Archive for the ‘Negeriku’ Category

Perokok Tidak Dilindungi JAMKESMAS?

Saya agak kaget ketika mendengar wacana bahwa perokok atau seseorang yang memiliki anggota keluarga perokok tidak akan dijamin melalui JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Kemudian saya melihat kembali di stasiun televisi (diskusi bersama menteri kesehatan RI), bahwa yang diisukan sebenarnya bukan JAMKESMAS namun JPGAKIN (sejenis JAMKESMAS tapi milik Pemkot Jakarta). Wacana ini hendak meniadakan bantuan sosial [...]

Rayuan Tanah Airku

Ada banyak lagu yang kusukai sejak kecil, walau suaraku tak pernah bagus, aku bisa teringat belajar dari Ibu untuk menyanyikan banyak lagu. Salah satu yang paling bisa kuingat hingga kini adalah “Rayuan Pulau Kelapa” oleh Ismail Marzuki.

Parlemen Daring

Meskipun terapan parlemen modern saat ini dimodelkan dari sistem legislatif di Kerajaan Inggris, kata parlemen sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti ‘berbicara’. Pun juga tidak banyak yang mengenal bahwa sistem menyerupai parlemen sudah ada sejak zaman India kuno, dalam teks-teks Veda, perkumpulan menyerupai parlemen dikenal sebagai Shaba dan Samiti. Di nusantara istilah shaba juga dikenal umum, dan lebih mendekati pada makna kata “pertemuan”. Parlemen kita menggunakan istilah Shaba Paripurna [shaba= pertemuan; pari = lingkaran; purna=penuh/akhir], yang bermakna pertemuan ketika semua tugas berakhir, atau pertemuan dalam rangka mengakhiri lingkaran tugas. Di Bali istilah shaba juga dikenal untuk menyebutkan kata rapat.

Cicak Vs Buaya: Antara Politisasi dan Realita Negeriku

Pertama-tama, saya hanyalah bagian dari masyarakat biasa, saya bukanlah politikus atau pun pengamat politik, atau pun memiliki ketertarikan dalam bidang politik. Namun sebagaimana para sahabat lain yang juga memberikan keprihatinan mereka dalam kondisi negeri ini sekarang, maka biarlah setidaknya saya memberikan suara yang tidak bermakna ini.

Pil Pahit Di Sudut Jalanan

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang kolega-ku menulis dalam status jejaring sosial facebook, bahwa dia merasa sangat iba melihat para gepeng di perempatan jalan yang sering ia lalui, apalagi para anak-anak, dan ibu-ibu yang menggendong bayi atau balitanya. Pemandangan seperti itu sungguh menyayat hati.
Berpakaian lusuh, dengan wajah yang kumuh. Tangan yang menengadah ke atas guna [...]