Bulan ini selesai juga serialisasi “Tasogare Otome X Amnesia” sepanjang dua belas episode. Meskipun banyak keluhan karena sentuhan novelis aslinya hilang, maklum banyak abstraksi yang susah dituangkan ke dalam bentuk animasi, akhirnya serial ini berakhir – dengan sedikit banyaknya perdebatan.

Saya sendiri mengikuti cerita horor ini karena memang menarik sejak awalnya, daripada digambarkan sebagai cerita horor, mungkin lebih menyinggung pada drama komedi romantis. Ya, di beberapa bagian mungkin menyeramkan, namun semua itu ada sisi menariknya.

Ceritanya juga cukup sederhana, jadi saya tidak perlu memutar otak terlalu banyak untuk menikmatinya.

At the Private Seiky? Academy, there is a legend that all students have heard. Sixty years ago, there was a girl who for some reason, was left behind in the old, abandoned school building to die. Teiichi Niiya one day meets a beautiful, mysterious girl named Y?ko Kanoe at the old school building and gets a surprise—she’s the ghost of the girl who died 60 years ago, but does not remember her past or how she died. Teiichi becomes determined to help her remember, and together, they seek the truth behind the gruesome legend.

Kisah ini menceritakan tentang anak sekolah yang membantu sosok hantu yang kehilangan ingatannya. Perburuan mereka terhadap semua legenda menyeramkan di seputar sekolah membuat mereka semakin dekat dengan fakta sejarah yang merekam cerita di balik kematian sosok gadis cantik yang menjadi hantu tersebut.

Dusk Maiden of Amnesia

Kita bisa menyaksikan cuplikannya di YouTube namun tidak akan semenarik animasi lengkapnya.

,

Sayang memang ceritanya dibuat pendek, padahal manga aslinya masih belum selesai dan mengandung lebih banyak misteri lagi. Pun demikian, 12 episode ini saya rasa tidak membosankan.

Tidak disarankan ditonton bagi yang takut film seram, meskipun mengandung unsur komedi. Siapkan tisu atau sapu tangan menjelang episode akhir. Dan akhir cerita yang sepertinya mengejutkan semua penontonnya, sebagian berkata suka, sebagian lagi merasa ada yang kurang pas.

Saya sendiri suka sisipan “Requiem” yang mengalun pada episode kedelapan dan kedua belas. Secara kesuluruhan, saya rasa ini adalah salah satu serial anime yang baik di tahun ini, walau saya tidak mengikuti serial favorit lainnya seperti Sankarea dan Medaka Box.