Sore ini seseorang bertanya pada saya sebaiknya ia melakukan tes apa saja sebelum melakukan vaksinasi hepatitis B setelah lama tidak melakukan vaksinasi dan booster-nya. Namun sepertinya penjelasanku tidak cukup membuatnya percaya, sehingga ia mesti berkonsultasi ke dokter spesialis, wa ha ha…, ternyata dokter spesialis juga bilang hal yang sama. Nah, saya ga tahu mesti sedih atau tertawa .

Namun, okelah, karena saya masih semangat, mungkin saya bisa sedikit berbagi mengenai pemeriksaan hepatitis B (dikenal juga sebagai: anti-HBs; HBsAg; HBeAg; anti-HBc; anti-HBc,IgM; antiHBe; HBV DNA), saya ambilkan rujukannya dari LabTestOnline: Hepatitis B Test.

Bagaimana Tes ini Digunakan?

Ada beberapa tes yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi-antibodi hepatitis B. Antibodi-antibodi diproduksi oleh tubuh guna menyediakan perlindungan terhadap antigen-antigen (protein asing). Ada juga beberapa tes yang mendeteksi keberadaan antigen viral.

Anti-HBs (Hepatitis B surface antibody) adalah tes yang paling umum. Keberadaannya mengindikasikan adanya paparan terhadap HBV sebelumnya, namun virus tidak lagi ada dan seseorang tidak dapat menularkan virus pada orang lainnya. Antibodi juga melindungi tubuh dari serangan infeksi HBV di kemudian hari. Selain dari paparan langsung terhadap HBV, antibodi-antibodi juga dapat diperoleh dari vaksinasi yang sukses. Tes ini dilakukan untuk menentukan perlunya suatu vaksinasi (jika anti-HBs tidak ada), atau sebagai tindak lanjut pasca vaksinasi terhadap penyakit tersebut, atau pasca suatu infeksi aktif.

HBsAg (Hepatitis B surface antigen) adalah suatu protein antigen yang dihasilkan oleh HBV. Antigen ini adalah indikator awal dari hepatitis B akut dan sering kali (digunakan untuk) mengidentifikasi orang-orang yang terinfeksi sebelum gejala-gejala muncul. HBsAg menghilang dari darah selama masa pemulihan. Pada beberapa orang (khususnya mereka yang terinfeksi adalah anak-anak atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita AIDS), infeksi kronis dengan HBV dapat terjadi dan HBsAg tetap positif.

Terkadang, HBV memilih “bersembunyi” di dalam hati (lever) dan sel-sel lain dan tidak memproduksi virus-virus baru yang bisa menginfeksi orang lain, atau memproduksi dalam jumlah yang kecil sedemikian hingga tidak bisa ditemukan di dalam darah. Orang-orang dengan kondisi seperti ini disebut sebagai karier (carriers). Pada kasus yang lain, virus di dalam tubuh terus menerus bereplikasi yang dapat selanjutnya menginfeksi hati dan menular pada orang lain. Pada kedua kasus ini, HbsAg akan tetap positif. Tes berikutnya dapat membantu membedakan antara kedua kondisi tersebut.

HBeAg (Hepatitis B e-antigen), adalah suatu protein viral yang dihubungkan dengan infeksi HBV. Tidak seperti antigen permukaan (surface antigen), e-antigen hanya ditemukan di dalam darah ketika virus juga ada. Ketika virus “bersembunyi”, maka e-antigen tidak lagi ada di dalam darah. HBeAg sering kali digunakan sebagai penanda (marker) kemampuan penyebaran virus ke orang lain (infectivity). Pengukuran e-antigen juga berguna dalam menentukan keefektifan terapi HBV, terapi yang sukses biasanya menghilangkan HBeAg dari darah dan mengarah pada pembentukan antibodi-antibodi terhadap e-antigen (anti-HBe). Ada beberapa tipe (strains) HBV yang tidak memproduksi e-antigen; ini biasanya umum di Timur Tengah dan Asia. Di daerah di mana strains HBV ini umum, maka tes untuk HBeAg tidaklah begitu bermanfaat.

Anti-HBe adalah suatu antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap e-antigen hepatitis B. Pada mereka yang telah pulih dari infeksi hepatitis B akut, anti-HBe juga akan ada bersama dengan anti-HBc dan anti-HBs. Pada mereka dengan hepatitis B kronis, biasanya anti-HBe menjadi positif ketika virus “bersembunyi” atau dieliminasi dari tubuh. Pada strains yang tidak memproduksi Hbe antigen, anti-HBe juga positif.

Anti-HBc (anti-Hepatitis B core antigen) adalah suatu antibodi terhadap hepatitis B core antigen. Core antigen ditemukan dalam partikel virus namun menghilang lebih awal pada perjalanan infeksi. Antibodi ini diproduksi selama dan sesudah suatu infeksi HBV akut dan biasanya ditemukan pada karier HBV kronis sebagaimana juga pada mereka yang sudah menghilangkan virus dari tubuh, dan biasanya bertahan seumur hidup. Tes anti-HBc yang spesifik untuk antibodi IgM, anti-HBc, IgM, mengindikasikan infeksi akut, atau pengukuran antibodi total, anti-HBc, yang mengindikasikan infeksi di masa lalu baik akut maupun kronis.

HBV DNA adalah tes yang lebih sensitif dibandingkan dengan HBeAg untuk mendeteksi virus di dalam aliran darah. Biasanya digunakan sebagai pemantauan terapi antiviral pada pasien dengan infeksi HBV kronis.

Kapan Diperlukan?

Tes-tes ini digunakan untuk menentukan apakah vaksinasi telah menghasilkan kadar imunitas/kekebalan tubuh yang dikehendaki sebagaimana juga digunakan untuk mendiagnosa dan mengikuti perjalanan suatu infeksi.

Pada seorang pasien dengan hepatitis akut, anti-HBc IgM dan HBsAg biasanya diminta untuk mendeteksi infeksi HBV yang baru terjadi. Pada orang dengan hepatitis kronis, atau dengan peningkatan kadar ALT atau AST, HBsAg dan anti-HBc biasanya yang dikerjakan untuk melihat apakah kerusakan hati disebabkan oleh HBV. Jika demikian, HBsAg dan HBeAg biasanya digunakan untuk keperluan dasar yang rutin (setiap 6 bulan atau setahun), oleh karena pada beberapa orang HBeAg (dan, lebih jarang lagi HBsAg) akan menghilang dengan sedirinya. Bukti terbaru menduga bahwa banyak dari mereka yang memiliki anti-HBc namun tidak ada HBsAg mungkin memiliki kadar HBV DNA yang lebih rendah di dalam darah dan/atau di dalam hati mereka. Tingkat kebermaknaan hal ini masih dalam perdebatan. Pada mereka yang dirawat karena HBV kronis, HBeAg dan HBV DNA dapat digunakan untuk menentukan apakah terapi berhasil (pada kasus ini, keduanya menjadi tidak terdeteksi).

Jika seseorang diberikan vaksin HBV, anti-HBs digunakan untuk melihat apakah sukses; jika kadar antibodi melebihi 10 IU/mL, seseorang bisa jadi dilindungi seumur hidup dari infeksi HBV, kecuali mereka mengalami masalah di waktu kemudian dengan sistem kekebalan tubuh mereka (seperti infeksi HIV, gagal ginjal, atau terapi dengan obat yang menekan sistem imun).

Semua darah yang didonorkan dites HBsAg sebelum didistribusikan.

Apa Pemaknaan Hasil Tesnya

Hasil tes dapat menunjukkan perjalanan infeksi Hepatitis B pada seseorang.

Serologi

Gambaran Serologi Infeksi Hepatitis B Akut (sumber: flylib.com)

  • anti-HBs: hasil positif mengindikasikan imunitas terhadap hepatitis B dari vaksinasi atau pulih dari suatu infeksi.
  • HBsAg: Hasil yang negatif mengindikasikan orang tersebut belum pernah terpapar terhadap virus atau tengah pulih dari infeksi hepatitis akut dan telah berhasil bebas dari virus (atau jika ada maka itu infeksi yang tersembunyi). Nilai positif (reaktif) mengindikasikan sebuah infeksi aktif namun tidak mengindikasikan apakah virus itu bisa ditularkan atau tidak.
  • HBeAg: Hasil positif (reaktif) mengindikasikan adanya virus yang bisa ditularkan pada orang lain. Hasil negatif berarti virus tidak bisa ditularkan pada orang lain, kecuali di belahan dunia di mana strain virus tidak memproduksi protein e-antigen adalah hal yang umum.
  • anti-HBc: Jika ada dengan anti-HBs positif, biasanya menandakan pemulihan dari suatu infeksi dan orang tersebut bukanlah karier atau terinfeksi secara kronis. Pada infeksi akut, tipe pertama antibodi HBc yang pertama muncul adalah suatu antibodi IgM. Menguji antibodi ini dapat membuktikan apakah seseorang telah baru-baru ini terinfeksi oleh HBV (di mana anti-HBc, IgM akan positif), atau sudah beberapa lama (di mana ada amti-HBc, namun IgM akan negatif).
  • HBV DNA: Hasil positif atau reaktif mengindikasikan adanya virus yang mampu menyebar pada orang lain. Hasil negatif menunjukkan biasanya virus tidak dapat menyebar ke orang lain, terutama jika tes dapat mengambil sedikitnya 200 virus (cetakan) dalam satu mL darah yang digunakan.
Interpretasi

Interpretasi hasil tes serologi untuk Hepatitis B (sumber: tufts.edu).

 

Adakah Hal Lain yang Perlu Anda Ketahui?

Tes-tes di atas hanya spesifik untuk HBV, tes fungsi lain mungkin perlu Anda ketahui seperti AST, ALT dan GGT (gamma-glutamyl transferase) yang bisa berguna untuk mendeteksi perkembangan penyakit. Dalam beberapa kasus, biopsi liver mungkin perlu dilakukan untuk konfirmasi.