Mungkin saya pernah menuliskan sebelumnya, bahwa saya memang tidak suka meninggalkan jejak di dunia maya – dalam beberapa pengertian tertentu. Jika Anda mengerjakan 10 hal di dunia maya, berapa yang akan Anda bagi kepada publik, atau berapa data tentang kegiatan anda yang ingin Anda bagi pada pihak lain?

Orang mungkin tidak sadar, bahwa ketika ia memasuki sebuah situs, katakan saja blog ini – maka keberadaannya, aktivitasnya di blog ini, kapan datang dan kapan pergi akan tercatat dalam sebuah algoritma indah yang disebut dengan “log”. Bahkan Anda tidak perlu meninggalkan komentar untuk tahu bahwa Anda pernah ada di sini.

Orang seperti saya, yang memang suka mengendap-endap sejak kecil, tidak begitu suka meninggalkan jejak yang tidak diperlukan. Saya memang langka dan cuma ada satu di muka bumi, he he…, tapi itu tidak membuat saya tertarik jika banyak kamera yang memburu saat jejak saya ditemukan, memangnya saya adalah Yeti.

Setiap peramban memiliki setelan khusus untuk menangani hal ini, bahkan beberapa memiliki duplikat untuk edisi berselancar secara privat – Midori misalnya. Beberapa fitur membuat orang dikenali sebagai pihak berbeda karena menggunakan server pemanggil yang lain – Opera Turbo misalnya. Atau menggunakan tambahan pengaya sedemikian hingga menolak semua kode pelacakan – NoScript dan Ghostery adalah dua diantaranya.

Jadi meski saya berada tepat di depan beranda blog anda, kehadiran saya tidak akan terekam – tidak juga oleh mesin statistik yang tertanam di blog anda yang biasanya Anda gunakan untuk mengetahui adanya pengunjung atau jumlah kunjungan. Anda tidak akan pernah tahu, kecuali saya menginginkan atau mengizinkan Anda untuk mengetahuinya (he he…, apakah terdengar keren?).

Bagaimana caranya? Nah masalah itu silakan dipelajari sendiri, jika Anda memang merasa perlu untuk tidak meninggalkan jejak yang tidak diinginkan di dunia maya, maka mendalami ilmunya secara mandiri adalah pilihan bijak, terserah mau menggunakan ilmu dari perguruan maya manapun.

Memang ada banyak keuntungan dengan tidak meninggalkan jejak, terutama memakai penghalang bagi markah mata-mata yang selalu kelaparan mengintai aktivitas kita di dunia maya. Yang paling penting biasanya adalah orang bisa mencegah kebocoran “confidential information” secara tidak disengaja. Sedangkan saya sendiri lebih suka karena berselancar jadi lebih ringan, bayangannya seperti jika kita berjalan di atas lumpur tentu saja akan susah namun banyak jejak yang ditinggalkan, namun jika kita pakai ilmu meringankan tubuh dan melayang di atasnya – jejak yang ditinggalkan jadi minimal dan kita pun bergerak dengan cepat.

Beberapa orang lain mungkin memilih tidak meninggalkan jejak untuk menghemat jatah bandwidth bulanan mereka, atau mencegah malware seperti virus memasuki komputer Windows mereka.

Saya melihat tidak hanya pengguna yang memberikan perhatian akan hal ini, namun juga para pengembang – misalnya saja Linux IGOS Nusantara dengan Firefox-nya telah melengkapi dengan peralatan penjaga privasi ekstra yang cukup mumpuni.

Berselancar tanpa meninggalkan jejak adalah seni tersendiri. Namun kembali pada masing-masing pengguna Internet, apa mereka akan memanfaatkannya atau tidak.