Menjelang 17 Agustus banyak narablog yang menunjukkan semangat nasionalisnya, Dani Iswara misalnya memulai dengan memantapkan kembali menulis dalam bahasa Indonesia yang baik & benar, di sisi lain Wira Utama menggunakan papan kepala merah putih pada blog, demikian juga dengan narablog Budiastawa menggunakan logo merah putih untuk kesempatan kali ini. Lalu bagaimana dengan pemilik blog ini – …
Sebagai sebuah bangsa yang memiliki bahasa sendiri, Indonesia mungkin cukup beruntung karena tidak perlu meniru bahasa lain untuk dijadikan bahasa bangsanya. Dulu katanya, bahasa adalah pemersatu bangsa – karena dengan bahasa Indonesia kita bisa berkomunikasi dengan baik dan efektif serta estetis dengan segenap lapisan masyarakat Indonesia yang juga memahami bahasa bangsanya. Namun belakangan ini, bahasa …
Malam ini saya sengaja meluangkan waktu menyalakan televisi sesaat. Karena beberapa hari yang lalu tidak sengaja saya menonton sebuah iklan yang begitu menarik perhatian saya. Dan tidak sia-sia sebenarnya saya menunggu, walau saya sesungguhnya tidak begitu menyukai acara yang saya tonton – well, saya juga tidak begitu menyukai acara-acara televisi kebanyakan yang ada saat ini …
Saya agak kaget ketika mendengar wacana bahwa perokok atau seseorang yang memiliki anggota keluarga perokok tidak akan dijamin melalui JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Kemudian saya melihat kembali di stasiun televisi (diskusi bersama menteri kesehatan RI), bahwa yang diisukan sebenarnya bukan JAMKESMAS namun JPGAKIN (sejenis JAMKESMAS tapi milik Pemkot Jakarta). Wacana ini hendak meniadakan bantuan sosial …
Ada banyak lagu yang kusukai sejak kecil, walau suaraku tak pernah bagus, aku bisa teringat belajar dari Ibu untuk menyanyikan banyak lagu. Salah satu yang paling bisa kuingat hingga kini adalah “Rayuan Pulau Kelapa” oleh Ismail Marzuki.
Meskipun terapan parlemen modern saat ini dimodelkan dari sistem legislatif di Kerajaan Inggris, kata parlemen sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti ‘berbicara’. Pun juga tidak banyak yang mengenal bahwa sistem menyerupai parlemen sudah ada sejak zaman India kuno, dalam teks-teks Veda, perkumpulan menyerupai parlemen dikenal sebagai Shaba dan Samiti. Di nusantara istilah shaba juga dikenal umum, dan lebih mendekati pada makna kata “pertemuan”. Parlemen kita menggunakan istilah Shaba Paripurna [shaba= pertemuan; pari = lingkaran; purna=penuh/akhir], yang bermakna pertemuan ketika semua tugas berakhir, atau pertemuan dalam rangka mengakhiri lingkaran tugas. Di Bali istilah shaba juga dikenal untuk menyebutkan kata rapat.
Pertama-tama, saya hanyalah bagian dari masyarakat biasa, saya bukanlah politikus atau pun pengamat politik, atau pun memiliki ketertarikan dalam bidang politik. Namun sebagaimana para sahabat lain yang juga memberikan keprihatinan mereka dalam kondisi negeri ini sekarang, maka biarlah setidaknya saya memberikan suara yang tidak bermakna ini.
Beberapa waktu yang lalu, salah seorang kolega-ku menulis dalam status jejaring sosial facebook, bahwa dia merasa sangat iba melihat para gepeng di perempatan jalan yang sering ia lalui, apalagi para anak-anak, dan ibu-ibu yang menggendong bayi atau balitanya. Pemandangan seperti itu sungguh menyayat hati. Berpakaian lusuh, dengan wajah yang kumuh. Tangan yang menengadah ke atas …
Sejak tadi pagi berita di televisi berturut-turut menayangkan tentang dua ledakan yang terjadi di lingkungan Mega Kuningan – Jakarta Selatan. Pertama kali aku tersentak, tentu saat berita masih memunculkan ledakan yang pertama ~ aku masih menolak kemungkinan bom ~, namun ledakan berikutnya sudah semakin memastikan kemungkinan itu adalah sebuah bom. Berita memuat kepanikan yang luar …
SUNYI NEGERI (Serangkai kata ‘tuk Pertiwi kini) Bertajuk sunyi di tepian negeri Menatap pertiwi bagai bunda yang kan berpaling pergi Halus redam dalam buaian halau pasti Segala ada dan segenap menjadi tiada Ada suara di relung dada Menjadi rasa asa yang bergelung rupa pada Aku tiada memijak rumput nan pasti Kepada ia berharap sua kembali Akan masa lalu negeri …