Mariyuana atau dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai ganja, pastinya sudah cukup banyak yang pernah mendengarnya. Berasal dari tanaman dengan nama latin Cannabis sativa, dan memiliki zat aktif ?9-tetrahidrokanabinol (THC). Penggunaan ganja terutama secara ilegal kini tampaknya bertambah dari waktu ke waktu. Misalnya di Amerika menurut salah satu penelitian pemerintah, kini sekitar 30% remaja merokok dengan ganja.

Penggunaan mariyuana sesekali waktu memang jarang menimbulkan efek yang membahayakan, tapi rokok ganja itu sendiri memiliki efek-efek medis yang penting.

THC sangat cepat diserap oleh tubuh. Dalam hitungan menit, THC dan beberapa substansi mariyuana lainnya dalam asap rokok akan menyebabkan efek-efek medis jangka pendek. Adapun efek-efek fisiologis yang penggunaan ganja dapat dilihat dari tanda-tanda berikut:

  • Detak jantung bertambah kencang;
  • Tekanan darah meninggi;
  • Laju napas bertambah;
  • Mata tampak memerah;
  • Mulut menjadi kering;
  • “Munchies”, atau nafsu makan bertambah setelah merokok;
  • Waktu reaksi berkurang (lambat merespons sesuatu).

Efek-efek ini akan berkurang dalam waktu tiga hingga empat jam. Namun substansi mariyuana masih akan berada di dalam tubuh selama setidaknya 24 jam pasca merokok. Pengguna mungkin akan terganggu selama beberapa jam akibat efek ini.

Efek psikologi utama dari mariyuana adalah rasa euforia, merasa pribadi menjadi lebih tinggi dan lebih “percaya diri”. Beberapa efek psikologis jangka pendek juga ada, seperti:

  • Distorsi dalam mengenal waktu;
  • Paranoia (proses pikiran yang terganggu yang cirinya adalah berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan, sering sampai tidak rasional dan timbul delusi);
  • Pemikiran yang bersifat magis atau acak;
  • Kehilangan ingatan jangka pendek;
  • Kecemasan dan depresi.

Efek-efek psikologis ini juga akan berkurang dalam waktu beberapa jam, namun gejala sisa dapat menetap hingga hari berikutnya.

CanabisRisiko penggunaan mariyuana timbul pada kecanduan berat (penggunaan berlebih). Meskipun hubungan belum terbukti, namun banyak pakar percaya bahwa perokok berat dengan ganja memiliki peningkatan risiko terkena kanker paru.

Penggunaan berlebih juga menurunkan kadar testosteron serta jumlah & kualitas sperma. Perokok berat ganja bisa mengalami penurunan libido dan mengarah pada infertilitas (kemandulan).

Mungkin para perokok ganja berkata bahwa mariyuana tidak menyebabkan ketagihan, namun ya – mariyuana bersifat adiktif, menyebabkan ketagihan – setidaknya secara psikologis. Bahkan di antara pengguna yang hanya merokok ganja sesekali saja, 1 di antara 12 perokok bisa merasakan gejala penarikan jika mereka tidak dapat mencapai sensasi yang paling nikmat yang mereka inginkan.

Banyak pakar juga percaya bahwa mariyuana menyebabkan ketagihan (adiksi) secara fisik. Karena menimbulkan gejala-gejala penarikan seperti:

  • Agresi;
  • Kecemasan;
  • Memburuknya suasana hati;
  • Memburuknya selera makan;

Perokok ganja juga bisa disebut sebagai “jalur masuk” narkoba. Mungkin karena kebanyakan penggunaan ganja atau mariyuana ini akan mulai mencoba narkoba jenis lainnya, misalnya kokain, heroin, ekstasi, dan lain sebagainya.

Anda bisa membaca lebih banyak tentang efek mariyuana pada tulisan:

  1. Marijuana Use and Its Effects;
  2. Marijuana – TeensHealth;
  3. Marijuana – MedlinePlus.

Gambar diambil dari wikimedia.org.