Taneshah Bharata oleh Tenali Ramakrishna

Suatu ketika Raja Taneshah dari Delhi meminta kehadiran 8 orang pujangga ter­masyhur dari wilayah Vijayanagar di istananya. Beliau meminta agar kedelapan pujangga dan penyair ini meng­uraikan secara ter­perinci apa saja keis­timewaan yang ter­dapat dalam kisah Mahabarata.

Maka diuraikan satu per satu kein­dahan dalam kisah Mahabarata oleh para penyair ini pada Taneshah. Tam­pak­nya Taneshah begitu ter­tarik dengan kisah-kisah ini, ia pun meminta agar kedelapan penyair ber­sedia menulis sebuah epos baru ber­dasarkan Mahabarata namun dengan men­jadikan Taneshah seba­gai tokohnya.

Taneshah ingin tam­pil dan digam­barkan seba­gai Dhar­maraja putra Pandu yang ter­tua dan paling bijak­sana dari para Pan­dawa. Menteri-menteri yang paling disukainya seba­gai seba­gai para Pan­dawa lain­nya, sedangkan musuh-musuhnya atau musuh kerajaan digam­barkan seba­gai Kurawa. Dengan kata lain sang raja ingin para pujangga ini menulis Taneshah Bharata.

Tentu saja para penyair ter­sebut sangat segan untuk menuliskan epos semacam ini. Namun mereka tak mung­kin menolak begitu saja per­min­taan sang raja, maka mereka pun meminta waktu untuk merun­dingkan hal ini. Salah satu dari mereka adalah Tenali Ramakhrisna, penyair bijak dan cerdik. Ia maju pada sang raja dan meng­atakan akan ber­usaha menyiapkan epos itu, tam­pak­nya ia hen­dak mem­berikan sedikit pelajaran pada sang raja. Taneshah pun mem­berikan waktu seminggu guna menyelesaikan karangan yang akan jadi epos baru itu nantinya.

Ketika waktu yang diberikan telah nyaris habis, Ramak­rishna jus­tru belum menulis apapun, teman-teman penyair­nya yang lain takut men­dapatkan hukuman dari sang raja. Dan pada akhir waktu yang sudah disepakati, Ramak­rishna pergi pada sang raja dengan mem­bawa beberapa lem­bar kerta di mana teman-temannya yang lain juga telah ber­kum­pul untuk diun­dang men­dengarkan epos yang hebat ini.

Taneshah ber­tanya, apakah karangan Ramak­rishna telah selesai? Ramak­rishna kemudian menyam­paikan bahwa ia telah ham­pir selesai namun ada sedikit hal yang mem­buat­nya ragu dan memer­lukan keterangan dari sang raja. Taneshah ber­tanya, apa yang mem­buat ragu si pujangga sehingga ia bisa mem­berikan keterangan yang jelas.

Ramak­rishna ber­kata bahwa ia segan menyam­paikan­nya di hadapan umum, dan ia baru bisa menyam­paikan jika mereka hanya ber­dua saja. Mereka pun masuk ke istana bagian dalam, sehingga Ramak­rishna bisa menyam­paikan kebimbangannya.

Kini Ramak­rishna menyam­paikan, siapakah yang cocok untuk ber­peran seba­gai Draupadi, karena Draupadi adalah istri dari kelima Pan­dawa. Orang yang ber­peran ini harus men­jadi istri kelima Pan­dawa dalam kisah ini. Ini ber­arti istri Taneshah akan men­jadi istri menteri-menterinya juga. Ramak­rishna ber­tanya, apakah Taneshah akan setuju mem­berikan peran Draupadi pada permaisurinya?

Tentu saja hal ini tidak disukai oleh Taneshah, dan ia pun ber­kata pada Ramak­rishna tidak usah menulis Bharata semacam itu, ia pun menyuruh Ramak­rishna pergi saja setelah meng­hadiahkan banyak uang – seba­gaimana tradisi para raja pada masa itu. Sang raja meng­inginkan reputasi para Pan­dawa namun tidak menerima syarat untuk men­jadi sosok Pandawa.

Kita pun ter­kadang demikian, meng­idolakan tokoh-tokoh ter­tentu, ingin men­jadi seperti mereka. Namun jika ada yang kurang baik, maka kita buru-buru mem­buang muka dan tidak ber­sedia menerimanya. Mung­kin kisah ini adalah renungan baik bagi kita bersama.

 

Adap­tasi dari Chinna Katha I.22

  Copyright secured by Digip­rove © 2010 Cahya Legawa

Anda diizinkan untuk berbagi (menyalin, mendistribusikan, mengubah bentuk) & mengadaptasi artikel blog ini baik sebagian atau pun keseluruhannya di bawah penggunaan lisensi yang sama (CCA-NC-SA 3.0 Unported) kecuali dinyatakan sebaliknya atau berbeda oleh penulis. Anda diwajibkan menyertakan sumber asli pada salinan dan adaptasi yang Anda karyakan berupa pranala berikut:

Diambil dari: Taneshah Bharata oleh Tenali Ramakrishna oleh Cahya.

11 Tanggapan

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows XP Windows XP

    Smile iya ya, maunya yang baik2 saja yang ada di kita, gak sadar kalo kita memang gak akan per­nah ‘sempurna’

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows Vista Windows Vista

    Wigati,

    Mung­kin karena ketidak­sem­pur­naan itu yang mem­buat hati kita ter­gerak untuk ber­sedia mem­buka diri dan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing Smile — mung­kin ketidak­sem­pur­naan itu adalah anugerah ter­sen­diri ketika seorang manusia tercipta Smile

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows XP Windows XP

    Tidak banyak orang yang bisa menerima ketidak baikan dari seorang idola, karena mereka ter­lalu tinggi ber­harap dengan idolanya, makasih Cahya buat ceritanya Grin

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows Vista Windows Vista

    Suzan,

    Karena manusia tidak sem­purna, bukan ber­arti kita menyang­kal dan menolak sisi buruk­nya dan hanya meng­ejar sisi baik­nya. Karena ketika semua orang ber­cer­min, toh kita tak begitu ter­lalu ber­beda di antara sesama kita Smile

  • via Opera Mini 4.2.13221 Opera Mini 4.2.13221 pada J2ME/MIDP Device J2ME/MIDP Device

    Btw, hari ini 5 puisi keluar dari keran­jang loh Smile

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows Vista Windows Vista

    Mbak Aliaz,

    Iya, saya sudah menatap dan me-refresh halaman sejak sejam yang lalu, tapi nomor 4 dan 5 belum mun­cul juga, jadi penasaran Smile

    Terima kasih untuk apresiasinya Wink

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows 7 Windows 7

    mak­sud mas lebih baik men­jadi diri sen­diri saja daripada meng­ikuti idola kita ya?

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows Vista Windows Vista

    Pak Huang,

    Tidak masalah apakah kita akan meng­ikuti atau meneladani seseorang, ataukah ber­diri sen­diri. Siapa pun tokoh atau apa pun karak­ter yang kita per­ankan dalam kehidupan ini, selalu ada sisi baik dan sisi buruk yang kita temui. Tidak menyang­kal jika kita menerima bagian yang buruk, dan mampu menerimanya dengan lapang.

    Sebuah awan di langit sore tidak akan tam­pak utuh tanpa sisi yang terang dan sisi yang gelap­nya, namun dengan mem­per­lihatkan kedua sisinya dengan ang­gun dan bijak sem­bari ia meng­alir ber­sama kehidupan, mung­kin itulah yang mem­buat banyak orang merasa lapang dan dapat ter­senyum dengan ringan ketika meman­dang­nya ber­sama langit biru di sekitarnya.

  • via Firefox 3.5.8 Firefox 3.5.8 pada Windows Vista Windows Vista

    memang tidak ada makh­luk yang sem­purna, semua pasti ada kekurangan­nya biar tidak som­bong. mung­kin gitu kali yah Smile

  • via Google Chrome 4.0.249.89 Google Chrome 4.0.249.89 pada Windows XP Windows XP

    cerita yang menarik…
    Seorang Idola adalah manusia juga yang pasti memiliki kekurangan.….Pelajaran untuk tidak ter­lalu meng idolakan seorang idola ..heheheheh Grin

    salam kenal

  • via Firefox 3.6 Firefox 3.6 pada Windows XP Windows XP

    Cerita renungan yang dikemas dalam sejarah besar. Dahsyat, kawan!

Kirimkan sebuah Tanggapan

Surat elektronik anda tidak akan pernah dibagikan. Unsur yang wajib diisi ditandai *