Jika Anda merasa kesal dengan hasil penelusuran di Google yang kurang memuaskan, ketika Anda meng-klik situs tujuan tapi hanya berisi tautan (links) yang tidak jelas, mungkin Anda termasuk orang yang mudah terjebak AGC (autogenerated content). Situs-situs ini bertebaran dengan leluasa di mesin pencari Google, entah mengapa orang (terutama yang jarang bersentuhan dengan Internet akan mudah terjebak masuk ke dalamnya).

Hal tersebut merupakan salah satu alasan saya bermigrasi ke mesin telusur Bing. Namun dengan beberapa trik, sebenarnya Anda bisa menyingkirkan ratusan AGC yang menyebalkan ini dari mesin telusur Google, terutama dari situs-situs berbahasa Indonesia yang mencemari hasil penelusuran. Tapi tentu saja ada harga yang mesti dibayar untuk ini.

Trik yang saya maksudkan adalah sebuah sistem yang sedang dikembangkan oleh Google. Mekanisme ini bertujuan untuk menemukan lebih banyak situs berkualitas, daripada sekadar “sampah” di hasil penelusuran Google, setidaknya demikian yang disampaikan dalam blog resmi Google yang bertajuk “Finding more high-quality sites in search”. Google membangun kemampuan ini pada peramban Google Chrome dengan nama “Personal Blocklist”. Artinya jika tidak menggunakan Google Chrome (atau turunannya), maka fitur ini tidak dapat digunakan.

Personal Blocklist | Chrome

Yang harus Anda lakukan adalah tentunya memiliki peramban Google Chrome, kemudian memasang fitur ini pada peramban (silakan ikuti tautan sebelumnya). Setelah selesai, maka kontrol memblok sebuah situs untuk muncul di mesin telusur Google akan muncul di pojok kanan atas peramban.

Dan setiap menelusuri dengan Google, di akhir setiap situs yang ditemukan, akan ada pilihan untuk mengeblok situs tersebut agar tidak muncul lagi di pencarian selanjutnya. Dan ini memang dilakukan secara manual, saya sudah mencobanya dan lumayan menghasilkan pencarian yang lebih bersih. Setidaknya tidak ada lagi AGC yang saya temukan di Google (dalam setelan personal) saya.

Bagusnya, fitur ini memiliki fungsi ekspor/impor, sehingga dapat dicadangkan sewaktu-waktu dan dibagi. Saya sendiri telah membuat daftar situs yang diblok hingga mencapai lebih dari 950 situs agar tidak muncul di mesin telusur Google, termasuk situs dengan AGC, tercatat sebagai situs berbahaya/tidak tepercaya, atau mengandung konten tidak senonoh. Memang memerlukan waktu untuk membuat daftar sepanjang itu, dan menganalisis dengan pelbagai pertimbangan.

Daftar tersebut sesuai untuk saya, dan mungkin tidak sesuai untuk Anda, namun jika Anda cukup malas menambahkan atau membuat daftar anda sendiri, maka Anda bisa menggunakan daftar yang saya buat dengan mengunduh berkas teks-nya di pranala Ziddu ini. Anda bisa menggunakan daftar ini untuk diri anda sendiri maupun untuk  teman-teman anda yang juga pengguna Google Chrome.

Daftar tersebut mungkin tidak lengkap, tidak juga akurat. Anda bisa menambahkannya sesuai dengan kebutuhan anda. Namun mesti diperhatikan, tampaknya Google mengambil dan mengumpulkan data dari penggunaan pengaya ini, dan hasilnya nanti akan mempengaruhi hasil penelusuran Google secara umum. Jadi ada kemungkinan situs yang cukup banyak diblok melalui fitur ini oleh banyak pengguna, akan tidak muncul lagi di hasil penelusuran Google. Sehingga pengguna fitur ini diharapkan dapat bertanggung jawab secara dewasa dalam memanfaatkannya, misalnya tidak mengeblok sebuah situs hanya karena merupakan situs dari perusahaan saingan dalam bisnis.

Jika Anda pengguna Chrome & Google, silakan menyiasati secara bijaksana penggunaan fitur ini. Sehingga kita berharap ke depannya, hasil penelusuran Google akan lebih baik lagi.