Archive for the ‘Chinna Katha’ Category

Harta Yang Terindah

Dikisahkanlah, bahwa selama perang dahsyat di Kurukshetra yang berlangsung selama delapan belas hari, Vyasa yang malang – perasaannya begitu terkoyak oleh sesal yang sedemikian hebatnya, karena dua keluarga yang berperang adalah garis keturunannya. Ia tidak tahan melihat pembantaian yang besar-besaran ini, ia pun meninggalkan lokasi perang saudara ini.
Suatu hari dalam rasa sesal dan sedih yang [...]

Menerima Siapa pun Yang Datang

Tuhan begitu penuh kasih sayang, sedemikian hingga dikatakan Beliau akan maju sepuluh langkah ke arahmu jika engkau maju selangkah menuju pada-Nya. Kisah kali ini saya petikkan dari cerita Ramayana. Anda tentu mengenal Wibhisana, adik dari raja agung Rahwana sang penguasa negeri Lanka. Whibisana digambarkan sebagai tokoh yang santun dan bijaksana, gambaran berbeda sekali dengan kakaknya [...]

Wanita Lebih Penuh Pengabdian Daripada Pria

Kasih sayang seorang ibulah yang mendorongnya meminta sang suami, Kuchela agar pergi menghadap Krishna agar anak-anaknya bisa mendapatkan makanan yang layak. Ia memiliki kepercayaan pada Krishna. Kuchela ragu-ragu dan menyanggah mungkin Krishna tidak akan mengenalnya lagi, tidak akan mengundangnya masuk atau tidak menerima penghormatannya. Sang istri mendesak suaminya agar tidak ragu-ragu dan berjalan terus, setidak-tidaknya [...]

Pelajaran Dari Siwa

Melanjutkan kembali edisi tulisan berjudul “Paid Bangkung” sebelumnya, saya telah menerima beragam masukkan dari berbagai suara. Tidak semua orang sepandang dengan saya, dan itu pun adalah kewajaran di dunia ini. Setiap mata bisa melihat hal yang berbeda tergantung sudut pandangnya, jika batas-batas sudut pandang tidak dibongkar, maka sekat-sekat itu masih ada. Ah…, tapi sudahlah, bukan [...]

Merendahkan Diri Sendiri adalah Bentuk Egoisme

Suatu ketika, Krishna pura-pura menderita sakit kepala yang begitu parah dan nyaris tak tertahankan. Peran-Nya ini dimainkan dengan begitu bersungguh-sungguh. Kepala-Nya dibalut dengan kain hangat serta berguling gelisah di atas perbaringan. Mata-nya merah serta dengan raut wajah yang begitu pucat dan tampak bengkak. Rukmini, Sathyabhama serta para ratu yang lainnya hilir mudik mencari dan membawakan [...]