Ketika saya menggunakan Windows Vista (bisa disamakan dengan Windows lainnya juga), pembaruan peranti lunak dan sistem terbagi menjadi dua komponen besar. Pembaruan sistem dan peranti lunak yang terkait langsung dengan sistem operasi dan rilis dari Microsoft akan ditangani dengan Windows Update Manager, saya nyaris tidak memerlukan perintah tambahan, semua pembaruan akan diunduh dan dipasang secara otomatis sesuai dengan setelan yang saya berikan, termasuk patch, security fix, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk peranti lunak pihak ketiga, seperti peramban, klien surat elektronik, dan pengaya, saya serahkan pada alat penemu update dari Filehippo, meski beberapa tetap saya lakukan secara manual.

Nah, sedangkan pada Ubuntu, aplikasi Update Manager (UUM) sudah terintegrasi dengan semua peranti lunak yang terpasang, termasuk sistem juga. Semuanya bisa didapatkan dari jendela UUM ini.

Update Manager

Pratampil Jendela Ubuntu Update Manager pada Natty Narwhal

Jendela UUM ini akan memberikan Anda informasi tentang sejumlah pembaruan yang tersedia. Jika peramban Firefox memiliki pembaruan, maka akan langsung ditayangkan di sini. Anda bisa memeriksa perubahan apa saja yang ada pada pembaruan yang ditawarkan, dan penjelasan lebih lanjutnya.

Pengguna tidak wajib memasang semua pembaruan yang ditawarkan, apalagi karena memasang pembaruan memerlukan jaringan Internet yang akan memakan banyak lebar pita. Kecuali Anda memiliki unlimited data plan, maka biasanya tidak masalah. Pembaruan memberikan perbaikan terhadap bugs yang ditemukan baik pada sistem dan juga peranti lunak, memperbaiki kinerja, dan memperbaiki sistem keamanan Ubuntu itu sendirinya.

Pada gambar di atas, dinyatakan ada 17 pembaruan tersedia dan sudah diunduh, namun belum dipasang. Mengapa demikian? Itu karena setelan yang saya gunakan. Jika kita klik tombol “settings” di pojok kiri bawah jendela, maka sebuah jendela setelan akan terbuka.

Software Software Sources

Jendela "Software Sources" Bagian Tab "Updates"

Di jendela ini Anda bisa memilih tipe pembaruan yang ingin dipasang, saya hanya memilih dua yang paling atas, yaitu pembaruan keamanan dan pembaruan yang direkomendasikan saja. Sedangkan pembaruan pra-rilis, yang biasanya kebanyakan berisi paket peranti lunak versi beta tidak saya pilih, guna menghindari bugs yang mungkin akan merepotkan nantinya.

Saya juga memanfaatkan fitur pembaruan otomatis (automatic updates), dengan memilih agar aplikasi ini melakukan pengecekan berkala setiap harinya untuk menemukan ada tidaknya pembaruan terkini. Karena ISP MOBI yang saya gunakan cukup baik dalam memberikan unlimited data plan, maka setelan ini tidak akan mempengaruhi kualitas jaringan Internet ataupun tarifnya karena beban pemakaian pada sistem pembaruan yang terlalu sering. Pilihan lain bisa diambil untuk mengecek setiap dua hari sekali, setiap seminggu sekali, atau sekali setiap dua minggu.

Saya memilih mekanisme “Download all updates in the background“, yang bermakna semua pembaruan akan diunduh secara otomatis tanpa perlu memunculkan pemberitahuan pada pengguna. Artinya, “Saya tidak peduli, silakan ambil semua pembaruan yang diperlukan, tapi jangan sampai mengganggu aktivitas saya saat menggunakan komputer.”

Dengan pilihan tersebut, berarti semua pembaruan yang saya pilih sebelumnya, yaitu pembaruan keamanan dan yang direkomendasikan akan diunduh secara otomatis. Biasanya akan dipasang ketika kita memulai ulang sistem operasi, atau ketika kita membuka jendela UUM seperti gambar pertama.

Pilihan lain yang bisa diambil adalah, memasang pembaruan keamanan saja tanpa perlu konfirmasi sebelumnya. Pilihan ini tepat untuk para pengembang yang sering menggunakan jaringan Internet dan bertukar data. Pilihan lainnya adalah tidak mengunduh ataupun memasang pembaruan apapun secara otomatis, hanya mengecek secara otomatis dan kemudian memberitahukan/menawarkan pada pengguna bahwa ada pembaruan tersedia.

Jika Anda mengubah salah satu setelan tersebut dari setelan asli yang dipasangkan oleh Ubuntu, maka sistem akan otomatis menyarankan Anda untuk mengunduh informasi paket yang tersedia (bukan mengunduh pembaruan) untuk melihat apakah ada pembaruan atau tidak.

Downloading Package Information

Mengunduh Informasi Paket pasca mengubah setelan

Jika ada paket baru, maka sistem akan otomatis menampilkannya.

Tentunya jika berbicara tentang Linux, maka semua cara di atas bisa dilakukan dengan mudah melalui dua perintah sederhana melalui terminal.

Untuk memperbarui daftar informasi paket menjadi paling terkini, gunakan perintah:

sudo apt-get update

Untuk memasang pembaruan paket yang ada setelahnya, gunakan perintah:

sudo apt-get upgrade

Memang agak berbeda dengan openSUSE yang hanya memerlukan satu baris perintah saja. Namun hasilnya akan tetap sama. Nah, kini kembali pada masing-masing pengguna, lebih suka menggunakan metode yang mana. Biasanya jika sudah berkecimpung cukup lama dengan Linux, orang akan lebih suka menggunakan baris perintah, karena lebih sederhana, cepat dan hasilnya juga sama serta bisa memantau prosesnya dengan baik.