Ketika kehidupan di mulai, maka keajaiban akan mulai terjalin dengan sendirinya. Ada banyak hal yang tidak banyak lagi kita saksikan sebagaimana peradaban kita sebelumnya. Jika kita tinggal di mana sentuhan alam masih jamak menjadi pilar-pilar kehidupan masyarakat, maka harmoni keajaiban adalah siluet indah yang bisa kita saksikan setiap saat.

Misalnya saja ketika celoteh pertama anak ayam yang baru saja keluar dari balutan cangkang telurnya, apa yang ditemukan di situ tidak akan tergantikan ke dalam sebentuk kata-kata.

Ketika kesibukan kehidupan perkotaan menyita waktu saya, misalnya, maka saya mungkin hanya akan menemukan mereka sudah terhidang lezat di atas piring saji – tidak pernah berpikir dari mana semua itu berasal.

Hen and Chicken

Ketika senja mulai meredup, anak-anak ayam akan mulai mencari kehangatan di bawah sayap sang induk.

Saya kira juga hal yang sama terjadi pada anak-anak ayam yang tak pernah melihat induknya sedari tetasannya. Mereka di tetaskan di bawah penghangat buatan, untuk segera dipindahkan dalam kelompok besar menuju peternakan modern, dijejali pakan hingga mereka cukup gemuk dan alot untuk disantap.

Hubungan setiap kehidupan, antara generasi sebelumnya, antara sesama bentuk kehidupan lainnya – sering kali bentuk keajaiban kecil ini terlupakan ketika saya tidak melihatnya lagi dalam hiruk pikuk dunia modern.