Narablog Terkenal atau Dikenal?

Orang bilang, terkenal tidak membuat dikenal, demikian juga dikenal tidak membuat orang terkenal. Ketika seseorang mulai menulis blog, bisa jadi pertimbangan ini ingin ada, atau dalam istilah saat ini “eksis” di dunia maya.

Saya melihat – meski mungkin keliru – ada yang sedikit membedakan di antara keduanya. Meski tidak harus ada maksud untuk dikenal ataupun terkenal, namun pendekatan yang berbeda akan menghasilkan jalan-jalan yang berbeda.

Orang bisa menulis secara anonim, tanpa nama, namun hasil pemikirannya yang menarik banyak minat akan membuatnya cukup terkenal. Meski secara pribadi mungkin dia tidaklah dikenal oleh para pembaca tulisannya.

Ada yang menulis dengan identitas penuh, serta mengisi dengan curahan hati yang begitu mendetil – dia mungkin tidak terkenal karena tulisan dianggap biasa saja, namun bagi yang membaca tulisannya, langsung dapat mengenalinya secara pribadi.

Snape Oil

Pid’jin gets a job as social media expert for Lord Voldemort. But when he starts flaunting his business card he encounters unexpected responses. | From Pidgin.net.

Saya tidak menyatakan salah satu lebih baik dari yang lain, namun kadang ketika menulis dua hal itu mungkin masuk dalam pertimbangan banyak penulis. Orang ingin menulis sehingga tulisannya menjadi bagian dari ekspresi dirinya, namun juga – apalagi jika digunakan untuk menyokong hidup – tulisan dan dirinya juga bisa dikenal oleh masyarakat luas, keternamaan menjadi sebuah target yang tampak nyata.

Apa yang kemudian menjadi perhatian bermakna adalah, jika apa-apa yang dikaryakan oleh seorang narablog menjadi bermanfaat bagi orang lainnya – baik dia terkenal, dikenal ataupun tidak keduanya. Pun jika tidak memberikan manfaat, setidaknya tidak memberikan musibah.

  • Sugeng

    Bagiku juga, gak harus tulisan (ilmu yang bermanfaat) itu berasal dari orang yang terkenal atau aku kenal dan banyak dikenal orang. Siapapun orangnya kalau memang ilmunya (tulisannya)itu bisa dan sangat bermanfaat, akupun tidak rugi untuk mempraktekan. Karena intan akan tetap bersinar meskipun ditemukan di tengah tanah liat yang hitam.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Saya rasa pandangan demikian dari sisi pembaca sangatlah bijaksana Pak Sugeng. Di sini saya mencoba sedikit menjelajahi sisi pandang dari seorang penulis •?• .

  • imadewira

    Mungkin terkenal belum tentu membuat seseorang bisa dikenal secara pribadi, karena terkenal apalagi di dunia maya belum tentu menunjukkan orang itu bisa dikenal secara pribadi dengan mudah.

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Yah, sesuatu yang seperti itulah Bli.

  • ladeva

    Yeah…kalau punya penghasilan dari dunia maya, ya memang harus dikenal. Kalau gak, bisa gak dapat job lagi kan…

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Wah, kamu harus kenal yang namanya ghost writer dan hacker. Semakin jago mereka di dunia maya, semakin dikit jejak yang ditinggalkan untuk mendapat uang. ~(*+?+*)~

      • ladeva

        Hahaha ngomong-ngomong tentang ghost writer, aku pernah tuch ditawarin jadi ghost writer untuk nulis buku tentang investasi emas. Bwhaha mana ngerti nulis begituan.

        Kalau hacker…itu mah serem. Gak ada niat jadi begituan?

        • http://cahya.legawa.com Cahya

          Kamu tulis saja tentang Patrick yang menggali emas. Eh, jadi peretas? Aku? Ha ha…, apa yang mau diretas? Komputer sendiri saja sering rusak. ?(?_?)?

          • ladeva

            Gila! Bahasa Indonesia-mu bagus banget. Hacker diterjemahin jadi peretas. Ckckckc dedikasi yang tinggi. Tidur woy!

            • http://cahya.legawa.com Cahya

              Iseng saja, lagi nambahin kosa kata di kamus. Iya nih dah ngantuk, di sini dah dini hari lagi.

  • Applausr

    kalau saya nulis saja lah….. puyeng mikirin terkenal…. hehehehehehe

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      He he…, ndak usah dipikirkan Mas.

  • http://andisakab.com Andi Sakab

    saya setuju dengan kalimat terakhir. :) setidaknya tidak memberikan musibah ;)