Mengaktifkan Lagi Yahoo! Mail

Untuk beberapa alasan, saya mengaktifkan kembali Yahoo! Mail yang sudah sejak 4 tahun yang lalu dibekukan. Alamat surel dari Yahoo! ini merupakan alamat surel pertama saya, namun 4 tahun yang lalu benar-benar menjadi korban spamming (spam farming) yang tidak ada hentinya – sedemikian hingga memaksa saya untuk membekukannya.

Ketika itu saya membuat akun di Google Mail (Gmail) sebagai penggantinya untuk akun publik, dan menjadikan akun Hotmail untuk komunikasi privat. Rata-rata teman-teman saya tahu alamat akun publik saya, namun tidak banyak yang tahu akses akun privat saya.

Hotmail

Hotmail sebagai akun privat memberikan saya banyak keluwesan, mulai dari akses web yang ringan, sistem tata kelola surel yang rapi dan sederhana, hingga kebebasan akses POP/IMAP untuk klien surel yang saya gunakan. Jaringan POP/SMTP Hotmail cukup bagus, karena ketika saya tidak dapat mengakses modul SMTP saat mengirim surel dengan akun lainnya pada ISP tertentu, maka modul SMTP Hotmail masih dapat mengirimkannya.

Sebagai salah satu penyedia jasa layanan surat elektronik tertua, Hotmail dari MSN banyak dipercaya di seluruh dunia. Karenanya saya mempercayakan akun privat saya padanya.

Tapi setelah 4 tahun berlalu, Yahoo! kini muncul dengan layanan surel versi beta-nya. Saya tidak tahu banyak, namun tampaknya cukup banyak ada perbaikan di dalamnya. Jumlah spam yang masuk menurun, meski masih saja ada satu atau dua dalam setiap beberapa bulan. Hotmail sementara ini, dalam pengalaman saya, masih lebih bersih dari kemungkinan spam.

Yahoo! Mail

Yahoo! Mail tidak memiliki akses POP/IMAP gratis seperti yang diberikan oleh Hotmail dan Gmail. Tapi jika ponsel atau layanan pushmail anda memiliki klien yang bekerja sama dengan Yahoo!, maka fungsi IMAP untuk pushmail bisa didapatkan. Nokia Mail melalui OVI misalnya, kini sedang memigrasikan pusat datanya untuk dikelola melalui Yahoo! Mail.

Karena saat ini kondisi akun Yahoo saya ini sudah jarang diserang oleh spam, maka saya memutuskan untuk mengaktifkannya kembali. Dan tentunya kembali sebagai fungsi awalnya, yaitu akun publik.

  • http://www.diptara.com Joko Sutarto

    Saya punya akun email di Yahoo sejak tahun 2000. Saat tahun-tahun awal saya mengenal apa itu internet. Dan emailnya tetap saya pakai hingga sekarang. Disamping itu saya juga menggunakan Gmail dan Hotmail untuk keperluan email yang lain.

    Mungkin kelebihan Yahoo dari yang lainnya, tepatnya saya belum tahu yang lainnya ada apa tidak, adalah bisa menyimpan dan sekaligus singkronisasi calender, addres email dan nomor telpon dengan handphone kita. Ini yang sangat membantu saya saat ganti handset BB misalnya, saya tak perlu repot-repot import dari handset lama lewat handsetnya, tapi bisa melalui Yahoo. Caranya, saat create email pertama kali ada option untuk singkronisasi dan secara otomatis data-datanya akan tercopy.

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Pak Joko, jika tentang sinkronisasi saya rasa Yahoo masih paling terdepan dibandingkan Hotmail dan Gmail, ini sebenarnya salah satu nilai tambah dengan menggunakan Yahoo! Mail. Sinkronisasi terakhir yang saya lakukan adalah dengan mengimpor semua alamat surel teman-teman Facebook saya ke Yahoo! Mail, sehingga saya mudah mengaksesnya.

  • http://tomipurba.net tomi

    saya dari dl udah setia ma yahoo mas.. tp emang banyak spam di yahooo..

  • http://jarwadi.me/ jarwadi

    Saya menggunakan gmail dan yahoo secara bersamaan, karena kadang kirim email dari gmail ke yahoo bisa pending agak lama. Semacam SMS beda operator gitu lah :(

    • http://catatan.legawa.com Cahya

      Pak Jarwadi, itu enaknya pakai surel, meski agak tertunda, yang penting kan sampai di tempat. Waktu SD/SMP surat tulisan tangan masih cukup sering dijumpai, sekarang beralih ke surat elektronik, bahkan dengan pushmail, saya menemukan pushmail lebih menyenangkan dan nyaman dibandingkan sms (ndak ada spam-nya) :D.