Seputar Pemeriksaan HBV

Sore ini seseorang bertanya pada saya sebaiknya ia melakukan tes apa saja sebelum melakukan vaksinasi hepatitis B setelah lama tidak melakukan vaksinasi dan booster-nya. Namun sepertinya penjelasanku tidak cukup membuatnya percaya, sehingga ia mesti berkonsultasi ke dokter spesialis, wa ha ha…, ternyata dokter spesialis juga bilang hal yang sama. Nah, saya ga tahu mesti sedih atau tertawa .

Namun, okelah, karena saya masih semangat, mungkin saya bisa sedikit berbagi mengenai pemeriksaan hepatitis B (dikenal juga sebagai: anti-HBs; HBsAg; HBeAg; anti-HBc; anti-HBc,IgM; antiHBe; HBV DNA), saya ambilkan rujukannya dari LabTestOnline: Hepatitis B Test.

Bagaimana Tes ini Digunakan?

Ada beberapa tes yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi-antibodi hepatitis B. Antibodi-antibodi diproduksi oleh tubuh guna menyediakan perlindungan terhadap antigen-antigen (protein asing). Ada juga beberapa tes yang mendeteksi keberadaan antigen viral.

Anti-HBs (Hepatitis B surface antibody) adalah tes yang paling umum. Keberadaannya mengindikasikan adanya paparan terhadap HBV sebelumnya, namun virus tidak lagi ada dan seseorang tidak dapat menularkan virus pada orang lainnya. Antibodi juga melindungi tubuh dari serangan infeksi HBV di kemudian hari. Selain dari paparan langsung terhadap HBV, antibodi-antibodi juga dapat diperoleh dari vaksinasi yang sukses. Tes ini dilakukan untuk menentukan perlunya suatu vaksinasi (jika anti-HBs tidak ada), atau sebagai tindak lanjut pasca vaksinasi terhadap penyakit tersebut, atau pasca suatu infeksi aktif.

HBsAg (Hepatitis B surface antigen) adalah suatu protein antigen yang dihasilkan oleh HBV. Antigen ini adalah indikator awal dari hepatitis B akut dan sering kali (digunakan untuk) mengidentifikasi orang-orang yang terinfeksi sebelum gejala-gejala muncul. HBsAg menghilang dari darah selama masa pemulihan. Pada beberapa orang (khususnya mereka yang terinfeksi adalah anak-anak atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita AIDS), infeksi kronis dengan HBV dapat terjadi dan HBsAg tetap positif.

Terkadang, HBV memilih “bersembunyi” di dalam hati (lever) dan sel-sel lain dan tidak memproduksi virus-virus baru yang bisa menginfeksi orang lain, atau memproduksi dalam jumlah yang kecil sedemikian hingga tidak bisa ditemukan di dalam darah. Orang-orang dengan kondisi seperti ini disebut sebagai karier (carriers). Pada kasus yang lain, virus di dalam tubuh terus menerus bereplikasi yang dapat selanjutnya menginfeksi hati dan menular pada orang lain. Pada kedua kasus ini, HbsAg akan tetap positif. Tes berikutnya dapat membantu membedakan antara kedua kondisi tersebut.

HBeAg (Hepatitis B e-antigen), adalah suatu protein viral yang dihubungkan dengan infeksi HBV. Tidak seperti antigen permukaan (surface antigen), e-antigen hanya ditemukan di dalam darah ketika virus juga ada. Ketika virus “bersembunyi”, maka e-antigen tidak lagi ada di dalam darah. HBeAg sering kali digunakan sebagai penanda (marker) kemampuan penyebaran virus ke orang lain (infectivity). Pengukuran e-antigen juga berguna dalam menentukan keefektifan terapi HBV, terapi yang sukses biasanya menghilangkan HBeAg dari darah dan mengarah pada pembentukan antibodi-antibodi terhadap e-antigen (anti-HBe). Ada beberapa tipe (strains) HBV yang tidak memproduksi e-antigen; ini biasanya umum di Timur Tengah dan Asia. Di daerah di mana strains HBV ini umum, maka tes untuk HBeAg tidaklah begitu bermanfaat.

Anti-HBe adalah suatu antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap e-antigen hepatitis B. Pada mereka yang telah pulih dari infeksi hepatitis B akut, anti-HBe juga akan ada bersama dengan anti-HBc dan anti-HBs. Pada mereka dengan hepatitis B kronis, biasanya anti-HBe menjadi positif ketika virus “bersembunyi” atau dieliminasi dari tubuh. Pada strains yang tidak memproduksi Hbe antigen, anti-HBe juga positif.

Anti-HBc (anti-Hepatitis B core antigen) adalah suatu antibodi terhadap hepatitis B core antigen. Core antigen ditemukan dalam partikel virus namun menghilang lebih awal pada perjalanan infeksi. Antibodi ini diproduksi selama dan sesudah suatu infeksi HBV akut dan biasanya ditemukan pada karier HBV kronis sebagaimana juga pada mereka yang sudah menghilangkan virus dari tubuh, dan biasanya bertahan seumur hidup. Tes anti-HBc yang spesifik untuk antibodi IgM, anti-HBc, IgM, mengindikasikan infeksi akut, atau pengukuran antibodi total, anti-HBc, yang mengindikasikan infeksi di masa lalu baik akut maupun kronis.

HBV DNA adalah tes yang lebih sensitif dibandingkan dengan HBeAg untuk mendeteksi virus di dalam aliran darah. Biasanya digunakan sebagai pemantauan terapi antiviral pada pasien dengan infeksi HBV kronis.

Kapan Diperlukan?

Tes-tes ini digunakan untuk menentukan apakah vaksinasi telah menghasilkan kadar imunitas/kekebalan tubuh yang dikehendaki sebagaimana juga digunakan untuk mendiagnosa dan mengikuti perjalanan suatu infeksi.

Pada seorang pasien dengan hepatitis akut, anti-HBc IgM dan HBsAg biasanya diminta untuk mendeteksi infeksi HBV yang baru terjadi. Pada orang dengan hepatitis kronis, atau dengan peningkatan kadar ALT atau AST, HBsAg dan anti-HBc biasanya yang dikerjakan untuk melihat apakah kerusakan hati disebabkan oleh HBV. Jika demikian, HBsAg dan HBeAg biasanya digunakan untuk keperluan dasar yang rutin (setiap 6 bulan atau setahun), oleh karena pada beberapa orang HBeAg (dan, lebih jarang lagi HBsAg) akan menghilang dengan sedirinya. Bukti terbaru menduga bahwa banyak dari mereka yang memiliki anti-HBc namun tidak ada HBsAg mungkin memiliki kadar HBV DNA yang lebih rendah di dalam darah dan/atau di dalam hati mereka. Tingkat kebermaknaan hal ini masih dalam perdebatan. Pada mereka yang dirawat karena HBV kronis, HBeAg dan HBV DNA dapat digunakan untuk menentukan apakah terapi berhasil (pada kasus ini, keduanya menjadi tidak terdeteksi).

Jika seseorang diberikan vaksin HBV, anti-HBs digunakan untuk melihat apakah sukses; jika kadar antibodi melebihi 10 IU/mL, seseorang bisa jadi dilindungi seumur hidup dari infeksi HBV, kecuali mereka mengalami masalah di waktu kemudian dengan sistem kekebalan tubuh mereka (seperti infeksi HIV, gagal ginjal, atau terapi dengan obat yang menekan sistem imun).

Semua darah yang didonorkan dites HBsAg sebelum didistribusikan.

Apa Pemaknaan Hasil Tesnya

Hasil tes dapat menunjukkan perjalanan infeksi Hepatitis B pada seseorang.

Serologi

Gambaran Serologi Infeksi Hepatitis B Akut (sumber: flylib.com)

  • anti-HBs: hasil positif mengindikasikan imunitas terhadap hepatitis B dari vaksinasi atau pulih dari suatu infeksi.
  • HBsAg: Hasil yang negatif mengindikasikan orang tersebut belum pernah terpapar terhadap virus atau tengah pulih dari infeksi hepatitis akut dan telah berhasil bebas dari virus (atau jika ada maka itu infeksi yang tersembunyi). Nilai positif (reaktif) mengindikasikan sebuah infeksi aktif namun tidak mengindikasikan apakah virus itu bisa ditularkan atau tidak.
  • HBeAg: Hasil positif (reaktif) mengindikasikan adanya virus yang bisa ditularkan pada orang lain. Hasil negatif berarti virus tidak bisa ditularkan pada orang lain, kecuali di belahan dunia di mana strain virus tidak memproduksi protein e-antigen adalah hal yang umum.
  • anti-HBc: Jika ada dengan anti-HBs positif, biasanya menandakan pemulihan dari suatu infeksi dan orang tersebut bukanlah karier atau terinfeksi secara kronis. Pada infeksi akut, tipe pertama antibodi HBc yang pertama muncul adalah suatu antibodi IgM. Menguji antibodi ini dapat membuktikan apakah seseorang telah baru-baru ini terinfeksi oleh HBV (di mana anti-HBc, IgM akan positif), atau sudah beberapa lama (di mana ada amti-HBc, namun IgM akan negatif).
  • HBV DNA: Hasil positif atau reaktif mengindikasikan adanya virus yang mampu menyebar pada orang lain. Hasil negatif menunjukkan biasanya virus tidak dapat menyebar ke orang lain, terutama jika tes dapat mengambil sedikitnya 200 virus (cetakan) dalam satu mL darah yang digunakan.
Interpretasi

Interpretasi hasil tes serologi untuk Hepatitis B (sumber: tufts.edu).

 

Adakah Hal Lain yang Perlu Anda Ketahui?

Tes-tes di atas hanya spesifik untuk HBV, tes fungsi lain mungkin perlu Anda ketahui seperti AST, ALT dan GGT (gamma-glutamyl transferase) yang bisa berguna untuk mendeteksi perkembangan penyakit. Dalam beberapa kasus, biopsi liver mungkin perlu dilakukan untuk konfirmasi.

  • http://hary4n4.wordpress.com Hary4n4

    Terimakasih utk infonya.. Saya musti harus baca ulang lagi nih, maklum masih bingung dgn istilah2 asingnya..hehe :-D

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Hary4n4,

      Mungkin agak susah ya bacanya di Opera mini, karena artikelnya cukup panjang, dan memang banyak istilah yang tidak umum. Tapi saya usahakan koq lebih banyak bahasa yang ramah.

      Tapi saya akui masih sangat terbatas.

  • san

    awalnya agak bingung juga membaca artikel ini, tapi setelah diulang, lumayan ngertilah….

    thank’s :laugh: :laugh:
    .-= san´s last blog ..Lagu untuk hari Valentine =-.

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      San,

      Makasih kembali, iya, kalau saya sendiri yang nulis jika baca sekilas pasti tidak akan paham dengan baik :D

      Pembahasan adalah ranah yang unik untuk diolah dalam komunikasi di bidang kesehatan ;)

  • aldy

    Mas Cahya,
    Mohon inputnya, saya dan keluarga sudah pernah menjalani vaksinasi Hepatitis pada tahun 2008.
    Saya pernah menanyakan kepada petugas kesehatan, apakah masih perlu dilakukan vaksinasi ulang ? Jawaban yang saya terima tidak perlu.
    Apa memang cukup satu kali Mas ?

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Pak Aldy,

      Vaksin hepatitis B secara mendasar diberikan sebanyak 3 kali: Pertama sedini mungkin (dalam waktu 12 jam setelah lahir), yang kedua pada saat bayi berumur 12 bulan, interval imunisasi yang ke-2 dan ke-3 minimal 2 bulan dan paling baik 5 bulan (jadi yang ke-3 diberikan usia 3-6 bulan).

      Di Indonesia (dengan mempertimbangkan pola epidemiologi) pada usia 5 tahun dilakukan pemeriksaan anti-HBs dan melakukan booster (imunisasi ulang).

      Jika pada usia 10-12 tahun kadar pecegahan belum tercapai (titer anti-HBs < 10 mikrogram/mL), maka bisa dipertimbangkan imunisasi ulang (yang ke-4).

      Panduan resminya demikian Pak. Jika yang dasar sudah diberikan sebanyak 3 kali, dan yang kemarin pada tahun 2008 adalah booster. Maka biasanya tidak diperlukan lagi imunisasi ulang dengan syarat: imunisasi berhasil mencapai titer yang proteksi yang diharapkan, dalam jangka panjang tidak ada risiko terpapar dengan hepatitis B. Jika ada faktor lain, maka pertimbangan booster sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

  • http://suzannita.wordpress.com/ suzan

    kalo tidak vaksinasi gimana ya ???

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Suzan,

      Ya, jika belum pernah terinfeksi, berarti tubuh tidak memiliki kekebalan terhadap infeksi HBV (virus hepatitis B).

      Vaksinasi kan untuk menghasilkan kekebalan buatan ;)

  • SIti

    Apakah hepatitis B bisa sembuh total? setelah menjalani medical chek up suami saya terkena hepatitis B, dan hasil lab menunjukkan SGOT 35, SGPT 58, HBsAg <250, Anti-HBsAg negatif, HBeAg reaktif 3,25, HBV DNA 1.400.000.apakah dengan hasil tersebut suami saya termasuk akut atau kronis. obat seperti apakah yg bisa menyembuhkan hepatitis B tersebut, karena dokter selama ini hanya memberikan obat HP Pro dan curcuma. mohon penjelasannya
    terimakasih banyak.

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Ibu Siti,

      Mari saya coba bantu, namun harap diingat bahwa apa yang saya sampaikan bukanlah pengganti (dapat menggantikan) penjelasan (baik diagnostik maupun terapeutik) dari dokter yang menangani suami ibu. Ketidakjelasan jauh lebih baik dikonsultasikan pada dokter langsung.

      Pertama, hepatitis B dapat sembuh, namun tidak pada semua penderita. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesembuhan, dan yang paling utama adalah tingkat daya tahan tubuh, serta tingkat kerusakan yang sudah terjadi akibat penyakit ini. Sembuh total atau pun parsial (setengah sembuh) sangat bergantung pada kondisi penderita. Bagaimana tingkat kesembuhan ini, termasuk dalam apa yang disebut prognosis. Jika Ibu hendak mengetahui prognosis penyakit suami ibu, mohon berkonsultasi langsung pada dokter yang merawat.

      SGOT (sekarang disebut AST) dan SGPT (sekarang disebut ALT) adalah pemeriksaan untuk fungsi hati. Enzim-enzim ini (yang disebut aminotransferase) biasanya melonjak jika terjadi kerusakan hati, semisal pada hepatitis karena virus, bisa melonjak hingga 20x normal atau lebih. Nilai normal bisa dilihat (umumnya disertakan) pada lembar hasil pemeriksaan labnya.

      Jika suami Ibu baru terkena, kemungkinan besar ini adalah infeksi akut yang berpotensi menular. Silakan rujuk silang dengan tulisan di atas.

      Obat pada hepatitis B biasanya merupakan antiviral (untuk melawan virus hepatitis), modulasi sistem imun (meningkatkan/memperbaiki kekebalan tubuh) dan hepatoprotector (pelindung hati). Kalau untuk merek dagang masing-masing obat saya kurang hapal. Coba ditanyakan kembali pada dokter masing-masing obat yang diresepkan termasuk apa dan untuk apa.

      Masing-masing pemberian obat pasti ada pertimbangan dari dokter sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Silakan membuka dan menjaga komunikasi yang baik dengan dokter, adalah hak pasien untuk memahami kondisi kesehatannya dari sudut pandang medis dan serta setiap terapi yang ia peroleh dari medis.

  • rilah

    aq abis cek lab n hasilx HBs Ag negatif (-) dan anti HBs (+) dgn titer >1000.. aq blm pernah vaksin Hep. B .. gimna tu???
    makasih ya.. :-D :-D

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Rilah,

      Jika merujuk referensi yang saya gunakan dalam tulisan di atas. Berarti pernah terjadi paparan dengan virus hepatitis B (pernah pulih dari infeksi virus hepatitis B) jika memang tidak pernah mendapatkan imunisasi hepatitis.

    • Darmawansyah

      Artinya anda harus bersyukur bahwasanya anda sudah memiliki anti body terhadapa hepatitis B.

  • moreno

    Setelah menjalani medical chek up saya terdeteksiterkena hepatitis B, umur 32 thn, dan hasil lab menunjukkan SGOT 41, SGPT 87, HBsAg kuantitatif >250, HBeAg non reaktif, HBV DNA: virus tak terdeteksi (6.80×10^1). Apakah dengan hasil tersebut saya termasuk akut atau kronis? obat seperti apakah yg bisa menghilangkan seluruh hepatitis B tersebut, karena dokter hanya memberikan vitamin Lefisit dan PSP (ekstrak polisakarida) untuk pemakaian 10 hari. mohon penjelasannya

    terimakasih banyak.

  • http://catatan.legawa.com Cahya

    moreno,

    Dalam terapi yang baik HBsAg akan hilang dalam 3 bulan pasca infeksi – secara teori. Dan masih ada kemungkinan belum tuntas ngetaif dalam 3 bulan berikutnya.

    Jadi sebaiknya, jika sudah ada tanda perbaikan, dilanjutkan dulu terapi yang diberikan oleh dokter.

  • moreno

    Setelah men­jalani medical chek up saya hasil pemeriksaan lab terbaru menun­jukkan penurunan:

    SGOT 33,

    SGPT 79,

    HBsAg 243,24.

    HBeAg non reak­tif,

    HBV DNA: virus ter­deteksi (6.80×10 pangkat1) dan

    anti HBe Reaktif.

    Apakah dengan hasil ter­sebut saya berkemungkinan besar dapat menegatifkan hbsag? sekarang saya mengkonsumsi liver guard dari nutrimax 3x sehari, lingzhi 3xsehari, madu 3x sehari & klorofil 2x sehari dan tetap berolah raga 3xseminggu. mohon pen­jelasan­nya kembali dok?

    ter­imakasih banyak.

  • Alexhandsome

    Dok, saya ingin bertanya, Setelah saya menjalani medical chek up untuk melamar suatu pekerjaan hasil pemeriksaan lab menun­jukkan:

    SGOT 31, (seblmnya 45)

    SGPT 70, (sebelumnya 90)

    HBSAg REAKTIF 250 metode MEIA

    HBEAg: NON REAKTIF 0,397

    Anti HBe: REAKTIF 0,56

    HBV DNA: virus ter­deteksi (6.90×10 pangkat1)

    Sekarang saya mengkonsumsi Herbal Temulawak, Meniran dan Sylimarin dlm bentuk kapsul 2x sehari (telah berhasil menurunkan titer SGOT & SGPT)

    Saya ingin menanyakan dapatkah HBeag YANG TELAH NON REAKTIF dapat kembali menjadi REAKTIF, dan apakan Anti HBe YANG TELAH REAKTIF dapat kembali menjadi NON REAKTIF?

    Dan dapatkah penderita Hepatitis B yg belum sembuh dapat kembali terkena untuk kedua kali pada saat bersamaan?

    Mohon pen­jelasan­nya dok dan sebelumnya
    ter­imakasih banyak.

    Wassalam

  • moreno

    Kembali saya ingin menanyakan apakah penderita yg telah mencapai kesembuhan dg HBSag Reaktif dg HBEag Non reaktif & Anti HBE Reaktif dapat melakukan vaksin hepatitis b? seblmnya terimakasih atas jawabannya…

  • moreno

    Dokter… Kemarin sore saya kembali melakukan cek darah rutin (setiap satu bulan) karena saya HBsag Reaktif, HBeag Non Reaktif & Anti Hbe Reaktif.. Saya agak kaget dg hasil periksaan tadi krn SGOT, SGPT & Titer HBsag saya agak naik (SGOT 38, SGPT 80& HBsag 520,86) pdhal bulan kemarin (SGOT 31, SGPT 70 & HBsag 168.70)pdhal saya tidak melakukan aktifitas berat apa2.. Apakah kenaikan ini mungkin disebabkan krn saya mengkonsumsi Vitamin E 400 IU dan mengkonsumsi Melantonin Herbal 3 Mg selama beberapa malam ini krn saya mengalami kesulitan tidur ataukan ada penyebab lain dok? perlu diketahui kira2 seminggu sebelum ini saya mengalami diare apakah itu jg ada pengaruhnya dok?

    Untuk Jawabannya saya ucapkan terimakasih…

  • http://catatan.legawa.com Cahya

    Moreno,

    Fluktuasi hasil liver function test bisa terjadi pada pelbagai kondisi.

    Misalnya obat-obatan seperti asetaminofen, atau konsumsi alkohol, pun herbal tertentu juga bisa menyebabkan hal ini.

    Jika diare sampai menyebabkan dehidrasi, hasil liver function test juga bisa berpengaruh.

    Saya sarankan berkonsultasi dengan dokter yang merawat, apakah hasil itu memang karena kondisi hati yang memburuk, atau karena ada pengaruh faktor lain.

  • Darmawansyah

    Apakah mungkin kadar HBV DNA akan meningkat terus dan hati menjadi rusak, sementara SGPT dan SGOT nilainya dalam range normal. Dengan kata lain apakah pengecekan rutin hanya SGPT dan SGOT bisa diandalkan bagi pengindapa HBV kronis?

    • http://catatan.legawa.com/ Cahya

      Darmawansyah,
      Jika kerusakan hati masih terjadi, maka dalam kondisi normal peningkatan kadar SGOT (AST) dan SGPT (ALT) masih akan terdeteksi.
      Tentu saja pada hepatitis kronis, pengecekan nilai AST dan ALT masih dikerjakan. Sebagai bacaan, hal ini juga dikemukakan dalam artikel "Chronic Hepatitis".

  • Annisasanusi

    Kalau hasil lab hbv dna terdeteksi 1,63 x 10^3 artinya apa ya pak ? trmks bnyk

  • surahma djuhar

    hasil sgot dan sgpt maupun gamma gt saya melebihi normal tapi gak sampai 2 x. terus cek lanjutan hbsag negatif. kata dokter internist: OK, gak ada masalah cuma kecapean dan hipotensi. saya mencari second opinion, betulkah pendapat dokter tersebut? dikasih obat naptamil (???lupa) cuma tdk sy minum. pikir saya kaolo ok, ya udah. kebanyakan obat nanti bikin kacau. salahkah tindakan saya? trims

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Surahma Djuhar,
      Saya tidak tahu bagaimana anamnesis lengkap dan fisik diagnosisnya. Namun jika yang dikhawatirkan adalah hepatitis, maka tidak selalu peningkatan SGOT dan SGPT merupakan tanda pasti untuk itu. Kegiatan berlebih secara relatif bagi kondisi tubuh sedemikian hingga menyebabkan kelelahan yang kronis juga bisa menyababkan peningkatkan dua nilai pemeriksaan laboratorium ini.
      Saran saya, dilakukan pemeriksaan ulang setelah masa terapi berakhir untuk melihat, apakah nilai SGPT dan SGOT masih tinggi atau tidak. Jika penyebabnya adalah kegiatan fisik berlebih, maka setelah istirahat yang cukup kita dapat prediksikan jika nilai SGPT dan SGOT kembali ke rentang normal.
      Untuk hal terapi, silakan dikonsultasikan pada dokter yang memberikan terapi. Apa fungsi terapi tersebut, bagaimana efek sampingnya, atau berapa lama terapi akan diberikan serta bagaimana tindak lanjutnya adalah informasi-informasi umum yang menjadi hak pasien untuk mengetahuinya.

      • surahma djuhar

        thanks

  • Ckeanyzalfurkan

    maaf dok..
    aku pengen nanya ne…
    kmaren kan aku positif terkena virus hepatitis b..
    dgn SGOT:44
    SGPT:47
    tp aku tak pernah merasakan penyakit nya.
    apalagi ciri2 terkena penyakit hepattis..
    tubuh ku masih terasa sehat..
    gak ada rasa cpek,letih…..
    1 bulan yg lalu aku chek lg,dan hasil nya masih positif.,
    ini dah 6 bulan pak.
    apakah penyakit saya bisa hilang dlam waktu cepat….
    soal nya ini utk masuk SECABA TNI AD pak….
    trims………………

    • http://catatan.legawa.com/ Cahya

      Maaf sebelumnya, dari mana asal (diagnosis) positif infeksi HBV? Jika hanya pemeriksaan SGOT dan SGPT (tes fungsi hati) belum tentu memastikan positif infeksi HBV. (Lihat jawaban saya untuk Sdr. Surahma sebelumnya).

      Jika memang ingin melakukan mengecek adanya infeksi virus hepatitis B, maka lakukan uji serologis yang spesifik (seperti tulisan saya di atas) dan konsultasikan dengan dokter anda jika memang ada indikasi medis untuk pemeriksaan tersebut.

      Informasi tentang hepatitis B secara umum bisa dibaca di: http://catatan.legawa.com/2011/02/fakta-tentang-h….

  • rina

    Dok saya mw tnya,saudara saya ad yg terkena hepatitis b dgn hsl lab 8jan 2010: HBsAg reaktif 1.253 dan stlh itu dilakukan pemeriksaan lbh lnjt dgn hsl AST:27 ALT:13 GT:19 HBeAG :negatif

    Anti HBe: positif s/co :0.043

    HBV DNA kuantitatif PCR :<1,000 HBV DNA:<200 IU/mL

    Log copies/mL:<3.00

    Log IU/mL:<2.30

    Hsl analisa dktr saat itu menunjukkan kalo hepatitis b saudara saya tdk berbahaya dan beliau tdk memberikan obt2an

    Pd tgl 1nov kmbli dilakukan hsl tes dgn Hsl HBV DNA kuantitatif PCR: non detected dan Anti HBs :positif (32.38) utk pemeriksaan kedua saudara sya dinyatakan smbh

    Tetapi pd 10april 2011 saat kmbli melakukan tes ternyata hsl HBsAg nya reaktif 7.58.

    Yg saya ingin tanyakan apakah de hsl tes 10april tsb kmbli menandakan saudara sy kembali mengidap hepatitis b?dan apakah hsl reaktif 7.58 tadi ckup normal atau sdh terglong bahaya?dan apakah jika si penderita kembali memiliki Anti HBs positif bisa dilakukan vaksinasi?

    Mohon analisa dr hsl lab tsb.ditunggu jwbannya.trmksh banyak

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Rina, jika HBsAg rekatif, itu berarti sedang terjadi infeksi HBV aktif di dalam tubuh seseorang. Awalnya mungkin tidak besarnya jumlahnya, bahkan umum di awal infeksi tidak terdeteksi. HbsAg raktif akan meningkat nilai hasil tesnya pada sekitar bulan ke-4 atau ke-5 pasca infeksi. Silakan dilihat grafiknya di: http://en.wikipedia.org/wiki/File:HBV_serum_marke….

      Vaksinasi umumnya efektif diberikan dalam waktu 24 jam pasca terpapar HBV, jika diketahui kejadian yang berpontensi memberikan paparan guna mencegah infeksi. Jika sudah terjadi infeksi HBV, biasanya vaksinasi tidak akan memberikan manfaat tambahan.

      Untuk lebih jelasnya, Rina bisa konsultasikan langsung dengan dokter yang merawat/menangani.

  • sasya

    maaf dok, sy gagal masuk perushaan bonafit krna hasil mcu sy hbsag positif,padahal sgot n sgpt saya normal? Bagaimana cara menegatifkan hbsag sy krna saya ingin ssekali masuk perushaan itu.thx

    • http://me.legawa.com Cahya

      Sasya, HBsAg adalah penanda adanya infeksi HBV, jika kasus akut yang sembuh HBsAg akan “hilang” dengan sendirinya dalam kurang dari 6 bulan, sedangkan dalam kasus yang kronis mungkin akan perlu waktu lebih dari itu. Namun ada sedikit kasus di mana nilai HBsAg akan tetap bertahan selama bertahun-tahun kemudian.

  • ayu

    Dok,
    saya dulu pernah test kshatan 2 kali selang 6 bulan dgn hasil yang sama: hbsag +. anti hbs -. setelah saya cek lagi, hbeag -,anti hbeag +. SPGT,SGOT normal. dan seluruh keluarga setelah di test positiv hepa B, dimana ibu saya memang di keluarganya ada riwayat hepa B. dokter dari ibu menyatakan kemungkinan kami adalah penderita hep B inactive carrier.
    nah, karena saya mau melamar beasiswa ke luar negeri, saya takut saya ditolak karena masalah ini. bagaimanakah saya membuktikan saya sehat dan sekedar carrier?apa saya perlu test HBV DNA ? bisakah saya dapat surat keterangan dari spesialis dokter hati bahwa saya sehat & inactive carrier?
    kalau inactive carrier itu artinya saya tidak berpotensi menularkan kan dok?
    sebagai inactive carrier, apakah saya perlu monitoring terus hati saya dengan rutin check kesehatan?
    terimakasih sekali atas penjelasnya dok.

    • http://me.legawa.com Cahya

      Ayu, karier (pembawa) Hepatitis B bermakna mereka yang dalam tesnya positif adanya antigen permukaan Hepatitis B (HBsAg) setidaknya dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Jadi jika tesnya menunjukkan HBsAg (+) dalam kurun waktu 6 bulan atau lebih, dan kondisi kesehatan tidak terganggu, kita bisa menyebutnya sebagai karier.

      Karier pada umumnya sehat, bahkan mungkin tidak sadar menjadi pembawa HBV karena tidak ada gejala atau keluhan bermakna, dan jikapun ditemukan nyaris tidak memerlukan terapi ataupun pengobatan. Saya rasa untuk surat keterangan sehat, Ayu bisa mengunjungi dokter ahli penyakit dalam untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, apakah akan diberikan surat keterangan sehat dengan menambahkan catatan bahwa si pemegang surat adalah HBV carrier. Namun saya rasa ada baiknya juga memeriksa/mencari tahu kebijaksanaan pemberi beasiswa tentang calon penerima dengan karier HBV.

      Ayu, sayangnya karier HBV memiliki potensi menularkan infeksi HBV pada orang lain (yang sehat). Namun ada yang bisa dilakukan untuk mencegah agar tidak menularkan pada orang lain. Karena HBV ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah, maka jika terluka atau mengeluarkan darah, jangan sampai darah terkena pada orang lain. Misalnya luka ditutup dengan baik (diperban contohnya), baju atau perabotan yang terkena darah dibersihkan dengan disinfektan. Jika mengunjungi instalasi kesehatan, sampaikan pada dokter atau perawat tentang status karier. Jangan berbagi alat-alat pribadi, seperti gunting kuku, sikat gigi dan lain sebagainya. Juga jangan mendonorkan darah, organ, (dan mungkin tidak pada wanita, tapi pada laki-laki, agar tidak mendonorkan sperma). Saya rasa masih ada beberapa lagi yang bisa dijelaskan dengan lebih rinci oleh dokter yang Ayu temui nanti.

      Yang terpenting bagi karier HBV adalah menjaga kesehatan, termasuk makan makanan bergizi, olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Hindari makanan dan minuman yang bisa merusak hati, misalnya minuman beralkohol, demikian pula obat-obatan yang membenani hati, jika ingin mengonsumsi obat, ada baiknya dikonsultasikan pada dokter.

      Meski rerata karier HBV sehat, namun bukan berarti tidak ada kemungkinan timbul kerusakan pada organ hati. Sehingga disarankan bagi karier HBV untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati setidaknya 6 bulan sekali, jika berusia di atas 30 tahun maka mungkin perlu ditambah dengan pemeriksaan alfa-fetoprotein dan USG hati.

  • Lii

    Dok,
    hasil pemeriksaan saya tanggal 16-01 2012

    Anti HBs negatif 0,00

    HBe Ag Non Reaktif indeks 0,572

    Anti HCV Non Reaktif 0,06

    HBV DNA kuantitatif terdeteksi 2,78 x pangkat 2

    dokter memberikan resep Hepsera untuk saya minum selama 6 bulan kedepan setelah itu nanti saya di suruh tes HBV DNA untuk dilihat lagi perkembangan virusnya.
    yang ingin saya tanyakan adalah:
    apakah ini termasuk parah?
    apakah ada kemungkinan setelah minum Hepsera selama 6 bulan saya bisa sembuh sehingga bisa melanjutkan program kehamilan?
    apakah aman jika saya sambil mengkonsumsi temulawak dan kenanga?

    maap yah dok, kalau nanyanya kebanyakan :P
    terimakasih ya dok :)

    • http://me.legawa.com Cahya

      Lii, menurut hemat saya keparahan infeksi hepatitis B (jika ada) tidak dinilai semata dari hasil pemeriksaan laboratorium, namun dari kondisi klinis yang menyertai.

      Saya tidak tahu bagaimana perjalanan klinis kesehatan Lii, sehingga dianjurkan pemeriksaan di atas dan diberikan hepsera (adefovir dipivoxil). Adefovir setahu saya diberikan pada penderita dengan hepatitis kronis. Jadi jika bisa, sementara saya asumsikan bahwa kasus Lii adalah kasus hepatitis kronis.

      Terapi antiviral setahu saya berfungsi untuk mencegah virus hepatitis B bereplikasi (memperbanyak diri) dan sehingga tidak merusak lebih banyak bagian dari organ hati. Dan terapi antiviral tidak selalu bekerja dengan baik pada semua orang, oleh karena itu diperlukan pemantuan secara berkala. Sedemikian hingga, hepsera memang obat untuk penderita hepatitis B kronis, namun tidak memiliki efek menyembuhkan hepatitis B, ia berfungsi membantu menahan replikasi virus hepatitis B. Jika ingin tahu lebih banyak tentang obat hepsera, ulasan yang lumayan lengkap ada di: http://www.drugs.com/mtm/hepsera.html.

      Untuk Lii ketahui, sayangnya sampai saat ini (setahu saya), tidak ada obat yang dapat menyembuhkan hepatitis B kronis. Semua pendekatan medis yang dilakukan ada untuk mencegah virus berkembang, menyelamatkan organ hati dan menjadikan pasien dapat hidup secara normal. Tentu saja pendekatan yang digunakan secara holistik, baik dari segi medikasi, diet, dan pola hidup. Silakan berkonsultasi dengan dokter yang merawat Lii untuk penjelasan yang lebih lengkap.

      Penderita hepatitis B kronis memiliki sifat karier, pembawa virus hepatitis B yang dapat menyebar, termasuk juga pada pasangan hidup dan janin yang ada dalam kandungan. Sehingga, jika menginginkan kehamilan, ada baiknya Lii juga minta rujukan dari dokter yang merawat untuk berkonsultasi pada dokter ahli kandungan dan dokter anak untuk menjajaki kemungkinan dan pilihan yang ada.

      Untuk suplemen makanan, selama tidak berbahaya bagi kesehatan terutama organ hati, saya rasa tidak akan bermasalah.

  • Lii

    Terimakasih atas penjelasannya ya dok, sangat detail dan jelas :) :)

  • Han

    Dok, saya belum pernah melakukan vaksin Hepatitis B, dan minggu lalu saya ingin melakukan vaksin, akan tetapi sebelumnya saya diminta melakukan screening terlebih dahulu. Dan hasil screening tersebut saya dinyatakan positif Hepatitis B, saya dianjurkan untuk melalukan pengecekan selanjutnya.

    Hasil pengecekan laboratoriun adalah :

    HBsAg w/Titer (CMIA) H 3852.17 Reactive
    Anti HBs (CMIA) 0.00 mIU/mL Nonreactive
    HBeAg (CMIA) 0.36 Nonreactive
    Anti HBe (CMIA) 0.01 Reactive
    Anti HBc IgM (CMIA) 0.04 Nonreactive
    Anti HBc Total (CMIA) 12.32 Reactive

    Yang ingin saya tanyakan, dengan hasil laboratorium tersebut, apa katageri sakit saya Dok?
    Apakah sakit tersebut bisa sembuh? (selama bebrapa tahun ini saya tidak pernah sakit)
    Apakah penyakit saya ini bisa menular kepada istri saya yang saat ini hasil screening Nonreactive dan baru melakukan vaksin dosis pertama, dan apakah kelak jika istri saya mengandung anak kami kelak juga akan mengalami sakit seperti saya?

    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan dokter dalam memberikan konsultasi kepada saya.

    • http://me.legawa.com Cahya

      Pak Han, dugaannya adalah infeksi Hepatitis B akut. Apakah tidak ada gejala penyerta, mungkin gejala ringan seperti terserang flu atau kulit dan konjungtiva mata agak menguning, serta gejala-gejala lainnya? Atau mungkin gejala-gejala akan segara muncul, biasanya akan mulai timbul gejala 2 bulan pasca infeksi HBV.

      Hepatitis B kondisi akut pada penderita dewasa dapat sembuh, meski sekitar 1 dari 10 penderita mungkin akan mengalami infeksi kronis atau menjadi karier infeksi HBV. Dan karena memang juga tidak terdapat terapi spesifik, saya sarankan Pak Han rajin berkonsultasi pada dokter yang merawat selama setidaknya enam bulan pertama untuk memantau perkembangan kesehatan, apalagi jika nanti timbul gejala-gejala yang mengganggu kesehatan.

      HBV bisa menular pada pasangan (istri), karena HBV bisa ditularkan melalui darah dan cairan tubuh – sama halnya seperti pada HIV/AIDS. Dan jika melihat hasil pemeriksaan laboratorium di atas, maka kemungkinan penularannya kecil, namun bukan berarti tidak mungkin. Jika vaksinasi pada istri berhasil dan memberikan perlindungan terhadap infeksi HBV, dan Pak Han sudah sembuh baik dari infeksi akut HBV, maka akan cukup aman untuk merencanakan kehamilan dan memiliki anak – namun tentu saja faktor kesehatan lain yang berhubungan dengan rencana kehamilan juga jangan lupa dipertimbangkan.

      • Han

        Terima kasih atas konsultasi yang sudah diberikan oleh Dokter, untuk sakit ringan sekitar 2 bulan lalu, saya ada terserang flu, akan tetapi sesudah mengkonsumsi mixagrip selama 2 hari flu tersebut sembuh. Apakah flu tersebut bisa merupakan tanda tanda terserang virus Hepatitis B?

        Terima kasih Dokter,

        • http://me.legawa.com Cahya

          Pak Han, flu dan Hepatitis B tidak saling berhubungan, meskipun tidak menutup pemungkinan seseorang terserang keduanya dalam saat yang relatif bersamaan. Namun infeksi virus flu dan infeksi virus Hepatitis B bisa memberikan gejala-gejala mendasar yang serupa, seperti demam dan nyeri kepala. Karenanya tidak semua orang dengan hepatitis B mengalami gejala yang kentara, seperti jaundice (kekuningan) atau urin berwarna seperti teh, kadang ya gejalanya seperti gejala flu saja.

  • Chris

    Pak Dokterm saya seorang pria dengan usia 24 tahun, hasil pemeriksaan laboratotium saya oleh dokter saya dinyatakan mengindap Hepatitis B, adapun hasil nya sebagai berikut :

    HBsAg w/titer (CMIA) H 1508.69 Reaktif
    Anti HBs (CMIA) 0.00 Nonreaktif
    HBeAg (CMIA) H 1378.08 Reaktif
    Anti HBe (CMIA) 52.60 Nonreaktif
    Anti HBc IgM (CMIA) 0.07 Nonreaktif
    Anti HBc Total (CMIA) 11.98 Reaktif

    dan saya juga sudah melakukan test HBV DNA, oleh dokter yang manangani saya, saya diberitahu bahwa virus dalam tubuh saya sangat banyak, dan saya dianjurkan untuk melakukan treatment selama 48 minggu dengan mengunakan suntikan Pegasys 180 mcg (harga pegasys saya check di opotik lebih kurang 2 juta rupiah untuk 1 minggu dan harus disimpan dilemari pendingin).

    yang ingin saya tanyakan kepada dokter adalah :
    1. Apakah penyakit saya ini sudah sangat parah dan apakah saya bisa sembuh dok?
    2. Apakah dapat menularkan kepada keluarga saya dengan saya minum dari gelas yang sama bersama keluarga saya atau saya mengambil sayur dengan sendok yang sudah saya pergunakan untuk makan, apakah makanan tersebut dan gelas tersebut akan menularkan penyakit saya kepada keluarga saya?
    3. Apakah ada obat lain selain pegasys tersebut yang bisa menyembuhkan saya?

    Nb. Bukan maksud saya ingin mengadu dokter dengan dokter yang manangani saya, saya hanya ingin mencari tahu apakah ada obat lain yang bisa menyembuhkan saya mengingat keterbatasan biaya saya dalam mebeli obat pegasys tersebut (dalam 1 bulan saya akan mengeluarkan sekitar 8 juta rupiah untuk pengadaan obat pegasys tersebut)

    Terima kasih saya ucapkan kepada dokter akan kesediaan dokter membantu saya.

    • http://me.legawa.com Cahya

      Pak Chris, pada awal infeksi Hepatitis B akut – jumlah virus hepatitis yang terdeteksi (melalui strain) sangat mungkin banyak, apalagi jika sebelumnya tidak pernah mendapatkan vaksinasi HBV. Tubuh yang terserang virus Hepatitis B pertama kalinya, memerlukan waktu untuk membentuk sistem kekebalan (imunitas) terhadap, antigen virus yang masuk.

      Bisa Pak Chris perhatikan (dari hasil laboratorium di atas) bahwa tubuh belum membentuk “Anti” secara menyeluruh untuk infeksi yang sedang menyerang. Ini tidak bisa diterjadi secara instan. Jadi jumlah virus yang banyak tidak menunjukkan nilai keparahan, namun sesuatu yang wajar pada awal masa infeksi. Dengan daya tahan tubuh yang baik, antibodi akan terbentuk dengan sendirinya, dan virus akan menghilang (pada banyak kasus) dalam 6 bulan pasca infeksi. Kecuali Pak Chris memiliki kondisi kesehatan yang berkaitan dengan terganggunya sistem imunitas (kekebalan tubuh), maka pendekatannya akan berbeda lagi.

      Setiap dokter bisa memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyarankan terapi terhadap pasien, yang tentu saja pengalaman klinis akan sangat berpengaruh. Saya tidak memiliki banyak pengalaman dalam menangani kasus infeksi akut hepatitis B, sehingga pendekatan saya masih menggunakan standar yang banyak digunakan saat ini, yaitu tanpa medikasi kecuali simtomatis (sesuai gejala).

      Tidak, hepatitis B tidak menular seperti itu, namun melalui cairan tubuh dan darah. Namun jika ada kemungkinan peralatan rumah tangga terkontaminasi dengan cairan tubuh atau darah (seperti gunting kuku, sikat gigi dan sebagainya), maka sebaiknya jangan digunakan dengan cara berbagi. Silakan merujuk tulisan saya tentang Hepatitis B untuk keterangan yang lebih detil.

      Setahu saya tidak/belum ada obat yang dapat menyembuhkan hepatitis B. Infeksi akut hepatitis B bisa sembuh oleh daya tahan tubuh yang baik, sehingga kesehatan, pola makan, gaya hidup, semua harusnya dijaga dengan baik, termasuk tidak mengonsumsi alkohol.

      Pegasys setahu saya adalah sejenis interferon yang digunakan untuk mengobati (namun bukan menyembuhkan) kasus Hepatitis B Kronis. Pak Chris bisa mencari tahu tentang obat ini lebih banyak pada situs resminya, tentang keunggulan dan juga efek sampingnya. Saya sendiri tidak dapat merekomendasi obat tertentu, karena sejauh ini memang tidak ada obat yang direkomendasikan untuk menyembuhkan Hepatitis B akut.

  • chris

    Terima kasih dok buat konsultasinya, kalau menurut dokter dengan melihat dari hasil laboratorium saya, apakah kategori penyakit saya termasuk kronis? yang dimaksudkan dengan mutant apa ya dok?

    • http://me.legawa.com Cahya

      Pak Chris, kalau pendapat saya sementara, kondisi ini masih akut (terkecuali ada pemeriksaan 6 bulan yang lalu atau sebelumnya menunjukkan infeksi aktif). Hepatitis B akan memiliki kesempatan sembuh dengan sendiri dalam periode 6 bulan sebagaimana telah saya utarakan. Namun jika setelah 6 bulan dilakukan tes kembali dan masih terdapat infeksi aktif virus hepatitis B, kondisi tersebut kita katakan sebagai kronis (karier). Itulah mengapa 6 bulan awal infeksi adalah masa penting untuk berusaha menjaga kesehatan dengan sebaik mungkin.

      Mutant dalam bahasa asing berarti objek (terutama bentuk kehidupan) yang mengalami perubahan, terutama sering merujuk pada sifat-sifat genetisnya, sehingga juga menghasilkan perubahan pada sifat kehidupannya.

  • http://cahya.legawa.com Cahya

    Reza, tidak ada obat untuk menormalkan nilai HBsAg, namun jika infeksi sembuh oleh daya tahan tubuh sendiri, maka HBsAg tidak akan terdeteksi lagi. Curcuma baik pada masa infeksi karena memiliki karakter hepatoprotektif, mampu melindungi hepatosit (sel-sel hati) dari kerusakan berlebih, namun tidak untuk menyembuhkan.

    • Zhaapple

       terima kasih banyak mas atas informasinya,,jujur saya frustasi sekali dengan keadaan ni,karena umur saya masih 22 tahun dan kemarin cita2 gagal karena masalah ni,tapi klo boleh  tau mas ,selain curcuma,obat/vitamin apa sajakah yang bagus untuk hepatitis B..terima kasih

      • http://cahya.legawa.com Cahya

        Semua vitamin perlu dalam jumlah yang optimal namun tidak berlebih, dan sumbernya pun lebih baik dipilih yang natural. Secara umum akan sama seperti menjaga kesehatan sehari-hari. Jika ingin suplementasi, coba cari yang bersifat hepatoprotektif, saya sendiri tidak hapal jenis-jenisnya yang beredar di pasaran.

        • RezaPahlevi2410

           oh iya mas,map nanya lagi kira2 penyembuhan dengan proses alami itu sekitar berapa bulan??

          • http://cahya.legawa.com Cahya

            Secara umum akan terjadi penyembuhan dalam kurang dari enam bulan.

  • http://cahya.legawa.com Cahya

    Bisa normal kembali dengan proses alami oleh sistem pertahanan tubuh.

  • hndra

    mas saya mau tanya. saya sudah menderita Hbsag sudah hampir 2 th, sya sdah berobat tapi belum jga ada hasilnya. semenjak saya sering berolahraga,Hbsag saya naik tajam >8000, tapi kalau perasaan saya dibandingkan dngan kondisi badan saya yang dulu, lebih enakan yang skarang… yang mau saya tanyakan, apakah penderita Hbsag di perbolehkan untuk berolahraga atau tidak. terimakasih.

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Selama tidak ada indikasi masalah kesehatan lain yang menghalangi. Olahraga adalah cara yang baik untuk menjaga kesehatan pada penderita karier.

  • Hilda Hilario Adriana

    dokter. 5hari yang lalu badan saya lemas dan ulu hati saya terasa nyeri hingga aktivitas saya terhambat. saya coba ke dokter. dari dokter saya disarankan cek hati. dan hasilnya mengejutkan saya positive hbsag positiv dengan reactive tv:19. 60, sgot dan sgpt saya normal. saya kembali ke dokter yang memeriksa saya, beliau bilang virusnya sudah cukup banyak. dan saya hanya mendapat obat hepacol landson, scopamin, magtral, dan lansoprazol. beliau hanya menyarankan untuk istirahat cukup dan rutin minum temulawak. namun kondisi saya semakin memburuk saya sering kumat pada nyeri ulu hati dan badan saya sangat lemas. apa yang harus saya lakukan dokter?

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Adriana, silakan kembali pada dokter yang memeriksa untuk petunjuk selanjutnya. Apakah memerlukan rujukan rawat inap atau tidak dari kondisi tersebut.

      • Hilda Hilario Adriana

        reaktive tv:19. 60 itu sama dengan brapa % virus yang menyebar?? kata dokter yang sy datangi beliau bilang tidak memerlukan rawat inap dan nyeri pada ulu hati disebabkan karena dispepsia lambung? bagaimana menurut anda dokter?

        • http://cahya.legawa.com Cahya

          Reaktif biasanya diambil pada nilai “cut off”-nya. Saya rasa tidak ditekankan pada persentase penyebaran virus sebagai pertimbangan medis.
          Jika memang masih bisa melakukan aktivitas ringan tanpa terganggu, biasanya tidak disarankan rawat inap. Bisa rawat jalan dengan tetap memantau perkembangan kondisi. Infeksi HBV termasuk kasus yang bersifat “self-limited”, dalam artian dimungkinkan sembuh dengan sendirinya jika kondisi dan kesehatan terjaga.
          Jika memang disarankan rawat jalan, maka saya sarankan tetap memantau kondisi, jangan lupa makan makanan sehat alami, terutama buah-buahan dan sayuran segar. Bisa juga dipertimbangkan olahan suplemen makanan dari golongan kurkuma. Ini juga bisa membantu kondisi dispepsia yang ada.

  • Hilda Hilario Adriana

    terimaksih dok atas saranya.
    dokter, jenis makanan apa saja yang memberatkan kinerja hati, dan apakah boleh jika saya mengkonsumsi susu? dan jika boleh jenis susu yang seperti apa ? apa yg rendah lemak atau bagaimana?

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Adriana, pada kasus infeksi akut, tidak ada diet atau pantangan khusus bagi mereka yang terinfeksi virus hepatitis B. Namun karena bisa kita anggap sel-sel organ hati “terlukai” oleh aktivitas virus, maka beban kerja sel hati selayaknya dikurangi. Misalnya hindari konsumsi alkohol dan lemak.

      Demikian juga obat-obatan yang dimetobalisme di hati, seperti parasetamol misalnya, tidak dianjurkan digunakan – konsultasikan dengan dokter yang merawat untuk informasi yang lebih lengkap :).

  • Ade T. Depok

    Dok, mau tanya,
    Jadi normalnya hasil darahnya, baiknya seperti apa utk hepatits ini.
    Saya sudah memeriksakan hepatitis saya: HBsAg: Negatif; AntiHB: Negatif: setelah itu saya di imunisasi twinrix pertama: setelah satu bulan saya cek kembali keduanya tetap negatif, apa ini normal. apakah seharusnya antiHB saya harus bernilai positif setelah saya di imunisasi twinrix pertama..

    Terimakasih atas jawabannya Dok.

    Ade, Depok

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Ade, jika saya tidak keliru Twinrix adalah merk dagang untuk gabungan vaksin virus hepatitis A dan B.

      Bukankah dosis yang diberikan terbagi 3, pada bulan ke-0, 1 dan 6. Setelah pemberian ketiga dosis tersebut barulah dicek satu bulan kemudian (jadi pada bulan ke-7). Nanti nilai serokonversinya setidaknya diharapkan cukup tinggi.

      Kalau pasca vaksinasi yang dosis pertama, saya kurang tahu apakah sepatutnya sudah menunjukkan nilai titer yang bisa dilacak oleh pemeriksa lab.

      Mohon maaf jika jawabannya kurang memuaskan.

  • Grace Febriyanti

    Dok mu tny, sya baru di test laborat hsl ;
    1. HBs Ag non reaktif
    2. Anti HBc Total reaktif
    3. Anti HCV non reaktif
    apakah sy terinfeksi Hepatitis B (HBV) mohon penjelasan dok.Tks

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Grace Febriyanti, antibodi terhadap inti/core virus hepatitis B ditundukkan reaktif pada masa awal infeksi hingga awal pemulihan. Namun biasanya tidak berdiri sendiri, seperti grafik pada tulisan di atas.

      Jadi hasil tes tersebut menunjukkan ada kemungkinan infeksi sedang berlangsung.

      Jika khawatir dengan kemungkinan infeksi HBV, silakan konsultasi ke dokter untuk menentukan ada tidaknya faktor risiko infeksi, serta tanda dan gejala yang akan didapat dari pemeriksaan secara mendetil. Saya sarankan ini untuk mendapatkan diagnosis yang lebih jelas.

      • Grace Febriyanti

        dok, kalu begitu saya dah positif penyakit HBV dunk…??
        dok Apa bedanya yang paling menonjol kalu ” Anti Hbc total positif / reaktif dan anti Hbc total Negatif / non reaktif ??

        • http://cahya.legawa.com Cahya

          Hasil lab menunjukkan demikian, jika ragu, silakan diulangi, namun ada baiknya meminta petunjuk dokter. Sehingga pemeriksaan bisa dilakukan lebih lengkap, misalnya termasuk dengan tes fungsi hati.

          Karena banyak kasus infeksi HBV tidak menunjukkan gejala pasti. Biasanya orang tidak sadar jika dia tengah menderita infeksi HBV.

          Anti-HBc hanya menunjukkan keberadaan antibodi spesifik dalam darah (yang dites), untuk gejala dan tanda yang tampak pada mereka yang memiliki nilai positif dan yang memiliki nilai tes negatif, nyaris tidak selalu tampak (kembali pada gejala infeksi HBV).

  • http://cahya.legawa.com Cahya

    HBc akan menjadi turun nilainya atau tidak terdeteksi setelah masa pemulihan, ini adalah perjalanan alami dari penyakit itu sendiri.

  • fery faeruz

    dok, saya baru saja te Hbsag hasilnya positif dgn titer 3500, apakah bisa normal kembali? klo boleh tau buah2an atau rempah2 apa yang bagus untuk penyakit ini?

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Ada kemungkinan untuk pulih kembali, karena perjalanan alamiahnya memang demikian.

      Silakan makan makanan yang sehat untuk organ hati kita, dan menghindari makan makanan yang membebani kerja hati. Semua buah-buahan rata-rata bagus untuk kesehatan secara umum akan sangat membantu, rempah-rempahan mungkin seperti temu-temuan akan membantu jika diolah dengan tepat dan dalam dosis yang wajar.

      Silakan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk informasi yang lebih detil.

  • http://www.facebook.com/fery.pamutih.7 Fery Pamutih

    dok, saya baru sja tes Hbsag dgn titer 3500, apakah msih bisa di negatifkan? berapa lama? klo boleh tau obat herbal apa yang bisa cepet menegatifkan hepatitis B? makasih.

  • nnn

    dok,, dulu 4 tahun yg lalu saat saya donor darah dan saat itu sedang dalam keadaan puasa,, saya dikatakan terinfeksi hepatitis B, trus berobat ke dokter, tp ga dicek darah, cuma langsung dikasih obat saja.
    sampe sekarang saya merasa tidak ada tanda2 seperti jaundice,, cuma kadang lemas karna menurut saya itu kecapekan karna aktivitas yg padat. mual atau muntah pernah kejadian tapi itu sehabis makan karna kekenyangan. dan tida ada tanda2 nyeri di hati. sebelumnya saya pernah mengkonsumsi juga temulawak.
    Pertanyaan saya, apakah itu bisa sembuh begitu saja tanpa perlu diobati? apakah perlu untuk dicek kembali? dan apakah bisa terdeteksi positif kalo dalam keadaan seperti puasa misalnya, lalu saat kondisi fit bisa normal kembali?

    terima kasih dok sebelumnya..

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Hepatitis B dapat sembuh secara spontan (jenis penyakit swasembuh). Kadang dalam pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan disarankan untuk memeriksa kemungkinan infeksi hepatitis B jika ada potensi terinfeksi sebelumnya, dan jika belum pernah terinfeksi bisa diberikan vaksinasi untuk itu, sebagaimana dilakukan pada para petugas kesehatan.
      Hepatiti B tidak berhubungan dengan puasa setahu saya. Namun tes fungsi hati seperti profil SGOT dan SGPT dalam panel kimia darah saat pemeriksaan bisa meninggi jika terjadi kelelahan pada tubuh.
      Semoga membantu.

  • andri

    malam dok,,,saya habis cek up dan hasil HBsAg positif,HBeAg positif, ALT & AsT saya normal…
    apa saya harus cek HBV DNA selanjutnya?,,,dan saya boleh olah raga futsal nggak dok?
    dan saya byk yg saranin minum sirup Marjan coco pandan strowberry,
    apakah benar itu dok?
    dan istirahat dari jam berapa sampe jam brpa aja dok?

  • andri

    malam dok,,,saya habis cek up dan hasil HBsAg positif,HBeAg positif, ALT & AsT saya normal…
    apa saya harus cek HBV DNA selanjutnya?,,,
    dan saya boleh olah raga futsal nggak dok?
    dan saya byk yg saranin minum sirup Marjan coco pandan strowberry, apakah benar itu dok?
    dan istirahat dari jam berapa sampe jam brpa aja dok?

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Andri mungkin mengalami fase akut infeksi hepatitis B. Tidak serta merta menghasilkan lonjakan nilai AST/ALT.

      Pemeriksaan HBV DNA tidak bermakna kecuali hendak mengetahui tingkat virulensi yang ada diderita saat ini.

      Selama kondisi tubuh fit, olahraga ringan masih diizinkan. Tapi jangan sampai terlampau kelelahan, dan futsal kadang membuat kondisi kelelahan ini muncul.

      Tidak ada pantangan makan untuk penderita hepatitis, namun buah-buahan yang alami akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan tubuh. Tidak pernah saya dengar sirup tertentu terbukti menyembuhkan.

      Istirahatlah sedemikian hingga saat Andri selesai beristirahat akan merasa cukup segar untuk beraktivitas. Hindari begadang yang jelas.

      Saya sarankan berkonsultasi pada dokter terdekat untuk terapi selanjutnya.

  • http://cahya.legawa.com Cahya

    Kasus Anda mungkin ada kasus karier HBV, ada beberapa obat-obatan yang bisa membantu penderita karier HBV. Tentang penggunaan dan keefektivannya, saya sarankan berkonsultasi langsung dengan dokter atau ahli penyakit dalam. Karena diperlukan beberapa tes tambahan apakah obat-obatan itu diperlukan, bisa membantu dan bagaimana kondisi tubuh menerima pengobatan tersebut.

  • http://cahya.legawa.com Cahya

    Penyembuhan HBV tidak bisa saya berikan kepastian, dengan kemampuan dunia kedokteran di sebagian besar daerah Indonesia, hal ini masih tidak mungkin dilakukan. Namun upayanya adalah mencegah karier HBV menjadi hepatitis yang kronis, sehingga tidak menimbulkan masalah atau kerusakan organ hati.

    Sekarang sejumlah penelitian sedang berlangsung untuk obat-obatan yang bisa menyembuhkan secara total, misalnya dengan pegylated interferon alfa-2a. Tapi hasilnya mungkin menunggu beberapa tahun lagi.

  • http://cahya.legawa.com Cahya

    Itu bermakna terdapat kekebalan namun tidak sedang terjadi proses infeksi aktif.

  • http://cahya.legawa.com Cahya

    Anton, gaya hidup yang tidak sehat bisa memperburuk proses penyembuhan atau menggagalkan proses peyembuhan.

    Mengembalikan ke pola hidup sehat akan meningkatkan kemungkinan kesembuhan atau menurunkan risiko terjadinya komplikasi dari suatu kondisi/penyakit. Rumusan ini berlaku umum untuk semua permasalahan kesehatan.

    Untuk obat-obatan, saya sarankan kembali berkonsultasi dengan dokter yang merawat :).

  • Ronal

    dok, sy sdh kena hepatitis B selama 8 thn. ada berapa dokter yang saya tanya apa hepatitis B bisa disembukan smua mengatakan susah dan bahkan tdk sama sekali menurutnya nya bisa menjaga fungsi hati agar SGOT dan SGPT agar tdk tinggi… apa benar demikian dok ? apa obatx kalau hepatitis yg sudah menahun ? sy sudah konsumsi AHFC selama hampir setahun kondisi terakhir SGOT dan SGPT sdh normal cuman HBsAg masih positif

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Kita menyebutnya itu sebagai kondisi karier hepatitis B. Pengobatan untuk menyembuhkan kondisi karier memang masih dalam penelitian sampai saat ini setahu saya. Jadi tidak ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi karier secara pasti.

      Yang dapat dilakukan adalah menjaga kesehatan dengan baik. Terutama menjaga kesehatan organ hati.

      • Ronal

        obat yang baik buat sy dok ?

        • http://cahya.legawa.com Cahya

          Oleh karena tidak ada obat yang menyembuhkan. Jadi saya tidak merekomendasikan obat untuk penyembuhan.
          Silakan jaga kesehatan dengan baik, itu akan sangat membantu.

  • bowo

    Maaf dok. Mau tanya.ini tergolong hepatitis apa
    Hbsag positif
    titer hbsag 8.88
    bulan berikut titer hbsag 9.74
    meningkat..harus bagaimana dok?

    • http://legawa.com/ Cahya

      Bowo, pemeriksaan HBsAg hanya diperuntukkan bagi “Hepatitis B” surface antigen. Bukan untuk jenis virus hepatitis lainnya.

  • yan

    met sore dok: saya penderita hepatitis carier inaktif dari tahun 2011 dan setiap 6 bulan melakukan cek rutin, hasil cek terakhir bulan februari masih tetap cuma HBSAG tetap Reaktif titernya 6520 ke 4740, Anti HBSAG NON reaktif, SGOT dan SGPT SEJAK terdeksi hepatitis sampai saat ini masih dalam keadaan normal, HBEAG non reaktif,anti HBEAG Reaktif, HBV DNA tahun 2012 : 194 ,tahun 2013 : 396 , dan 2014 pemeriksaan terakhir terdeksi hanya 27 , dokter mengatakan perlu pembuktian 2 x pemeriksaan ulang lagi rentang waktu 6 bulan baru dapat di nyatakan sembuh total dan virus sudah tidak terdeksi lagi, menurut pengalaman dokter gmn kondisi saya ini? apakah setelah virus sudah terdeksi dengan dengan pemeriksaan HBV DNA, Hbsag bisa jg Negatif, soalnya pernah saya baca secara umum kita sudah sembuh total , tapi HBSAG tetap positif jarang bisa jadi negatif, cuma merasa minder setiap kali ada MCU rutin akhir tahun di perusahaan, karena hasil pasti Positif…., dan kalo mau pindah perusahaan sy masih mikir seribu kali pasti jatuh di tes medical nya

    • http://legawa.com/ Cahya

      Yan, saya tidak bisa berkata banyak. Karena daya tahan tubuh adalah faktor yang paling berperan. Beberapa orang sebenarnya tidak masalah menjadi karier, selama tidak menunjukkan virulensi, dan tidak menunjukkan tanda hepatitis aktif (seperti hasil lab di atas).

      Saya tidak tahu dengan sejawat lainnya. Namun saya sendiri belum pernah melihat langsung pemeriksaan yang menunjukkan karier menjadi non-karier dalam jangka waktu tertentu.

      • yan

        trims ya dok, semoga ada kabar baik dari dunia kedokteran tentang pengobatan virus Hepatitis B ini

  • robert

    Dok saya disahkan hbsag reactive. .ada kah peluang utk saya sembuh terima kasih

    • http://legawa.com/ Cahya

      Robert, jika itu infeksi akut, ada kemungkinan untuk pulih total. Tapi jika itu infeksi kronis, biasanya akan menjadi karier (pembawa).

  • http://legawa.com/ Cahya

    Pak Maman, Anda bisa dikatakan karier. Yang bisa saya sarankan adalah tetap menjaga kesehatan, sehingga tidak jatuh dalam kondisi hepatitis (peradangan hati), karena kondisi ini yang nanti mengarahkan ke arah sirosis.

    Saya tidak hapal nilai referensi untuk reaktif yang baik dan buruk. Tapi silakan dicek kondisi hatinya juga melalui tes fungsi hati.

    Mengonsumsi obat anti virus adalah pilihan, saya tidak banyak menemukan rekomendasinya, karena masih ada sejumlah pendapat yang bertolak belakang. Ini berkmana, pilihan kembali pada Anda, karena nilai keberhasilannya masih belum memuaskan pada sejumlah kasus.

  • http://legawa.com/ Cahya

    Robert, akut bermakna bahwa infeksi tersebut baru saja terjadi. Tapi jika nilai HbsAg tetap tinggi/rekatif setelah muncul 6 bulan, maka kita katakan itu infeksi kronis, dan penderita disebut sebagai karier/pembawa. Karena sifatnya masih bisa menularkan infeksi HBV ke orang lain.

    Sejumlah karier bisa sembuh, walau belum diketahui pasti bagaimana itu terjadi. Tapi beberapa akan dibawa terus sebagai karier.

    • robert

      Oooo berapa lama ya dok carrier akan pulih. .itu hari saya buat pemeriksaan darah..semuanya menunjukkan normal
      total protein 80
      Albumin 47
      Globulin 33
      Bilirubin 4
      Alkaline phosphatase 56
      GGT 29
      AST 24
      ALT 30
      Adakah ni bisa sembuh dok

      • http://legawa.com/ Cahya

        Robert, harus dibedakan dulu antara kondisi aktif hepatitis dan karier virus hepatitis.

        Pada karier, seorang akan tetap terdeteksi memiliki jejak HbsAg yang reaktif. Tapi tidak selalu berada pada kondisi hepatitis aktif, yang bermakna tidak selalu ada abnormalitas dalam pemeriksaan fungsi hati. Pemeriksaan fungsi hati yang normal tidak menunjukkan apakah seorang karier sembuh total atau tidak.

        Disarankan karier tetap memeriksa kadar HbsAg secara berkala (enam bulan atau setahun sekali), untuk mengetahui apakah dia masih karier atau tidak. Karena kondisi sembuh atau pulih dari karier tidak selalu terjadi, dan kapan itu terjadi, kita tidak akan tahu.

        • robert

          Ooooo apakah ada rawatan utk carrier ni dok

          • http://legawa.com/ Cahya

            Ada sejumlah obat yang bisa digunakan membantu. Tapi lebih baik hal ini dikonsultasikan langsung kepada dokter ahli di bidang gastrohepatology atau bidang tropic medicine.

  • http://legawa.com/ Cahya

    Karier, karier adalah orang yang membawa virus penyebab hepatitis, atau virus hepatitis. Dalam hal ini jika HbsAg, berarti virus hepatitis B. Disebut pembawa, karena virus itu masih terdeteksi di dalam dalam darah melalui HbsAg yang positif atau reaktif.

    Tapi adanya virus ini, tidak serta membuat orang sakit hepatitis. Hal yang sama ketika orang terkena virus flu dari orang yang bersin karena flu, tidak serta merta akan ikut sakit flu.

    Jadi yang dihindari adalah bagi para karier, biasanya agar tidak menjadi benar-benar jatuh pada kondisi hepatitis. Di mana terjadi kerusakan organ hati (liver).

    Menguji karier menggunakan imunologi, yaitu dengan HbsAg. Menguji adanya hepatitis atau kerusakan karena inflamasi pada organ hati dengan memeriksa fungsi hati (misal, dengan kadar serum transaminase: ALT).

    • robert

      Ooooo….pada pengalaman dok..pernah kah carrier hbsag reactive sembuh..maksud nya carrier hbsag reactive yg dok rawat

      • http://legawa.com/ Cahya

        Saya biasanya merujuk penderita karier hepatitis B ke internist atau gastrohepatologist untuk konsultasi atau memulai terapi seperti interferon alfa, sehingga kasus seperti ini tidak ada dalam perawatan saya.

        Kebetulan saya masih berada di wilayah di mana ahli-ahli ini tersedia dalam jarak yang tidak jauh.

        • robert

          Oooo saya pernah baca tentang interferon alfa nie dok..apa kah benar interferon ni berhasil memulihkan hbsag reactive? ..apa kah ada kesan sampingan mengunakan suntikan interferon ni dok?

          • http://legawa.com/ Cahya

            Robert, itu akan lebih baik dikonsultasikan langsung ke internist ?

            • robert

              Dok apa kah hbsag reactive apabila akan sembuh apabila di jangkiti waktu dewasa. .?

              • http://legawa.com/ Cahya

                Itu belum bisa dipastikan.

                • robert

                  Oooo ini Bermaksud hbsag reactive akan terinfeksi di sepanjang hayatnya lah dok

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Pada umumnya demikian. Karena jarang sekali orang yang melanjutkan pemeriksaan HbsAg selama bertahun-tahun secara berkala. Biasanya menjadi lost case dalam praktik sehari-hari.

                  • robert

                    Dok mempunyai whatassap? saya berbicara lanjut tentang kasus ini

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Silakan email saya, nanti saya berikan kontak saya ?

                  • robert

                    Dok apakah penderita hbsag reactive yg di suntik di indonesia berhasil sembuh nya? maksud saya suntikan interferon

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Tidak semuanya setahu saya.

                  • robert

                    Ooooo tapi suntikan interferon ni tujuan nya utk apa ya dok

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Untuk menghambat sifat virulent virus itu sendiri. Seperti yang diuraikan di jurnal ini: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/19399806/
                    Pada 14 Sep 2014 20.14, “Disqus” menulis:

                  • robert

                    Oooo…sekira sekarang kira mulai tingkat kan immune badan kita..baru kita bisa sembuh dari HBSAG REACTIVE ya dok

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Karena berbicara tentang probabilities atau kemungkinan. Maka cara itu yang memang paling mungkin berhasil.

                  • robert

                    Oooo jadi hbsag reactive ini bisa di rawat dgn peginterferon lah maksudnya ya dok

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Salah satu opsi adalah itu. Tapi dikonsultasikan dengan internist terlebih dahulu ya Pak Robert jika hendak memulai terapi ini.

                  • robert

                    Oooo ok dok..makna nya hbsag reactive emang bisa dirawat ya dok..

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Bisa, walau tidak semua orang memilih itu. Karena perawatan perlu biaya, dan kemungkinan keberhasilan perawatan itu sendiri.

                  • robert

                    Jadi rawatan apa yg biasa org pilih dok utk rawatan hbsag reactive ni?

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Selama tidak ada keluhan, biasanya orang memilih menjaga daya tubuhnya, dengan makanan bergizi, cukup istirahat, olahraga teratur, dan menghindari stres.

                  • robert

                    Oooo saya ngak faham dgn makanan bergizi ni dok..blh terang dgn saya

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Kalau masalah makanan bergizi, ada banyak artikel di Internet yang bisa menjelaskan lebih baik daripada saya.

                    Intinya, makanan kaya vitamin dan antioxidants akan membantu, seperti buah dan sayur. Sedangkan makanan yang kaya radikal bebas dan gula akan mengganggu kesehatan, seperti junk food.

                  • robert

                    Ooooooo tq ya dok..

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Sama-sama ?

                  • robert

                    Dok apa kah bisa berak kita berwarna hitam si kira kita memakan buah anggur black current?

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Bisa jadi, tapi untuk memastikan coba dihentikan dulu konsumsi buah tersebut dan lihat apakah kembali seperti biasa atau tidak.

                  • robert

                    Oooo ptg tadi saya mkn buah anggur black current dgn banyak sekali. .

                  • robert

                    Dok punya email?

                  • http://legawa.com/ Cahya

                    Jika tidak berkeberatan, silakan memanfaatkan halaman: http://catatan.legawa.com/recommendation/konsultasi-kesehatan-gratis/

                    Nanti pertanyaan akan langsung masuk via email dan saya balas via email. Karena saya memanfaatkan Disqus untuk berkomunikasi di sini. Pak Robert juga jika punya akun Disqus bisa membalas atau bertanya lagi, cukup dengan membalas email saja, tanpa perlu berkunjung ke website ini lagi.

                  • robert

                    Terima kasih banyak2 dok

  • http://legawa.com/ Cahya

    Kalau nilai HBsAg bagaimana Santia?