Sepulang dari wawancara siang tadi, saya memutuskan menonton sebuah film lawas “Time of Eve” – salah satu dalam daftar favorit saya. Berjudul asali “Eve no Jikan“, ini merupakan salah satu film paling romantis tanpa adegan romantis sama sekali pada protagonisnya. Karena yang diangkat adalah kemampuan seseorang menerima perubahan dunia yang mungkin selama ini tersembunyi darinya.

Meskipun sebuah film animasi yang sederhana, namun memiliki kekuatan latar cerita yang menyentuh. Tidak heran film ini memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk pilihan resmi pada Festival Film Anak Internasional New York pada tahun lalu. Film berdurasi sekitar 1 jam 45 menit ini tidak bercerita panjang, namun begitu sarat akan teka-teki emosi, seakan-akan saya diajak menyaksikan campuran Ghost in the Shell dan 5 cm per Second yang menghasilkan karya yang baru sama sekali.

Mengambil latar kisah tidak jauh di masa depan, di mana penggunaan Android (robot humanoid dengan kecerdasaan buatan) menjadi cukup umum. Berikut adalah plot ceritanya yang saya ambilkan dari Wikipedia:

In the not-too-distant future, androids have come into common usage. Rikuo Sakisaka, who has taken robots for granted for his entire life, one day discovers that Sammy, his home android, has been acting independently and coming and going on her own. He finds a strange phrase recorded in her activity log, “Are you enjoying the Time of Eve?”. He, along with his friend Masakazu Masaki, traces Sammy’s movements and finds an unusual cafe, “The Time of Eve”. Nagi, the barista, informs them that the cafe’s main rule is to not discriminate between humans and androids. Within the cafe, androids do not display their status rings, and, when patrons depart, the door is automatically locked for two minutes to prevent someone from following them to discover their true nature.

The first few episodes involve conversations between Rikuo (usually accompanied by Masaki) and the cafe regulars: the bubbly Akiko, child Chie and her elderly guardian, the lovers Koji and Rina, and others. These conversations make frequent allusion to Isaac Asimov‘s Three Laws of Robotics, often highlighting surprising interpretations of those laws, some of which form apparent loopholes. The overarching plot involves the beginnings of independence displayed by the androids, what they do with that independence within the bounds of the three laws, and what motivates them. Secondary plots involve the individual stories of each android the protagonists encounter in the cafe, and how they come to discover which patrons are androids and which are not.

Eve no Jikan

Salah satu cuplikan pada awal film "Eve no Jikan".

Ah ya, saya sengaja membiarkan plot itu ada dalam bahasa Inggris, karena jalan ceritanya sendiri hanyalah medium yang menghantarkan apa sesungguhnya ada di balik semua itu. Dan untuk mendapatkan kekuatan kisah yang sesungguhnya, film ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Inti kisah ini, oleh karena pengaruh kuat sebuah Komite Etik, maka setiap orang memperlakukan android seperti perabotan rumah tangga belaka mengesampingkan keadaan bahwa manusia dan android-android yang ada tidak bisa dibedakan penampilan luarnya kecuali lingkaran holografik di atas kepalanya. Dan android pun hanya bereaksi dengan perintah majikannya, dan tidak pernah melanggar. Namun apa yang terjadi jika seseorang menemukan catatan (log) digital bahwa si android pernah pergi ke suatu tempat tanpa perintahnya, dan ternyata di sana ada dunia yang tidak pernah ia terima atau bayangkan sebelumnya?

Ya, dunia kadang tidak selebar pandangan kita. “Are you enjoying the Time of Eve?”

Jika Anda menyukai animasi dengan cerita yang tidak terlalu ringan, banyak unsur emosi namun tidak mengada-ada, konflik antara logika, pranata dan kepribadian. Maka film animasi sangat pas untuk Anda. Meski saya harus ingatkan, mungkin bagi beberapa orang film ini tidak memiliki sebuah akhiran yang pasti, namun itu tidak akan membuat kita kecewa – karena yang dihadirkan di sini adalah lembar kehidupan.

Selain dalam bentuk film, juga ditayangkan dalam bentuk serial. Jika koneksi Internet Anda cukup baik, situs resminya memberikan pranala untuk dapat menyaksikan semua serial ini secara gratis. Jika Anda menonton kualitas HD, mungkin akan sangat puas baik dengan cerita maupun sajian grafis animasi dan suaranya – sehingga nilai 8,7/10 layak saya berikan.