Arsip Kategori: Chinna Katha

Menyalakan Pelita Kebijaksanaan

Suatu kali ada seorang sadhaka yang memiliki ambisi untuk meng­etahui segala sesuatu yang Ilahi. Ia meng­hen­daki agar mata kebijak­sanaan­nya dibuka. Ia masuk ke dalam gua tem­pat ting­gal seorang Guru. Ketika masuk ke dalam gua, ia melihat cahaya yang berkelap-kelip. Ketika ia maju ke depan, cahaya itu bahkan men­jadi padam. Dalam kegelapan, orang ter­sebut merasa ketakutan,

Rahmat Guru Membawa Kemuliaan

San­kara, acharya yang agung mem­punyai empat murid utama: Throtaka, Has­tamalaka, Sures­wara dan Padmapada. Dari mereka ber­em­pat Padmapada hanya ber­minat melayani gurunya. Ia tidak dapat mem­per­hatikan pelajaran dan teman­nya yang lain suka meng­ejek­nya karena keter­belakangan­nya dalam hal itu. Tapi rasa hor­mat yang men­dalam pada gurunya ada imbalan­nya. Suatu hari ia men­cuci pakaian sang guru dan men­jemur­nya

Vinayaka — Yang Memimpin Semuanya

Pada suatu ketika, diren­canakan sebuah per­tan­dingan antara para dewa untuk memilih pemim­pin para Gana (kelom­pok setengah dewa yang men­jadi pengiring Siwa). Para peserta harus meng­elilingi dunia dengan cepat dan kem­bali pada Siwa. Para dewa ber­ang­kat dengan ken­daraan masing-masing. Putra Siwa yang lebih muda dengan penuh semangat ikut ber­tan­ding juga. Ia mem­punyai kepala seperti gajah, ken­daraan­nya