Saya ingin menguji kecepatan lalu lintas data EVDO Rev.B yang dibanggakan oleh Smartfren saat ini melalui modem Haier CE81B. Dikatakan bahwa jaringan EVDO Smartfren bisa mencapai unduh 14,7 Mbps atau sekitar 1,8x MB/s – ini bukan kecepatan yang rendah (secara teori), meskipun untuk ukuran tarif tentu saja cukup mahal.

Saya mencobanya dengan menggunakan notebook bersistem operasi Linux openSUSE, area Yogyakarta, pada jam lalu lintas data yang padat (petang), dan jaringan nirkabel dengan 3G/3.75G Wireless N Router TL-MR3420. Artinya, saya mencolokkan modem CE81B ke Router TL-MR3420 untuk diputar-nomor, lalu diubah menjadi jaringan WiFi yang diterima di notebook saya. Ini karena saya malas berurusan dengan sistem wvdial di Linux.

Harga resmi pasaran untuk modem EVDO Rev.B Haier CE81B dari Smartfren ini adalah Rp 399.000,00 dengan paket Internet “volume based” yang aktif selama 30 hari sebesar 2 GB. Paket yang disertakan adalah paket Smartfren Connex EVO.

Modem Haier CE81B EVDO Rev.B Smartfren

Modem ini mendukung jaringan CDMA 1x EVDO Rev.B 800/1900 Mhz dengan menggunakan chipset Qualcomm MDM 6600 EVDO Rev.B. Sehingga dikatakan dapat bekerja pada maksimum kecepatan unduh 14,7 Mbps dan unggah 5,4 Mbps. Bisa digunakan/mendukung fitur SMS, namun belum untuk fitur telepon. Mendukung Windows XP/Vista/7 dan Mac OS X 10.5/7.

Sebelumnya saya menggunakan Modem Speed Up SU-7300 CDMA EVDO Rev.A dengan jaringan Smartfren Connex Unlimitted. Kecepatan unduh sekitar 45 KB/s atau sekitar 314 kbps (0,3 Mbps). Secara teori, seharusnya modem baru akan memberikan kecepatan unduh hampir 50x dari modem lama dan paket lama – tolong koreksi jika saya keliru.

Pertama kali saya melalukan speedtest tentu saja. Dan hasilnya adalah sebagai berikut:

SpeedTest EVDO Rev.B Smartfren di YogyakartaSpeedTest

Hasilnya adalah Ping sekitar 100-200 ms, dan kecepatan unduh/unggah adalah 0,99-1,22/0,34-0,50 Mbps, beberapa perhitungan lain menunjukkan nilai serupa. Bagi saya ini tidak terlalu mengesankan untuk jaringan EVDO Rev. B yang diusung dengan nilai hingga 14,7 Mbps, karena hasil tes kecepatannya setara dengan jika menggunakan ISP Telkom dengan paket Speedy 1 Mbps.

Memang keterangannya menyebutnya lebih cepat sekitar 50-70-an% dibandingkan kecepatan Internet rata-rata di Indonesia. Nah, kita tidak akan menyalahkan infrastruktur yang memang tidak “menyenangkan” di negeri ini. Apalagi mengingat rata-rata kecepatan Internet global saat ini adalah 11 Mbps, tentu saja negara kita masih jauh di belakang. Jika ditingkat nasional dengan kecepatan yang diujikan mungkin mendapat peringkat B/C, maka di tingkat global mungkin peringkatnya hanya E/F.

Setelah saya uji kecepatan unduhnya, baiknya dengan menggunakan direct download ataupun peer to peer pada beberapa kasus. Kecepatan yang didapat memang berkisar sekitar dua hingga tiga kali kecepatan paket Internet yang saya gunakan sebelumnya.

Jadi sementara bisa saya lihat bahwa kecepatan hingga 50x itu tidak tercapai, tapi setidaknya 2-3x itu masih bisa dijangkau. Yang biasanya saya mengunduh dengan kecepatan 45 KB/s, maka tidak akan menjadi 1.800 KB/s (seperti iklan), namun hanya sekitar 100-150 KB/s.

Nah, sekarang pertanyaan berikutnya. Dengan melihat perhitungan sekilas di atas, apakah kira-kira layak berpindah (migrasi) ke layanan EVDO Rev. B ini?

Pertama layanan Smartfren Connex EVO ini cukup mahal, dengan sekitar Rp 100.000,- mendapatkan paket 6GB, plus bonus 3GB data. Sekitar 9 GB data totalnya. Jumlah ini cukup besar, saya rasa untuk kebanyakan orang akan sangat berkecukupan. Artinya, jika jumlah transfer data dalam sebulan tidak terlalu besar, maka paket yang ditawarkan cukup menggiurkan. Namun jika transfer data berjumlah besar, karena dengan kecepatan saat ini berarti Anda berarti bisa mengunduh data 2 GB per hari, maka tentu saja paket ini akan mahal. Maka saya lebih suka memilih Smartfren Connex Unlimited.

Sebenarnya dengan kecepatan maksimal 150 KB/s yang dihasilkan Smartfren Connex EVO, maka paket Unlimitted senilai Rp 275.000,- atau sekitarannya adalah yang masuk akal. Yang membuat kita bisa melakukan transfer data setidaknya sekitar 60 GB per bulannya. Sayangnya, paket termahalnya adalah Rp 500.000,- dengan kuota tidak lebih dari 50 GB termasuk bonus.

Mungkin memang ada pembatasan dalam masalah ini. Jika membaca “Syarat dan Ketentuan” yang diberikan pihak Smartfren untuk paket Connex EVO ini, klausa nomor 19 menyebutkan – termasuk di dalamnya pelarangan terhadap penggunaan sistem berbagi berkas P2P secara berlebihan, meski pun tidak disebutkan apa yang dimaksudkan dengan penggunaan yang berlebihan di sini. Mungkin memang Smartfren menghindari penggunaan jaringan P2P yang notabene merupakan salah satu sistem berbagi yang paling ampuh di dunia maya.

Menurut saya, dibandingkan iklannya, maka apa yang ditawarkan jaringan EVDO Rev. B Smartfren saat ini masih jauh di bawah kualitas yang sewajarnya. Yang mana hal ini membuatnya terhitung lebih mahal dari yang seharusnya.

Namun jangan khawatir, banyak situs yang dapat dibuka dengan cukup cepat tanpa khawatir macet. Dan menurut saya, malah jauh lebih cepat dibandingkan dengan koneksi saya sebelumnya. Namun kecepatan yang sama juga ditawarkan oleh ISP lain, misalnya pasca bayar IM2 memiliki kecepatan yang sama dalam pengalaman saya, demikian juga paket Groovia dari Telkom dengan gandengan paket Speedy 1MB-nya. Jadi kenyataan kecepatan EVDO Rev. B dari Smartfren di lapangan tidak membuatnya menjadi eksklusif dibandingkan dengan penyedia jasa Internet lainnya, apalagi mereka yang menggunakan serat optik.

Anda mungkin memiliki pengalaman tersendiri dalam mencoba jaringan ini atau membandingkannya dengan produk lain, silakan berbagi pengalaman dan pendapat Anda melalui kolom tanggapan di bawah.