Siang tadi saya mengikuti kuis singkat di WebMD tentang pertolongan pertama pada perawatan luka (pranala kuis), rasanya pengetahuan kuis ini wajar dimiliki setiap orang (dalam rumah tangga) untuk menangani pelbagai luka pada tahap awal (saat luka baru saja terjadi). Kita tidak akan pernah tahu kapan luka bisa terjadi, saat terpleset jatuh, saat memasak, saat memperbaiki perabotan rumah, dan aktivitas lainnya baik yang melibatkan benda tajam atau tidak.

Dan karena setiap orang berpotensi mengalami luka, baik anak-anak hingga manula, maka bekal pengetahuan pertolongan pertama pada luka sangat penting. Baik dari bentuk luka ringan hingga yang cukup bisa membuat Anda syok.

Berikut adalah beberapa contoh kasus dan bagaimana penanganannya.

Kasus 1.

Anak anda tergores pecahan kaca pada kakinya dan mengalami perdarahan yang parah. Sambil segera membawa ke unit gawat darurat terdekat, apa yang Anda lakukan?

Berikan tekanan yang mantap dan langsung pada luka dengan menggunakan kasa steril sebuah handuk bersih yang cukup tebal. Jangan berikan torniket, karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang permanen. Jaga agar bagian yang luka tetap terangkat, lebih tinggi dari posisi jantung, guna mengurangi aliran darah. Jika darah merembes dari balutan, tambahkan lagi kasa steril atau balutan lainnya, namun jangan lepaskan balutan awal karena hal ini bisa menghambat penjendalan/pembekuan darah. Dapatkan bantuan darurat secepatnya.

Kasus 2.

Ibu mertua anda menumpahkan sewajan sup panas dari atas kompor dan mengenai lengannya. Kulit menjadi berwarna kemerahan dan lepuhan berukuran besar mulai terbentuk, ujung lengan bajunya melekat pada kulit. Apa yang Anda lakukan?

Alirkan air dingin pada lengannya, angkat lengan lebih tinggi dari jantung, dan segera bawa ke unit gawat darurat. Pembentukan lepuhan seperti ini berarti luka bakar derajat dua. Luka bakar derajat satu – yang hanya memengaruhi epidermis, bagian terluar kulit – dapat ditangani dengan perawatan di rumah. Namun luka bakar serius memerlukan pertolongan darurat medis. Jangan menarik atau mencoba melepaskan pakaian yang melekat pada kulit. Dan jangan memecah lepuhan, karena dapat mempertinggi risiko infeksi. Namun, alirkan air dingin pada lengan atau berikan kompres dingin steril, lalu segera bawa ke rumah sakit.

Kasus 3.

Suami anda sedang memotong kayu tripleks dengan menggunakan gergaji elektrik, namun tanpa sengaja jarinya terpotong. Apa yang Anda lakukan?

Pertama, lakukan penekanan dengan kasa steril pada luka, sehingga membantu menghentikan perdarahan. Lalu jari yang terpotong (teramputasi) dibersihkan dengan hati-hati menggunakan air mengalir guna menghilangkan kotoran yang menempel, lalu balut dalam kasa basah dan masukkan ke dalam plastik tertutup rapat. Masukkan plastik ke dalam kantong es atau wadah es atau air yang sangat dingin jika tidak tersedia es. Bawa pasien dan jari teramputasinya ke rumah sakit.

Kasus 4.

Putri anda yang berusia 10 tahun terjatuh di pelataran rumah, benturan menyebabkan gigi depannya terlepas (tanggal). Apa yang Anda lakukan?

Tenangkan putri anda, ambil gigi yang terlepas dengan memegang mahkotanya (bagian yang muncul di atas gusi), dan bilas dengan air bersih mengalir. Jangan menggosoknya – Anda bisa merusak agar gigi. Bagi orang dewasa (yang mengalami ini), cara termudah menjaga agar gigi tetap aman selama perjalanan ke unit gawat darurat adalah meletakkannya kembali pada tempat awal, atau menahannya di antara gusi dan pipi. Ini menjaga kelembapan gigi dan menghindari bakteri berlebih. Namun anak-anak dapat menelan giginya tanpa sengaja. Jadi jaga agar gigi tetap lembab di dalam gelas dengan air garam (saline) atau susu. Jangan biarkan sampai kering karena kerusakan akan terjadi dalam hitungan menit. Segera bawa anak dan giginya yang tanggal tersebut ke unit gawat darurat atau dokter gigi.

Kasus 5.

Seseorang tanpa sengaja memalu sebuah paku pada tangannya. Apa yang Anda lakukan?

Biarkan paku berada pada tempatnya, balut tangan dengan perlahan menggunakan kasa steril (atau balutan bersih lainnya), dan bawa orang tersebut ke unit gawat darurat.

Mungkin memang tidak nyaman rasanya bagi Anda ataupun korban melihat paku pada tangan korban, namun Anda bisa menyebabkan lebih banyak kerusakan dengan menariknya. Sebaliknya, Anda dapat menstabilkan paku dan menghentikan perdarahan dengan membalut menggunakan kasa steril secara tepat di sekitar paku.

Kasus 6.

Tetangga anda tanpa sengaja menjatuhkan/memecahkan teko kaca dan serpihan kaca mengenai matanya. Bagaimana Anda dapat membantu?

Biarkan serpihan kaca di tempatnya, tutup mata dengan menggunakan kertas yang cembung atau styrofoam dan plaster, lalu bawa dia ke unit gawat darurat.

Jika serpihan kaca mengambang di permukaan mata, coba membilas dan menghanyutkannya dengan larutan saline atau air bersih mengalir. Namun jika tertanam di matanya, atau Anda tidak yakin, jangan mencoba menariknya, dan jangan biarkan penderita menggosok matanya. Tutup mata dengan sesuatu yang cukup kokoh dan fiksasi dengan plaster untuk menghindari penderita tanpa sengaja menggosok matanya. Hindari memberikan tekanan pada mata, termasuk gesekan, karena bisa memperparah perlukaan.

Kasus 7.

Anak anda terjatuh dan lecet-lecet pada kedua lututnya. Apa yang Anda lakukan?

Cuci luka dengan air mengalir, bersihkan kotoran/debris luka, kemudian berikan larutan antiseptik atau salep antibiotik dan perban.

Hentikan perdarahan dengan memberikan tekanan pada luka, jika diperlukan – banyak perdarahan luka lecet kecil akan berhenti dengan sendirinya. Gunakan air bersih untuk mencuci luka dan membersihkan kotoran. Lewatkan saja penggunaan larutan peroksida atau alkohol, karena mereka dapat mengiritasi luka. Memberikan salep antibiotik akan menjaga area luka bersih dan lembap, dan membalutnya akan membantu menghalangi bakteri masuk ke luka.

Demikianlah beberapa contoh kasus luka dan penanganan pertolongan pertamanya dalam kondisi sehari-hari, yang bermakna di setiap rumah sebaiknya Anda menyiapkan peralatan dan perlengkapan P3K yang diperlukan secara mandiri.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa
Acknowledgements: Medline Plus, University of Maryland more...
Some Rights Reserved