bilah samping/sidebar. Kalau beruntung bug-nya bisa diperbaiki, kalau tidak, mungkin akan tetap begitu.
Terima kasih kembali Mbak Dinda.