Proyek Korora mungkin tidak banyak dikenal di antara pengguna Linux, tapi penjelasannya cukup mudah. Jika Anda membayangkan Linux Mint yang diturunkan dari Ubuntu, maka demikian juga Korora diturunkan dari Fedora. Korora 20 memiliki kode nama Peach, yang diturunkan dari Fedora 20.

Oleh karena itu, apa yang Anda dapatkan di Fedora, juga akan terdapat pada Korora. Apalagi hampir sebagian besar paketnya masih merupakan aliran hilir, dan hanya sekitar 2% yang merupakan milik Korora sendiri. Ya, dia masih merupakan Fedora tentu saja, sehingga bisa katakan merupakan salah satu Fedora Remix. Korora mungkin hanya sedikit didesain agar mudah digunakan oleh pengguna Linux pemula.

Fedora, sebagaimana openSUSE, mungkin agak sedikit kaku mengikuti konsep dari pengembang aliran hilir, di mana sejumlah komponen yang dilarang/dibatasi tidak akan dimuat, misalnya codec atau sejumlah perangkat lunak proprietary. Memasang komponen tambahan ini sering kali menjadi sesuatu yang rumit bagi pemula, di sinilah Korora memberikan jembatan. Anggap saja, Korora bertujuan membuat pengguna pemula lebih tertarik menggunakan Fedora.

Korora ProjectWith a special blend of aesthetics and functionality, Korora aims to make Linux easier for new users, while still being useful for experts.

Embedly Powered

Korora membawa sejumlah dekstop untuk dipilih pemasangannya, dan tersedia dalam edisi 32-bit dan 64-bit. Dekstop yang tersedia untuk Korora adalah: Cinnamon, GNOME, KDE, MATE, Xfce.

Aplikasi-aplikasi bawaannya termasuk Firefox untuk peramban web, dan VLC untuk pemutar media. Lalu sejumlah repositori yang didukung oleh Korora dan normalnya tidak terdapat pada Fedora asli seperti Adobe Flash, Dropbox, Google Chrome, Google Earth, Google Talk plugin, RPMFusion dan VirtualBox.

Korora juga dilengkapi oleh Pharlap, sebuah alat unik untuk memudahkan memasang pengandar pihak ketika, misalnya kartu grafis NVIDIA dan sejumlah wireless card. Mungkin karena targetnya memang untuk mendukung banyak perangkat keras.

Korora disediakan secara gratis, bisa diunduh langsung di situs resminya. Sumber kodenya tersedia via GitHub, jika Anda ingin, maka Anda dapat membuat ulang distribusi Linux ini sesuai dengan keinginan Anda. Korora direkomendasikan bagi pemula yang ingin mencoba menggunakan Linux, terutama Fedora.

Alternatif lain bagi yang ingin mencoba Fedora dan relatif ramah penggunaannya di Indonesia, maka selain Korora, Anda bisa mencoba IGOS Nusantara.