Skip to content

Kategori: Sastra

Novel Panlong

Salah satu novel yang baru saya selesai baca belakangan ini adalah Panlong (Coiling Dragon) oleh I Eat Tomatoes. Merupakan salah satu novel xanxia yang paling populer di tahun ini, karena mendapatkan terjemahan daring dari RWX di situs komunitas mereka.

Novel Panlong atau secara luas lebih dikenal sebagai Coiling Dragon mengangkat kisah anak laki-laki yang bernama Linley Baruch dari sebuah kota kecil Wushan. Sejak kecil dia mendengarkan kisah tentang pendekar dan penyihir dengan kemampuan di atas manusia biasa, bahkan pada tingkat ‘saint’ – mereka dapat bertempur dengan seluruh pasukan kerajaan, dan bisa hidup abadi.

Continue reading Novel Panlong

Domain Baru Arunametta

Ini adalah hari yang istimewa, karena hari ini Arunametta telah mendapatkan alamat baru di dunia maya. Setelah lama mempertimbangkan, Arunametta kini sudah mewakili proyek menulis saja sejak dua windu yang lalu. Karena hilangnya data dan manuskrip awal, saya harus menulis ulang semuanya melalui ingatan. Tentu saja bagi yang pernah mendapatkan manuskrip awal tidak akan melihat kesamaan pada naskah-naskah yang diterbitkan kecuali sejumlah peran yang sama.

Continue reading Domain Baru Arunametta

Moonlight Sculptor

Hanya sedikit novel web yang membuat saya ketagihan, dan belakangan ini saya membaca “Moonlight Sculptor” yang diterjemahkan dari bahasa asli Korea oleh para penggemar. Jika tidak keliru, novel aslinya sudah mencapai volume 45, terjemahannya masih berkisar di volume 20-an. Tapi bagi yang menyukai novel petualangan, pasti akan menyukai novel ini; tentu saja dengan catatan, mereka akan lebih mudah memahami novel jika pernah bermain video game tipe RPG. Continue reading Moonlight Sculptor

Bagaimana Dapat Kukelabui Dia?

Pikiran berkata, “Akan kukelabui dia dengan kata-kata“. Cinta berkata, “Diamlah! Aku tipu dia dengan hati dan jiwa.”

Jiwa berkata kepada hati, “Pergilah! Jangan buat aku tertawa. Segala sesuatu miliknya. Jadi bagaimana aku bisa menipunya dengan apa saja?”

Ia bukan seseorang yang terjatuh ke dalam pikiran dan berharap dapat melupakan dirinya, karenanya aku akan mengalihkan perhatiannya dengan anggur dan gelas besar.” Continue reading Bagaimana Dapat Kukelabui Dia?

Menyandi Hati Menyirat Sari

Dulu, pernah kubisikkan padamu, sederetan desah nirlanggam dari kalbuku – sebagaimana jua mereka telah terwariskan padaku oleh para pengelana yang telah lama menyusur cakrawala kata adimakna.

Saya lupa kapan diskusi itu berlangsung, karena saya jarang sekali kembali menulis hal yang sama saat ini. Karena puisi itu menyandikan isi hati dan hanya mengungkapkan sedikit sarinya, maka ia tidak dapat diguratkan jika seseorang tak berhati – heartless. Saya sudah lama lupa jika tidak melihat kutipan dari Paul Dirac pagi ini.

Continue reading Menyandi Hati Menyirat Sari

Di Pucuk Kesendirian

Ada kesunyian mencakup nan mendekap erat sayap-sayap kecilnya, angin pun enggan menunjuk cakrawala yang telah ia benamkan dalam mimpi-mimpi tak terungkapkan. Aku mendengar rayuan sunyi mengantarkan buluh-buluh kehidupan yang telah menua di antara ranting-rantingnya, sebuah gita yang tertawan oleh canda di balik kemesraan yang sirna.

Kini, adakah kesendirian meruam sunyi di antara kelembutan sayap-sayap mungilnya? Adakah ia masih menanti canda yang menyeruak jingga di kaki cakrawala? Ataukah batinnya hendak menyulam mesra dari puntiran-puntiran angin kecil yang datang menyapa?

Continue reading Di Pucuk Kesendirian

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close