<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sebuah Dialog Dengan Sang Diri</title>
	<atom:link href="http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/</link>
	<description>Our Short Pilgrims - Sebuah Catatan Kaki Cahya: Sentuhan Relung Angan dan Ungkapan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 04:20:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Cahya</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1087</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 20:52:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1087</guid>
		<description>Suksma....</description>
		<content:encoded><![CDATA[via <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown pada <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown<p>Suksma.…</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hindunesia</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1086</link>
		<dc:creator>hindunesia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 20:02:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1086</guid>
		<description>artikel yg menarik bro:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[via <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown pada <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown<p>artikel yg menarik br<img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cahya</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1053</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 13:52:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1053</guid>
		<description>Suksma....</description>
		<content:encoded><![CDATA[via <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown pada <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown<p>Suksma.…</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hindunesia</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1042</link>
		<dc:creator>hindunesia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 13:02:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1042</guid>
		<description>artikel yg menarik bro:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[via <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown pada <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown<p>artikel yg menarik br<img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/angel.png' alt='Angel' title='Angel' class='tse-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cahya</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1015</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:24:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1015</guid>
		<description>Mbak Dinda,&lt;br&gt;&lt;br&gt;Justru saya jadi merinding jika Mbak bilang lebih nyaman membaca artikel seperti ini. K (Krishnamurti), sering kali lebih sulit dipahami oleh orang kebanyakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya melihat setiap orang hampir memiliki masalah yang serupa, walau dalam bentuk yang berbeda-beda, sebagaimana yang Mbak uraikan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan saya rasa, setiap orang mestilah menemukan jawaban yang tepat bagi dirinya, atau dia tidak pernah tahu sama sekali apa yang sedang terjadi pada dirinya sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salam hangat kembali, dan berbagi selalu terbuka di blog ini :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[via <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown pada <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown<p>Mbak Dinda,</p>
<p>Justru saya jadi merinding jika Mbak bilang lebih nyaman membaca artikel seperti ini. K (Krishnamurti), sering kali lebih sulit dipahami oleh orang kebanyakan.</p>
<p>Saya melihat setiap orang hampir memiliki masalah yang serupa, walau dalam bentuk yang berbeda-beda, sebagaimana yang Mbak uraikan.</p>
<p>Dan saya rasa, setiap orang mestilah menemukan jawaban yang tepat bagi dirinya, atau dia tidak pernah tahu sama sekali apa yang sedang terjadi pada dirinya sendiri.</p>
<p>Salam hangat kembali, dan berbagi selalu terbuka di blog ini <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/tango-smileys-extended/tango/smile.png' alt='Smile' title='Smile' class='tse-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dinda27</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1014</link>
		<dc:creator>dinda27</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 08:34:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1014</guid>
		<description>Artikel yang bagus. Sy sampai merinding membacanya.&lt;br&gt;Rupanya sy lebih nyaman dg artikel seperti ini tinimbang yg berkaitan dg ke-ilmu-an semisal ulasan tentang komputer. Sampai capai membaca dan berusaha mengerti, tetap saja nil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Membaca tulisan ini, hati bergejolak.&lt;br&gt;Ada yg luput dari pengamatan banyak orang, selama sy &#039;menyelami&#039; dunia &#039;ini&#039;.&lt;br&gt;Ketika ada seseorang yg kesepian, rapuh, mudah putus asa, hingga melakukan bunuh diri ... lantas ramai2 masyarakat awam melabelkannya sebagai kurang iman-kurang sabar-kurang rasa bersyukur dll.&lt;br&gt;&lt;br&gt;kalau boleh sy ungkap ...&lt;br&gt;Dimasa tumbuh kembang seorang anak, bila dia mengalami ancaman, siksaan, ketakutan (dari orang tua tiri) dan itu berlangsung hingga remaja. Adakah rasa aman terayomi dimilikinya? Sementara untuk menjalani kehidupan sebesar apapun hambatannya, dibutuhkan jiwa yg stabil.&lt;br&gt;Perasaan terlindungi yg terbentuk sejak masa kecil hingga dewasa inilah yg akan membentuk ketahanan jiwanya. Tidak akan ada keinginan untuk bunuh diri seberat apapun kesulitan hidup yang dihadapinya.&lt;br&gt;Bila setelah masa remajanya dan kemudian menjalani kehidupan selanjutnya, ternyata tak lebih baik dari masa lalu-nya, bila kegagalan demi kegagalan tak mampu dihindarinya karena faktor diluar diri, semisal mendapatkan pasangan hidup yg tidak baik .... &lt;br&gt;Faktor usia juga penting diperhatikan. Space bertahan semakin sempit, mencapai usia tertentu, terlebih bila kelelahan bertahan telah terkuras untuk dua masa lalunya ..&lt;br&gt;Ada seorang sahabat sy dg kondisi demikian, kelelahan yg terbesar saat dia harus menjalani perpindahan agama dan tetap eksis, perjuangannya bertahan dan diisolir sekian masa bukan hal yg mudah dilalui. Sy pun berpikir bila keimanan kita dibalik paksa, kemudian kita ditinggalkan dg sangat menyakitkan oleh pasangan hidup yg mensyaratkan point agama tsb ... ?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengurai historical memang seolah berlindung dibalik masa lalu. Tapi dari sanalah terjadinya sebab akibat. Bukan sebagai excuse, ini adalah realita yg dihadapi pribadi2 yg terhambat dan mengalami kelelahan bathin... Bersyukurlah bagi kita yg mampu bertahan sebagai sosok yg tangguh. Sama seperti sahabat sy yg pernah berada dalam posisi seolah tangguh dalam kurun waktu, saat usianya masih &#039;belum banyak&#039;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mohon maaf bila komentar ini tidak nyambung sama sekali.&lt;br&gt;Salam hangat tuk Cahya. Terimakasih telah berbagi. Izin link ya ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[via <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown pada <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown' /> Unknown<p>Artikel yang bagus. Sy sampai merinding membacanya.<br />Rupanya sy lebih nyaman dg artikel seperti ini tinimbang yg berkaitan dg ke-ilmu-an semisal ulasan tentang komputer. Sampai capai membaca dan berusaha mengerti, tetap saja nil.</p>
<p>Membaca tulisan ini, hati bergejolak.<br />Ada yg luput dari pengamatan banyak orang, selama sy ‘menyelami’ dunia ‘ini’.<br />Ketika ada seseorang yg kesepian, rapuh, mudah putus asa, hingga melakukan bunuh diri … lantas ramai2 masyarakat awam melabelkannya sebagai kurang iman-kurang sabar-kurang rasa bersyukur dll.</p>
<p>kalau boleh sy ungkap …<br />Dimasa tumbuh kembang seorang anak, bila dia mengalami ancaman, siksaan, ketakutan (dari orang tua tiri) dan itu berlangsung hingga remaja. Adakah rasa aman terayomi dimilikinya? Sementara untuk menjalani kehidupan sebesar apapun hambatannya, dibutuhkan jiwa yg stabil.<br />Perasaan terlindungi yg terbentuk sejak masa kecil hingga dewasa inilah yg akan membentuk ketahanan jiwanya. Tidak akan ada keinginan untuk bunuh diri seberat apapun kesulitan hidup yang dihadapinya.<br />Bila setelah masa remajanya dan kemudian menjalani kehidupan selanjutnya, ternyata tak lebih baik dari masa lalu-nya, bila kegagalan demi kegagalan tak mampu dihindarinya karena faktor diluar diri, semisal mendapatkan pasangan hidup yg tidak baik .… <br />Faktor usia juga penting diperhatikan. Space bertahan semakin sempit, mencapai usia tertentu, terlebih bila kelelahan bertahan telah terkuras untuk dua masa lalunya ..<br />Ada seorang sahabat sy dg kondisi demikian, kelelahan yg terbesar saat dia harus menjalani perpindahan agama dan tetap eksis, perjuangannya bertahan dan diisolir sekian masa bukan hal yg mudah dilalui. Sy pun berpikir bila keimanan kita dibalik paksa, kemudian kita ditinggalkan dg sangat menyakitkan oleh pasangan hidup yg mensyaratkan point agama tsb … ?</p>
<p>Mengurai historical memang seolah berlindung dibalik masa lalu. Tapi dari sanalah terjadinya sebab akibat. Bukan sebagai excuse, ini adalah realita yg dihadapi pribadi2 yg terhambat dan mengalami kelelahan bathin… Bersyukurlah bagi kita yg mampu bertahan sebagai sosok yg tangguh. Sama seperti sahabat sy yg pernah berada dalam posisi seolah tangguh dalam kurun waktu, saat usianya masih ‘belum banyak’.</p>
<p>Mohon maaf bila komentar ini tidak nyambung sama sekali.<br />Salam hangat tuk Cahya. Terimakasih telah berbagi. Izin link ya …</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yang terabaikan &#8230; &#171; dinda&#8217;kk</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1016</link>
		<dc:creator>Yang terabaikan &#8230; &#171; dinda&#8217;kk</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 06:51:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/01/sebuah-dialog-dengan-sang-diri/#comment-1016</guid>
		<description>[...]       Tadi pagi aku berkunjung ke blog teman. Mampu membaca artikel yang lumayan panjang, berjudul: Sebuah Dialog Dengan Sang Diri , sebanyak 2kali. Hal yang tak biasa, maklumlah sejak menikah aku jadi malas membaca. Padahal [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src='http://catatan.legawa.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/trackback/null.png' title='XML-RPC ' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='XML-RPC ' /> XML-RPC <p>[…]       Tadi pagi aku berkunjung ke blog teman. Mampu membaca artikel yang lumayan panjang, berjudul: Sebuah Dialog Dengan Sang Diri , sebanyak 2kali. Hal yang tak biasa, maklumlah sejak menikah aku jadi malas membaca. Padahal […]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
