Rilis elementary OS 3.0 – Freya

Tulisan ini mungkin terlambat terbit, dan beberapa dari Anda mungkin sudah mencoba Elementary OS terbaru – “Freya”. Tapi di antara banyak distribusi, mungkin elementary OS adalah salah satu distribusi yang bisa yakin saya tanamkan di sebuah komputer baru (selain openSUSE, dan Antergos). Alasannya sangat sederhana, yaitu pengembangan dan stabilitas, serta karya seni dan cita rasa sebuah sistem operasi. Menggunakan elementary OS, tidak memberikan kesan seperti menggunakan Mac OS, namun ekosistem yang dibangun bisa dibilang benar-benar sesuatu yang tertata, dan kadang mungkin malah eksklusif. Berbeda dengan Mint yang berusaha tampil dengan Cinnamon atau MATE, maka elementary OS selalu tampak elegan dengan Pantheon-nya.

Rilis Semplice 7

Comfortably Numb – begitu dia disebut, distribusi Linux dengan lingkungan desktop Vera ini menjadi begitu mungil, ringan, namun menarik. Komponen di dalamnya termasuk penggunaan openbox dan tint2. Maka, bagi pecinta openbox, mungkin pengalaman menggunakan Linux Semplice 7 yang baru dirilis incaran tersendiri.

Rilis Simplicity Linux 15.1

Simplicity Linux adalah salah satu distribusi Linux yang cukup unik, dengan mempertahankan besar berkas instalasi yang sangat minimalis. Berkas instalasi tipe X saja yang merupakan desktop terlengkap dengan KDE hanya sekitar setengah gigabita saja, yang bermakna begitu kecil dan muat pada satu keping CD. Walau pun berbasis Ubuntu, sepertinya tidak menuai kepopuleran seperti turunan Ubuntu lainnya.

Video Rilis Chalet OS

Beberapa orang masih belum bisa sepenuhnya beralih dari Windows ke Linux, karena banyak hal yang berbeda yang ditemukan dalam kedua sistem tersebut. Walau bagi mereka yang sudah mencoba, biasanya tidak akan jauh berbeda. Chalet OS mungkin salah satu sampul distribusi Linux yang mencoba menjembatani kondisi ini dengan memberikan antarmuka dan fitur yang ramah bagi penggunanya.

Menambahkan Aksara Jawa dan Bali pada openSUSE

Linux dalam hal ini openSUSE memudahkan kita dalam menambahkan aksara (alfabet/fonta/huruf) Jawa dan Bali ke dalam sistem, sehingga orang dapat dengan mudah menambahkan aksara tersebut ke dalam aplikasi seperti LibreOffice misalnya. Tentu saja jika aksara nusantara lainnya memiliki repositori yang serupa, juga dapat ditambahkan, namun saya belum melihat sampai jauh ke sana.