Membuat Daftar Paket Terpasang di Ubuntu

Malam yang lalu di milis Ubuntu saya menemukan perbincangan tentang bagaimana cara membuat daftar paket terpasang (program yang terinstal di Ubuntu) dengan mudah. Karena selama ini saya menggunakan beberapa distro yang berbeda, maka biasanya saya menulis manual paket-paket yang saya pasang.

Lalu apa fungsinya membuat daftar paket ini? Seandainya Anda ingin memasang bersih (fresh install) distro Ubuntu, misalnya dari 10.10 ke 11.04 tanpa memperbarui (upgradre), maka membuat daftar paket yang tersedia di sistem operasi lama akan memudahkan memasang paket yang sama lagi pada sistem operasi yang baru nantinya.

Daftar Paket

Daftar paket terpasang yang dibuat ke dalam teks sederhana

Untuk membuat dafar paket seperti gambar di atas, hanya diperlukan beberapa perintah sederhana melalui terminal dengan menggunakan dpgk tentunya.

Gunakan baris perintah berikut melalui terminal:

dpkg --get-selections "*" > Desktop/applications

Maka daftar tersebut akan langsung dibuat, dan bisa ditemukan di map “dekstop” tentunya. Anda bisa memindahkan berkas tersebut ke kandar luar seperti flash disk misalnya. Jika Anda memiliki komputer lain dengan Ubuntu atau baru memasang kembali Ubuntu, maka salin kembali berkas tersebut ke “desktop“, dan ketik perintah berikut (menurut sumber di milis):

sudo apt-get update
sudo dpkg --set-selections < Desktop/applications
sudo apt-get -u dselect-upgrade

Jangan lupa, hubungan ke Internet juga mesti ada. Dan setelah semua proses di atas selesai, maka Ubuntu itu kini seharusnya memiliki paket-paket yang sama seperti yang terpasang pada Ubuntu sebelumnya.

Cara ini akan jauh mempermudah kita dalam menyiapkan sistem operasi Ubuntu yang baru. Namun karena saya sendiri belum mencobanya, jadi tidak tahu bagaimana kesuksesannya, namun ini akan jadi catatan kecil saya jika saya memerlukannya. Setidaknya beberapa hal mungkin akan jadi pertimbangan, seperti ada tidaknya penambahan PPA pada Ubuntu yang sebelumnya saya rasa.

  • http://jarwadi.me/ jarwadi

    hehe, ini tool favorit saya, hehe

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Lho, Pak Jarwadi bukankah biasanya upgrade langsung ya dan bukan clean install?

  • iskandaria

    Kemarin saya sempat upgrade dan berhasil. Namun akhirnya saya uninstall lagi dan memasang yang fresh install saja (tanpa proses upgrade).

    Tapi saya masih ingat apa saja yang saya pasang di Maverick Merkat :) Oya, ternyata Gnome 3 bikin Ubuntu hasil upgrade saya jadi crash (gak bisa login). Itulah yang bikin saya memasang ulang (fresh install).

    So, saya pakai dekstop classic aja kayaknya (gara-gara masalah VGA yang kecil size-nya).

    • http://me.legawa.com Cahya

      Mas Is, jika memasang dari fresh/clean install seharusnya sih tidak masalah, tapi beberapa paketnya memang masih belum Gnome 3 sepenuhnya, ada beberapa yang versi 2.91. Tidak cuma Mas Is kok yang mengalami gagal login seperti itu, di forum saya menjumpai beberapa di antaranya. Dan banyak yang masih suka desktop klasik kok :).

  • iskandaria

    Masalahnya, setelah Gnome Shell 3 saya pasang kemarin, ternyata pilihan untuk login dengan Ubuntu Classic nggak ada. Jadinya tetap nggak bisa login. Satu-satunya solusi ya uninstall dan intall ulang Ubuntu (soalnya saya tidak tahu cara lain untuk mengatasinya).

    Oh, ternyata ada juga yang bernasib sama seperti saya :) Yups, saya suka model dekstop classic karena kesimpelan tampilannya, walaupun mungkin kurang aksesibel.

    • http://me.legawa.com Cahya

      Mas Is, jika penasaran dengan Gnome Shell, mengapa tidak menunggu Fedora 15 saja? Bawaannya kan Gnome 3 :).

  • asus87

    wah info bagus neh…tar klo OL di Ubuntu, sy coba…