Arsip Kategori: Kisah Kecil

Percakapan Si Bodoh (Bag. III)

Saat itu per­tengahan musim gugur, sore dengan suhu udara dan kelem­baban yang seakan ber­saing menuju tangga ter­bawah, matahari tam­pak mening­galkan sing­gasana keemasan­nya nan jauh di Barat Daya. Daun maple pun sudah tidak lagi menyisakan kecerahan di awal musim. Dua orang pemuda sedang ber­jalan menyusuri trotoar kecil di kota kecil mereka. Pemuda per­tama ber­badan lebih tinggi dan

Hari Istimewa

Setiap orang mung­kin memiliki hari istimewa dalam hidup­nya, atau momen-momen yang diang­gap cukup ber­arti untuk dikenang. Tentu kita tidak meng­hitung hari kelahiran, kecuali Anda dapat meng­enang hari di mana Anda ter­lahir di dunia ini. Hari ini adalah hari istimewa bagi saya, jadi hari ini saya tidak akan ber­ada di blogs­phere. Tapi tulisan ini sudah saya per­siapkan

Batik Dari Cinta Satu Bait

Senin siang saya didatangi oleh Ibu Kost, beliau mem­bawa satu buah amplop ukuran folio ganda dan tam­pak begitu antusias. Per­tama kata-kata beliau yang saya tang­kap adalah “Ada kiriman…” saya kemudian pikir kenapa kiriman bukan­nya surat? Lalu lan­jutan­nya, “… dari Pekalongan.” Lalu dengan cepat pikiranku ber­alih, ah iya, itu sudah jelas. Aku mem­baca alamat pengirim­nya dari Mbak

Percakapan Si Bodoh (bag. I)

Setiap orang mung­kin tahu bahwa sesung­guh­nya dia tidaklah begitu bodoh, walau tentu ia bukan juga dikategorikan seba­gai makh­luk yang cerdas. Namun karena beberapa hal, dia memiliki tem­pat ter­tentu di masyarakat, sebut­lah ia seba­gai si bodoh. Hari ini kebetulan si bodoh akan diwawan­carai oleh seorang war­tawan pemula (sebenar­nya karena baru per­tama kali ter­jun ke lapangan untuk wawan­cara).

Pertengkaran Alfred dan Bob

Di kejauhan ter­lihat­lah dua sosok yang sedang ber­gulat di atas ger­sang­nya padang tan­dus dalam sengatan matahari yang ter­kesan tidak ber­sahabat bahkan pada angin yang mes­tinya menyejukkan. Samar-samar dari kejauhan pun dapat ter­dengar umpatan kasar yang ber­asal dari gumulan debu di udara, di mana kedua sosok itu tak henti hen­tinya saling meng­hadiahkan tinju pada rekan seper­kelahian­nya.

Nang Olog tak Punya yang Sukla

Dalam budaya Bali dikenal kata/istilah sukla, yang ber­arti sesuatu yang masih murni/baru. Semisal buah yang baru dipetik kemudian digunakan dalam per­sem­bahyangan, maka buah itu disebut sukla. Kebalikan­nya adalah carikan, yaitu sesuatu yang sudah bekas, semisal nasi yang sudah dimakan, sisanya disebut carikan. Penger­tian sukla dalam budaya kemudian meluas. Seperti piring sukla, atau bokoran sukla, gelas

Perdana Menteri Dan Peti Mati

Ketika itu pada sebuah negara seorang per­dana men­teri baru melan­tik ang­gota ker­janya yang ber­jum­lah 20 orang, dalam upacara pelan­tikan yang seharus­nya meriah malah ada banyak peti mati yang ter­jejer rapi di tengah aula. Peti-peti itu seder­hana, ham­pir tak ada yang istimewa. Namun tentu keberadaan­nya yang nyleneh itu bikin orang bertanya-tanya. Walau demikian tak seorang pun

Harganya Dua Kali Lipat

Dahulu ada seseorang yang memiliki arloji tua, dan kini arloji ter­sebut telah rusak, ia menimbang-nimbang hen­dak mem­per­baikinya. Ia pun ber­ang­kat ke kota dan menemukan tukang arloji yang mung­kin dapat mem­ban­tunya. Sesam­painya di sana, orang ter­sebut menyerahkan arlojinya kepada si tukang, semen­tara mata jeli tukang mem­per­hatikan arloji ter­sebut dengan sek­sama. Akhir­nya si tukang ber­kata pada pemilik