<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bhyllabus &#187; Public Health</title>
	<atom:link href="http://catatan.legawa.com/category/catatan-kedokteran/public-health/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatan.legawa.com</link>
	<description>Our Short Pilgrims - Sebuah Catatan Kaki Cahya: Sentuhan Relung Angan dan Ungkapan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 03:08:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Penghitungan Antopometri Pediatri</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2009/05/penghitungan-antopometri-pediatri/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2009/05/penghitungan-antopometri-pediatri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 10:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Pediatric]]></category>
		<category><![CDATA[Public Health]]></category>
		<category><![CDATA[piranti lunak]]></category>
		<category><![CDATA[antopometri]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan anak]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini aku sibuk dengan pediatri, membuat beberapa presentasi. Dalam setiap pemeriksaan pediatri selalu ada bagian penghitungan status gizi yang erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak. Karena banyak penyakit yang memiliki faktor risiko gizi yang kurang baik, dan banyak penyakit yang menghasilkan kondisi gizi anak menjadi kurang baik. Penghitungan dasar seperti panjang/tinggi badan, berat badan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lh4.ggpht.com/_Hd5imL9eh-8/ShwqI1UsBkI/AAAAAAAAAOM/BM6qGb7W1aU/s1600-h/AntropometerWHO5.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="Antropometer WHO" border="0" alt="Antropometer WHO" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/_Hd5imL9eh-8/ShwqL8WNpjI/AAAAAAAAAOQ/viDGEExOyNo/AntropometerWHO_thumb3.jpg?imgmax=800" width="240" height="200" /></a> </p>
<p>Belakangan ini aku sibuk dengan pediatri, membuat beberapa presentasi.</p>
<p>Dalam setiap pemeriksaan pediatri selalu ada bagian penghitungan status gizi yang erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak. Karena banyak penyakit yang memiliki faktor risiko gizi yang kurang baik, dan banyak penyakit yang menghasilkan kondisi gizi anak menjadi kurang baik.</p>
<p>Penghitungan dasar seperti panjang/tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar perut, lingkar lengan anak, ketebalan lapisan lemak, ada tidaknya edema, merupakan kaidah dasar untuk perhitungan antopometri pada pediatri. Untuk kemudian dibandingkan pada rentangan nilai statistik rerata sehingga ditemukan nilai-nilai banding yang diharapkan.</p>
<p>Manual penghitungan untuk BMI (Body Mass Index) atau Indeks Masa Tubuh, kemudian Z-Scores dan penghitungan persentil dan standar deviasi masing-masing metode terkadang menyenangkan, namun tidak ramah jika harus mengerjakan untuk banyak klien, atau jika kita sedang dalam proses penelitian. Karena memasukkan banyak data, dan melakukan penghitungan dengan rumus-rumus tertentu akan menyita waktu yang tidak sedikit.</p>
<p>Apa dapat kita lakukan sebagai opsi yang lainnya?</p>
<p>Saya menemukan sebuah piranti lunak yang disediakan oleh <a href="http://www.who.int/en/">WHO</a> (World Health Organization), sebuah software yang disebut WHO Anthro, dalam jendela keterangannya tertulis:</p>
<p>“<em><font color="#0000ff">WHO Anthro is a software developed for the global application of the WHO Child Growth Standards in monitoring growth and motor development in individuals and populations (0–60 months)</font></em>”</p>
<p>Jadi <em>software</em> ini bisa digunakan pada penghitungan antropometri pada individu maupun populasi, sehingga saya rasa juga sesuai diterapkan di posyandu suatu lingkungan. Terdapat program di dalamnya, yaitu: <em>Anthropometric calculator</em>, <em>individual assesment</em> dan <em>nutritional survey</em>.</p>
<p><em>Software</em> dalam versi 3.0.1 ini berjalan baik di sistem yang saya gunakan (Windows Vista Buisness Service Pack 1). Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silakan melihat informasi lebih lengkap di situs resminya di: <a title="http://www.who.int/childgrowth/en/" href="http://www.who.int/childgrowth/en/">http://www.who.int/childgrowth/en/</a>, sebelum mengunduh mohon membaca dulu izin perjanjian <a href="http://www.who.int/entity/childgrowth/software/license2.pdf">di sini</a>, dan mengunduh software bisa dilakukan dari halaman <a href="http://www.who.int/childgrowth/software/en/">software WHO Anthro</a> (atau langsung <a href="http://www.who.int/entity/childgrowth/software/WHO_Anthro_setup.exe">di sini</a>), dan jangan lupa untuk melengkapi sistem Windows anda dengan <em><a href="http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?familyid=0856EACB-4362-4B0D-8EDD-AAB15C5E04F5&amp;displaylang=en">Net Framework</a></em> agar bisa menjalankan <em>software</em> ini.</p>
<p>Apa Anda pengguna OS X atau Linux, versinya juga tersedia dengan mengunjungi halaman: <a title="http://www.who.int/childgrowth/software/en/" href="http://www.who.int/childgrowth/software/en/">http://www.who.int/childgrowth/software/en/</a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: none; padding-top: 0px" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:692310db-0b6c-417b-8bd7-d809831b394d" class="wlWriterEditableSmartContent">Tag Technorati: {grup-tag}<a href="http://technorati.com/tags/WHO+Anthro" rel="tag">WHO Anthro</a>,<a href="http://technorati.com/tags/antopometri" rel="tag">antopometri</a>,<a href="http://technorati.com/tags/software" rel="tag">software</a>,<a href="http://technorati.com/tags/piranti+lunak" rel="tag">piranti lunak</a>,<a href="http://technorati.com/tags/pediatri" rel="tag">pediatri</a>,<a href="http://technorati.com/tags/tumbuh+kembang" rel="tag">tumbuh kembang</a>,<a href="http://technorati.com/tags/pemantauan" rel="tag">pemantauan</a>,<a href="http://technorati.com/tags/open+license" rel="tag">open license</a>,<a href="http://technorati.com/tags/individual" rel="tag">individual</a>,<a href="http://technorati.com/tags/populasi" rel="tag">populasi</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Windows" rel="tag">Windows</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Linux" rel="tag">Linux</a>,<a href="http://technorati.com/tags/OS+X" rel="tag">OS X</a></div>
<div class="blogger-post-footer">Artikel oleh <a href="http://legawa.com">Cahya</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2009/05/penghitungan-antopometri-pediatri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengingat Kembali Makna ASI/Laktasi</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2009/05/mengingat-kembali-makna-asilaktasi/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2009/05/mengingat-kembali-makna-asilaktasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 22:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pediatric]]></category>
		<category><![CDATA[Public Health]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[koas]]></category>
		<category><![CDATA[laktasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[  Dalam bimbingan dengan Prof. A. Samik Wahab di bagian pediatri beberapa saat yang lalu, kami diingatkan kembali betapa pentingnya ASI bagi bayi dan balita. Aku teringat kembali saat beberapa lama berada dalam rotasi klinis menjumpai ibu dan anak dengan berbagai kondisi dan situasi, sedemikian hingga ibu tidak bisa menyesui anak, atau pun anak tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px" align="left" src="http://www.hollister.com/canada/images/breastfeeding.jpg" /></p>
<p>Dalam bimbingan dengan Prof. A. Samik Wahab di bagian pediatri beberapa saat yang lalu, kami diingatkan kembali betapa pentingnya ASI bagi bayi dan balita.</p>
<p>Aku teringat kembali saat beberapa lama berada dalam rotasi klinis menjumpai ibu dan anak dengan berbagai kondisi dan situasi, sedemikian hingga ibu tidak bisa menyesui anak, atau pun anak tidak bisa mendapatkan ASI dari ibunya.</p>
<p>Terkadang menilik dan mengingat kembali hal-hal ini sungguh membuat kita melongok, mengapa hal yang sederhana dan penting kadang terlupakan.</p>
<p>Nutrisi pada bayi sebagian besar (hampir seluruhnya) berasal dari susu (dalam hal ini ASI bisa dikatakan satu-satu bentuk susu yang diperlukan). Susu merupakan sumber yang kaya energi, protein dan mineral.</p>
<p>Dalam sebuah buku yang ditulis di Inggris ~ dan mungkin berlaku juga di seluruh dunia secara umum dan negara maju secara khusus ~, bahwa aktivitas pemberian ASI pada bayi terkait dengan gaya hidup si ibu. Para ibu bisa jadi merasa bawah pemberian ASI (laktasi/menyusui) akan membatasi aktivitas sosial mereka, membuat pakaian tidak rapi, bahkan praktiknya mungkin sangat merepotkan. Ah…, namun menurutkan bukankah itu tugas seorang ibu yang tidak dapat tergantikan.</p>
<p>Pada ASI juga terdapat apa yang disebut Kolostrum (<em>Colostrum in English</em>). Kolostrum memiliki kandungan tinggi karbohidrat dan protein sedemikian hingga bersama dengan air susu itu sendiri menjamin keterbutuhan nutrisi pada bayi, bahkan jika hanya diberikan ASI saja (dikenal sebagai ASI eksklusif). Kolostrum juga mengandung berbagai antibodi yang bermanfaat bagi si kecil, terutama dalam bentuk imunoglobulin A dan M (IgA dan IgM), di mana Ig A akan diserap melalui epitelium intestinal (permukaan usus halus), dibawa melalui aliran darah dan disekresikan ke permukaan mukosa lainnya (tipe 1). Kandungan lemak yang rendah membuat kolostrum “ramah” bagi neonatus (bayi baru lahir) oleh karena neonatus mungkin menemukan kesulitan dalam mencerna lemak. Efek laksatif ringannya juga membantu memicu apa yang disebut mekonium (tinja pertama yang dikeluarkan bayi semenjak ia lahir), ini membantu membersihkan kelebihan bilirubin ~ suatu produk buangan dari hasil kematian sel darah merah yang banyak diproduksi saat kelahiran oleh karena pengurangan volume darah.</p>
<p>ASI memiliki sifat antiinfeksi, oleh karena ia merupakan makanan yang steril, mengandung antibodi maternal (ibu) berupa IgA, serta terkandung laktoferin, lisozim, interferon, dan mendukung kolonisasi bakteri “baik” seperti <em>lactobacilli</em> dan <em>bifidobacter</em>. </p>
<p>Pemberian ASI eklusif juga ~ sebagaimana ditambahkan dalam bimbingan kami ~ melindungi bayi dari masuknya antigen asing yang berasal dari makanan lain, sehingga mencegah timbulnya reaksi alergi di awal kehidupan. Anda mungkin menemukan serangan asma pada anak umur tiga bulan, mungkin cobalah bertanya riwayat ASI pada si kecil, apakah ASI eksklusif?</p>
<p>Dan tentunya dari sekian banyak manfaat tersebut, semuanya tersedia secara natural (alami) dan tidak perlu membeli. Sehingga sering disebutkan nutrisi terbaik pada bayi yang murah meriah.</p>
<p>Jangan sampai kita menemukan bahwa ada ibu yang menolak memberi ASI kepada anaknya karena masalah gaya hidup, atau ada ibu yang merasa terpaksa memberikan ASI pada anaknya. Jika Anda seorang ibu, atau menemukan seorang ibu yang kesulitan dalam praktek laktasi atau menyusi ini, bantulah diri Anda atau ibu tersebut untuk menemui tenaga kesehatan yang dapat memberikannya saran atau bantuan profesional dan kemanusiaan, sehingga kesulitan ini menemukan solusinya.</p>
<p>Lebih banyak tentang ASI dan laktasi, Anda dapat mengunjungi <a href="http://asiku.wordpress.com/" target="_blank">Blog ASI</a>, <a href="http://sentralaktasi.multiply.com/" target="_blank">Sentra Laktasi</a>,  atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Colostrum" target="_blank">Wikipedia</a> di internet. Atau kunjungi tenaga kesehatan terdekat dan pusat kesehatan masyarakat di sekitar tempat tinggal anda untuk lebih banyak informasi.</p>
<p>{Beberapa bagian dari tulisan ini mengambil informasi dari <em>Lecture Notes Pediatrika</em> oleh Roy Meadow}</p>
<div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: none; padding-top: 0px" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:0e0faa1e-4f67-4b59-98f0-6ab0f71d9147" class="wlWriterEditableSmartContent">Tag Technorati: {grup-tag}<a href="http://technorati.com/tags/ASI" rel="tag">ASI</a>,<a href="http://technorati.com/tags/laktasi" rel="tag">laktasi</a>,<a href="http://technorati.com/tags/air+susu+ibu" rel="tag">air susu ibu</a>,<a href="http://technorati.com/tags/manfaat" rel="tag">manfaat</a>,<a href="http://technorati.com/tags/kandungan" rel="tag">kandungan</a>,<a href="http://technorati.com/tags/kolostrum" rel="tag">kolostrum</a></div>
<div class="blogger-post-footer">Artikel oleh <a href="http://legawa.com">Cahya</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2009/05/mengingat-kembali-makna-asilaktasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Implementasi Sistem DOTs/POM</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2009/03/implementasi-sistem-dotspom/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2009/03/implementasi-sistem-dotspom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 10:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Public Health]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Penatalaksanaan TB meliputi penemuan pasien dan pengobatan yang dikelola dengan strategi DOTs, dengan tujuan utama pengobatan pada pasien TB adalah penurunan angka kematian dan kesakitan serta mencegah penularan dengan cara menyembuhkan pasien. Kepatuhan pasien dalam minum obat penting dalam arti menjamin pengobatan yang diberikan tidak sia-sia, sehingga perlu dilakukan pengawasan minum obat (Directly Observed Treatments [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="cid:image001.gif@01C9A694.16A284D0" v:src="cid:image001.gif@01C9A694.16A284D0" v:shapes="_x0000_Mail" width=0 height=0 class=shape style='display:none;width:0;height:0'><!--[if gte mso 9]><xml>  <v:background id="_x0000_s1025" o:bwmode="white" o:targetscreensize="800,600">   <v:fill src="cid:image001.gif@01C9A694.16A284D0" o:title="background_compass"     type="frame" />  </v:background></xml><![endif]-->
<div class=Section1>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Penatalaksanaan TB meliputi penemuan pasien dan pengobatan yang dikelola dengan strategi DOTs, dengan tujuan utama pengobatan pada pasien TB adalah penurunan angka kematian dan kesakitan serta mencegah penularan dengan cara menyembuhkan pasien. Kepatuhan pasien dalam minum obat penting dalam arti menjamin pengobatan yang diberikan tidak sia-sia, sehingga perlu dilakukan pengawasan minum obat (<i>Directly Observed Treatments</i> – DOTs) oleh seorang pengawas minum obat (PMO), sistem ini menjamin keteraturan pasien dalam meminum obatnya.<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Dalam lingkup perawatan klinis, penentuan DOTs ataupun PMO disesuaikan dengan kondisi pasien dan sekitarnya. Petugas medis terkait menentukan PMO bagi pasien sesuai dengan pertimbangan situasi dan kondisi yang paling memungkinkan dan dapat terlaksana. PMO dapatlah keluarga pasien, tetangga, ataupun petugas terkait yang ditunjuk, seperti kader kesehatan.<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi PMO, antara lain:<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l1 level1 lfo1'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Seseorang yang dikenal, dipercayai dan disetujui, baik oleh petugas kesehatan terkait maupun pasien, selain itu harus disegani dan dihormati oleh pasien;<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l1 level1 lfo1'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Seseorang yang tinggal dekat dengan pasien;<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l1 level1 lfo1'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Bersedia membantu pasien dengan sukarela;<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l1 level1 lfo1'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Bersedia dilatih dan/atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien.<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Sebaiknya PMO adalah petugas kesehatan, misalnya bidan di desa, perawat, pekarya, sanitarian, juru imunisasi, dan lain-lain. Bila tidak ada petugas kesehatan yang memungkinkan, PMO dapat berasal dari kader kesehatan, guru, anggota PPTI, PKK, atau tokoh masyarakat lainnya, atau anggota keluarga.<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Tugas seorang PMO adalah mengawasi pasien TB agar menelan obat secara teratur hingga selesai masa pengobatan; memberi dorongan pada pasien agar mau berobat teratur; mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan; memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang mempunyai gejala mencurigakan TB untuk segera memeriksakan diri ke Unit Pelayanan Kesehatan. Namun demikian tugas seorang PMO bukanlah untuk menggantikan kewajiban pasien mengambil obat dari unit pelayanan kesehatan yang telah ditentukan.<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Seorang PMO harus paham informasi-informasi penting yang harus disampaikan pada pasien dan keluarganya, antara lain:<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo2'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;TB dapat disembuhkan dengan berobat teratur;<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo2'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;TB bukan penyakit keturunan atau kutukan;<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo2'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Cara penularan TB, gejala-gejala yang mencurigakan dan cara pencegahannya;<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo2'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Cara pemberian pengobata pada pasien (tahap intensif dan lanjutan);<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo2'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Pentingnya pengawasan supaya pasien berobat secara teratur;<o:p></o:p></p>
<p class=MsoListParagraph style='text-align:justify;text-indent:-18.0pt; mso-list:l0 level1 lfo2'>&lt;![if !supportLists]&gt;<span style='font-family:Symbol'><span style='mso-list:Ignore'>·<span style='font:7.0pt "Times New Roman"'>         </span></span></span>&lt;![endif]&gt;Kemungkinan terjadinya efek samping obat dan perlunya segera meminta pertolongan ke UPK<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Adalah tugas petugas kesehatan dalam lingkup perawatan klinis untuk menentukan pengawas minum obat bagi pasien dalam upaya penerapan strategi DOTs ini. Demikian pula halnya dalam kasus Tn. X ini sekalipun, dasar-dasar pertimbangan yang digunakan dalam DOTs juga sama. Karena hal ini sangat penting dalam pemberantasan TB, DOTs juga harus ditunjang dengan berbagai sarana bantu, petugas, pencatatan, pelaporan, evaluasi kegiatan dan rencana tindak lanjut dalam khazanah tata laksana penyakit TB.<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'><u>Simpulan<o:p></o:p></u></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'>Implementasi sistem DOTs dalam lingkup perawatan klinis adalah penentuan POM bagi pasien terkait yang memenuhi persyaratan, sesuai dengan urutan prioritas pihak yang dapat dijadikan POM, memahami tugas-tugas POM, dan mengerti mengenai penyakit TB sesuai dengan aspek kesehatan masyarakat. Memastikan DOTs berjalan secara baik juga dikontrol melalui unit pelayanan kesehatan terkait.<o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal style='text-align:justify'><span style='font-size:8.0pt'>Daftar Pustaka<o:p></o:p></span></p>
<p class=MsoNormal><span style='font-size:8.0pt'>Gerakan Terpadu Nasional Penanggulangan TB. 2006. <i>Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Edisi 2</i>. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Aviable at: URL <a href="http://tbcindonesia.or.id/pdf/BUKU_PEDOMAN_NASIONAL.pdf">http://tbcindonesia.or.id/pdf/BUKU_PEDOMAN_NASIONAL.pdf</a></span><o:p></o:p></p>
<p class=MsoNormal><o:p> </o:p></p>
</p></div>
<div class="blogger-post-footer">Artikel oleh <a href="http://legawa.com">Cahya</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2009/03/implementasi-sistem-dotspom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
