Berapa lama ya saya sudah ngeblog? Ah…, ya ya…, saya sudah pernah menyebut sebelumnya. Itu sejak Januari 2006, saya terdaftar di blogger.com – tapi blog-nya sendiri sekarang sudah tidak bisa diakses, karena saya matikan. Malam ini saya agak sedikit usil melihat kembali arsip lama saya, karena di sanalah kenangan saya akan tulisan-tulisan saya.

Saya mungkin lupa apa saja yang pernah saya tulis, namun saya ingat satu hal, bahwa semua yang saya tulis bukan untuk orang lain secara mengkhusus, bukan untuk pembaca, namun untuk saya sendiri (ah, susah juga jadi orang egois). Coba bayangkan siapa yang akan dengan suka cita dan senyum-senyum sendiri membongkar arsip blog lama Anda kecuali Anda sendiri! :D

Profil Blogger Cahya

Saya juga tidak ingat bagaimana saya bisa punya blog pertama kali – maksudnya, saya tidak ingat, apa sih yang membuat saya menulis di internet. Saya mungkin bisa melihat beberapa faktor pendukung, tapi tetap saja mengapa blog, saya tidak bisa mengingatnya lagi – ah mungkin karena membuat website sendiri dulu di (mendiang geocities) bagi saya tidak praktis.

Dulu saya tidak tahu yang namanya kode HTML, tidak tahu yang namanya sistem komentar, tidak tahu apa yang kini jadi panduan yang mungkin tidak selalu pas bagi saya sebagaimana yang saya tulis sebelumnya dalam “Memupus Paradigma Blogger Sejati”.

Satu-satunya hal yang saya ketahui saat itu adalah saya suka menulis. Saya hanya menulis pendek, belum ada akses internet rumahan kala itu. Saya menulis sesempat saya sambil mencari bahan kuliah di warung internet. Jadi ya, tidak ada yang namanya selalu menulis. Hanya secuil yang bisa diungkapkan. Ya itulah yang tertuang.

Mungkin karena saya masih muda di dunia blog – karena para narablog senior bisa jadi sudah ngeblog selama lebih dari sepuluh tahun saat ini. Rasanya dulu tidak terlalu ramai yang namanya blogwalking, saya juga di awal masa blog tidak menemukan yang namanya spam. Istilah seperti itu hanya baru saya ketahui belakangan sejak pindah ke domain pribadi.

Dulu adalah masa-masa sakral di tanah suci blog, he he…, Anda hanya cukup menuangkan sentuhan kemanusiaan anda ke dalam bit-bit data di dunia maya, ini seperti sentuhan antara teknologi dan manusia. Kesucian itu begitu polos, dan tidak dicemari oleh berbagai penyembahan terhadap trafik atau komentar asal lewat sambil buang sampah. Ah…, apa kata dunia?

Well, tidak ada yang abadi bukan? Narablog masa kini menghadapi lebih banyak “warna” kehidupan dunia blog. Kadang itu tampak menyenangkan, kadang tampak mengganggu. Yah, tapi saya kembali menjadi orang yang tidak terlalu peduli dengan semua itu.

Saya kembali membuka-buka arsip lama dan menemukan tulisan pertama saya di dunia blog.

Not yet end this day … and I start another journey. Here I am … for new imagination of future!

Itu yang tertulis dalam sebuah artikel mungil berjudul “Starting Evening”, yang bisa dikatakan adalah sentuhan pertama saya pada halaman weblog.

Dua kalimat itu mungkin tidak berarti apa-apa, bagi siapa pun selain saya sendiri. Namun itu adalah sentuhan pertama, langkah pertama, atau apa pun istilahnya, yang melahirkan apa yang saat ini menjadi halaman-halaman lain, seperti Bhyllabus ini, Daily Lhagima, Cahya’s Stupid Enigma, dan lain sebagainya ah…, dan beberapa catatan lainnya, yang mungkin sejak dulu hingga sekarang – tak ada yang berubah banyak.

Jika Anda memiliki beberapa banyak tulisan menumpuk seperti saya, mungkin Anda akan melakukan hal yang sama, membuka-buka kembali yang dulu ada. Kadang terhenyak bertanya, mengapa ya saya dulu menulis ini, lalu yang itu saya tulis pas sedang apa ya. Anda akan memiliki sebuah album tulisan – walau mungkin tanpa foto – sebuah mesin waktu yang mengantarkan Anda kembali ke masa lalu, dan menerbangkan Anda jauh ke masa depan melalui tulisan-tulisan itu yang berisi harapan dan mimpi anda untuk hari esok.

Jika kemudian Anda menelusuri tulisan pertama Anda, yang kedua, yang ketiga dan seterusnya. Anda mungkin kan bertemu diri anda yang lain yang berada di balik cermin.

Pun demikian, segala yang bermula akan menemukan akhirnya. Jangan paksa diri untuk selalu menulis. Manusia memiliki batas dan keterbatasan. Jalinankata – nama pena salah seorang sahabat narablog pernah menulis tentang “Love will find away” mungkin maksudnya “love will find a way”, ya cinta akan menemukan jalannya – jika kita mencintai menulis – mungkin akan tercipta jalan agar penulis, menulis dan tulisannya dapat berada bersama-sama.

Hari ini 5 Juni, hari di mana tulisan ini dijadwalkan untuk muncul di halaman muka Bhyllabus. Hmm…, apakah ini Hari Lingkungan Hidup Sedunia? Ah…, bukan itu, walau semua hari terlupakan, namun saya tidak ingin lupa untuk tanggal yang satu ini.

Sudah dua puluh tahun berarti berlalu, namun entahlah mungkin sudah hampir sepuluh tahun sejak rencana awal manuskrip itu muncul. Sudah saatnya semua dirampungkan…

Kurasa itu mimpi kami bersama…, sesuatu yang jauh namun dia yang telah mengajariku menulis di atas angin dengan awan-awan. Walau dia sudah tidak lagi bisa kutemukan di dunia di mana angin-angin yang ia titipkan ini menjadi napasku, kutahu ia tahu bahwa aku juga ingin mewujudkan mimpi yang sama…

Sejak sebulan yang lalu, saya tahu hari ini akan datang. Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi lembar penutup di Bhyllabus, namun saya harap saya masih bisa menulis lagi di sini, meski hanya sesekali. Ah…, tapi siapa yang tahu masalah jodoh. Bahkan jika pun ini memang tulisan terakhir, toh saya sudah menuangkannya dengan suka cita – sembari melihat perjalanan saya di dunia blog selama ini.

Pun ini menjadi tulisan terakhir, saya rasa tak ada yang perlu ditahan, tak ada yang perlu disesalkan. Demikianlah kehidupan, ada pertemuan dan ada perpisahan.

See you again my Bhyllabus, your humble villager shall take a kind of long trips. Don’t worry, I’ll take Taz with me, so he can wacth me for you, ha ha… :p

Taz my wingman

Ha ha…, sebenarnya saya pingin ngomong begitu. Tapi untungnya kemarin ada dermawan yang tidak bersedia disebut identitasnya bersedia membantu kelangsungan Bhyllabus, sehingga masih bisa bernapas setidaknya untuk satu tahun ke depan. Beside Taz won’t leave Bhyllabus until He get a chance to tell his own story, what a kid. Well, see ya again soon. :D

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa