Orang bilang, terkenal tidak membuat dikenal, demikian juga dikenal tidak membuat orang terkenal. Ketika seseorang mulai menulis blog, bisa jadi pertimbangan ini ingin ada, atau dalam istilah saat ini “eksis” di dunia maya.

Saya melihat – meski mungkin keliru – ada yang sedikit membedakan di antara keduanya. Meski tidak harus ada maksud untuk dikenal ataupun terkenal, namun pendekatan yang berbeda akan menghasilkan jalan-jalan yang berbeda.

Orang bisa menulis secara anonim, tanpa nama, namun hasil pemikirannya yang menarik banyak minat akan membuatnya cukup terkenal. Meski secara pribadi mungkin dia tidaklah dikenal oleh para pembaca tulisannya.

Ada yang menulis dengan identitas penuh, serta mengisi dengan curahan hati yang begitu mendetil – dia mungkin tidak terkenal karena tulisan dianggap biasa saja, namun bagi yang membaca tulisannya, langsung dapat mengenalinya secara pribadi.

Snape Oil

Pid’jin gets a job as social media expert for Lord Voldemort. But when he starts flaunting his business card he encounters unexpected responses. | From Pidgin.net.

Saya tidak menyatakan salah satu lebih baik dari yang lain, namun kadang ketika menulis dua hal itu mungkin masuk dalam pertimbangan banyak penulis. Orang ingin menulis sehingga tulisannya menjadi bagian dari ekspresi dirinya, namun juga – apalagi jika digunakan untuk menyokong hidup – tulisan dan dirinya juga bisa dikenal oleh masyarakat luas, keternamaan menjadi sebuah target yang tampak nyata.

Apa yang kemudian menjadi perhatian bermakna adalah, jika apa-apa yang dikaryakan oleh seorang narablog menjadi bermanfaat bagi orang lainnya – baik dia terkenal, dikenal ataupun tidak keduanya. Pun jika tidak memberikan manfaat, setidaknya tidak memberikan musibah.