Arsip Kategori: Linux

Flying Guns

Beberapa orang ber­kata bahwa Linux tidak dipilih selain tidak familiar namun juga tidak memiliki per­mainan (game) yang menarik. Jika diban­dingkan dengan sis­tem operasi seperti Win­dows® dan Macin­tosh® mung­kin saja ada benar­nya, namun tidak menarik sama sekali, ah masa sih? Sebagian besar per­mainan di linux dikem­bangkan oleh komunitas dengan kode sum­ber ter­buka, prin­sip non-profit mung­kin menyebabkan banyak

Sudoku di OpenSUSE

Selain GBrainy, per­mainan lain di Open­SUSE yang cukup untuk meng­asah otak adalah Sudoku. Pada desk­top Gnome, per­mainan ini sudah lang­sung ter­pasang (kecuali ada per­ubahan setelan saat instalasi linux sebelum­nya). Sudoku adalah teka-teki angka, yang dipopulerkan per­tama kali di Jepang pada era 1986-an oleh Nikoli. Prin­sip­nya seder­hana, ada kotak besar dengan isi 9×9 kotak kecil, dan

Thingamablog pada OpenSUSE 11.3

Namanya mung­kin ter­dengar aneh, Thingamablog — sebuah per­anti lunak klien blog mul­tiplatform yang ber­jalan pada ling­kungan ber­basis Java. Hal ini mem­buat Thingamablog dapat dijalankan di Win­dows & Linux. Kali ini saya memasang­nya untuk Desk­top Gnome Open­SUSE 11.3 seba­gai alter­natif Win­dows Live Writer. Sebelum­nya saya sudah men­coba Blogilo di Gnome Open­SUSE 11.2, namun karena memer­lukan depedensi

Terlambat 3 Tahun

George Washington

BitDefender Free Pada OpenSUSE 11.3

Open­SUSE 11.2 yang lalu saya memasang avast! seba­gai antivirus di Linux ter­sebut. Kali ini saya ingin men­coba sesuatu yang ber­beda untuk Open­SUSE 11.3. BitDefen­der adalah pilihan saya kali ini untuk diujicobakan, dengan merujuk pada tulisan Mas Vavai: “Instalasi BitDefen­der Anti Virus & Malware Scan­ner pada open­SUSE”. Saya meng­gunakan cara yang sama untuk proses instalasinya, lebih

Kill Pid

Kadang ada saja proses yang ber­jalan dan tidak mau dimatikan dengan cara stan­dar pada antar­muka peng­guna. Sehingga proses ini mung­kin perlu diter­minasi dengan jalan yang lebih kejam. ‘Kill Pid’ merupakan salah satu per­in­tah yang paling sering digunakan oleh seorang newbie seperti saya saat ber­sen­tuhan dengan kom­plek­sitas sis­tem operasi Linux/Unix. ‘Kill’ sen­diri merupakan sebuah per­in­tah (com­mand)

Multimedia Codecs OpenSUSE 11.3

Untuk men­jalankan beberapa ber­kas mul­timedia yang tidak didukung secara default oleh Linux Open­SUSE 11.3 maka saya perlu memasang codecs tam­bahan. Secara aslinya, Open­SUSE hanya men­dukung formta-format bebas, non-paten, ter­buka sepert Ogg Theora, Ogg Vor­bis dan Flac karena alasan hukum legal (DMCA & Paten Per­anti Lunak Amerika). Sedangkan beberapa mul­timedia lain seperti MP3, DVD, AVI dan

Memasang OpenSUSE 11.3

Pasca menunggu beberapa hari setelah rilis­nya pada tang­gal 15 Juli 2010 yang lalu, akhir­nya saya ber­hasil memasang Open­SUSE ter­baru di notebook saya. Instalasinya cukup mudah, bahkan rasanya lebih seder­hana diban­dingkan ketika saya men­coba Open­SUSE 11.2 dulu. Hanya saja ada satu per­ingatan di awal instalasi, dan pasca kon­sul­tasi via milis komunitas Open­SUSE Indonesia, instalasi bisa dilan­jutkan.

Menunggu Green Gecko yang Baru

Seben­tar lagi rilis Green Gecko yang baru, kira-kira per­tengahan bulan depan tepat­nya. Seba­gai alter­natif dari Win­dows 6.0 yang saya gunakan saat ini, rasanya baru kemarin saya memasang versi ter­barunya. Hmm…, tapi tidak sabar juga sih jadinya menunggu ter­lalu lama, namun jika hasil­nya bagus meng­apa tidak. Saya bukan peng­guna native untuk sis­tem operasi yang satu ini, namun

GBrainy — Permainan Mengasah Otak

Siapa bilang jika sis­tem operasi linux tidak memiliki per­mainan yang menarik? Walau mung­kin tidak sekeren per­mainan grafis tinggi di sis­tem operasi Win­dows yang mesti dibeli dengan harga mahal, maka per­mainan gratisan di Linux kadang tidak kalah menarik dan menan­tang­nya. Sebut saja salah satunya adalah gbrainy yang aslinya didesain untuk desk­top gnome, namun bisa digunakan pada