Pertolongan Pertama pada Sengatan Kelabang

Seorang teman narablog bertanya melalui Gtalk pada saya petang ini, bagaimana mengatasi pertolongan pertama pada sengatan atau gigitan kelabang. Saya pun berpikir untuk menuliskannya ulang secara rinci di sini, sehingga bisa memberikan gambaran apa yang harus kita lakukan ketika kita atau orang terdekat disengat oleh kelabang.

Sengatan kelabang cukup umum di daerah kita, terutama yang masih berbatasan langsung dengan kawasan hutan atau perkebunan/persawahan tropis. Dan biasanya, dalam sebulan atau beberapa bulan sekali, selalu ada kasus sengatan kelabangan yang ditangani di puskesmas setempat. Dan untungnya, kebanyakan kasus sengatan kelabang tidak mematikan.

Jika Anda menemukan kasus sengatan kelabang, pastikan diri Anda tetap tenang, baik jika Anda adalah korban ataupun seorang penolong. Kepanikan tidak akan pernah menolong lebih banyak pada upaya pertolongan pertama.

Pastikan itu memang sengatan kelabang. Kita tidak bisa menyebutkan gigitan, karena yang memasukkan racun ke dalam kulit korban adalah sepasang “kaki depan”nya yang dimodifikasi sedemikian rupa untuk menyerang. Jika Anda ragu, coba perhatikan ada tanda sepasang luka tusuk kecil yang membentuk pola “chevron” atau huruf V terbalik diakibatkan oleh sengatan kelabang, dan memastikan bahwa kemungkinan besar yang menyengat tadi memang kelabang.

Out for a Stroll

Jangan buang waktu, segera cuci luka menggunakan air mengalir, jika ada gunakan sabun yang netral. Cuci selama beberapa menit sampai bersih. Dan hindari mencuci menggunakan alkohol atau larutan yang mengiritasi sejenisnya. Jika racun kelabang mengenai mata, cuci dengan air yang banyak.

Jangan mencoba untuk menyedot bisa, biasanya tidak bermanfaat dan Anda bisa menambah risiko kuman atau bakteri justru masuk ke dalam luka. Jangan mengoleskan salep steroid seperti deksametason pada luka. Jangan membebat luka karena tidak banyak bermanfaat. Jangan melakukan kompres panas pada luka, karena bisa menambah proses peradangan.

Penderita sengatan kelabang umumnya akan merasakan nyeri, panas dan/atau gatal pada daerah luka yang tampak kemerahan dan mungkin saja membengkak. Ini adalah reaksi yang wajar. Jangan terburu-buru mencari solusi instan, tubuh manusia memiliki mekanisme tersendiri untuk pulih dari situasi ini, dan akan memerlukan sejumlah waktu. Pada beberapa kasus yang lebih jarang, mungkin akan disertai dengan pembengkakan nodus limfa terdekat, atau disertai mati rasa.

Gunakan kompres dingin selama sepuluh menit (gunakan es yang dibalut menggunakan kasa atau kain yang layak), lalu biarkan selama sepuluh menit, kompres lagi dengan teknik yang sama setiap sepuluh menit. Ini akan membantu mengurangi proses peradangan. Jika penderita memiliki masalah peredaran darah, kurangi waktu tersebut untuk mencegah kerusakan pada kulit.

Gejala akan berkurang dengan sendirinya dalam 48 jam. Anda mungkin tidak perlu mengantar korban ke ruang gawat darurat jika tidak ada komplikasi lainnya. Namun pada beberapa kasus perlu diperhatikan adanya reaksi alergi terhadap racun kelabang.

Beberapa orang memiliki alergi terhadap racun kelabang, dan kadang hal ini tidak bisa diduga sebelumnya. Perhatikan jika korban sengatan memiliki gejala-gejala seperti tenggorokan membengkak, detak jantung atau denyut nadi menjadi cepat, kesulitan bernapas – atau tanda yang lebih ringan seperti pusing yang disertai mual dan muntah.

Jika ada tanda alergi atau keracunan yang hebat, segera bawa penderita ke unit gawat darurat terdekat. Pasien memerlukan evaluasi yang lebih lengkap dan ketat. Beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan rekam jantung, darah dan urin mungkin diperlukan untuk menentukan kondisi pasien.

Pasien mungkin akan mendapatkan terapi antinyeri, antialergi dan jika perlu ditambahkan anticemas. Pada beberapa kasus, pemberian obat golongan diuretik akan sangat dipertimbangkan. Antibiotik kadang diperlukan pada kasus di mana luka berisiko terkeda infeksi sekunder atau mengalami kerusakan/nekrosis jaringan.

Share Button
  • http://www.gadgetboi.wordpress.com/ gadgetboi

    tekyu infonya nih dok. untuk jaga2. soalnya musim hujan begini suka banyak kelabang dari got. :D …

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Itu got apa hutan, kok bisa banyak kelabangnya? :D.

      Semoga selalu aman di sana Mas Rangga.

      • http://www.gadgetboi.wordpress.com/ gadgetboi

        you have no idea :LOL: … itu tanda got di komplek saya masih alamikah? hehehe atau jangan-jangan itu kelabang mutan lagi yah *degdegan*

        • http://cahya.legawa.com Cahya

          Itu mungkin kelabangannya sudah tergusur dari hutan sebelah, atau di sana sudah tidak ada kawasan hijau lagi buat mereka? :D

          • http://www.gadgetboi.wordpress.com/ gadgetboi

            bekasi sudah tidak lagi menjadi “tempat jin buang anak” lagi sekarang :mrgreen: agung sedayu grup sama podomoro grup sudah membuat apartemen dan real estate. yah mungkin itu sebabnya …

            • http://cahya.legawa.com Cahya

              Wah, berarti Mas Rangga tinggal di tempat elit dong? One stop living, semua ada di sana, termasuk kelabang. :D

  • http://www.facebook.com/Tinalatief Amtina Fathul Latifah

    ternyata ngga boleh ya di kasih saleb atau balsem. Padahal orang-orang yang waktu itu di gigit kelabang justru suka memberi pertolongan pertama dengan balsem. Apakah dengan kalajengking dan lebah juga sama mas?

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Sengatan kelabang atau lipan menimbulkan luka yang cukup dalam, kalau ditambah balsem atau salep secara tidak tepat bisa menambah proses peradangan. Ya, karena sebenarnya tidak terlalu berbahaya, balsem bisa bersifat sebagai plasebo dalam kasus ini.

      Sengatan serangga lain juga punya prinsip yang sama, kalau tentang kalajengking saya pernah mengulasnya dalam tulisan tersendiri, coba dilihat di bagian arsip.

  • http://jarwadi.wordpress.com/ jarwadi

    ah, ini pertanyaan saya tempo hari, terimakasih telah mendapatkan penjelasan yang lengkap. dan alhamdulillah korban kelabang sudah tidak merasa sakit lagi :)

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Saya yang berterima kasih Pak Jarwadi. Dan syukurlah jika masalah sudah teratasi. Semoga terhindar dari kejadian serupa di masa mendatang.

  • http://www.applausr.net/ Applausr

    terima kasih dok… dulu sempat pernah kena sengat kelabang langsung dibawa kerumah sakit saja jadinya…

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Jika memang ada sarana kesehatan seperti rumah sakit yang dekat dari kejadian, tepat memang jika memang dibawa ke sana untuk penanganan selanjutnya.

  • Zizy Damanik

    Kok ngeri banget itu….
    ADuuhhh semoga gak sampai digigit binatang deh…. :-|

    • http://cahya.legawa.com Cahya

      Kalau di kota mungkin sudah begitu jarang kasusnya Mbak, jadi tidak perlu terlalu khawatir.