Mengelola Langgan Komentar Blog

Setiap narablog pasti memiliki kebijakan masing-masing dalam meng­elola sis­tem komen­tar di blog mereka (lagi-lagi saya ber­bicara ten­tang hal ini), ter­masuk meng­elola sis­tem langgan komen­tar di blog­nya (baca: subscribe to com­ment).

Menyediakan sis­tem langgan komen­tar bagi saya ber­arti menyediakan kesem­patan untuk ber­komunikasi dengan baik antara si empunya blog dengan pem­baca yang ber­komen­tar, dan antara pem­baca yang mening­galkan tang­gapan itu sen­diri. Walau beberapa narablog – tanpa bisa disalahkan – tidak menerapkan sama sekali sis­tem langgan komen­tar ini, mung­kin dengan satu atau dua per­tim­bangan tertentu.

Sis­tem langgan komen­tar umum­nya meng­gunakan surat elek­tronik untuk mem­beri tahu pem­beri komen­tar pada ada tang­gapan baru pada artikel yang telah ia tang­gapi sebelumnya.

Untuk meng­elola sis­tem langgan blog sen­diri saya masih harus meng­gunakan pengaya dari mesin blog wordp­ress itu sen­diri. Ada banyak pilihan pengaya sebenar­nya, saya saat ini meng­gunakan pengaya “com­ment notifier” dan per­nah men­coba beberapa yang lain­nya, namun mereka tidak jauh ber­beda dalam fungsi.

Namun dari segi prin­sip penyediaan sis­tem langgan komen­tar, setahu saya ada dua prin­sip besar. Per­tama adalah “subcribe to all com­ments” yang ber­arti pem­baca yang mem­beri tang­gapan akan menerima semua komen­tar yang masuk ber­ikut­nya, tidak peduli apakah komen­tar itu merupakan balasan tang­gapan atas komen­tar yang ia tulis, ataukah atas komen­tar orang lain. Sis­tem ini mem­berikan kesem­patan bagi pem­baca untuk ber­dis­kusi lebih banyak, dan menang­gapi komen­tar yang menarik, jika suatu topik itu hangat.

Kelemahan sis­tem ini adalah, ketika banyak komen­tar yang kemudian tidak begitu pen­ting, ber­hubungan dengan topik ber­mun­culan, semisal “num­pang lewat gan”, tentu ini men­jadi tidak nyaman dan tidak pen­ting lagi untuk masuk ke kotak surat elektronik.

Selama disediakan pranala ber­henti ber­lang­ganan komen­tar, tentu bagi mereka yang merasa ter­ganggu akan komen­tar asal lewat ini bisa ber­henti ber­lang­ganan (ya, kasihan juga kalau kotak surat penuh dengan kata “num­pang lewat”). Tidak bisa disalahkan jika pem­baca memilih ber­henti ber­lang­ganan, mereka memiliki alasan masing-masing (baca kem­bali “Ber­henti Ber­lang­ganan Komen­tar Blog” oleh Dani Iswara).

Namun, jika ada yang ber­henti ber­lang­ganan komen­tar di blog saya hanya karena sudah tidak ada yang esen­sial lagi dari komen­tar yang ber­taburan tidak jelas – saya sung­guh menyayang­kan­nya. Saya meng­har­gai mereka ber­kenan untuk meluangkan waktu mem­baca tang­gapan baru dari ber­ba­gai pem­baca lain­nya melalui sis­tem langgan komen­tar, dan tidak pada tem­pat­nya menurut hemat saya untuk dikecewakan oleh hal-hal yang mung­kin bagi mereka tidak esensial.

Sedemikian hingga kebijakan saya dalam meng­elola komen­tar blog ter­masuk yang agak ketat (walau juga bisa dibilang agak long­gar), merujuk kem­bali pada komen­tar blog yang berat diloloskan dalam tulisan saya sebelum­nya. Saya memiliki daf­tar belasan hingga puluhan kata yang masuk dalam daf­tar hitam kolom komen­tar, jika kata itu mun­cul maka komen­tar yang meng­an­dung kata akan lang­sung dihapus oleh mesin blog – it is a license to kill policy. Makanya saya jarang punya daf­tar tunggu komen­tar untuk disetujui :D

Seorang per­nah ber­kata pada saya, saya tidak perlu beratus-ratus pen­dengar, bagi saya lima orang yang datang dengan sungguh-sungguh dan menyuarakan suara mereka dengan serius ter­hadap hal ini akan saya terima.

Prin­sip yang kedua dalam sis­tem langgan komen­tar blog adalah “subscribe to reply(s) only”. Di mana mereka yang mening­galkan komen­tar hanya akan men­dapatkan notifikasi melalui sis­tem langgan jika ada balasan tang­gapan ter­hadap komen­tar mereka. Sehingga ia tidak akan menerima notifikasi jika ada komen­tar baru dari siapa pun (ter­masuk admin blog) bila komen­tar baru itu bukan tang­gapan ter­hadap komentarnya.

Saya rasa prin­sip dari sis­tem ini lebih moderat, lebih nyaman diterapkan tanpa memer­lukan a license to kill. Jika Anda menerima banyak komen­tar, puluhan hingga ratusan pada satu artikel blog, mung­kin prin­sip sis­tem ini adalah pilihan yang baik. Bahkan walau ratusan komen­tar itu ber­makna, saya per­caya saya bukanlah penguasa waktu yang bisa menyisihkan banyak waktu sehingga bisa mem­baca ratusan notifikasi komen­tar baru yang ber­makna dengan seksama.

Saya rasa sis­tem ini memenangkan banyak sisi, karena bagaimana pun, pem­baca – saya rasa – ber­hak diberitahukan jika ada tang­gapan atas komen­tar yang ia berikan.

Namun tidak masalah sis­tem langgan komen­tar blog manapun yang Anda ter­apkan, atau mung­kin nanti mun­cul sis­tem lain. Seba­gai narablog, kita mesti ingat bahwa hak ber­lang­ganan komen­tar sepenuh­nya ada pada pem­baca blog. Tidak peduli apakah setelan asli bahwa setiap pem­baca pada awal­nya dipilihkan untuk ber­lang­ganan atau tidak, pem­baca tetap bisa meng­gunakan hak­nya untuk memilih akan ber­lang­ganan atau tidak secara bebas, dan ber­hak diberikan jalan untuk ber­henti ber­lang­ganan di suatu saat nanti.

  Copyright secured by Digip­rove © 2010 Cahya Legawa

Anda diizinkan untuk berbagi (menyalin, mendistribusikan, mengubah bentuk) & mengadaptasi artikel blog ini baik sebagian atau pun keseluruhannya di bawah penggunaan lisensi yang sama (CCA-NC-SA 3.0 Unported) kecuali dinyatakan sebaliknya atau berbeda oleh penulis. Anda diwajibkan menyertakan sumber asli pada salinan dan adaptasi yang Anda karyakan berupa pranala berikut:

Diambil dari: Mengelola Langgan Komentar Blog oleh Cahya.

34 Tanggapan

  • via Namoroka 3.6.2pre Namoroka 3.6.2pre pada Ubuntu 9.10 Ubuntu 9.10

    Mas Cahya,
    Saya belum per­nah ber­lang­ganan Komen­tar blog. Saya hanya ber­lang­ganan artikel­nya saja. Cuma yang kadang ter­asa cukup meng­ganggu buat saya adanya email yang masuk dari sebuah blog yang ini meng­atakan bahwa komen­tar saya sudah dibalas. Awal­nya ter­asa menyenangkan dan tahu jika komen­tar sudah dibalas. Tetapi lama-kelamaan ter­asa mem­beratkan juga.

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Pak Aldy,

    Itu juga hak pem­baca kan Pak? Kebanyakan orang memang tidak memilih meng­ikuti komen­tar selan­jut­nya — kalau ingin tahu biasanya akan datang menengok.

    Tapi ada yang lebih suka menerima notifikasi lewat surel/email. Jadi per­tanyaan­nya “apakah pemilik blog akan menyediakan fasilitas untuk kelom­pok ini?” Jika iya, bagaimana ben­tuk fasilitas yang dipilih?

    Saya sen­diri tidak masalah Pak, karena saya meng­gunakan email client seperti Thun­der­bird, jadi pesan dari langgan komen­tar ber­ba­gai blog di fil­ter ke satu folder ter­tentu, sehingga tidak meng­ganggu email lainnya.

  • via Firefox 3.5.6 Firefox 3.5.6 pada Windows 7 Windows 7

    mas, komen saya masuk dalam akis­met ya?

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    H,

    Tidak, ya ini lang­sung mun­cul kan?

  • via Google Chrome Frame 4.0 Google Chrome Frame 4.0 pada Windows XP Windows XP

    ngomong2 meng­enai komen­tar, ter­ingat ten­tang anti spam buatan saya. alhasil dalam uji coba 1 hari, sebanyak 42 spam masih lolos. Jum­lah­nya menurun cukup dras­tis menurut saya, dimana biasanya lebih dari 100 spam yang saya terima setiap hari. namun tetap merepotkan ya, mung­kin dengan penam­bahan javascript sedikit, saya harap bisa meng­hin­dari spam lebih banyak.

    Kebetulanlah komen­tar di blog saya sedikit, jadi penerapan subs­ribe to com­ments via email ini tidak ter­lalu merepotkan. Smile

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Mas Ganda,

    Saya juga mau melakukan per­ubahan dan per­cobaan sedikit. Dengan sis­tem antis­pam yang ada.

    Seper­tinya CAPTCHA yang saya ter­apkan sudah comp­romised. Pihak penyedian­nya akan mem­per­baiki dalam beberapa waktu ke dapan, tapi tidak pasti. Jadi sebelum itu tiba, saya mau cari keusilan lain dalam menangani spam.

  • via Firefox 3.0.17 Firefox 3.0.17 pada Windows XP Windows XP

    Menarik untuk disimak. , sekedar sharing sy per­nah ber­lang­ganan artikel yang di link ke email, bahkan mem­bingungkan dan ribet krn harus menyeleksi dan kebanyakkan spam lain­nya ikut masuk juga yg jum­lah­nya cukup banyak alhir­nya spam lang­sung sy delete semua tanpa dibaca krn kebanyakkan, Terima kasih sharing­nya, Suk­ses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Agnes Sekar,

    Mung­kin itulah meng­apa kadang jika narablog menyediakan sis­tem langgan komen­tar ke pem­bacanya, ada baik­nya mem­per­tim­bangkan kon­disi kotak surat si pem­baca jika nanti malah di bom­bardir email yang mulai tidak jelas karena tidak adanya kon­trol di sis­tem komen­tar blog itu sendiri.

    Kalau dipilih meng­hapus semua lang­sung, kan jadinya bukan salah si pelanggan toh Mbak? Smile

  • via Firefox 3.5.7 Firefox 3.5.7 pada Windows XP Windows XP

    Salam super–
    Salam hangat -
    wah„ ilmu baru neeh„,
    thanks ya…

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows 7 Windows 7

    Saya kok ndak bisa ya, seperti license to kill policy yang anda bilang itu? Soal­nya, kalau di blog saya, bila mana ada komen­tar yang meng­an­dung kata-kata hitam, akan masuk seba­gai spam. Artinya, tetap masuk ke dalam admin blog.

    Saya per­nah menulis komen­tar di blog anda ten­tang Komen­tar yang Berat Diloloskan. Waktu itu saya menulis kata pertama(x) seba­gai con­toh. Begitu saya submit, malah mun­cul per­ingatan komen­tar saya ditolak. Akhir­nya kata pertama(x) saya ganti dengan per­tama*. Saya pengen yang seperti itu. Jadi sang “komen­tator hitam” lang­sung tau bahwa komen­tar­nya ndak diterima. Boleh ber­bagi caranya ndak? Smile

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Mas Pushan­daka,

    Saya malah tidak sadar kalau di pihak komen­tator mun­cul yang seperti itu, he he, maklum rada gaptek.

    Mung­kin karena saya meng­ganti antis­pam dari akis­met ke wp-spamfree.

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows XP Windows XP

    Saya malah barusaja meng­hilangkan plugin ber­lang­ganan komen­tar dan ajax edit com­ment. Menyisakan Com­Luv saja.

    Seper­tinya nggak banyak blog­ger yang meman­faatkan fasilitas ter­sebut. Wink Kalopun ada pem­baca yang ‘hilang’ karena hal ter­sebut, ya, kitapun seba­gai blog­ger nggak akan bisa memuaskan seluruh pem­baca. Kem­bali ke pilihan.

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Mbak Isnuansa,

    Kalau ajax edit com­ment saya rasa tidak begitu usabel (he he, meniru istilah dok­ter Dani).

    Sedangkan langgan komen­tar saya rasa masih usabel dan aksesibel bagi sebuah blog. Nah, ini pen­dapat pribadi saja sih Mbak.

    Saya setuju, tidak ada satu sis­tem yang bisa memuaskan semua orang. Kem­balikan pada kebijakan yang empunya blog, masing-masing narablog memiliki keunikan dalam meng­elola blognya Smile

    Saya sen­diri baru meng­hapus com­ment­luv, karena beberapa artikel yang saya baca, fitur ini kadang malah meng­un­dang spam masuk ke blog — entah benar atau tidak, tapi saya rasa juga tidak ter­lalu usabel.

    Di blog ini juga jarang ada yang memakai fitur langgan komen­tar yang saya sediakan. Tapi jika ada yang ingin meng­gunakan­nya, maka di sini tersedia.

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows 7 Windows 7

    Ter­kait AJAX-based, mak­sud saya dulu itu, usable di desk­top, mung­kin tidak usable di peramban Web mobile, low ban­dwidth, screen reader.

    Ter­kait spam, seper­tinya itu hanya moral oknum peng­gunanya atau pengomen­tar­nya saja. cmiiw

  • via Internet Explorer 8.0 Internet Explorer 8.0 pada Windows 7 Windows 7

    mak­sud­nya kita lang­ganan komen yah? *bingung*

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Rindu,

    Iya, jika komen­tator di blog saya seperti Rindu, ingin meng­ikuti komentar-komentar apa saya yang datang ber­ikut­nya di blog ini, bisa meman­faatkan fasilitas ini.

    Kalau di wordpress.com kan ada tulisan kecil di bawah kolom komen­tar “Ber­itahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel”. Ya, kurang lebih fung­sinya sama. Hanya saja blog yang dihos­ting di domain pribadi, belum memiliki fitur ini secara default.

    Tulisan di atas mem­per­tim­bangkan sis­tem langgan komen­tar seperti apa yang bisa dan baik kiranya diterapkan dalam blog-blog tersebut.

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows XP Windows XP

    daripada surel dipenuhi ‘num­pang lewat gan’, bagaimana kalau difil­ter dulu via sms; kalau “ok”, maka masuk surel, kalau “not ok”, otomatis buang. ah, ini cuma ide yang nyelonong dari saya saja, tapi bisa kok dibikin… (“not ok”, delete). salam,
    Grin

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Rio Seto,

    Tapi saya tidak ahli dalam men­desain SMS Gateway Grin

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows XP Windows XP

    kalo aku bli, gag ada gitu2an * eits… mak­sud­nya bukan parno* bukan karena apa tapi memang karena gag tahu cara mekenya *teng-teng gag mudeng mode on* Alien
    salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Ha ha, ga pa pa Pak Sugeng, ini bukan fitur wajib yang mesti ada di blog.

    Tapi biasanya blog wordpress.com dan blogspot.com sudah ada fitur ini, ting­gal diak­tifkan saja Smile

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Gentoo Gentoo

    Kon­sep­nya sangat seder­hana. Mening­galkan komen­tar untuk proses dis­kusi selan­jut­nya. Masukan, saran, kritikan, sang­gahan, dan pen­dapat peng­guna lain bisa mem­per­kaya kon­ten. Bukan sekadar komen­tar, lalu just for­get. Smile

    Setuju, pilihan ada di peng­guna. Mau bolak-balik ke halaman Web yang dikomen­tari secara manual atau lebih nyaman lang­ganan notifikasi via surel. Opsi yang ter­akhir, seperti disebut di pos­ting, mau lang­ganan semua komen­tar baru atau hanya res­pon atas komen­tar­nya sendiri?

    Tiap pen­dapat individu mes­tinya unik. Bukan komen­tar sekadar lewat.
    Jika ter­kait spam di blog:

    Spam in blogs (also called sim­ply blog spam or com­ment spam; note blogs­pam has another, more com­mon meaning, namely the post of a blog­ger who creates no-value added posts to submit them to other sites) … Sum­ber: Wikipedia

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Lha, saya kan niru ilmunya Bli Dani kalau masalah nge-blog Grin

    Apa blog Bli Dani masih nutup sis­tem komen­tar­nya? Saya ga per­nah ber­kun­jung sekarang, malah jadinya baca lewat surel saja jika ada update, jadinya seperti lang­ganan newsletter.

    Jika setiap individu bisa ber­komen­tar dengan baik dan mem­per­kaya kon­ten blog sehingga infor­masinya men­jadi semakin ber­man­faat bagi yang mem­baca dan ber­dis­kusi — alang­kah baik­nya hal itu.

    Sean­dainya semua seperti itu, saya tidak perlu sibuk mem­buat aturan moderasi dan blac­klist dengan daf­tar kata, surel, alamat IP yang pan­jang Wink — dan Bli Dani mung­kin tidak perlu menutup sis­tem komen­tar kan?

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows 7 Windows 7

    Menutup borang komen­tar itu juga pilihan. Smile Seperti juga mereka yang mening­galkan spam. Lebih baik meng­alah. Toh banyak­nya komen­tar dan trafik bukan tujuan (saya) ngeblog. Jika ada ralat, sang­gahan, kritik yang bisa mem­per­kaya kon­ten, silakan kon­tak saya. Akan saya mutakhirkan tulisan yang ada.

    Seperti saya sebut di atas, beberapa oknum pengomen­tar masih menyamakan kebiasaan komentar-menyerupai-spam seperti mereka dijinkan melakukan­nya di situs/blog lain. Frown

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Bli Dani,

    Apa tidak menyulitkan peng­guna malah?

    Semisal peng­guna per­ang­kat mobile yang tidak mung­kin bulak-balik mem­buka blog dan per­anti surel untuk mem­berikan saran atau ber­tanya ten­tang suatu topik?

    Oh ya, kalau Blog DaniIswara.Net yang melalui surel hanya menerima judul blog, tapi tidak ada judul tulisan? — Apa memang disetel demikian?

    [OOT] Kenapa memakai kata borang (= ran­jau, for­mulir?), meng­apa tidak for­mulir atau kolom komen­tar saja?

    Bli Dani selalu protes masalah rubah sekarang saya mau protes masalah ijin Razz

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows 7 Windows 7

    Cahya,

    [ini kuotasi] Semisal peng­guna per­ang­kat mobile yang tidak mung­kin bulak-balik mem­buka blog dan per­anti surel untuk mem­berikan saran atau ber­tanya ten­tang suatu topik?”

    Maaf, usaha anda tidak ber­hasil. Saya tidak/belum ada ren­cana mem­buka kolom komen­tar lagi. Razz

    Lang­ganan surel-nya untuk pos­ting baru atau komen­tar baru? Jika pos­ting baru, saya pakai full post di pasokan balik/feed dan surel. Jika komen­tar ter­baru, saya malah nunggu review plugin/fitur serupa itu yang sesuai tulisan saya dulu itu. Jika ter­kait komen­tar, itu tidak masalah lagi kan sekarang? Smile

    Meng­enai kata borang & for­mulir, sama aja rasanya.

    Ah ya, saya yang salah. Harus­nya izin, bukan ijin. Makasi koreksinya. Razz

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows Vista Windows Vista

    Bli Dani,

    He he, kalau begitu saya saja deh yang ang­kat ben­dera putih Smile — apa tidak mau men­coba DISQUS? Grin

    Lang­ganan surel dari feedbur­ner Bli Dani, coba Bli Dani lang­ganan feedbur­ner via surel dari blog saya dan blog Bli Dani sen­diri, nanti pasti kelihatan bedanya. Kadang kalau saya mau reply lang­sung, saya baru sadar kalau topik/subjek tiap surel jadinya sama, dan masuk satu kolom thread yang sama di Gmail maupun Thun­der­bird — padahal untuk artikel yang berbeda.

    Jika tidak salah di dashboard feedbur­ner ada pengaturan Publicizeemail subscrip­tionsemail bran­dingemail subject/title ber­isi [nama blog] dan bisa ditam­bahkan judul artikel dengan [${latestItemTitle}]. Jadi ada pem­baharuan masuk surel tidak masuk dalam satu thread yang sama karena subjek­nya lebih spesifik — CMIIW.

  • via Google Chrome 3.0.195.21 Google Chrome 3.0.195.21 pada Windows XP Windows XP

    belum punya langgan komen­tar pak.

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    wahyu nurudin,

    Tidak harus punya koq Pak Wink
    Tapi rasanya blog.com meng­gunakan wpmu ya? Seharus­nya ada fitur langgan komen­tar otomatis seperti wp.com, tapi saya juga kurang tahu pastinya.

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows 7 Windows 7

    Jika tidak ingin meng­etahui ada balasan komen­tar, lalu untuk apa mening­galkan komentar? Smile

    Lang­kah wordp­ress dot com meng­in­tegrasikan fitur lang­ganan komen­tar dan menem­pat­kan­nya sebelum tom­bol submit (susunan­nya lebih logis sesuai alur pikir peng­guna), lalu menyerahkan pilihan pada peng­guna untuk meman­faat­kan­nya atau tidak, menurut saya sudah tepat. Seper­tinya ini layak ditiru mesin blog lain.

  • via Opera 10.10 Opera 10.10 pada Windows Vista Windows Vista

    Bli Dani,

    Untuk mening­katkan trafik balik dong Bli LOL — atau cuma “say hello” … Grin — Lha WordP­ress aja nyepam di pos­ting awal­nya “Hello World” Big Smile

    Kadang saya pingin pasang shoutbox saja rasanya biar pada nyepam di situ. Tapi biasanya tetep aja balik ke kolom komentar.

    Memang ada blog yang tidak pakai fitur ini ter­in­tegrasi? Seper­tinya blogger.com malah punya sejak dulu, tapi tidak aktif secara default. Tidak tahu sih kalau seperti typepad, lives­paces atau-pun milik jejaring sosial ter­tentu lainnya.

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows 7 Windows 7

    Cahya,
    oh, fitur lang­ganan balasan komen­tar via surel itu sudah ada dari dulu ya di mesin blog lain? Entah lah, saya tidak hapal kon­disi tiap mesin blog. Sepen­dek yang saya tahu, kebanyakan memasang pem­beritahuan otomatis untuk balasan komen­tar per individu saja, opsinya bukan diserahkan ke pengomen­tar sen­diri. Kadang ingin ber­lang­ganan seluruh komen­tar di suatu pos­ting, malah duplikasi dengan balasan per individu.

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows Vista Windows Vista

    Bli Dani,

    Tidak ada sis­tem yang bisa memuaskan semua orang sekaligus Smile — dikem­balikan saja seperti itu. Kalau memang narablog sudah memilih mesin blog dan pengaturan­nya, ya begitulah adanya.

    Setidak­nya yang lebih esen­sial adalah kon­ten suatu blog, masalah masukkan dan lain seba­gainya, jika pengun­jung kreatif bisa mem­buat banyak jalan untuk berinteraksi Grin

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows 7 Windows 7

    Cahya, mung­kin itu bisa jadi topik ter­sen­diri, biar ngga kepan­jangan bahasan­nya di sini. Seper­tinya menarik. Mem­buat lang­ganan pos­ting baru via surel jadi lebih usable.

    Sayang­nya, seper­tinya saya tidak per­nah lang­ganan pos­ting baru via surel. Dan saya tidak ter­tarik untuk meng­ak­tifkan fitur feedbur­ner itu (saat ini; entah jika nanti Cahya menulis­kan­nya). Karena saya meng­ang­gap tulisan saya hanyalah tulisan tidak pen­ting bagi orang lain. Razz

    Seper­tinya koneksi di sini kencang-kencang saja dengan modem dan koneksi yang sama. Jadi, tidak perlu ctrl+c komen­tar ini. Smile

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows Vista Windows Vista

    He he, daf­tar tulisan saya sudah penuh sam­pai bulan depan. Kapan-kapan dah ya Bli — kalau ingat Grin

Kirimkan sebuah Tanggapan

Surat elektronik anda tidak akan pernah dibagikan. Unsur yang wajib diisi ditandai *