Arsip Kategori: Religi

Sad Ripu adalah si enam musuh?

Mem­baca artikel “Six Inside Enemies” oleh narablog TuSuda, mem­buat saya ber­jalan lagi melalui jalur ingatan ke masa bangku sekolah dengan buku-buku agama ter­buka lebar. Saya ter­masuk orang yang sering “protes” saat pelajaran agama, dan paling ren­dah nilai ulangan harian­nya – ah…, itu akan mem­buat saya tersenyum-senyum kem­bali. Meng­enai Sad Ripu, saya selalu bertanya-tanya meng­apa selalu

Karna – Pemberi Yang Agung

Kem­bali dalam kisah-kisah kecil yang ter­selip dalam Mahabharata, Anda tentu mengenal tokoh Karna yang merupakan anak ter­tua dalam Pan­dawa dan putra Surya. Dan ini adalah kisah kecil dalam per­jalanan hidup Karna. Suatu hari, Karna sedang meng­oleskan minyak di kepalanya sebelum mandi, minyak itu ber­wadah mang­kuk indah yang dihiasi ber­ba­gai jenis per­mata – karena ia adalah raja

Alasan Yang Tak Selalu Harus Dikatakan

Siapa yang tidak kenal Arjuna salah satu dari kelima Pan­dawa. Tokoh dalam kisah Mahabharata ini sangat sering kali lebih menon­jol diban­ding saudara-saudaranya yang lain. Mung­kin ia memiliki lebih banyak ego diban­dingkan saudara-saudaranya. Namun tidak salah karena ia ter­masuk panglima paling tang­guh dalam per­ang keluarga Bharata. Per­alatan tem­pur­nya merupakah anugerah dari Agni sang penguasa api, baik

Keledai Masuk Istana

Dalam sebuah petuah kuno disam­paikan bahwa jika batin ter­larut dalam kemelekatan duniawi, meski seseorang selalu ber­bicara ten­tang kebijak­sanaan maka di situ sama sekali tiada kebebasan sejati yang men­jadi bunga dari kebenaran. Anda seperti pekebun yang memiliki semua buku ter­baik meng­enai ber­kebun, namun kebun yang Anda tanam sen­diri layu dan menyedihkan – mung­kin seperti itulah gam­baran­nya.

Mencari Titik Pandangan Tuhan

Ter­kisah­lah empat orang sahabat karib yang memulai usahanya untuk ber­dagang kapas. Usaha mereka maju, kini mereka memiliki gudang sen­diri untuk menyimpan kapas-kapas mereka dalam jum­lah besar sebelum disalurkan ke pem­beli atau pedagang lain­nya. Usaha mereka cukup lan­car hingga suatu ketika, tam­pak­nya kapas-kapas yang mereka simpan di gudang meng­un­dang si hewan pengerat tikus untuk datang, dan

Nyepi – Menapak Keheningan Yang Utuh

Hari ini blog diliburkan karena ber­tepatan dengan per­ayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Saya tidak memiliki ren­cana untuk menulis pada hari ini, juga tidak ada ren­cana untuk meng­elola blog dalam sehari yang sama. Seba­gai gan­tinya, saya men­jadwalkan ter­bit­nya artikel Nyepi yang per­nah saya tulis di Daily Lhagima tahun lalu. Kolom komen­tar akan dibuka seperti biasa

Taneshah Bharata oleh Tenali Ramakrishna

Suatu ketika Raja Taneshah dari Delhi meminta kehadiran 8 orang pujangga ter­masyhur dari wilayah Vijayanagar di istananya. Beliau meminta agar kedelapan pujangga dan penyair ini meng­uraikan secara ter­perinci apa saja keis­timewaan yang ter­dapat dalam kisah Mahabarata. Maka diuraikan satu per satu kein­dahan dalam kisah Mahabarata oleh para penyair ini pada Taneshah. Tam­pak­nya Taneshah begitu ter­tarik

Mahavidya Sarasvati – The Path of Charming Stillness

Jika Anda umat Hindu – pas­tilah tidak asing lagi dengan Saras­wati (Sarasvati), jika Anda memiliki teman seorang Hindu, mung­kin Anda per­nah menyak­sikan­nya secara tak sengaja melakukan per­sem­bahyangan dengan segenap pus­takanya – ter­masuk mung­kin buku-buku kuliah­nya. Jika Anda kritis, Anda bisa ber­tanya – apa yang sedang diker­jakan­nya. Mung­kin ia sedang melakukan pemujaan pada Dewi Sarasvati. Saya

Harta Yang Terindah

Dikisah­kanlah, bahwa selama per­ang dahsyat di Kuruk­shetra yang ber­lang­sung selama delapan belas hari, Vyasa yang malang – per­asaan­nya begitu ter­koyak oleh sesal yang sedemikian hebat­nya, karena dua keluarga yang ber­perang adalah garis keturunan­nya. Ia tidak tahan melihat pem­ban­taian yang besar-besaran ini, ia pun mening­galkan lokasi per­ang saudara ini. Suatu hari dalam rasa sesal dan sedih

Menerima Siapa pun Yang Datang

Tuhan begitu penuh kasih sayang, sedemikian hingga dikatakan Beliau akan maju sepuluh lang­kah ke arahmu jika eng­kau maju selang­kah menuju pada-Nya. Kisah kali ini saya petikkan dari cerita Ramayana. Anda tentu mengenal Wibhisana, adik dari raja agung Rah­wana sang penguasa negeri Lanka. Whibisana digam­barkan seba­gai tokoh yang san­tun dan bijak­sana, gam­baran ber­beda sekali dengan kakak­nya