Saya agak kaget membaca rujukan simple science pagi ini, bahwa polusi udara – termasuk ozon di permukaan tanah (ground-level ozone) bisa menyebabkan kerusakan jantung dan juga kematian dalam dosis/paparan tertentu. Ozon di atas permukaan bumi ini terbentuk ketika polusi udara dari kendaraan, pabrik dan yang disumbangkan masyarakat bereaksi di bawah sinar matahari. Yang bermakna saya rasa bisa ditemukan di mana saja di seluruh dunia, apalagi kota-kota besar dan pusat-pusat industri dengan pabrik-pabrik yang selalu mengepulkan asap.

Kita semua tahu bahwa setiap mahluk hidup memerlukan udara bersih untuk bisa melangsungkan hidup dengan baik. Namun dengan adanya polusi udara seperti saat ini. Siapapun tidak bisa mendapatkan rasa aman itu.

Ada dua poin penting yang disampaikan dalam tulisan tersebut, pertama orang dewasa dan dewasa muda yang sehat yang terpapar ozon selama dua jam menunjukkan perubahan pada sistem kardiovaskuler yang dapat menjelaskan hubungkan antara paparan ozon dan kematian. Kedua, ozon bersama dengan materi partikulat (partikel-partikel kecil yang terbawa udara dan terhisap masuk ke paru), mungkin merupakan penyebab utama 2 juta kematian oleh polusi udara akut setiap tahunnya.

Air Pollution

Winter and air pollution from an aluminium factory at Seydi?ehir, Konya, Turkey | A photograph by Sezgin Aytuna.

Polusi ini dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah, kemungkinan menurukan fungsi tubuh dalam melarutkan penjendalan darah dan perubahan pada sistem saraf yang mengatur detak jantung.

Tidak ada banyak yang dapat disarankan kecuali menghindari beraktivitas di lokasi yang udaranya tercemar pada siang hari. Jika pun harus beraktivitas di lingkungan yang udaranya tercemar, hindari paparan dalam jangka waktu panjang dan gunakan pelindung diri.

Di luar negeri ada yang namanya ramalan Air Quality Index (indeks kualitas udara), maka penduduk disarankan untuk melakukan aktivitas berat yang serius hanya ketikan indeks kualitas air dalam posisi yang paling baik, misalnya berolahraga, atau bersepeda keliling kota ketika kadar partikel udara mencapai nilai paling rendah menurut ramalan tersebut. Jika saya melihat kembali himbauan ini, maka pilihan bike to work setiap hari bukan selalu menjadi pilihan yang benar-benar sehat di kota yang berpolusi.

Jika kadar polusi sedang tinggi, atau partikel udara mencapai nilai yang tinggi. Maka kurangi aktivitas di luar ruangan yang menyita banyak energi. Misalnya pilihlah berjalan kaki santai dibandingkan berlari. Pilihlah olahraga di dalam ruangan yang tidak begitu terpapar oleh polusi di luar.

Namun perlu diperhatikan bahwa jika partikel udara di luar ruangan sedang tinggi, maka demikian juga dapat berpotensi tinggi di dalam ruangan. Jika memang tersedia, penyaring udara atau sejenisnya dapat membantu menjaga kondisi partikel udara di dalam ruangan tetap rendah.

Para petugas kesehatan yang menempati daerah dengan polusi udara tinggi diharapkan waspada terhadap lonjakan dan angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah yang tinggi. Berikan masukkan informasi kesehatan yang mendidik bagi para penderita penyakit kardiovaskuler dan bagi mereka yang sehat yang namun berisiko tinggi dapat menderita penyakit kardiovaskuler.