Belakangan ini sedang ngetren membuat foto efek vintage menggunakan instagram, apalagi karena aplikasi ini sekarang bisa digunakan bisa digunakan pada perangkat Android setelah hanya eksklusif digunakan pada perangkat iOS. Saya sudah menghibahkan ponsel Android saya, jadi tidak ada yang digunakan untuk mencoba instagram, hei…, tapi bukan berarti saya tidak bisa menciptakan efek vintage bukan?

Saya tidak tahu pastinya, namun vintage bermakna sesuatu yang berasal dari era yang lalu, semisalnya vintage clothing, dan demikian juga dengan vintage photography. Jadi bisa dikatakan karya fotografi dari masa sebelumnya, misalnya abad yang lalu. Vintage photography bisa memberikan kesan menarik dan sentuhan emosi, sehingga banyak diminati, apalagi harga asli sebuah mahakarya vintage photography bisa sangat mahal.

Foto vintage biasanya tercipta secara alami karena sifat cahaya yang dapat “merusak” atau “meluruhkan” komposisi warna asli pada sebuah cetakan foto, atau bahkan karya lukis. Namun dengan kecanggihan rekayasa teknologi digital saat ini, efek vintage bisa diciptakan melalui banyak aplikasi, Instagram adalah yang cukup banyak digunakan karena praktis, GIMP dan Adobe Photoshop adalah yang lainnya.

Karena saya tidak punya perangkat aplikasi Instagram, dan tidak mau mengeluarkan anggaran jutaan rupiah untuk membeli lisensi Adobe Photoshop, maka saya pun memilih GIMP, dan saya menggunakan Ubuntu Linux terbaru kali ini. Sebagai catatan, Ubuntu memiliki koleksi pengaya yang lebih kompleks pada GIMP secara asalinya, sehingga memudahkan pekerjaan.

Memilih Gambar

Sebenarnya tidak ada kaidah khusus untuk memilih gambar (foto) yang akan diberikan efek vintage. Namun gambar yang diambil dengan kualitas makro yang baik dengan warna vivid cemerlang adalah pilihan yang baik. Jika Anda tidak paham ini tidak apa-apa, nanti juga mengerti dengan sendiri (jika belajar tentu saja).

Memilih Gambar Vivid

Ambilah gambar tersebut dan masukkan ke dalam jendela penyunting GIMP, di sinilah kita akan mulai menciptakan keajaiban dari masa lalu.

Kecemerlangan dan Kontras

Pertama-tama saya menyunting kecermelangan dan kontras gambar. Fitur ini bisa diakses dari Image – Brightness-Contrast. karena berasal dari gambar vivid (setidaknya anggap saja begitu), maka kontras saya naikan sekitar 19-23 poin, dan kecemerlangannya dibiarkan saja. Jika tipe gambar Anda sebaliknya, maka lakukan yang sebalinya.

Mencipta Vintage Look

Tampilan gaya vintage bisa diciptakan dengan beberapa cara, pertama adalah dengan cara manual menggunakan kurva warna yang diakses dari Colors – Curves. Cara ini agak sulit bagi pemula, namun lebih nyaman bagi yang sudah ahli, video “Vintage Edit using GIMP” ini akan bisa membantu memahaminya, atau bisa juga penjelasan Mas Reza Faiz di tulisannya “Membuat Foto Vintage dengan Gimp” yang sudah dilengkapi dengan gambar tutorial.

Cara kedua, yang merupakan cara yang saya gunakan adalah dengan memanfaatkan sawar Vintage Look pada GIMP, diakses melalui Filters – Artistic – Vintage Look. Informasi tentang sawar ini ada di catatan GIMP tentang “Vintage Look”.

Dengan sekali klik, fungsi ini akan menambahkan 4 lapisan sekaligus di atas gambar dasar (background):

  1. Bleach Bypass (opaksitas asali 100%)
  2. Yellow (opaksitas asali 59%)
  3. Meganta (opaksitas asali 20%)
  4. Cyan (opaksitas asali 17%)

Vintage Look
Tentu saja Anda bisa mengganti nilai-nilai asali tersebut untuk menyesuaikan dengan efek yang diinginkan.

Mencipta Vintage Focus

Karena foto Vintage mengusung tema dari era yang lampau, maka kita bisa menambahkan fokus vintage look di tengah, dan deteorasi gambar yang menggelap di bagian luar.

Pertama buatlah sebuah lapisan baru (add new layerShift+Ctrl+N) dengan opaksitas sekitar 50-55%. Lalu gunakan alat pemilih elips (ellipse select toolE) untuk membuat fokus elips. Besarnya elips terserah pada Anda, namun saya sendiri biasanya menggunakan seluruh ruang untuk menarik lengkung elips.

Lalu akses Feather Selection dari Select – Feather dan setel sekitar 150-an piksel. Ini berfungsi untuk membuat area yang sudah dibatasi elips akan tercipta batas kabur yang lembut dari pinggirannya jika diisi warna tertentu.

Namun kita akan memberikan efek gelap dari pinggiran luar gambar menuju ke dalam, sehingga efek Feather tadi harus dibalikkan. Gunakan Invert (Ctrl+I), yang bisa diakses dari menu Select juga.

Lalu setelahnya, tinggal isi warna hitam di luar elips menggunakan Bucket Fill Tool (Shift+B), maka jadilah efek fokus yang kita inginkan.

Vintage Focus

Sentuhan Akhir

Kadang foto lawas yang lama terpapar sinar matahari akan terkesan sedikit terbakar. Efek ini bisa kita berikan dengan menambahkan lapisan baru dengan opaksitas sekitar 7-10%, lalu penuhi dengan warna meganta yang sangat vivid (cerah/menyala).

Vintage Art

Viola, maka jadi sudah sebuah gambar tua nan unik.

Ini pertama kalinya saya mencoba berekspresi vintage editing photography melalui peranti lunak di komputer. Rupanya komputer tua saya (dengan sistem dan program gratisan yang legal) bisa menghasilkan gambar yang mirip dengan yang dihasilkan perangkan iOS dan Android yang mahal melalui instagram.

Saya yakin Anda bisa menghasilkan suntingan gambar yang menarik dari ini jika Anda mau. Masih banyak yang bisa diutak-atik lagi, apalagi dengan memanfaatkan penentuan kurva warna manual, mengolah corak, kelembutan, dan saturasi atau bermain pada kontras dan kecemerlangannya.

Anda akan bisa menghadirkan kembali keajaiban fotografi dari masa lampau melalui kreativitas yang cerdas.

Selamat mencoba bagi yang tertarik. Namun jangan tanya saya apa-apa soal fotografi dan penyuntingan, saya hanyalah seorang amatir.