Sayonara Path

Saya memang biasanya mengakhiri penggunaan akun jejaring sosial yang saya rasa sudah tidak sesuai/cocok lagi dengan kebutuhan ataupun sudut pandang saya. Dan kali ini yang saya hentikan penggunaannya adalah Path, salah satu jejaring sosial berbasis ponsel pintar, hanya bisa diakses melalui ponsel pintar.

Sudah lama sebenarnya saya ingin mengakhiri penggunaan jejaring sosial Path, dan akan saya sampaikan sejumlah latar belakangnya. Dan kenapa baru sekarang saya memutuskan untuk mengakhirinya? Mungkin karena kebetulan saya menemukan momentum yang tepat, yaitu perusahaan Bakrie masuk sebagai salah satu pemodal Path.

Pengguna Path Ancam Tutup Akun, Ini Penjelasan CEOJAKARTA, KOMPAS.com – Investasi Bakrie Global Group di jejaring sosial pribadi Path bagai dua sisi mata uang. Kabar baik untuk Path adalah Bakrie menginvestasikan 25 juta dollar AS. Akan tetapi, masuknya Bakrie ke Path juga mendapatkan respons negatif dari publik. Setelah laman recode.net memberitakan Bakrie masuk ke perusahaan jejaring sosial itu, berbagai pertanyaan muncul terkait keputusan Path menggandeng Bakrie.

Embedly Powered

via Kompas

Path menurut saya cukup atraktif, memiliki rangka unik yang bisa menarik minat banyak pengguna. Keunikan inilah yang saya rasa membuat Path bisa begitu cepat terkenal dan populer.

Kesederhanaanya cukup menurut saya untuk bisa menggantikan sejumlah jejaring sosial populer yang ada ketika ia berkembang. Bagi saya, masih ada beberapa kekurangan Path yang membuat saya enggan menggunakannya.

Pertama, Path terkekang oleh aplikasi, tanpa aplikasi, kita tidak bisa berbuat banyak. Versi web hanya seperti etalase mewah, bisa dilihat tapi tak dapat disentuh.

Kedua, dibandingkan aplikasi jejaring sosial lain, Path termasuk yang boros dengan lebar pita Internet. Bagi yang menggunakan kuota berlimpah tentu saja tidak masalah. Tapi fakir pita Internet tentu saja akan berpikir berulang kali menggunakan Path. Ini mungkin memang harga yang harus dibayar dari kualitas “keindahan” Path, atau memang teknologi Path masih tertinggal di belakang tanpa mengenal apa yang disebut “smart compression“.

Ketiga, faktor privasi, ada bagusnya Path memang dibagi dengan orang-orang tertentu saja, karena setelah itu faktor privasi nyaris menjadi setipis embun. Saya mungkin penggemar sistem “circle” yang diterapkan dalam “Google+”, sehingga membuat saya kurang cocok dengan setelan berbagi asali pada Path.

Lalu kini kebetulan momentum itu datang, berita perusahaan Bakrie menanamkan modal pada jejaring sosial Path sudah menjadi pendorong aplikasi yang diujung tanduk dalam pertimbangan saya. Saya menghargai bagaimana Path dibuat dengan apik, meskipun dalam sedikit kekurangan yang bagi saya cukup bermakna, dan saya pun memiliki pilihan saya untuk tidak menggunakan Path.

Jadi, bagi jejaring saya yang terhubung dengan Path, Anda mungkin menemukan bahwa saya memang jarang aktif di sana; dan sekarang, akan tidak muncul lagi di sana. Masih ada banyak tempat lagi bagi saya untuk berekspresi dan berbagi, seperti lembar luas saya di sini untuk menuliskan ini.

Lalu, apakah Anda masih menggunakan Path?

  • http://nuralief.web.id/ alief

    kayaknya memang bakalan rame rame keluar dari path nih setelah bakrie masuk ke path. entah karena memang baru menemukan momentum yang pas atau memang benar-benar imbas dari masuknya bakrie.

    kalau saya pribadi, karenA memang kurang aktif di socmed,jadi dari jaman baheula sampai sekarang ga punya akun di path sie Bli….

    • http://legawa.com/ Cahya

      Sosial media itu sudah ada twitter dan facebook, yang lainnya cuma numpang saja. Buktinya nulis di Path tetep diunggah ke Facebook atau Twitter juga kan :).

      Ndak punya juga ndak apa-apa Mas, lebih dikit pusingnya.

  • indobrad

    Yaaah padahal baru mau saya add di Path :(

    • http://legawa.com/ Cahya

      Saya masih ada Plurk kok :)

  • http://www.gadgetboi.wordpress.com/ gadgetboi

    hahaha … saya path bablas …. :D … bukan socmed junkie juga saya LOL
    oiya bli, nanti kalau BBM dibeli bakrie gimana? :-P *kabur*

    • http://legawa.com/ Cahya

      Alasan yang bagus buat nutup BBM. Yang jelas, asal bukan domain saya saja, kan masih punya email sendiri :P

  • Fad

    Sekarang saya lebih suka Path bli, semenjak facebook mulai sepi,, haha

    • http://legawa.com/ Cahya

      Fad, pakai Google+ lebih enak :)

  • Emelly

    saya udah 3 kali bikin akun path, bukan karna lupa password, tapi untuk menghindari teman yg meninvite saya, kalo diriject kan gak enak, jd saya buat akun baru aja. bener apa yg dikatakan bli, path emng akun privasi bgt, jd wajar dong kalo kita pilah pilih temen, tp kan gak semua orang menyadari itu, kebanyakan dari mreka mikirnya path adalah aplikasi social media seperti twitter dan facebook yg seenaknya invite temen atau malah pengen banyak2kan temen haha.. dan sialnya akun path saya yang ke 3 yg invite temen2 yg sama, yg gak terlalu deket bahkan yg gak kenal malah ikutan invite , akhirnya saya putuskan saja untuk pensiun dari akun path, dan kembali ke facebook dan twitter bli :D

    • http://legawa.com/ Cahya

      Dulu ada jejaring sosial serupa, maksudnya dalam hal filosofi. Namanya Multiply, tapi kemudian kalah saing sama Friendster. Lalu beralih menjadi jejaring sosial jual beli, lalu tutup.