Untuk pengunjung blog sekalian, saya mohon maaf karena dalam dua hari ini sistem komentar di blog ini agak kacau. Saya sedang mencoba pengaya “intense debate comment” dari Automatic untuk blog ini, maksud saya karena berhubung jadwal saya yang semakin pada saya bisa melakukan moderasi dan pembalasan komentar blog via surel jika sembari menggunakan perangkat bergerak.
Namun tampaknya ID comment tidak memberikan solusi yang baik. Beberapa komentar menghilang, beberapa yang harusnya diblok justru lolos untuk moderasi, jumlah spam dan positif palsu menjadi di luar kontrol. Ah…, sepertinya satu-satu produk automatic yang bagus hanya mesin blog wordpress.
Kini saya sudah mengembalikan sistem kolom komentar sebagaimana aslinya. Ha ha…, padahal enak juga kalau bisa balas komentar via surel, jadinya tidak perlu masuk ke dahsboard wordpress atau pun halaman blog. Tapi saya tidak tahan dengan kekacauan dan beberapa bugs yang ada pada pengaya ini.
Automatic seharusnya lebih serius mengelola sistem komentar intense debate jika ingin bersaing, apalagi dengan rival beratnya Disqus yang kini sudah merambah hingga ke Apple Inc. Saya sudah memberikan masukkan saya dalam beberapa masalah yang saya temukan di plugin ini, tapi tampaknya tidak semua direspons dengan baik. Yah, itu sih terserah pihak sananya.
Sekarang sistem komentar saya kembalikan ke bentuk lama, semoga gangguan tidak terjadi lagi. Beberapa bagian komentar yang sedikit banyak rusak akibat pengaya intense debate ini saya akan biarkan begitu saja dulu, setidaknya bisa mengingatkan saya di masa depan jika ingin menggunakan pengaya ini kembali.
Since I got it back to normal, you may stop protesting me now

Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa
Anda diizinkan untuk berbagi (menyalin, mendistribusikan, mengubah bentuk) & mengadaptasi artikel blog ini baik sebagian atau pun keseluruhannya di bawah penggunaan lisensi yang sama (CCA-NC-SA 3.0 Unported) kecuali dinyatakan sebaliknya atau berbeda oleh penulis. Anda diwajibkan menyertakan sumber asli pada salinan dan adaptasi yang Anda karyakan berupa pranala berikut:
Diambil dari: Sorry For The Troubles With ID Comment oleh Cahya.



Yang klasik masih usable kok.
Tapi kalau tidak ada yang mencoba, ngga seru rasanya. Pihak pengembang juga punya alasan tersendiri. Belum pula menyasar unsur aksesibilitas. Baru sekadar usable. Hanya untuk kebanyakan pengguna normal. Sementara masih mengabaikan para difabel. 
Bli Dani,
Untuk fungsi mendasar yang diperlukan semua komentar, saya rasa memang
comment.phpbawaan wordpress yang paling bagusHe he, setidaknya ruang hosting sekarang jadi lebih lega lagi setelah beberapa bagian itu disingkirkan
Nanti kalau ada yang baru, coba lagi. Ya, kalau setidaknya bisa menemukan alasan mengapa harus dicoba dan mengapa tidak diteruskan
kebetulan beberapa hari ini saya jarang kesini, jadi ndak ngeh
Bli Wira,
Ha ha, Pak Dosen yang baru jadi pengasuh pasti sibuk terus
— gimana kabar si kecil Bli?
gak apa — apa , sudah saya maafkan koq hihihih
Anggap saja sebagai pembelajaran seperti yang bli Dani katakan.
Pak Aldy,
Ha ha…, ya saya ngikuti nasihat senior sambil mengompori agar borang komentar daniiswara.net dibuka lagi
Nggak suka diprotes ya mas?
iya saya bingung neh kemarin, tapi sebenernya saya suka sih bentuk komentar seperti itu mas. Unik.
Pak Huang,
Bukan ga suka diprotes, saya hanya tidak suka kalau orang lain kerepotan karena ulah saya
— apalagi saya juga jadi ikut repot.
Kalau suka coba saja digunakan Pak, tapi sayang wordpress.com belum bisa menggunakannya. Tapi dengan membeli domain dan melakukan hosting di wordpress.com fitur itu bisa digunakan dengan sekitar US$ 30 per tahunnya
— atau pakai blog di blogger.com.
Tapi yang sekarang juga sudah cukup keren kan