<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bhyllabus</title>
	<atom:link href="http://catatan.legawa.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatan.legawa.com</link>
	<description>Our Short Pilgrims - Sebuah Catatan Kaki Cahya: Sentuhan Relung Angan dan Ungkapan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 17:05:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Waspadai Avast! Antivirus Palsu!</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/waspadai-avast-antivirus-palsu/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/waspadai-avast-antivirus-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 17:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[antivirus]]></category>
		<category><![CDATA[avast]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[bajakan]]></category>
		<category><![CDATA[freeware]]></category>
		<category><![CDATA[malware]]></category>
		<category><![CDATA[palsu]]></category>
		<category><![CDATA[rookit]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[unduh]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/waspadai-avast-antivirus-palsu/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu vendor antivirus terbesar dengan lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia, avast pun sering menjadi target keusilan para pelaku kriminal di dunia maya. Avast menyediakan antivirus berkualitas tinggi yang bisa diunduh gratis dari server mereka atau beberapa server lain seperti download.com dan filehippo.com. Ya, avast! Free Antivirus disediakan secara gratis tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai salah satu <em>vendor</em> antivirus terbesar dengan lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia, avast pun sering menjadi target keusilan para pelaku kriminal di dunia maya. Avast menyediakan antivirus berkualitas tinggi yang bisa diunduh gratis dari server mereka atau beberapa server lain seperti download.com dan filehippo.com. Ya, <a title="Apa Yang Baru dari avast Antivirus versi 5" href="http://catatan.legawa.com/2010/01/apa-yang-baru-dari-avast-antivirus-versi-5/">avast! Free Antivirus</a> disediakan secara gratis tanpa biaya.</p>
<p>Produk berbayar dari avast! adalah <em>Professional Antivirus</em> (seperti yang <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> gunakan) dan <em>Internet Security</em> (AIS). Namun bagaimana jika produk-produk ini bisa diunduh secara cuma-cuma, dipasang tanpa biaya, mengapa kita mesti membatasi pada produk gratisnya?</p>
<p> <span id="more-740"></span>
<p>Itu mungkin pemikiran kebanyakan orang. Tapi apa benar demikian? Berikut adalah apa yang disampaikan salah satu staf avast saat menemukan produk AIS aspal di beberapa situs unduhan yang menawarkan AIS secara cuma-cuma.</p>
<blockquote><p><em>Last week when I was checking files submitted as false positive alerts, l was looking to verify accurate, 100%&#160; detections. There were a few files named AIS (Avast Internet suite)&#160; from megaupload and uploading.com servers. Bad guys take our product, add an Alureon rootkit file (typically under the name codec.exe) and make new setup file with Nullsoft installer.</em></p>
</blockquote>
<p>Rupanya, ada yang mengambil berkas instalasi AIS, dan pihak ini membongkar berkas tersebut dan menambahkan <em>Alureon rookit</em> lalu memaketkannya kembali dalam berkas instalasi dengan menggunakan <em>Nullsoft installer</em>, berkas ini kemudian diunggah ke berbagai situs seperti <em>megaupload.com</em>.</p>
<p>Jika ada yang tergiur dengan AIS gratis, tentunya mereka akan mengunduh berkas ini tanpa menyadari bahwa paket berbahaya sedang mengintai komputer mereka bersamaan dengan hadiah gratisan itu.</p>
<p>Avast yang asli (atau antivirus lain yang terkini) tentu bisa mengenali paket berbahaya ini. Jadi sebaiknya tidak usah coba-coba deh dengan tawaran antivirus berbayar yang bisa diunduh gratis tanpa syarat. Jika memang mau gratis, ya gunakan saja versi gratis dari berbagai antivirus, tidak hanya avast yang menyediakan versi AV gratis.</p>
<p>Beberapa bagian tulisan ini diadaptasi dari: <a href="http://blog.avast.com/2010/03/01/get-avast-free-or-upgrade-with-alureon-rootkit-for-free/">Get avast! Free Antivirus or a „free“ upgrade with the Alureon rootkit</a>.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 1 March 2010 20:23:13 UTC by Digiprove certificate P10133" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10133" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--A5289F56CE5675781E4A1438ADC01E34871EC9E7844EAB450C9BDFB786D2C9A7--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/waspadai-avast-antivirus-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumor Produk ASPARTAME Yang Berbahaya oleh IDI</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/rumor-produk-aspartame-yang-berbahaya-oleh-idi/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/rumor-produk-aspartame-yang-berbahaya-oleh-idi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[aspartame]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[rumor]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/rumor-produk-aspartame-yang-berbahaya-oleh-idi/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya mendapatkan sebuah pesan singkat (sms) dari salah satu sanak keluarga, yang berisi pesan seolah-oleh terusan dari IDI. Kira-kira pesan tersebut bertuliskan: Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Jangan minum produk : extra joss, M-150, kopi susu gelas, Kiranti, Krating Daeng, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore, Frutillo, Segar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> mendapatkan sebuah pesan singkat (sms) dari salah satu sanak keluarga, yang berisi pesan seolah-oleh terusan dari <abbr title="Ikatan Dokter Indonesia">IDI</abbr>. Kira-kira pesan tersebut bertuliskan: <em>Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Jangan minum produk : extra joss, M-150, kopi susu gelas, Kiranti, Krating Daeng, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore, Frutillo, Segar Sari, Pop Ice, Segar Dingin Vit C, Okky Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem Sari, Naturade Gold, Aqua Splash. Karena mengandung Aspartame racun yang menyebabkan diabetes, kanker, dan bisa mematikan</em>.</p>
<p> <span id="more-785"></span>
<p>Mungkin pesan singkat seperti ini diteruskan karena landasan kepedulian pada sesama. Namun kita mesti bijaksana dalam meneruskan sebuah pesan. Sama seperti saya menjadi narablog, saya belajar dari banyak kesalahan untuk menulis atau meneruskan sebuah pesan dengan lebih baik.</p>
<h3>Jadi apa rumor ini benar?</h3>
<p>Ya, kalau sebatas ada tidaknya rumor itu. Tentu saja rumor ini benar (maksudnya benar ada rumor itu), dan setidaknya tidak hanya pesan singkat, bahkan rumor serupa telah menyebar setidaknya sejak tahun 2005 jika saya telusuri jejaknya di internet. Bahkan masuk ke berbagai forum dan blog.</p>
<p>Pertama-tama, harus saya sampaikan terlebih dahulu, bahwa IDI sendiri menyatakan bahwa rumor ini tidak benar dikeluarkan oleh IDI sebagaimana yang dinyatakan dalam layanan pesan singkat atau pun yang dipublikasikan via berbagai forum dan blog. Silakan lihat rilis pres IDI tertanggal 2 Maret 2010 di <a title="Ikatan Dokter Indonesia - Online" href="http://idionline.org" rel="nofollow">situs resmi IDI</a>.</p>
<h3>Jadi apa pembelajaran yang kita ambil?</h3>
<p>Pertama kita harus menjadi selektif dengan sendiri terhadap segala informasi yang masuk. Memilah mana yang benar dan mana yang tidak.</p>
<p>Jika suatu saat Anda menerima pesan singkat bahwa “<em>Kentang mengandung gugus gula dan berbahaya sehingga bisa menyebabkan diabetes</em>.” Dan Anda menelannya mentah-mentah serta menginformasikan pada semua rekan dan keluarga. Anda bisa “membunuh” para petani kentang.</p>
<p>Khusus bagi para narablog, jangan terburu-buru menulis kabar heboh di blog anda! Anda secara langsung atau pun tidak, bertanggung jawab atas regulasi informasi publik yang beredar di dunia maya. Periksa kembali kebenaran informasi itu, telusuri jika perlu, kembangkan kemampuan nalar dan deduksi anda sebagai seorang penulis yang baik. Jangan sampai menyesatkan orang, setidaknya kita berusaha menghindari agar orang tidak tersesat oleh informasi keliru yang turut kita sebarkan.</p>
<p>Jangan berdalih Anda (hanya sekadar) melempar informasi kemudian melempar tanggung jawab kebenarannya pada pihak-pihak yang tidak dapat ditelusuri kebenarannya. <em>Be smart, be wise and be resonsible</em>.</p>
<h3>Apa simpulannya?</h3>
<p>Ya, rumor tentang bahaya makanan dengan <em>aspartame</em> yang dinyatakan disebarkan oleh IDI itu tidak benar.</p>
<p>Lakukan koreksi bersama. Jika Anda menerima pesan singkat (sms) seperti itu, sampaikan pada si pengirim bahwa rumor tersebut tidak benar, sehingga ia tidak menyebarkan pesan serupa lagi. Demikian jika Anda menerima surat elektronik dengan pesan serupa, balas kembali dan ingatkan masyarakat kita bersama bahwa rumor ini tidak benar. Jika Anda membaca sebuah blog atau forum yang memuat informasi ini tanpa memberi klarifikasi bahwa informasi ini adalah <em><a title="Explain: Hoax (Wikipedia)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax" rel="nofollow">hoax</a></em> semata, silakan dengan sopan ingatkan pemilik blog atau pun pengguna forum.</p>
<p>Ini adalah era informasi terbuka – namun masih tetap bertanggung jawab. Mari kita belajar bersama, dan belajar saling mengingatkan.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 10 March 2010 04:00:22 UTC by Digiprove certificate P10884" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10884" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--A7300601E9AF030F39BE586DCBD2F2D2720C77FA716A65BF34454767B0EC029D--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/rumor-produk-aspartame-yang-berbahaya-oleh-idi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Vanishing Cloud</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/the-vanishing-cloud/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/the-vanishing-cloud/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 17:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[Thou near me]]></category>
		<category><![CDATA[Voices]]></category>
		<category><![CDATA[choices]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[determination]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[mind]]></category>
		<category><![CDATA[smile]]></category>
		<category><![CDATA[thought]]></category>
		<category><![CDATA[wind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/the-vanishing-cloud/</guid>
		<description><![CDATA[This moment were taking place years from this very day, and still I remember it clearly. It was on a peaceful afternoon, the sky not very clear but there is clouds running from edges to edges with the wind breezing softly around my still body. I sat on an old sofa, even it hurts my [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This moment were taking place years from this very day, and still I remember it clearly. It was on a peaceful afternoon, the sky not very clear but there is clouds running from edges to edges with the wind breezing softly around my still body. I sat on an old sofa, even it hurts my eyes can’t stop gazed into the very sky above me.</p>
<p>Inside my own self, there was an ark crossing a giant hurricane out of nowhere. I knew where he really want to sail, I knew he shall need to cross the end of the world, and I knew he shall crashed into ocean’s deep before he reach the next horizon.</p>
<p> <span id="more-745"></span>
<p>But once again I opened my eyes, there was no tears but a vague smile came from the <a title="I Vote for Darkness" href="http://catatan.legawa.com/2009/09/i-vote-for-darkness/">darkness</a> inside me. I saw the cumulus was stay still in the highest places, just where cirrus I thought supposed to be. Far bellow, small clouds running within the wind with a very knowable pattern.</p>
<p>They run from the cold West to the warm East edges. There is a tall tree in East side of my eyesight, tall enough to let me imagine if clouds were running and slipping behind it all the way. No clouds would do the opposite, they shall passed behind the tree silhouette from West to East.</p>
<p>I thought even the nature has its’ certainty, why can’t I? A very reasoning sailor with the most experiences in the cruellest sea would not let his ship sails into the bottom of the ocean, but no…, not inside my darkness – the captain has no experience nor he intent to gain any, he shall sail to where the vague of unknown hope might be there – or – he shall full back without hesitation – cause a hurricane shall give no much time to save both hope and hopes. But with everything on that very moment, the choice to full back seems a must – it is the nature of we human aren’t chasing emptiness.</p>
<p>A small, tiny and chubby cloud, she was running within the lower Eastern winds. Less then a minute she would pass the tree silhouette, and the nature of this condition is a must.</p>
<p>I speak calmly and lowly, but my lips only able to voice a whispering in desperation. Like a talk with a dear friend. <em>If you pass the tree, the it is a must for the captain to take full back as absolute command</em>.</p>
<p>Just when she about to pass the silhouette, her form became vague and vaguer. Then she completely vanished before passing any silhouette, she never passed her nature which is a must.</p>
<p>Yet, my smile became vaguer and trembling in to a short thought, yes, even nature do the impossible on its own way. So do I – shall – <a href="http://catatan.legawa.com/2009/09/i-dit-it-my-way/">I did it my way</a>. Captain said to his ark, lets meet the darkness of the deep blue marble.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 3 March 2010 00:59:39 UTC by Digiprove certificate P10221" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10221" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--4DA328B900C04CB090395110F32CE60470025BECDC619AE1D13ECE2B138D031D--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/the-vanishing-cloud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sorry For The Troubles With ID Comment</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/sorry-for-the-troubles-with-id-comment/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/sorry-for-the-troubles-with-id-comment/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 16:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog's Status]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[INTENSE DEBATE]]></category>
		<category><![CDATA[komentar]]></category>
		<category><![CDATA[pengaya]]></category>
		<category><![CDATA[plugin]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/sorry-for-the-troubles-with-id-comment/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pengunjung blog sekalian, saya mohon maaf karena dalam dua hari ini sistem komentar di blog ini agak kacau. Saya sedang mencoba pengaya “intense debate comment” dari Automatic untuk blog ini, maksud saya karena berhubung jadwal saya yang semakin pada saya bisa melakukan moderasi dan pembalasan komentar blog via surel jika sembari menggunakan perangkat bergerak.
Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pengunjung blog sekalian, <a title="Cahya Legawa' Homepage" rel="nofollow" href="http://www.legawa.com">saya</a> mohon maaf karena dalam dua hari ini sistem komentar di blog ini agak kacau. Saya sedang mencoba pengaya “<a title="Intense Debate Comment Systems" rel="nofollow" href="http://intensedebate.com/">intense debate</a> comment” dari Automatic untuk blog ini, maksud saya karena berhubung jadwal saya yang semakin pada saya bisa melakukan moderasi dan pembalasan komentar blog via surel jika sembari menggunakan perangkat bergerak.</p>
<p>Namun tampaknya ID comment tidak memberikan solusi yang baik. Beberapa komentar menghilang, beberapa yang harusnya diblok justru lolos untuk moderasi, jumlah spam dan positif palsu menjadi di luar kontrol. Ah…, sepertinya satu-satu produk automatic yang bagus hanya mesin blog wordpress.</p>
<p><span id="more-781"></span></p>
<p>Kini saya sudah mengembalikan sistem kolom komentar sebagaimana aslinya. Ha ha…, padahal enak juga kalau bisa balas komentar via surel, jadinya tidak perlu masuk ke <em>dahsboard</em> wordpress atau pun halaman blog. Tapi saya tidak tahan dengan kekacauan dan beberapa <em>bugs</em> yang ada pada pengaya ini.</p>
<p>Automatic seharusnya lebih serius mengelola sistem komentar <em>intense debate</em> jika ingin bersaing, apalagi dengan rival beratnya <a title="DISQUS Commenting System" href="http://disqus.com/">Disqus</a> yang kini sudah merambah hingga ke Apple Inc. Saya sudah memberikan masukkan saya dalam beberapa masalah yang saya temukan di <em>plugin</em> ini, tapi tampaknya tidak semua direspons dengan baik. Yah, itu sih terserah pihak sananya.</p>
<p>Sekarang sistem komentar saya kembalikan ke bentuk lama, semoga gangguan tidak terjadi lagi. Beberapa bagian komentar yang sedikit banyak rusak akibat pengaya <em>intense debate</em> ini saya akan biarkan begitu saja dulu, setidaknya bisa mengingatkan saya di masa depan jika ingin menggunakan pengaya ini kembali.</p>
<blockquote><p><em>Since I got it back to normal, you may stop protesting me now</em></p></blockquote>
<p><img src="http://www.zu14.cn/coolemotion/emotions/zz_6.gif" alt="" /></p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 9 March 2010 16:47:51 UTC by Digiprove certificate P10756" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10756" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--4EB6C828CFF54320870B6D82F6F802B71B5DF89544A045CC4201DEFA7C0245B5--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/sorry-for-the-troubles-with-id-comment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membagi Desktop Dengan Acer GridVista</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/membagi-desktop-dengan-acer-gridvista/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/membagi-desktop-dengan-acer-gridvista/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 17:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[piranti lunak]]></category>
		<category><![CDATA[acer gridvista]]></category>
		<category><![CDATA[aero snap]]></category>
		<category><![CDATA[desktop]]></category>
		<category><![CDATA[freeware]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[unduh]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>
		<category><![CDATA[work space]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/membagi-desktop-dengan-acer-gridvista/</guid>
		<description><![CDATA[Saya beberapa waktu yang lalu ditanyakan apakah mungkin Windows Vista memiliki fitur Aero Snap yang ada di Windows 7? Lalu saya sendiri bertanya apa itu fitur Aeor Snap, maklumlah karena saya tidak pernah menyentuh Windows 7 (tidak sanggup membeli). Lalu saya mendapatkan penjelasan bahwa fitur ini bisa membagi area kerja di dekstop menjadi beberapa ruang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">Saya</a> beberapa waktu yang lalu ditanyakan apakah mungkin Windows Vista memiliki fitur <em>Aero Snap</em> yang ada di Windows 7? Lalu saya sendiri bertanya apa itu fitur Aeor Snap, maklumlah karena saya tidak pernah menyentuh Windows 7 (tidak sanggup membeli). Lalu saya mendapatkan penjelasan bahwa fitur ini bisa membagi area kerja di <em>dekstop</em> menjadi beberapa ruang sesuai yang kita inginkan.</p>
<p>Fitur ini bisa membantu orang mengerjakan terjemahan dari satu jendela ke jendela lainnya, mungkin sembari menonton video atau TV di sudut monitornya yang kecil. Lalu saya digambarkan di kertas bagaimana fitur ini bekerja.</p>
<p> <span id="more-738"></span>
<p>Awalnya cukup kaget, karena ternyata fitur ini sebenarnya ada di <em>notebook</em> saya yang menggunakan sistem operasi Windows Vista. Ya, fitur ini sudah ada dengan nama Acer GridVista yang dibawa langsung dalam setelan pabrikan bersama dengan <em>notebook</em> Acer TravelMate 6293 saya.</p>
<p><a title="Acer GridVista" href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/quWiZ6uUokzcvuCpmbHMLg?authkey=Gv1sRgCJDukvavr-XuCA&amp;feat=directlink"><img src="http://lh5.ggpht.com/_Hd5imL9eh-8/S4sBOeEwoJI/AAAAAAAAAk0/VOUMEPzG5_w/s400/AcerGrideVista.jpg" /></a> </p>
<p>Gambar di atas adalah contoh AcerGrid Vista di <em>noteboo</em>k saya, berfungsi memilah area kerja menjadi beberapa bagian – di atas adalah contoh <em>desktop</em> yang dibagi ke dalam 3 area kerja. Pada gambar area kerja satu ditempati <a title="Spread Mozilla Firefox" href="http://www.mozilla.com/?from=sfx&amp;uid=208899&amp;t=321" rel="tag" target="_blank">Mozilla Firefox</a>, sedangkan <a title="Spread Thunderbird" href="http://www.spreadthunderbird.com/aff/975/11" rel="tag" target="_blank">Mozilla Thunderbird</a> sedang digeser ke area kerja 2 sementara ia menjadi transparan selama penggeseran.</p>
<p>Dalam Acer GridVista area kerja bisa diubah sesuai dengan keperluan kita, apakah 1, 2, 3 atau 4 area kerja. Jika mengerjakan beberapa program perkantoran sekaligus, maka sistem ini mungkin bisa membantu kita dengan baik dalam monitor tunggal.</p>
<p>Saya tidak tahu apakah <em>notebook</em> keluaran <em>vendor</em> lain memiliki program dengan fungsi serupa. Namun jika ingin mendapatkannya, peranti lunak satu ini juga disediakan dalam bentuk <em>freeware</em> (gratis), dan bisa diunduh di <a title="Free Download Acer GridVista" href="http://www.softpedia.com/progDownload/Acer-Gridvista-Download-71638.html" rel="nofollow">Softpedia</a>.</p>
<p>Apa hanya Acer GridVista yang bisa melakukan fungsi semacam ini (seperti fitur Aero Snap di Windows 7), mungkin tidak, karena saya menemukan beberapa program serupa. WindowSpace dan WinSplit Revolution mungkin adalah opsi-opsi yang lainnya.</p>
<p>Untuk keterangan lebih banyak, silakan membaca <a title="WindowSpace: Get Windows 7 Aero Snap Feature in XP and Vista" href="http://www.askvg.com/windowspace-get-windows-7-aero-snap-feature-in-xp-and-vista/">WindowSpace</a> dan <a title="WinSplit Revolution: Another Freeware to Get Windows 7 “Aero Snap” Feature in XP and Vista" href="http://www.askvg.com/winsplit-revolution-another-freeware-to-get-windows-7-aero-snap-feature-in-xp-and-vista/">WinSplit Revolution</a> di AskVG. Artikel ini cukup memberikan keterangan yang terperinci.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 1 March 2010 00:25:31 UTC by Digiprove certificate P10061" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10061" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--74EFF867083AC494679CFC92588652A0ADFCE543F5C704CE2AB231294C06CB54--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/membagi-desktop-dengan-acer-gridvista/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperbaharui OpenSuSE 11.2 Dengan KDE 4.4.1</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/memperbaharui-opensuse-11-2-dengan-kde-4-4-1/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/memperbaharui-opensuse-11-2-dengan-kde-4-4-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 17:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[11.2]]></category>
		<category><![CDATA[desktop]]></category>
		<category><![CDATA[install]]></category>
		<category><![CDATA[KDE]]></category>
		<category><![CDATA[OpenSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[panduan]]></category>
		<category><![CDATA[screenshot]]></category>
		<category><![CDATA[upgrade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/memperbaharui-opensuse-11-2-dengan-kde-4-4-1/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya memperbaharui sistem OpenSUSE 11.2 saya dari Desktop KDE 4.3.x ke versi KDE 4.4.1, walau sebenarnya saya lebih tertarik menggunakan Gnome. Awalnya ketika saya menerima newsletter dari Linux Poison tentang adanya rilis Desktop KDE 4.4.0, ternyata setelah saya cek, rilis terbaru adalah versi 4.4.1 dengan nama sandi “Clara”.
Saat dulu saya merusakkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> memperbaharui sistem OpenSUSE 11.2 saya dari <a title="KDE - Experience Freedom!" href="http://www.kde.org/">Desktop KDE</a> 4.3.x ke versi KDE 4.4.1, walau sebenarnya saya lebih tertarik menggunakan Gnome. Awalnya ketika saya menerima <em>newsletter</em> dari <a href="http://linuxpoison.blogspot.com/">Linux Poison</a> tentang adanya rilis Desktop KDE 4.4.0, ternyata setelah saya cek, rilis terbaru adalah versi 4.4.1 dengan nama sandi “<a title="Pengumuman Rilis KDE 4.4.1 Codename Clara" href="http://www.kde.org/announcements/announce-4.4.1.php">Clara</a>”.</p>
<p>Saat dulu saya merusakkan <a title="GNOME: The Free Software Desktop Project" href="http://www.gnome.org/">Desktop Gnome</a> saya, saya beralih ke KDE sementara saya masih harus belajar sangat banyak tentang Linux – sembari jalan dengan masih bergantung pada Windows Vista untuk pekerjaan sehari-hari, seperti menulis artikel blog ini. Karena <a title="Mencoba Blogilo di OpenSuSE 11.2" href="http://catatan.legawa.com/2009/12/blogilo-di-gnome-opensuse-11-2/">Bilbo Blogger</a> terbaru tidak dapat saya gunakan di KDE, sepertinya ada <em>bugs</em> dengan kode API.</p>
<p> <span id="more-769"></span>
<p>Saya mengambil panduan instalasi KDE 4.4.x pada OpenSuSE dari artikel “<a href="http://linuxpoison.blogspot.com/2010/03/installing-kde-44-on-opensuse.html">Installing KDE 4.4 on openSuSe</a>” oleh Linux Poison. Jika saya tidak salah, seri ini sebenarnya disiapkan untuk OpenSuSE 11.3 yang akan rilis kemudian, namun versi pabrikannya sudah dapat digunakan pada OpenSuSE 11.2/11.1/11.0.</p>
<p>Proses pembaharuan (<em>upgrade</em>) ini tidak didukung oleh OpenSuSE – mungkin karena bukan versi dekstop yang cukup stabil dengan versi OpenSuSE saat ini. Ada dua cara yang bisa dipilih dalam pembaharuan kali ini.&#160; Pertama adalah cara standar yang menerapkan prosedur keamanan untuk menjamin stabilitas sistem. Kedua adalah cara cepat dengan memanfaatkan “<em>one click installer</em>” dari antar muka YaST milik OpenSuSE.</p>
<p>Jika Anda tertarik untuk menggunakan cara aman, maka silakan ikuti panduannya yang ada di <a href="http://en.opensuse.org/KDE/Upgrade">Panduan OpenSUSE: KDE/upgrade.</a> Sedangkan saya sendiri memilih menggunakan metode cepat. Untuk itu, silakan klik pranala berikut sesuai dengan versi OpenSUSE yang Anda gunakan.</p>
<ul>
<li><a title="Install KDE 4.4 on OpenSUSE 11.2 with YaST/YMP" href="http://download.opensuse.org/repositories/KDE:/KDE4:/Factory:/Desktop/openSUSE_11.2/KDE4-DEFAULT.ymp" rel="nofollow">KDE 4.4 untuk OpenSUSE 11.2</a></li>
<li><a title="Install KDE 4.4 on OpenSUSE 11.1 with YaST/YMP" href="http://download.opensuse.org/repositories/KDE:/KDE4:/Factory:/Desktop/openSUSE_11.1/KDE4-DEFAULT.ymp" rel="nofollow">KDE 4.4 untuk OpenSUSE 11.1</a></li>
<li><a title="Install KDE 4.4 on OpenSUSE 11.0 with YaST/YMP" href="http://download.opensuse.org/repositories/KDE:/KDE4:/Factory:/Desktop/openSUSE_11.0/KDE4-DEFAULT.ymp" rel="nofollow">KDE 4.4 untuk OpenSUSE 11.0</a></li>
</ul>
<p>Berkas yang dipasang kira-kira sebesar 500 MB (kurang lebihnya), dengan jumlah paket sekitar 150-an. Beberapa setelan saya memilih memasang paket terbaru yang ditawarkan dengan perubahan vendor jika saat pemasangan ada peringatan ketidakcocokan dengan paket dari versi sebelumnya.</p>
<p>Berikut adalah beberapa pratampil dekstop KDE 4.4.</p>
<p><a title="Dekstop KDE 4.4 OpenSUSE 11.2" href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/IwQoN-s2RroOj56ZBdx7ew?authkey=Gv1sRgCJDukvavr-XuCA&amp;feat=directlink"><img src="http://lh3.ggpht.com/_Hd5imL9eh-8/S5MGgRDuWAI/AAAAAAAAAog/jTI4Fn5Q4Fs/s400/snapshot2.jpg" /></a> </p>
<p>Di atas adalah tampilan yang ada sistem operasi OpenSUSE 11.2 saya, keren bukan? Dengan Desktop Plasma yang cantik dan mudah diatur, belum lagi efek <em>compiz fusion</em> yang tidak tampak di sini, rasanya bahkan efek <em>Aero Glass</em> milik Vista-pun tertinggal jauh. Jika Anda lihat dengan seksama, di bagian <em>bottom workbar</em> (bilah kerja bawah) ada tiga jendela yang terbuka, tapi di desktop hanya tampak dua, satunya lagi samar-samar terlihat menumpuk pada yang lain – inilah salah satu efek yang dimiliki oleh <em>compiz fusion</em> untuk menampilkan desktop yang lebih efektif dan cantik. Untuk melihat gambar ukuran besar, silakan menengok ke halaman <a title="Screenshot KDE 4.4 On OpenSUSE 11.2" href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/IwQoN-s2RroOj56ZBdx7ew?authkey=Gv1sRgCJDukvavr-XuCA&amp;feat=directlink">album picasa</a>.</p>
<p><a href="http://www.kde.org/announcements/4.4/screenshots/thumbs/general-desktop_thumb.jpg"><img src="http://www.kde.org/announcements/4.4/screenshots/thumbs/general-desktop_thumb.jpg" width="400" height="250" /></a> </p>
<p>Yang satu di atas ini adalah pratampil lain yang saya ambil dari situs KDE yang menyatakan rilis resmi versi 4.4.1.</p>
<p><img src="http://3.bp.blogspot.com/_VN8zHqq8Ns8/S4oN9EzJoYI/AAAAAAAADUw/_0l_4mbcgoM/s320/KDE4.5_2.png" /> </p>
<p>Nah, sedangkan gambar mini di atas adalah pratampil yang saya ambil dari blog Linux Poison. Ini adalah yang diambil si empunya blog dari komputernya. Di bagian bawah gambar ada diperlihatkan opsi pemilihan <em>widget plasma desktop</em> yang bermacam-macam.</p>
<p>Tertarik dengan Linux? Jadikan dirimu lebih bebas bersama Linux – itulah slogan para pengguna Linux.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 7 March 2010 02:33:34 UTC by Digiprove certificate P10572" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10572" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--5FD69E9A3F750D1EFDA0CB8301DA03DEF4830E56FFB2F5AF6EB5EB98C19D68FD--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/memperbaharui-opensuse-11-2-dengan-kde-4-4-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Blog Tingkat SMA Se-Bali</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/lomba-blog-tingkat-sma-se-bali/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/lomba-blog-tingkat-sma-se-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 14:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali blogger community]]></category>
		<category><![CDATA[BBC]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/lomba-blog-tingkat-sma-se-bali/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Apakah Anda pelajar setingkat SMA yang berada di Provinsi Bali? Memiliki blog atau baru saja ingin belajar nge-blog? Mungkin ini saatnya di mana era dunia informasi sudah semakin merambah luas hingga ke ruang maya, tidak hanya sekadar di kording atau mading sekolahan gaya anak dulu.
Mungkin dalam rangka merangsang gairah menulis dan menumbuhkembangkan semangat jurnalisme [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 8px 8px 0px; display: inline" align="left" src="http://xa.yimg.com/kq/groups/20693907/sn/2097149003/name/lomba-blog-sebali.jpg" /> </p>
<p>Apakah Anda pelajar setingkat SMA yang berada di Provinsi Bali? Memiliki blog atau baru saja ingin belajar nge-blog? Mungkin ini saatnya di mana era dunia informasi sudah semakin merambah luas hingga ke ruang maya, tidak hanya sekadar di kording atau mading sekolahan gaya anak dulu.</p>
<p>Mungkin dalam rangka merangsang gairah menulis dan menumbuhkembangkan semangat jurnalisme warga di kalangan para pelajar maka, <abbr title="Bali Blogger Community">BBC</abbr> bersama Pers Mahasiswa Akademika dan Sloka Institute mengadakan lomba blog bagi pelajar tingkat SMA/SMK se-Bali.</p>
<p>Anda tertarik? Berikut adalah syarat-syaratnya, penilaian dan hadiah yang ditawarkan (<a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> ambilkan dari blog Mas Anton dalam artikel berjudul “<a href="http://www.rumahtulisan.com/06/03/2010/blogging/lomba-blog-smasmk-se-bali.html">Lomba Blog SMA/SMK se-Bali</a>”.</p>
<p> <span id="more-780"></span><br />
<h3>Syarat</h3>
<ol>
<li>Lomba blog terbuka untuk semua kelompok jurnalistik di seluruh SMA/SMK di Bali. </li>
<li>Peserta lomba adalah kelompok jurnalistik atau pengurus koran dinding di sekolah, bukan perorangan. </li>
<li>Satu kelompok jurnalistik boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan. </li>
<li>Tulisan yang dikirimkan harus sesuai tema lomba dan bisa dalam bentuk opini atau berita kisah. </li>
<li>Selain tulisan, peserta juga harus mengirimkan alamat tulisan (url) yang ada di internet. Contoh URL adalah http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2010/03/06/lomba-blog-smasmk-se-bali.html </li>
<li>Peserta harus mencantumkan banner lomba blog di blog yang didaftarkan dalam lomba. </li>
<li>Pendaftaran dibuka dari 20 Februari hingga 30 Maret 2010. Peserta bisa mengirimkan tulisan dan link-nya antara tanggal tersebut. </li>
<li>Penerimaan tulisan ditutup pada 30 Maret 2010 pukul 24.00 Wita. </li>
<li>Tulisan dikirimkan ke email yanuar@gmail.com dan antonemus@gmail.com. </li>
</ol>
<h3>Penilaian</h3>
<ol>
<li>Tulisan meliputi orisinalitas, kedalaman, dan gaya bahasa </li>
<li>Desain meliputi foto atau ilustrasi dan kelengkapan perangkat website seperti banner lomba dan </li>
<li>Interaksi meliputi jumlah komentar dan interaksi dengan pembaca. </li>
</ol>
<h3>Hadiah</h3>
<ol>
<li>Juara I:&#160; Rp 1.000.000 dan piala </li>
<li>Juara II: Rp 750.000 dan piala </li>
<li>Juara III: Rp 500.000 dan piala </li>
</ol>
<p>Pengumuman pemenang akan disampaikan pada pertengahan April 2010 melalui website baliblogger.org dan balebengong.net</p>
<p>Info lebih lanjut bisa hubungi    <br />Email antonemus@gmail.com | Telp +62817348794 | YM antonemus</p>
<p>Tertarik? Jangan tunda lagi, ikutlah sekarang juga!</p>
<p>[Logo lomba ditautkan dari Yahoo, diberikan oleh Saylow]</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 7 March 2010 14:23:26 UTC by Digiprove certificate P10623" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10623" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--96B1EFE6AB2DD7F3ED81F1D565BAB2CCAE13F4E842286BF091EE87F2D1DE5BEF--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/lomba-blog-tingkat-sma-se-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperkaya Langgan Blog Via Email di Feedburner</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/memperkaya-langgan-blog-via-email-di-feedburner/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/memperkaya-langgan-blog-via-email-di-feedburner/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Feedburner]]></category>
		<category><![CDATA[langganan]]></category>
		<category><![CDATA[notifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[surat elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[umpan sindikasi]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/memperkaya-langgan-blog-via-email-di-feedburner/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal feedburner? Rerata narablog yang sudah cukup lama malang melintang di blogsphere pasti mengenal layanan pembakar RSS Feed (pengumpan sindikasi) ini.
Banyak fasilitas baru yang kini disediakan feedburner termasuk update status via twitter jika ada sindikasi terbaru dari publikasi blog, ini bermanfaat bagi pengguna blog di blogspot/blogger.com untuk memberitahu adanya posting artikel terbaru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak kenal <a title="Umpan RSS dengan Feedburner" rel="dofollow" href="http://catatan.legawa.com/2009/11/umpan-rss-dengan-feedburner/" target="_blank">feedburner</a>? Rerata narablog yang sudah cukup lama malang melintang di <em>blogsphere</em> pasti mengenal layanan pembakar <em>RSS Feed</em> (pengumpan sindikasi) ini.</p>
<p>Banyak fasilitas baru yang kini disediakan <em>feedburner</em> termasuk <em>update</em> status via <a href="http://www.twitter.com/haridiva">twitter</a> jika ada sindikasi terbaru dari publikasi blog, ini bermanfaat bagi pengguna blog di blogspot/blogger.com untuk memberitahu adanya <em>posting</em> artikel terbaru di blog mereka – karena tidak seperti wordpress yang memiliki sistem ini terintegrasi atau pun dengan memanfaatkan pengaya tertentu.</p>
<p>Blog anda belum tereintegrasi dengan layanan <em>feedburner</em>? Silakan mengikuti petunjuk bagaimana mengintegrasikannya, Anda dapat membacanya di “<a href="http://nizarnitisara.wordpress.com/2009/08/06/cara-daftar-blog-ke-feedburner/">Cara Daftar Blog ke Feedburner</a>” atau “<a href="http://artikelkomputerku.blogspot.com/2009/01/cara-burning-blog-ke-feedburner.html">Cara Burning Feed Blog di Feedburner</a>”.</p>
<p><span id="more-735"></span></p>
<p>Sekarang kita akan bahas mengenai sistem pengayaan langgan <em>update </em>blog via surel (<em>email</em>). Seperti yang <a title="Cahya Legawa' Homepage" rel="nofollow" href="http://www.legawa.com">saya</a> sampaikan sebelumnya saya lebih suka mengikuti pembaharuan suatu artikel blog melalui surel. Karena saya tidak perlu mengakses ke pembaca sindikasi seperti Google Reader untuk mengetahui adanya <em>update</em>, karena sering kali Google Reader sulit dibuka apalagi jika ada banyak pembaharuan dan koneksi internet yang lambat.</p>
<p>Pertama, masuk ke <em>dashboard/admin feedburner</em> sesuai blog yang ingin Anda setel. Di pita atas ada banyak pilihan seperti <em>analyze, optimize, publicize, monetize</em>. Pilihlah <em>publize</em>, karena pengiriman via surel adalah bagian dari publikasi. Kemudian di bilah samping kiri, pilih <em>email subcription</em>.</p>
<blockquote><p><em>Dashborad</em> ? <em>Publize</em> ? <em>Email Subscriptions</em></p></blockquote>
<h3>Manajemen Langganan</h3>
<p>Bagian pertama adalah “<em>subscription management</em>”, fungsi ini harus diaktifkan, ada di bagian bawah. Kemudian ada kode yang bisa disalin-tempel pada sidebar blogspot atau widget wordpress.</p>
<form style="text-align: center; border: #ccc 1px solid; padding: 3px;" action="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify" method="post"></form>
<p>Enter your email address:</p>
<input style="width: 140px;" name="email" />
<input name="uri" type="hidden" />
<input name="loc" type="hidden" />
<input type="submit" />
<p>Delivered by <a href="http://feedburner.google.com" target="_blank">FeedBurner</a></p>
<p>Di atas adalah contoh jika Anda menggunakan kode ini di template blog anda, sebuah formulir yang bisa diisi dengan alamat surel guna berlangganan blog. Atau Anda bisa menggunakan tautan untuk menuju halaman pengisian formulir, contohnya bisa dilihat di bagian bawah blog ini atau klik taut <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=CatatanKakiCahya">formulir berlangganan via surel</a>.</p>
<p>Pengaktifan fungsi ini akan memberikan fungsi dasar dari sistem berlangganan via surel di feedburner.</p>
<h3>Preferensi Komunikasi</h3>
<p>Bagian ini diaktifkan jika Anda ingin mengubah beberapa setelan komunikasi dari sistem asli/<em>default</em>. Ada tiga bagian yang harus diisi:</p>
<ol>
<li><em>Email “from” address</em>: Ini adalah alamat surel yang akan ditunjukkan pada pelanggan saat ia menerima konfirmasi pengaktifan langganan via surel. Intinya ini berfungsi memberitahukan pada pelanggan, alamat surel dari admin blog, silakan isi dengan alamat surel anda atau alamat khusus yang Anda buat untuk admin blog. Aslinya akan berisi alamat surel akun Google anda.</li>
<li><em>Confirmation Email Subject</em>: Bagian ini berisi subjek surel yang akan dibaca saat melakukan konfirmasi aktivasi. Ketika seorang mengajukan kueri untuk berlangganan, ia akan menerima surel konfirmasi bahwa memang benar dialah yang meminta untuk berlangganan. Semisal saya akan mengisi dengan “Mohon Aktivasi Langganan [nama blog]”.</li>
<li><em>Confirmation Email Body</em>: Bagian ini berisi pesan yang akan dibaca calon pelanggan saat aktivasi. Anda bisa memberikan alasan mengapa konfirmasi diperlukan, dan lain sebagainya – semisal syarat berlangganan. Namun jangan lupa menambahkan taut konfirmasi dengan menambahkan kode: <code>${confirmlink}</code> dan simpan setelan setelahnya.</li>
</ol>
<h3>Email Branding</h3>
<p>Ini adalah bagian di mana Anda bisa menambahkan beberapa item ketika sebuah notifikasi <em>update</em> dikirim ke pelanggan-pelanggan anda.</p>
<p><strong>Subyek atau judul surel</strong> biasanya diisi dengan “nama blog” anda di mana setelahnya dapat ditambahkan kode: <code>${latestItemTitle}</code> yang membuat format subyek surel menjadi: [nama blog] &#8211; [judul <em>posting</em> terbaru].</p>
<p><strong>Logo blog</strong> juga dapat ditambahkan dengan menyediakan alamat URI/URL di mana logo itu berada. Ini akan memberikan label pada surel notifikasi.</p>
<p>Lain-lain Anda juga bisa melakukan perubahan pada jenis dan besar huruf yang akan digunakan, termasuk warnanya. Akan disediakan kolom pratampil guna melihat hasil pengubahan yang Anda lakukan. Jangan lupa setelah selesai setelan disimpan atau diaktifkan jika belum diaktifkan.</p>
<h3>Pilihan Pengantaran</h3>
<p>Bagian ini memberikan pengelola untuk memberikan opsi pengantaran, jadi kapan surel notifikasi update artikel dikirimkan kepada para pelanggan.</p>
<p>Pertama menentukan dulu zona waktu yang digunakan, karena kita di Indonesia, maka semisal kita ingin menggunakan zona waktu WIB maka pilihlah <em>timezone</em> GMT+7 (atau waktu yang umum digunakan di Bangkok, Hanoi dan Jakarta).</p>
<p>Kemudian menentukan jam pengantaran. Ini sebaiknya ditentukan dengan melihat kapan biasanya kita melakukan publikasi blog. Semisal saya secara melakukan penjadwalan untuk terbitnya tulisan baru secara otomatis setiap dini hari antara pukul 00.00 – 02.00 (silakan membaca kembali: “<a href="http://catatan.legawa.com/2010/02/mengelola-publikasi-blog-terjadwal/">Mengelola Publikasi Blog Terjadwal</a>”), maka saat yang baik untuk mengirim surel adalah sekitar 2-4 jam berikutnya, sehingga saya memilih jadwal pengiriman antara jam 03.00 – 05.00 pagi. Jika ada yang suka sarapan pagi dengan blog, pastinya mereka sudah menerima artikel terbaru saya di kotak surat mereka.</p>
<p>Sebenarnya pilihan ini tidak harus ada, wordpress.com misalnya sudah memiliki opsi terintegrasi untuk notifikasi pembaharuan via surel. Namun jika ada yang memerlukan, saya rasa seorang narablog layak untuk menyediakannya.</p>
<p>Berikut adalah contoh gambar untuk surel yang diterima oleh pelanggan:</p>
<p><img title="Contoh Publikasi Update via Surel" src="http://lh3.ggpht.com/_Hd5imL9eh-8/S4Wd1xGuaaI/AAAAAAAAAjg/9nkfLoXBZ1g/s800/Feedburner via email.JPG" alt="Contoh Publikasi Update via Surel" width="486" height="260" /></p>
<p>Silakan klik <a href="http://lh3.ggpht.com/_Hd5imL9eh-8/S4Wd1xGuaaI/AAAAAAAAAjg/9nkfLoXBZ1g/s800/Feedburner%20via%20email.JPG">di sini</a> untuk melihat ukuran penuh.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align: middle; display: inline-table; padding: 3px; line-height: normal; border: 0px;" title="certified 24 February 2010 21:52:23 UTC by Digiprove certificate P9771"><a style="text-decoration: none;" href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9771" target="_blank"><img style="vertical-align: middle; display: inline; border: 0px; margin: 0px; float: none; background-color: transparent;" src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" border="0" alt="" /><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size: 11px; color: #636363; border: 0px; float: none; display: inline; text-decoration: none; letter-spacing: normal;" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';"> Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa</span></a><!--C5EDE0BDDE106A645A1E168E325D3E842F4701CB5AC07D78702D54D7E1D174B8--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/memperkaya-langgan-blog-via-email-di-feedburner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekal Mencari DOSMAN buat BBC</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/bekal-mencari-dosman-buat-bbc/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/bekal-mencari-dosman-buat-bbc/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 03:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mozaik]]></category>
		<category><![CDATA[alamat]]></category>
		<category><![CDATA[BBC]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[DOSMAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/bekal-mencari-dosman-buat-bbc/</guid>
		<description><![CDATA[Tampaknya di milis BBC sedang bingung mencari alamat DOSMAN (SMA N 1 Gianyar) untuk diadakan lomba pelatihan blog tanggal besok.
Berikut saya bantu untuk lokasinya dengan merujuk pada google maps: http://maps.google.com/maps?ll=-8.5535211,115.32138&#38;z=14&#38;t=h&#38;hl=en silakan menggunakan taut ini untuk merujuk balik.
 
Pertama taut itu akan memperlihatkan gambar kota Gianyar sebagai berikut:

Area yang saya lingkari merah ada lokasi/area di mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tampaknya di milis BBC sedang bingung mencari alamat DOSMAN (SMA N 1 Gianyar) untuk diadakan lomba pelatihan blog tanggal besok.</p>
<p>Berikut <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> bantu untuk lokasinya dengan merujuk pada google maps: <a title="http://maps.google.com/maps?ll=-8.5535211,115.32138&amp;z=14&amp;t=h&amp;hl=en" href="http://maps.google.com/maps?ll=-8.5535211,115.32138&amp;z=14&amp;t=h&amp;hl=en">http://maps.google.com/maps?ll=-8.5535211,115.32138&amp;z=14&amp;t=h&amp;hl=en</a> silakan menggunakan taut ini untuk merujuk balik.</p>
<p> <span id="more-765"></span>
<p>Pertama taut itu akan memperlihatkan gambar kota Gianyar sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://catatan.legawa.com/wp-content/uploads/2010/03/DOSMANBigMap.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="DOSMAN BigMap" border="0" alt="DOSMAN BigMap" src="http://catatan.legawa.com/wp-content/uploads/2010/03/DOSMANBigMap_thumb.jpg" width="454" height="259" /></a></p>
<p>Area yang saya lingkari merah ada lokasi/area di mana DOSMAN berada, tentu lingkup area itu lebih besar dari ukuran sekolah. Karena koneksi saya lemot, jadi saya tidak menunjukkannya secara utuh. Tapi anggota BBC bisa menemukan DOSMAN di situ. (Gambar ini bisa dilihat juga di <a title="Map Dosman bag. 1" href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/JFqRvfXMAs5TbJhhyhWqIQ?authkey=Gv1sRgCJDukvavr-XuCA&amp;feat=directlink" rel="nofollow">Picasa</a>)</p>
<p>Jika gambar itu kurang jelas, berikut perbesarannya dengan Google Earth. Baik gambar di atas maupun yang berikut bisa diperbesar dengan [klik kiri] pada gambar masing-masing.</p>
<p><a href="http://catatan.legawa.com/wp-content/uploads/2010/03/DOSMANEnlargerMap.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="DOSMAN EnlargerMap" border="0" alt="DOSMAN EnlargerMap" src="http://catatan.legawa.com/wp-content/uploads/2010/03/DOSMANEnlargerMap_thumb.jpg" width="454" height="306" /></a> </p>
<p>Daerah yang saya lingkari adalah bangunan DOSMAN. Di Utaranya adalah Jln. Ngurah Rai (ke Timur menuju Bangli). Gambar juga bisa dilihat di <a title="Map Dosman bag. 2" href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/kEFr1qX9Egrc7ljTTn50Pg?authkey=Gv1sRgCJDukvavr-XuCA&amp;feat=directlink" rel="nofollow">album Picasa</a>.</p>
<p>Arahannya adalah jika sampai di Lapangan Astina (area besar di gambar pada bagian tengah kiri), ikuti Jln. Ngurah Rai ke arah Timur, akan ada percabangan jalan ditandai patung besar, jika lurus akan menuju Jln. Astina Timur (menyeberangi sungai), kita akan memilih jalan cabang ke kanan (Jln. Ratna). SMAN 1 Gianyar beralamat di Jln. Ratna no. 1 (seharusnya tidak sulit lagi menebak yang mana.</p>
<p>Nah, buat rekan-rekan <a title="BBC" href="http://baliblogger.org">Bali Blogger Community</a> yang akan mengadakan pelatihan blog di DOSMAN dan juga di seluruh Bali, selamat berkarya, semoga kegiatannya sukses. Mohon maaf, saya belum banyak dapat membantu dan berpartisipasi langsung.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 6 March 2010 03:52:53 UTC by Digiprove certificate P10532" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10532" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--23922CC4CD48646D6C855EA6FF2A220C999181D749BB072911C13FC9FC53B7DE--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/bekal-mencari-dosman-buat-bbc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nostalgia Yang Lama</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/nostalgia-yang-lama/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/nostalgia-yang-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 17:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[ingatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[lama]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pulpen]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/nostalgia-yang-lama/</guid>
		<description><![CDATA[Kadang saya bisa duduk termenung memikirkan satu dua hal yang tidak jelas. Beberapa saat bisa jadi pandangan ini kosong, jika saya meliriknya kembali, persis seperti seekor keledai dengan wajah dungunya sedang memandangi lukisan Van Goh. Hanya saja bedanya walau sama-sama termenung, mungkin bukan lukisan yang saya pandangi, namun hanya grafiti dari kehidupan masa lalu saya.
Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> bisa duduk termenung memikirkan satu dua hal yang tidak jelas. Beberapa saat bisa jadi pandangan ini kosong, jika saya meliriknya kembali, persis seperti seekor keledai dengan wajah dungunya sedang memandangi lukisan Van Goh. Hanya saja bedanya walau sama-sama termenung, mungkin bukan lukisan yang saya pandangi, namun hanya grafiti dari kehidupan masa lalu saya.</p>
<p>Ini seperti suatu mozaik yang saling tumpang tindih, saya tak akan pernah tahu apa yang bisa muncul di pikiran saya selanjutnya – sama persis ketika saya tidak tahu ke mana tulisan ini hendak pergi ketika saya memulai kata-kata awalnya.</p>
<p> <span id="more-732"></span>
<p>Pandangan saya jatuh pada pulpen (sejujurnya saya masih penasaran, kata “pulpen” ini berasal dari bahasa serapan mana) bermerek Zebra yang sudah beberapa tahun saya gunakan. Pulpen ini mungkin termasuk mahal di kalangan mahasiswa yang berkantong tipis seperti saya, karena harganya mencapai belasan ribu rupiah per batang pena, dan isi ulangnya bisa mencapai beberapa ribu rupiah.</p>
<p>Namun pulpen seperti ini justru saya memiliki beberapa, karena pas bagi saya untuk menulis. Pulpen ini diaktifkan (dikeluarkan mata penanya) dengan menarik/memanjangkannya, dan ditutup kembali dengan memendekkannya. Cukup praktis karena tidak memerlukan tutup. Saya orang yang sangat teledor dengan barang-barang kecil, jika saya menggunakan pulpen biasa, maka saya cenderung menghilangkan tutupnya, dan kemudian saya akan kehilangan pulpennya karena begitu mirip dengan milik rekan-rekan saya yang lainnya.</p>
<p>Jika pulpen ini tertinggal di suatu tempat, rekan saya pasti segera tahu orang bodoh mana yang teledor meninggal pulpen seperti itu – karena hanya satu orang yang menggunakannya hingga lapisan luarnya tampak begitu kusam.</p>
<p>Pun saya jadi teringat, karena ada banyak barang yang menemani saya sejak lama. Seperti motor <em>Yamaha Jupiter</em> warna hitam yang sudah saya gunakan sejak akhir kelas 2 SMA. Usianya sekarang mungkin antara 7 – 8 tahun, usia yang lumayan baya bagi sebuah sepeda motor, walau tidak terlalu tua. Mungkin saya tidak terlalu pandai merawat sepeda motor, karena jika ada kerusakan sedikit saja – saya bisa panik bukan kepalang.</p>
<p>Saya menyukai berkendara dengan sepeda motor saya, walau hanya berkeliling kota tanpa tujuan. Ada hal-hal yang begitu sangat ingin untuk disaksikan dari atas suara motor yang menderu-deru. Kadang berkendara di bawah hujan pun menjadi suatu yang menyenangkan. Mungkin secara tidak sadar seorang pemilik motor membangun banyak kenangan dengan sepeda motornya, saat terjatuh bersama, saat mengebut mengejar jam kuliah, saat berbelanja dengan banyak barang yang tak tahu mesti ditempatkan di mana, saat berdebar-debar dengan membonceng seseorang yang istimewa, atau saat menunggu sepeda motornya di bengkel untuk perawatan rutin atau pun perbaikan.</p>
<p>Beberapa kali dalam satu – dua tahun terakhir saya ditawari untuk mengganti sepeda motor saya. Namun rasanya tidak tega, malah dana membeli sepeda motor baru saya gunakan untuk membeli <em>notebook</em> baru – walau dapatnya bukan <em>notebook</em> yang paling baik, setidaknya tidak akan kalah dengan <em>Acer Ferrari</em> atau <em>Asus Lamborghini</em> di masanya – itu dulu, sekarang sudah seperti <em>notebook</em> tua saja.</p>
<p>Kurasa ada beberapa orang yang senang bertahan dengan motor tuanya – bukan karena tidak ada kesempatan untuk mendapatkan yang baru, namun karena mereka hanya tidak ingin menggantikan yang lama.</p>
<p>Apalagi yang tua di sekitarku? Hmm…, oh ya, sepatu yang selalu kugunakan. Kurasa sepatu ini buatan Indonesia, diwariskan dari pamanku (mungkin digunakan pada masa mudanya saat bekerja di Jakarta pada tahun 80-an atau 90-an dugaanku), beberapa bagian kulitnya sudah mengelupas dan robek. Tali-talinya pun sudah mengeras dan tidak lagi elastis, bagian bawahnya sudah berpori pada tempat yang dulunya menjadi bantalan, kini bisa menjadi perangkap bagi satu atau dua kerikil untuk terjebak di dalamnya. Bagian dalamnya mesti kutambahkan semacam cetakan lateks, karena kain yang harusnya menjadi bantalan kakinya sudah hancur. Dan aku menggunakan sudah sejak awal masa kuliah. Asal disemir dengan teliti, bagian luarnya akan tampak rapi dan mengkilap – tidak akan seperti sepatu lama sama sekali.</p>
<p>Lalu apa aku tidak memiliki sepatu baru? Yah, sepatuku yang paling baru adalah sepatu pantofel yang kudapatkan di kelas 1 SMA ketika ikut serta sebagai pengibar bendera kabupaten. Sama jua hanya dengan semiran teliti, akan tampak seperti baru. Ini kucadangkan jika yang lainnya sedang tidak dapat digunakan, semisal basah terkena hujan.</p>
<p>Terkadang apa yang bersama kita cukup lama bisa mengingatkan kita kembali pada banyak hal. Jika kita lupa – bahkan mengapa kita berada di suatu tempat dan suatu situasi – mereka mungkin berbaik hati mengingatkan kita, sehingga dengan berucap pelan “<em>ah ya…, tentu saja</em>” kita tahu ke mana akan melangkah selanjutnya.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 24 February 2010 14:02:25 UTC by Digiprove certificate P9739" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9739" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--A19DD816126782006826CF6E3BCD926405299F3E73B7C95DC4EE43E39C434D53--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/nostalgia-yang-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya Bahasa Sebuah Blog</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/budaya-bahasa-sebuah-blog/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/budaya-bahasa-sebuah-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 17:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[narasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/budaya-bahasa-sebuah-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering mendengar bahwa bangsa kita adalah bangsa yang santun dalam bertutur kata, sedemikian hingga sejak zaman kerajaan dulu, negeri ini gemar dikunjungi berbagai pedagang dari berbagai belahan bumi melalui jalur laut yang menghubungkan setiap daratan di muka bumi.
Keramah-tamahan kita dikenal dengan baik – demikian katanya. Namun entah mengapa kini rasanya itu merupakan sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">Saya</a> sering mendengar bahwa bangsa kita adalah bangsa yang santun dalam bertutur kata, sedemikian hingga sejak zaman kerajaan dulu, negeri ini gemar dikunjungi berbagai pedagang dari berbagai belahan bumi melalui jalur laut yang menghubungkan setiap daratan di muka bumi.</p>
<p>Keramah-tamahan kita dikenal dengan baik – demikian katanya. Namun entah mengapa kini rasanya itu merupakan sesuatu yang teramat langka dijumpai. Dalam kehidupan serba modern, orang terbiasa dengan segala hal yang serba instan atau cepat saji. Mungkin adalah pengaruh budaya asing, hingga ke dalam bahasa pun kini segalanya menjadi serba instan. Memang mungkin tuntutan zaman, bahwa segalanya sesuatu mesti ringkas, padat dan jelas.</p>
<p> <span id="more-731"></span>
<p>Saya pernah membaca sebuah buku “Geografi” terbitan lama, ejaannya masih menggunakan ejaan Soeandi, dengan kertas yang sudah kecokelatan dan halaman yang sudah menghitam dan lapuk dimakan usia. Mungkin itu dulu buku teks yang digunakan sebelum masa EYD tiba, karena seakan-akan saya dibawa ke dalam masa di mana apa-apa yang disampaikan rasanya sungguh-sungguh nyata.</p>
<p>Berbeda dengan buku-buku yang ada pada masa saya SMA dulu, buku “Geografi” kala itu begitu ringkas, padat dan jelas dengan materi yang bertumpuk. Buku tua ini justru menyampaikannya dalam narasi yang panjang, lebar, bahkan kadang mengabur unsur-unsur mana yang penting sebenarnya untuk dipelajari. Ia lebih seperti sebuah kisah, sebuah narasi yang menceritakan pada saya, seolah membuat saya berjalan menyusuri apa yang dilihat oleh si penulis.</p>
<p>Semisal jika bercerita tentang bendungan Aswan di Sungai Nil, buku sekarang akan bercerita, apa nama bendungan itu, kapan bendungan itu dibangun, apa kepentingannya, dan di mana lokasinya – titik. Lalu apa menariknya seperti itu – walau tentu itu informatif. Buku lama itu mengajak saya berjalan ke tepi-tepi sungai nil, melihat bagaimana penduduk di sana sebelum bendungan itu ada, dan setelah bendungan itu ada, bagaimana sungai itu kini bersanding dengan bendungan, ketika membacanya sungguh rasanya bisa benar-benar berdiri di atas bendungan dan menatap alam sekitarnya. Walau mungkin saya tidak tahu mengapa saya berada di atas bendungan, namun saya tahu bahwa saya telah menerima apa yang disampaikan oleh si penulis.</p>
<p>Itu mungkin sebuah buku pelajaran tua yang penulisnya tidak saya kenal, namun bisa membuatnya begitu menarik bagi saya (walau Geografi bukanlah bidang yang terlalu saya minati) membuat saya diam-diam mengagumi kemampuan seseorang dalam menulis. Mungkin inikah yang disebut sebagai “<em>The Law of Attraction</em>”?</p>
<p>Saya bukan seorang penulis, tidak pula memiliki bakat dalam bidang ini, dan saya tidak berencana untuk menggeluti dunia menulis. Namun jika saya menulis, sering kali saya dapat berharap bisa menjadi sebaik itu, sebaik di mana setiap kata tersampaikan pada mereka yang sungguh-sungguh membacanya.</p>
<p>Seorang narablog sering kali secara sadar atau tidak sadar menuntut mereka yang sengaja maupun tak sengaja membaca tulisannya agar lebih teliti kembali membaca apa yang ia tulis, dan saya rasa tuntutan ini kemudian terasa kurang pas ketika apa yang disampaikan menjadi tidak jelas karena penulisan yang mungkin sulit dipahami.</p>
<p>Saya tidak hanya sekali dua kali mendapat tanggapan bahwa kadang tulisan saya sulit dipahami. Ya, seandainya saya becermin kembali, mungkin sang penulis sendiri kadang sulit memahami ulang apa yang ia tulis sepenuhnya.</p>
<p>Mungkin wajarlah menjadi sebuah harapan kecil seorang yang gemar menulis, bahwa jika suatu hari nanti, setiap kata yang ia tulis bisa menjadi bahasa – jembatan penghubung antara dua pikiran dalam sebuah sketsa raksasa, bukan hanya sekadar tuangkan yang terperangkap di atas kanvas.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 23 February 2010 16:17:28 UTC by Digiprove certificate P9681" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9681" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--2C853A0EEC9DCEB901D0A2C08EB8E645A3CC794A3A0151EFA4D9FAAD8565F291--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/budaya-bahasa-sebuah-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari TUGZip ke PeaZip</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/dari-tugzip-ke-peazip/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/dari-tugzip-ke-peazip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 17:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[piranti lunak]]></category>
		<category><![CDATA[berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Free Software]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[PeaZIP]]></category>
		<category><![CDATA[pengarsipan]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[TUGZip]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>
		<category><![CDATA[WinRAR]]></category>
		<category><![CDATA[WinZIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/dari-tugzip-ke-peazip/</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya kesulitan mencari peranti lunak pengarsip (file archive manager), ini saya perlukan karena pada banyak orang yang senang menyimpan datanya dalam bentuk terarsip seperti dalam bentuk ZIP, RAR, TAR, 7Z, dan lain sebagainya. Banyak sekali manfaat program-program yang mampu melakukan hal ini, namun mungkin yang diketahui kebanyakan orang tidak sebanyak itu.
Saya dulu hanya tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> kesulitan mencari peranti lunak pengarsip (<em>file archive manager</em>), ini saya perlukan karena pada banyak orang yang senang menyimpan datanya dalam bentuk terarsip seperti dalam bentuk ZIP, RAR, TAR, 7Z, dan lain sebagainya. Banyak sekali manfaat program-program yang mampu melakukan hal ini, namun mungkin yang diketahui kebanyakan orang tidak sebanyak itu.</p>
<p>Saya dulu hanya tahu ada dua program yang cukup baik, pertama adalah <strong>WinZIP</strong> dan yang lainnya adalah <strong>WinRAR</strong>, tapi kedua peranti lunak tersebut adalah peranti <em>proprietary</em> berbayar. Kita harus membeli lisensinya untuk bisa menggunakannya secara legal, dan terbilang harganya tidaklah murah. Meski demikian, banyak yang masih menggunakannya, namun tentu secara tidak legal, alias bajakan.</p>
<p> <span id="more-730"></span>
<p>Ketika saya menulis “<a href="http://catatan.legawa.com/2009/12/murah-meriah-dengan-microsoft-windows/">Murah Meriah Dengan Microsoft Windows</a>”, saya termasuk orang yang berusaha mencari alternatif peranti lunak yang murah, berkualitas, dan bermanfaat dengan baik. Saya berharap bisa melakukan penghematan lisensi pembelian perangkat lunak dengan tetap tidak mengurangi fungsi dari perangkat lunak yang menjadi alternatif.</p>
<p>Dulu saya “jatuh hati” pada <strong>TUGZip</strong> sebagai pengganti atau alternatif dari program WinZIP dan WinRAR, karena fungsi dan GUI-nya yang sederhana. Di masanya program ini memenangkan beberapa penghargaan. Dan baiknya, program ini sepenuhnya gratis (<em>free</em>) tanpa biaya pembelian lisensi.</p>
<p>Berikut saya kutipkan dari halaman beranda TugZip:</p>
<blockquote><p><em>TUGZip is a powerful award-winning freeware archiving utility for Windows® that provides support for a wide range of compressed, encoded and disc-image files, as well as very powerful features; all through an easy to use application interface and Windows Explorer integration</em>.</p>
</blockquote>
<p>Saking sederhananya, setidaknya satu dua tahun terakhir saya bertahan menggunakan TUGZip. Namun sepertinya program ini tidak diperbaharui lagi, padahal ada beberapa <em>bugs</em> yang masih saya temukan, walau bukan isu yang segera mesti diatasi, tapi rasanya lama kelamaan agak kurang nyaman juga. Jika Anda ingin mencobanya, Anda bisa mengunduhnya di <a href="http://www.tugzip.com/">Website TUGZip</a>.</p>
<p>Saya pun beralih pada alternatif lain yang dikembangkan secara berkelanjutan. Saya kemudian memilih <strong>PeaZip</strong>, berbeda dengan TUGZip yang masuk ke kelas peranti lunak berlisensi gratis (<em>freeware</em>) maka PeaZip digolongkan ke dalam peranti lunak terbuka (<em>open source</em>), sehingga setiap orang bisa turut serta mengembangkan peranti lunak ini.</p>
<p>Sampai saat ini sudah satu bulan saya mencoba menggunakan PeaZip, dan saya belum menemukan <em>bug(s)</em> – dalam artian program ini cukup stabil di komputer yang saya gunakan. Tersedia dalam berkas instalasi dan berkas <em>portable</em>. Mendukung baik Windows maupun Linux.</p>
<p>Jika Anda tertarik mencoba PeaZip silakan mengunduh di halaman&#160; <a href="http://peazip.sourceforge.net/">PeaZip</a> di <a href="https://sourceforge.net/projects/peazip/">SourceForge.Net</a>. Program ini cukup ringan digunakan, dan saya merekomendasikannya untuk penggunaan kebutuhan mendasar bagi keperluan pengarsipan berkas.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 23 February 2010 00:49:23 UTC by Digiprove certificate P9629" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9629" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--4AE9FD12BC4447747DA99E7EA78AFC06184420C763B8B7810A73C24B3DC0C58A--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/dari-tugzip-ke-peazip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya Tidak Ke Pura?</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/mengapa-saya-tidak-ke-pura/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/mengapa-saya-tidak-ke-pura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 17:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[pura]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/mengapa-saya-tidak-ke-pura/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat bertanya pada saya, mengapa saya tidak ke Pura? Apakah karena malas atau bagaimana? Hal ini mungkin adalah respon dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Mencari Palangkiran”.
Saya membagi beberapa hal dalam tulisan saya di surat elektronik kemudian, dan berikut adalah salinannya yang saya cantumkan di sini:
Kenapa saya tidak pernah ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat bertanya pada saya, mengapa saya tidak ke Pura? Apakah karena malas atau bagaimana? Hal ini mungkin adalah respon dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul “<a href="http://catatan.legawa.com/2009/08/mencari-palangkiran">Mencari Palangkiran</a>”.</p>
<p>Saya membagi beberapa hal dalam tulisan saya di surat elektronik kemudian, dan berikut adalah salinannya yang saya cantumkan di sini:</p>
<p>Kenapa saya tidak pernah ke pura ya? Hmm…, kalau dipikir-pikir malah tidak menemukan alasannya. Sama seperti jika saya berpikir-pikir, kenapa saya mesti pergi ke pura? Atau apa yang dapat saya pergi ke pura.<br />
Ada memang orang-orang yang cukup bodoh seperti saya contohnya, ada merasa tidak perlu ke pura maka dia tidak ke pura, ada yang merasa ia tidak perlu makan daging maka ia menjadi vegetarian, ada yang merasa tidak perlu menaruh kepercayaan pada Tuhan maka ia menjadi atheis, walau semua itu sekadar sebutan.<br />
<span id="more-725"></span></p>
<p>Bukan berarti saya tidak pernah ke tempat yang bernama pura sama sekali, namun tidak pergi ke sana sebagaimana pengertian umum. Mungkin saya sudah pernah ceritakan sebelumnya (atau belum ya?), saya pernah pergi ke Pura di Banguntapan, ketika itu bukanlah hari-hari besar atau perayaan agama Hindu, hanya hari-hari biasa mungkin seperti hari ini. Saya pergi ke sana pada sebuah sore yang sejuk.<br />
Pura di Banguntapan masih dalam pemugaran saat itu, candi bentar yang ada di luar masih pagari dengan tiang-tiang bambu untuk penyelesaiannya. Saya memasuki pura dan melihat beberapa orang sudah ada di sana, dua orang dewasa dengan seorang anak kecil, dan dua remaja laki-laki dan perempuan duduk pada masing-masing tikar mereka dengan dupa yang sudah menyala di hadapannya. Mereka tampak khusyuk berdoa dan bersembah di dalam pura, sementara saya mengambil tikar, dan duduk bersimpuh di posisi agak ke belakang (saya harap tidak mengganggu mereka saat itu).</p>
<p>Saya mengamati suasana sekitar, termasuk orang-orang yang ada di sana, tanaman-tanaman, lingkungan pura, serta langit yang terbuka lebar. Saya melihat atau mungkin &#8220;menyentuh&#8221; suatu &#8220;kelembutan&#8221; secara seketika, dan segala sesuatunya menjadi begitu &#8220;tenang&#8221; serta &#8220;damai&#8221;, saya tak dapat mengatakan, karena itu tidak ada dalam perbendaharaan kata-kata saya. Sepanjang saat saya terduduk di sana, hal ini selalu hadir, walau sekejap bisa hilang oleh loncatan-loncatan pikiran.</p>
<p>Ketika uluran tangan si ingatan memasuki saat-saat seperti ini, saya menjadi tahu bahwa hal serupa selalu saya jumpai di berbagai tempat, &#8220;kelembutan&#8221; yang serupa. Ketika saya bersandar di sudut kamar, ketika saya berjalan di halaman, ketika menggosok gigi di pagi hari, ketika berjongkok mencuci setumpuk piring, ketika mengendara motor secara pelan di dusun-dusung Pogung atau memacunya hingga pedal gas penuh sepanjang jalan antar provinsi. Ketika ingatan berbisik, ia yang juga saya, berbicara bahwa hal ini tidaklah berbeda, ya…, &#8220;kelembutan&#8221; yang serupa.</p>
<p>Ke mana pun saya pergi, di mana pun saya singgah, ketika hadir suatu rasa awas akan lingkungan akan diri saya, maka seketika itu seluruh dunia akan menjadi suatu &#8220;kelembutan&#8221; yang menakjubkan. Jadi baik di pura atau pun tidak di pura, baik ketika sedang menghaturkan canang sari atau pun sedang menghitung koleksi uang logam receh.  Ketika saya menyadari secara esensial dalam seketika seluruh dunia ini tak jauh berbeda sedemikian halnya juga diri saya, maka saya belajar untuk menjadi esensial saja.</p>
<p>Sehingga mengapa saya tidak pergi ke pura, mungkin karena saya tidak bisa menemukan alasan mengapa saya harus pergi ke pura? Orang-orang pergi ke Pura mengapa? Jika untuk mencari rasa damai dalam hidup ini, saya melihatnya berserakan di mana-mana, tinggal pungut saja atau mau dibuang, mengapa harus ke Pura, ya saya jadi kebingungan sendiri kalau bertanya-tanya seperti ini. Jika untuk menghaturkan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta, lalu siapakah sang pencipta? Apakah ia yang terbangun dalam kantung-kantung ingatan yang kita serap dari berbagai naskah dan wacana? Maka jika ia apa yang kita kenal dari semua bentuk itu, ia menjadi sebentuk karya batin, karya pikiran, dan pikiran pun menjadi sama aslinya dengan ketidaktahuan yang bersembunyi di balik kepercayaan.</p>
<p>Namun saya sendiri telah lama berhenti untuk berusaha percaya, bukan karena saya seorang akademis, namun saya menemukan kepercayaan hanyalah sebatas kepercayaan. Orang bilang dari pada mabuk minuman-minuman keras, lebih baik mabuk Tuhan. Namun saya pun tak mengerti kedua hal itu sama saja, sama-sama menjadi tidak essensial bagi saya. Setiap orang memiliki kecenderungannya sendiri, dan kecenderungan ini melahirkan ikatan-ikatan akan hal-hal yang tidak esensial.</p>
<p>Semisal suatu sore tetangga saya datang ke kamar saya dan berkata, &#8220;<em>Ayo kita ke Pura, hari ini Purnama lho</em>.&#8221;, lalu saya menjawab, &#8220;<em>Ah…, ngapain sih, ga ada apa-apa juga, mendingan online nih, seru…</em>&#8221; Dan dia membalas, &#8220;<em>Alah…, terserah loe saja, kualat nanti baru tahu rasa.</em>&#8221;</p>
<p>Ketika saya, atau siapa saja memiliki kecenderungan, maka saya atau siapa saja menjadi terikat akan sesuatu secara konseptual, membenarkan sesuatu itu, dan kemudian mengikutinya. Hidup saya menjadi sedemikian rupa, terikat pada konsepsi-konsepsi yang saya hasilkan sendiri. Maka saya tidak menyentuh kehidupan sendirinya secara utuh, karena saya berada dalam bayangan konsepsi, bayangan ingatan. Maka saya melihat ini begitu menyedihkan, kembali saya harus menjadi awas, apakah saya sedang menyampaikan konsepsi ataukah aktualita.<br />
Saya sendiri tak akan pernah tahu apakah saya tidak pergi ke pura dalam pemaknaan umum sebagai suatu konsep ataukah fakta, namun ketika saya menjadi sadar bahwa ke pura dalam pemaknaan umum tidak membawa saya ke mana pun kecuali bentuk kecenderungan lainnya, maka saya menolaknya, dan itu adalah fakta.</p>
<p>Tulisan ini dipungut dari: <a href="http://lhagima.wordpress.com/2009/08/25/mengapa-saya-tidak-ke-pura/">Daily Lhagima</a>.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 2 March 2010 18:00:26 UTC by Digiprove certificate P10198" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P10198" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--6EE9E2E303612E3B5E8CD1412A2C4CDFCA9ED927B3CA93B071E25091B9AC0DD8--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/mengapa-saya-tidak-ke-pura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Usah Memaksa Kunjungan Balik</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/tak-usah-memaksa-kunjungan-balik/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/tak-usah-memaksa-kunjungan-balik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 17:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[komentar]]></category>
		<category><![CDATA[langganan]]></category>
		<category><![CDATA[spam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/tak-usah-memaksa-kunjungan-balik/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda menjumpai sebuah komentar seperti ini di blog Anda: “Nice post gan, salam kenal, saya tunggu kunjungan baliknya ya.”?
Kadang saya jadi berpikir, apakah sekarang narablog menjadi kutu loncat yang sedang hippie untuk beranjang sana? Ha ha, kadang hati ini tergelak, melihat narablog seperti SPG yang berusaha menarik pembeli untuk datang ke stand-nya.
Saya tidak terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda menjumpai sebuah komentar seperti ini di blog Anda: “<em>Nice post gan, salam kenal, saya tunggu kunjungan baliknya ya</em>.”?</p>
<p>Kadang <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> jadi berpikir, apakah sekarang narablog menjadi kutu loncat yang sedang <em>hippie</em> untuk beranjang sana? Ha ha, kadang hati ini tergelak, melihat narablog seperti SPG yang berusaha menarik pembeli untuk datang ke <em>stand</em>-nya.</p>
<p>Saya tidak terlalu peduli akan hal itu, jika saya ada kesempatan dan waktu yang cukup serta kuota lebar pita akses internet yang masih memadai, mengapa tidak – saya suka berjalan-jalan di <em>blogsphere</em> untuk mencari ide-ide yang <em>genuine</em> yang <em>fresh</em> dari berbagai narablog.</p>
<p> <span id="more-726"></span>
<p>Dan sebaliknya, saya pun tidak pernah melakukan hal semacam ini. Apa yang bisa saya tawarkan pada orang-orang berkunjung pada halaman saya? Di sini tidak ada apa-apa yang bisa menjadi begitu berharga sehingga orang bisa menghabiskan waktunya membaca tulisan saya yang kebanyakan tidak berguna. Karena saya tidak memiliki apa pun, maka saya tidak bisa menawarkan apa pun. Mungkin mereka yang memiliki banyak hal bermanfaat di blog-nya tidak salah jika memberikan tawaran ini.</p>
<p>Namun terkadang ada hal yang aneh yang saya temukan. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang pembaca yang setiap kali memberikan komentar, selalu mengingatkan saya – si empunya blog untuk tidak lupa mengunjungi balik blognya. Dan saya lihat ia juga “melakukan” hal serupa di blog-blog lain yang sempat saya kunjungi.</p>
<p>Anehnya, saya menerima peringatan dari server bahwa ada beberapa galat yang dikembalikan dari pengiriman surel notifikasi yang gagal. Usut punya usut, si komentator ini menggunakan surat elektronik (email) yang dipalsukan. Sehingga tidak dicapai oleh server, walau beberapa kali pun diulang.</p>
<p>Lho, aneh. Ikut berkomentar, meminta kunjungan balik, tapi menggunakan surat elektronik palsu? Ada apa dengan orang ini pikir saya. Dua kali penggunaan surat eletronik palsu, saya menutup akun palsu itu sehingga diblok oleh server – agar di kemudian hari tidak memberatkan server.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, dia kembali berkomentar, isinya serupa dengan email yang berbeda – karena tentunya dia tidak akan bisa berkomentar dengan surel palsu yang sebelumnya setelah diblok di mesin blog ini. Saya lihat dan saya cek, ternyata surel itu pun tidak valid lagi! Ya Tuhan…, apa yang dipikir orang ini, saya kira dia paham kalau ada peringatan bahwa surelnya tidak valid maka dia akan menggunakan yang asli. Saya tidak tega, yang itu saya loloskan. Tapi surel yang ini pun diblok di mesin blog karena merupakan surel palsu.</p>
<p>Dan ketiga atau keempat kalinya, ia kembali berkomentar pada tulisan saya yang lain. Isinya sama persis dengan embel-embel meminta kunjungan balik. Kali ini surat elektroniknya berbeda, dan ternyata… <strong>PALSU</strong> lagi! Benar deh…, saya tidak habis pikir dibuatnya. Kali ini saya menulis balasan tanggapan, terima kasih atas pendapatnya, dan saya juga mengingatkan dan meminta agar dia menggunakan surel yang valid di lain kesempatan.</p>
<p>Saya yakin balasan saya tidak akan pernah sampai padanya, bagaimana tidak, alamat surat elektroniknya tidak pernah ada di dunia maya.</p>
<p>Saya yakin mereka yang rutin <em>blogwalking</em> pasti tahu bahwa nama dan surat elektronik adalah dua hal yang wajib saat memberi tanggapan pada sebuah artikel blog. Nama boleh jadi <em>nickname</em> atau <em>username</em>, walau saya lebih menyukai seseorang menggunakan nama asli. Dan alamat surat elektronik yang valid diperlukan. Jika tidak ingin menyediakan alamat surat elektronik yang valid, lalu apa gunanya menjalin komunikasi? (Baca kembali: <a href="http://daniiswara.net/2009/10/alasan-identitas-asli-blogwalking/">Alasan Memakai Identitas Asli Saat Blogwalking</a> oleh <a title="Dani Iswara .Net" href="http://daniiswara.net" rel="nofollow" target="_blank">Dani Iswara</a>).</p>
<p>Jika memang tidak ada itikad baik sedari awal untuk berkomunikasi dengan sesama narablog, untuk apa mempromosikan situs anda di tempat mereka – ingin meraup keuntungan personal? Entahlah, saya tidak pernah mengerti motif-motif yang seperti ini, ingin menjadi populer kah, ingin mendapatkan banyak raupan dollar dari <em>adsense</em> yang dipasang di situsnya? <em>I don’t know, and I believe I don’t need to know</em>.</p>
<p>Saya membangun blog ini dalam kerangka personalitas, dan tidak pernah ditujukan untuk mengalihkan trafik ke situs atau blog tertentu yang tidak jelas asal dan tujuannya. Itu juga sebabnya mengapa saya tidak menyediakan fasilitas tukaran <em>link</em>.</p>
<p>Jika sebuah blog memang bagus, memiliki konten yang bermutu, memiliki ide-ide orisinil dan bahasan yang unik dan menggerakkan untuk dibaca. Saya pasti berlangganan blog itu, ketika ada artikel baru yang menarik, saya akan datang tanpa perlu diberi undangan bertinta emas sekali pun.</p>
<p>Walau pun Anda seorang narablog baru, walau pun Anda baru menghasilkan satu tulisan, jika tulisan itu bisa menangkap hati saya. Saya pasti (biasanya) akan mengikuti blog anda selanjutnya. Saya bisa menggunakan langganan via surat elektronik jika Anda menyediakan, itu lebih saya sukai. Atau saya akan memanfaatkan pengumpan sindikasi dengan Google Reader.</p>
<p>Jadi Anda tak usah memaksakan kunjungan balik pada siapa pun, karena jika tulisan anda baik dan bagus, memenangkan banyak hati pembaca, dengan sendirinya mereka akan menyertai dan menjadi bagian dari blog anda.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 21 February 2010 21:38:30 UTC by Digiprove certificate P9541" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9541" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--DED0FB129A027AAEA956137C91116ABE0D64E1953CCADD2F69555FC90E47AA04--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/tak-usah-memaksa-kunjungan-balik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedotan, Saya dan Ekologi</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/03/sedotan-saya-dan-ekologi/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/03/sedotan-saya-dan-ekologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 17:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[limbah plastik]]></category>
		<category><![CDATA[menu]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah makan]]></category>
		<category><![CDATA[sedotan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/03/sedotan-saya-dan-ekologi/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kemarin saya menuliskan mengenai “Nasi Setengah Porsi”, kini ada lagi yang bisa membuat saya berpikir-pikir (walau tidak lama) ketika masuk ke rumah makan untuk beberapa mendapatkan sesuap nasi – maksud saya tentu untuk mendapatkan sejumlah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh saya ini.
Jika kita memesan sesuatu di rumah makan, pastilah secara umum atau seringnya, pesanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kemarin <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> menuliskan mengenai “<a href="http://catatan.legawa.com/2010/02/nasi-setengah-porsi/">Nasi Setengah Porsi</a>”, kini ada lagi yang bisa membuat saya berpikir-pikir (walau tidak lama) ketika masuk ke rumah makan untuk beberapa mendapatkan sesuap nasi – maksud saya tentu untuk mendapatkan sejumlah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh saya ini.</p>
<p>Jika kita memesan sesuatu di rumah makan, pastilah secara umum atau seringnya, pesanan kita terdiri dari menu makanan dan minuman – walau siapa pun boleh menambahkan menu pembuka atau penutup jika mereka ingin.</p>
<p>Ketika saya memesan minum, ada dua kecenderungan yang saya temukan di Jogja atau pun di Bali. Yaitu mengenai “<em>sedotan</em>”, hmm…, apa ya kira-kira?</p>
<p> <span id="more-724"></span>
<p>Ada beberapa rumah makan yang langsung menyiapkan sedotan saat minuman yang dipesankan tiba. Konsepnya, minuman hangat biasanya tanpa sedotan, sedangkan minuman dingin atau jus biasanya sudah langsung dengan sedotan. Sedangkan rumah makan lainnya akan menyediakan sedotan di meja makan masing-masing atau pun di meja khusus bersama bumbu atau mesin kasir di sampingnya.</p>
<p>Minuman dingin memang lebih enak dengan sedotan, karena jika diminum langsung dari gelas pasti yang terasa cuma dinginnya es yang mengambang di permukaan minuman itu sendiri, sedangkan jus – semakin kental semakin cenderung rasanya lebih nyaman diminum dengan sedotan.</p>
<p>Jogja misalnya, walau pada musim hujan sekali pun, siang hari saat tidak ada hujan, cuaca bisa luar biasa panas dan gerah, apa lagi pada musim kemarau – rasanya seperti berjalan di dalam oven saja. Dan paling nikmat memang mengonsumsi minuman dingin.</p>
<p>Empat atau lima ribu tahun yang lalu, sedotan masih terbuat dari jerami yang digunakan oleh orang-orang Sumeria – begitu sih katanya – sebelum pada tahun 1888 seseorang bernama Marvin Stone memiliki ide untuk membuat sedotan dari kertas yang digulung, yang hingga kini berubah dengan bahan dasar <em>polipropilen</em> alias plastik.</p>
<p><a title="Sedotan" href="http://wb7.itrademarket.com/pdimage/21/799821_funstraw1.jpg" rel="nofollow"><img style="margin: 0px 10px 8px 0px; display: inline" align="left" src="http://wb7.itrademarket.com/pdimage/21/799821_funstraw1.jpg" width="80" height="120" /></a> </p>
<p>Menggunakan sedotan berarti menambah limbah plastik – salah satu limbah yang tidak ramah bagi lingkungan. Menggunakan sedotan plastik lebih sering berarti ikut menuntut perbanyakan produksi sedotan oleh pabrik-pabrik yang juga dalam prosesnya tidak sepenuhnya ramah lingkungan.</p>
<p>Dulu saya pernah menulis “<a href="http://catatan.legawa.com/2008/02/katakan-tidak-pada-kantong-plastik/">Katakan Tidak Pada Kantong Plastik</a>” sebagai bagian dari kampanye ramah ekologi.</p>
<p>Kini saya harus berpikir kembali, ketika saya datang ke rumah makan. Apakah saya akan memilih menggunakan sedotan atau tidak? Minuman dingin mungkin tidak memerlukan sedotan, sehingga saya tidak sering menggunakan sedotan jika hanya sekadar memesan es teh misalnya.</p>
<p>Namun ketika tempat itu menyediakan sedotan secara langsung pada minuman dingin, semisal ketika saya duduk di <em>angkringan ber-Wifi</em>, apakah saya akan memilih minuman hangat sebagai gantinya walau saya sedang ingin minuman dingin.</p>
<p>Pertimbangan ini sederhana, kadang saya tidak memerlukan banyak waktu untuk memutuskan biasanya – jika saya dalam seketika itu ingat, apakah saya harus memilih antara menuruti kemanjaan dan kesenangan saya ataukah di sisi timbangan lain adalah sebuah ekologi bumi di mana orang-orang yang saya kasihi hidup di atasnya, dan saya pun mencintai bumi ini.</p>
<p>Satu buah sedotan mungkin bukan bencana bagi planet ini, namun mencoba untuk tidak menggunakannya ketika tidak terlalu perlu – mungkin sebuah langkah yang besar ketika orang secara bersama-sama bersedia untuk melakukan hal yang serupa.</p>
<p>Apa kita perlu hari tanpa sedotan sedunia? <img alt="" src="http://www.zu14.cn/coolemotion/emotions/zz_16.gif" /></p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 21 February 2010 20:16:31 UTC by Digiprove certificate P9536" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9536" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--9535EC63AFA9281FA36E1ADD604572CEF20E051C748411243C6D96FC76EC14D2--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/03/sedotan-saya-dan-ekologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Untai Awan Kosong</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/02/7-untai-awan-kosong/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/02/7-untai-awan-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 17:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/02/7-untai-awan-kosong/</guid>
		<description><![CDATA[Bait yang tak pernah ada dasar asa terliar sekali pun
Berjingkrak riang bak cahaya tajam di kelebatan sukma
Turun senja menguak muram sirna semua
7 untai awan serentak bisu dalam kosong
Suka, duka, tawa, sedih, yang hendak menyongsong
Remuk redam bersama ruang waktu menyisakan hampa
Baru cinta dapat tumbuh dan mengisi dalam nada napas kebebasan

Diberikan sebagai hadiah akhir bulan pada “Puisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bait yang tak pernah ada dasar asa terliar sekali pun<br />
Berjingkrak riang bak cahaya tajam di kelebatan sukma<br />
Turun senja menguak muram sirna semua<br />
7 untai awan serentak bisu dalam kosong<br />
Suka, duka, tawa, sedih, yang hendak menyongsong<br />
Remuk redam bersama ruang waktu menyisakan hampa<br />
Baru cinta dapat tumbuh dan mengisi dalam nada napas kebebasan</p>
<p><span id="more-729"></span></p>
<p>Diberikan sebagai hadiah akhir bulan pada “<a href="http://aliazblog.wordpress.com/puisi-cinta-satu-bait/">Puisi Cinta Satu Bait</a>” dan tanda terima kasih karena telah menguak kembali keinginan menulis dalam bahasa puisi, bahasa indah yang menyimpan sejuta makna dan pemaknaan yang berbeda bagi setiap insan yang membacanya dengan seksama.</p>
<p>Semoga dunia sastra dapat kembali menemukan kreativitasnya bak gairah ufuk Timur yang merah merona. Semoga kejelian dan kepedulian dapat tertuang dalam bahasa yang apik dan kuat. Dan kita belajar lagi dari salah satu harta tak terkira negeri ini – tanah puisi.</p>
<p>Tulisan ini tidak berada dalam lisensi <em>creative commons</em> di blog ini sebagaimana yang tertera dalam <a title="Disclaimer" rel="license" href="http://catatan.legawa.com/disclaimer">pembatasan</a>. Silakan merujuk pada halaman “<em>puisi cinta satu bait</em>” untuk mengonfirmasi lisensi atas puisi ini.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 28 February 2010 10:13:55 UTC by Digiprove certificate P9984" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9984" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--AE1F1475865CF6828E74256BB55F8E5DC64467770004FFD0CB21A8B566A73CB4--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/02/7-untai-awan-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahavidya Sarasvati &#8211; The Path of Charming Stillness</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/02/mahavidya-sarasvati-the-path-of-charming-stillness/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/02/mahavidya-sarasvati-the-path-of-charming-stillness/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 17:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarasvati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/02/mahavidya-sarasvati-the-path-of-charming-stillness/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda umat Hindu – pastilah tidak asing lagi dengan Saraswati (Sarasvati), jika Anda memiliki teman seorang Hindu, mungkin Anda pernah menyaksikannya secara tak sengaja melakukan persembahyangan dengan segenap pustakanya – termasuk mungkin buku-buku kuliahnya. Jika Anda kritis, Anda bisa bertanya – apa yang sedang dikerjakannya. Mungkin ia sedang melakukan pemujaan pada Dewi Sarasvati.
Saya dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda umat Hindu – pastilah tidak asing lagi dengan Saraswati (Sarasvati), jika Anda memiliki teman seorang Hindu, mungkin Anda pernah menyaksikannya secara tak sengaja melakukan persembahyangan dengan segenap pustakanya – termasuk mungkin buku-buku kuliahnya. Jika Anda kritis, Anda bisa bertanya – apa yang sedang dikerjakannya. Mungkin ia sedang melakukan pemujaan pada Dewi Sarasvati.</p>
<p><a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">Saya</a> dulu pernah menulis tentang <a href="http://lhagima.wordpress.com/2008/06/07/sarasvati-puja/">Sarasvati Puja</a> – walau tidak secara literatur bermakna hal yang sama dengan yang dikenal umum.</p>
<p>Sarasvati adalah salah satu dewi dalam tradisi Hindu – ia mewakili pengetahuan, musik dan seni. Ia dikenal di berbagai belahan bumi lain dengan berbagai nama dalam pemujaan berbagai tradisi, semisal dengan nama <em>Biàncáiti?n</em> di Cina, atau <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Benzaiten" rel="nofollow">Benzaiten</a></em> di Jepang, <em>Sarasawatee</em> di Thailand, dan di nusantara sendiri dikenal sebagai <em>Saraswati</em>.</p>
<p> <span id="more-723"></span>
<p>Sarasvati dikisahkan sebagai putri Durga – Ibu alam semesta (silakan menengok kembali tulisan sebelumnya “<a href="http://catatan.legawa.com/2010/01/pelajaran-dari-siwa/">Pelajaran dari Siwa</a>”), bersaudara dengan dewi Laksmi – dewi kemakmuran dan kesejahteraan. Dari Sakti Dewa Brahma inilah dikatakan lahir Veda-Veda – pengetahuan suci yang tertua dalam ajaran Sanatana Dharma – yang merupakan sumber dari agama Hindu saat ini. Karena itulah Sarasvati dipuja sebagai dewi ilmu pengetahuan.</p>
<p><a href="http://templeofspirit.wordpress.com/2009/04/22/silence-sound-music/"><img style="margin: 0px 10px 10px 0px; display: inline" align="left" src="http://benvenutiinparadiso.files.wordpress.com/2008/12/sarasvati.jpg" width="99" height="134" /></a></p>
<p>Gambar di samping adalah salah satu dari banyak ilustrasi Dewi Saraswati. Digambarkan tangan-tangan Sang Dewi menggenggam kitab (pustaka) yang melambangkan kumpulan dari seluruh pengetahuan, memegang genitri (tasbih) yang mencerminkan bahwa pengetahuan itu selalu bersiklus, yang lama menggantikan yang baru.</p>
<p>Saraswati berdiri atau duduk di atas teratai, bunga yang bisa muncul dengan indah di kolam berlumpur sekali pun, bunga yang melambangkan ketika dualitas sudah berakhir maka tidak ada lagi kemelekatan.</p>
<p>Satu lagi yang khas dari Sarasvati adalah Sang Dewi selalu memegang instrumen musik – yang jika tidak salah – disebut <em>Vina/Veena</em> – dikatakan sebagai musik Ilahi yang selalu bisa menyentuh kalbu terdalam setiap insan.</p>
<p>Sang Dewi adalah penguasa ketiga Veda, tersampaikan semanis dan seindah puisi (<em>Rigveda</em>), terurai dalam prosa-prosa yang menawan (<em>Yajurveda</em>), dan dilagukan dalam musik-musik indah (<em>Samaveda</em>). Ia adalah penerjemah suara yang tak pernah terdengar oleh manusia dalam keseharian.</p>
<p>Banyak orang yang memuja Sarasvati untuk mendapatkan pengetahuan yang melimpah dan berikan kebijaksanaan yang agung. Di Bali misalnya, masyarakat secara tradisional merayakan hari Sarasvati sebagaimana saya kutipkan dari <a href="http://kalenderbali.org/">KalenderBali.org</a>:</p>
<blockquote><p>Hari ini merupakan <em>pawedalan</em> Sang Hyang Aji Sawaswati, yaitu perayaan turunnya ilmu pengetahuan. Dilakukan upacara selamatan terhadap semua pustaka/rontal/kitab, sebagai penghormatan dan puji syukur kehadapan beliau yang telah menurunkan ilmu pengetahuan.</p>
</blockquote>
<p>Namun terkadang kita sering kali terlupa, disibukkan dalam tradisi <em>nak mula keto</em> – memang demikian dari dulunya. Kita menjadi lupa dan enggan bertanya – walau saya sendiri berpendapat mempertanyakan agama dalam hubungan dengan tradisi tidak ada salahnya. Terkadang agama tidak hanya menuntut kepercayaan namun juga kemampuan seseorang untuk belajar dan meragukan.</p>
<p>Karena memang sifat manusia secara umum tertarik akan segala sesuatu yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, rumah yang lebih bagus, penghasilan yang lebih tinggi…, dan segala sesuatu lain yang lebih baginya.</p>
<p>Sarasvati sejak lama menjadi lambang pemberian kesempatan bagi manusia untuk mencapai kebijaksanaan tertinggi dan menjadi kehidupan jauh lebih baik. “<em>I come offering you the supreme knowledge</em>” Mungkin demikianlah Dia berkata. Dan seperti biasa orang-orang yang percaya kebanyakan akan berlomba-lomba untuk mengadakan pemujaan pada-Nya, tidak akan kalah, semua diberi sesaji, mulai dari lontar kuno, buku teks pelajaran, hingga <em>laptop</em> bahkan jika perlu <em>USB Flasdisk</em> yang berisi mata kuliah. Ah…, tapi hanya untuk hari perayaan saja, setelah itu tidak tahu entah ke mana.</p>
<p>Namun pernahkah seseorang melihat bahwa Sarasvati jauh lebih sederhana dari semua ritual itu? Ia mungkin menggenggam segala bentuk pengetahuan, namun tetap sederhana.</p>
<p>Sarasavati berasal dari Sara (= pengetahuan yang bermakna) dan Swa (= diri sendiri, seperti penggunaan pada kata swadaya), ketika keduanya bergabung menjadi Sarasvati, ia bermakna sesuatu yang mengalir murni.</p>
<p>Kebijaksanaan tertinggi dalam literatur Hindu dan Buddha selalu menyinggung tentang pemahaman yang utuh akan “sang diri” di mana seseorang harus mengenalnya secara langsung. Sarasvati memberikan ini, Ia adalah Anda (<a href="http://wayanwindra.wordpress.com/2009/12/08/tatwam-asi/">Tat Tvam Asi</a>), dan Anda harus belajar dengan sendirinya untuk menemukan apa yang sesungguhnya esensial dalam kehidupan ini, apa kehidupan ini sesungguhnya.</p>
<p>Dalam Hindu ada istilah <em>Atma Tattwa</em>, dalam Budha ada doktrin <em>Anatta</em> (<em>Anatman</em>). Keduanya tidak jauh berbeda saya rasa. Ketika seseorang memahami secara utuh segala sesuatu yang esensial, ia dengan sendirinya memahami segala pengetahuan yang sejati.</p>
<p>Jadi ketika Sarasvati menjadi simbolisasi kelahiran Veda, Sang Dewi tidak menciptakan Veda dan memberikannya pada manusia atau menurunkannya pada manusia. Namun ketika orang memahami kesejatian sang diri, ia yang selalu bersedia untuk belajar dengan bersungguh-sungguh akan kehidupan ini, ia dengan sendirinya menjadi kemurnian yang mengalir, ia menjadi sumber kebijaksanaan. Ketika orang lain menyaksikannya, mereka akan berkata, “<em>Dari-Nya lah mengalir pengetahuan yang suci</em>.”</p>
<blockquote><p>Sarasvati secara sederhana menjadi simbolisasi, jadilah di mana diri anda merupakan sumber mengalirnya Veda. Bukan sebaliknya, merayakan turunnya Veda bagi manusia, membaca habis semuanya, kemudian kembali melekat pada kehidupan dunia yang menyedihkan.</p>
</blockquote>
<p>Sehingga Sarasvati lebih sering disebut sebagai “<em>Goddess of Learning</em>”, simbolisasi bagi “belajar” dan bukan “pengetahuan”. Jika seseorang cermat, ia bisa jadi mendapati bahwa pembelajaran-lah yang sesungguhnya esensial, bukan pengetahuan – karena pengetahuan adalah produk yang akan dihasilkan dengan sendirinya.</p>
<p>Namun sudah menjadi bagian dari ketamakan manusia, yang kadang tidak acuh akan proses, kita selalu menuntut hasil. Lalu di mana letak kata-kata “<em>Tangan menghadap kerja hati menghadap Tuhan</em>” atau pun “<em>Marilah kita berusaha dengan sebaik mungkin, biarlah hasil menjadi urusan-Nya</em>”.</p>
<p>Sarasvati mungkin memahami hal ini. Pikiran manusia yang selalu bergerak liar, penuh dengan kerakusan yang berlomba-lomba. <em>Thats why, She is simply offering, not granting</em>. Mereka yang dengan memupuk harapan guna mendapatkan pengetahuan akan datang dan memuja-Nya. Ya, mereka akan dengan demikian giat membuka lontar-lontar dan membaca kembali sastra-sastra kuno, menjejali semua itu ke dalam kepala mereka dan berusaha menemukan maknanya. Ya, mereka pun mendapatkan apa yang mereka pinta, pengetahuan itu kini telah melekat pada diri mereka, bahkan beberapa di antara mereka menjadi sangat ahli dalam hal ini.</p>
<p>Namun pengetahuan yang tertumpuk itu menjadi begitu dangkal. Orang menjadi kaku akan apa yang ia miliki, itu seperti sesuatu yang Anda salin begitu saja dalam setiap ingatan anda. Tidak ada yang indah di situ, tidak ada yang mengalir hidup di dalamnya, mengapa?</p>
<p>Dengan semua yang ditanamkan di dalam kepala, orang menjadi memiliki banyak konsep. Hari ini ia datang pada kehidupan, dan kehidupan memberikannya tantangan, ia bisa dengan bangga melewati tantangan itu, atau dengan ciut kembali pada konsep-konsepnya dan berharap ada sesuatu yang bisa membantunya melewati tantangan. Begitulah selalu yang terjadi.</p>
<p>Mereka melekat pada kehidupan sebagaimana mereka melekat pada pengetahuan. Mereka menggunakan pengetahuan untuk “menaklukkan” kehidupan.</p>
<p>Pikiran manusia tidak bisa diam dalam sejenak dengan segala kompleksitas dunia saat ini. Sebelum mereka berhenti mengejar segala sesuatunya, sebelum batin bisa hening, mungkin Sarasvati tidak akan memperlihatkan tawarannya yang sederhana ini.</p>
<p>Jika Anda duduk di tepi sebuah lembah, dengan persawahan hijau yang membentang – apa yang ada di batin anda? Dapatkah Anda menyaksikan segenap gerak alam, apakah kita terhubung dengan semua itu, mengapa saya bisa terduduk di sana? Pertanyaan apa yang muncul, bagaimana ia terjawab?</p>
<p>Apakah kita akan kembali menjawabnya dengan konsep-konsep yang bertumpukan di ingatan kita yang menjelaskan tentang segala sesuatu di dunia ini? <em>Well</em>, Anda kembali pada kebiasaan lama – tidak ada yang baru di situ, dan segalanya adalah salinan mati dari ingatan-ingatan yang telah mati.</p>
<p>Akankah Anda sejenak mengesampingkan semua itu, membuat batin anda berhenti bekerja dan kelelahan dari memproses segala ingatan itu. Bersihkan itu semua, seperti para guru Zen selalu berkata, jika Anda adalah cangkir yang penuh, maka Anda tidak bermanfaat sama sekali, mengenal Zen akan sia-sia. Ketika Anda sepenuhnya kosong, batin akan bisa terdiam, batin akan bisa hening.</p>
<p>Hanya batin yang hening yang dapat menyimak alam raya. Hanya batin yang hening yang memiliki energi luar biasa untuk dapat menyelam ke dasarnya yang terdalam. Dan hanya batin yang hening, yang bisa menangkap apa yang ada di hadapannya secara utuh dan polos. Ia memiliki kapasitas belajar yang luar biasa.</p>
<p>Batin seperti ini memberikan kesempatan bagi dirinya sendiri untuk belajar memahami dengan utuh mengenai keberadaan ini.</p>
<p>Suara <em>Veena</em> tidak terdengar dalam batin yang terlalu ribut dengan hiruk pikuk dunia. Namun ketika batin belajar dengan sendirinya bahwa hening itu esensial bagi belajar itu sendiri, mungkin ia akan berjodoh mendengarkan suara <em>Veena</em>, karena Sang Dewi yang memainkan <em>Veena</em> tidak lebih jauh dari batin yang hening.</p>
<p>Dalam tradisi di daerah kelahiran saya, perayaan hari Saraswati jatuh pada Saniscara Umanis Watugunung (lihat kembali tulisan saya mengenai “<a href="http://catatan.legawa.com/2009/09/otonan/">Otonan</a>”), biasanya sekolah-sekolah semi libur, para murid datang ke sekolah untuk acara persembahyangan bersama dalam pakaian tradisional untuk sembahyang.</p>
<p>Kami tidak belajar pada hari itu, karena ada “<em>mitos</em>” di antara para siswa bahwa belajar (membaca buku) pada hari Saraswati tidak diperbolehkan, atau Sang Dewi akan marah katanya. Tentu ada yang protes, bagaimana bisa saya bertambah pandai jika saya tidak belajar? Dan saya akan berkata pada mereka, dan bagaimana bisa kalian pintar kalau masih percaya pada hal itu – sembari tertawa pergi setelah setidaknya dapat <em>lungsuran</em> apel.</p>
<p>Diatur dalam tradisi perayaan Siwaratri ada satu pantangan, kalau dalam perayaan lain mungkin ada pantangan seperti laku puasa. Pantangan ini adalah:</p>
<blockquote><p><em>Nenten dados ngamatiang aksara</em></p>
</blockquote>
<p>Ya, tidak boleh membunuh/mematikan aksara. Jadi pantangannya bukan tidak boleh membaca.</p>
<p>Mematikan aksara secara harfiah dalam tradisi Bali berarti menempatkan “<em>ulu</em>” / “<em>hulu</em>” (= agar suatu aksara bersuara vokal “i”) dan “<em>suku</em>” sekaligus pada suatu aksara (= agar suatu aksara bersuara vokal “u”). Sebagai contoh:</p>
<blockquote><p>Tha + “<em>ulu</em>” = akan terbaca “Thi”;       <br />Tha + “<em>suku</em>” = akan terbaca “Thu”; Tapi jika       <br />Tha +&quot; “<em>ulu</em>” + “<em>suku</em>” = akan menjadi aksara mati (tidak terbaca).</p>
</blockquote>
<p>Demikianlah dalam membuat aksara mati (menjadi tidak terbaca) dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Bali" rel="nofollow">tulisan/aksara Bali</a>. Tidak banyak orang Bali yang tahu tentang metode ini sekarang, karena aksara Bali sudah jarang digunakan. Dan saat ini lebih mudah mencoret saja kalau ada tulisan yang salah, sebagaimana kita lakukan di bangku sekolah, atau menggunakan pemutih dan kembali menulis ulang. Jika Anda memiliki tetangga atau teman orang Bali, coba tanyakan bagaimana ia mengoreksi tulisan/aksara Bali yang salah tulis, he he.</p>
<p>Mengapa mesti menggunakan kedua vokal itu, mengapa bukan “<em>taleng</em>” (suara “e” seperti pada sate), “<em>tedong</em>” (suara “a”) atau “<em>pepet</em>” (suara “e” seperti pada resah)? Entahlah, saya tidak tahu.</p>
<p>Ada yang menyampaikan bahwa “<em>ulu</em>” dan “<em>suku</em>” adalah lambang kepala dan kaki, sebagai metafora awal dan akhir. Aksara yang dimatikan adalah metafora kekinian. Sehingga ketika elemen masa depan, masa lalu hadir di kekinian, maka apa yang ada sekarang menjadi tidak bermakna karena baik masa lalu dan masa depan adalah bagian dari waktu, dan waktu adalah ilusi. Jika Anda meletakkan ilusi pada hal yang nyata akan mengaburkan kenyataan itu.</p>
<p>Yang lain secara sederhana berkata bahwa ini hanya agar seseorang menghargai setiap tulisan yang ia hasilkan, tidak melakukan kesalahan dalam menulis.</p>
<p>Kesalahan menulis terjadi jika diri kita tidak sepenuhnya ada untuk tulisan itu. Jika dalam setiap goresan kita memberikan seluruh makna kehidupan ke dalam tulisan, di sana tidak akan muncul kesalahan. Dan untuk ini diperlukan batin yang sangat awas, sehingga ia bisa mengamati setiap gerak yang timbul. Keawasan (<em>awareness</em>) bisa hadir jika batin menjadi begitu peka terhadap apa yang timbul dan apa yang hilang darinya, dan kepekaan hadir jika batin cukup hening – dan kemudian hening sepenuhnya.</p>
<p>Mungkin di zaman dahulu, masyarakat memaknai hari Siwaratri dengan melihat belajar sebagai proses yang penuh kesadaran. Dan ketika orang belajar, ia akan memberikan seluruh kesungguhan untuk belajar; belajar dengan bersungguh-sungguh.</p>
<p><em>Mahavidya Sivaratri</em>, pengetahuan utama Sang Dewi, sebuah setapak keheningan yang penuh pesona.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 21 February 2010 12:50:44 UTC by Digiprove certificate P9517" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9517" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--D67FC939B4D4FC65F92FBCCEA524FC19BCE59003B150C10A59502938D1B6FE7A--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/02/mahavidya-sarasvati-the-path-of-charming-stillness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Tak Acuh, Itu Mungkin Gejala Masalah Jantung</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/02/jangan-tak-acuh-itu-mungkin-gejala-masalah-jantung/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/02/jangan-tak-acuh-itu-mungkin-gejala-masalah-jantung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 17:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanda dan Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[cemas]]></category>
		<category><![CDATA[gagal jantung]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kelelahan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[palpitasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembengkakan]]></category>
		<category><![CDATA[pusing]]></category>
		<category><![CDATA[serangan jantung]]></category>
		<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[sesak napas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/02/jangan-tak-acuh-itu-mungkin-gejala-masalah-jantung/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah karena perubahan pola hidup kita saat ini, penderita penyakit jantung semakin bertambah jumlahnya, jika kita dengar di kiri kanan di sekitar lingkungan kita, rasa-rasanya akan ada saja yang diketahui menderita penyakit atau masalah jantung.
Walau masalah jantung bisa dihindari dengan cara-cara sederhana hidup sehat, namun sepertinya orang tidak terlalu tertarik dengan pola hidup sehat – [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah karena perubahan pola hidup kita saat ini, penderita penyakit jantung semakin bertambah jumlahnya, jika kita dengar di kiri kanan di sekitar lingkungan kita, rasa-rasanya akan ada saja yang diketahui menderita penyakit atau masalah jantung.</p>
<p>Walau masalah jantung bisa dihindari dengan <a href="http://catatan.legawa.com/2009/11/5-cara-sederhana-hidup-sehat/">cara-cara sederhana hidup sehat</a>, namun sepertinya orang tidak terlalu tertarik dengan pola hidup sehat – banyak dari kita memikirkan bisa makan apa saja sudah pusing, apa lagi ingin hidup sehat. Namun demikian <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" rel="nofollow">saya</a> rasa kita semua sepakat bahwa hidup sehat adalah sesuatu yang esensial.</p>
<p> <span id="more-719"></span>
<p>Selain hidup sehat, kita juga sebaiknya selalu mewaspadai kemungkinan mulai timbulnya gejala-gejala yang mungkin mengarah pada adanya masalah jantung, sebagaimana kita waspada akan gejala berbagai penyakit yang mungkin timbul. Atau mereka yang sudah pernah mengalami serangan jantung, mungkin juga bisa mengalami gejala-gejala serupa yang kadang bisa menunjukkan bahwa masih ada yang tidak beres.</p>
<p>Mereka yang pernah terkena serangan jantung misalnya – akan bisa mendapatkan dirinya dalam ketakutan luar biasa, ada <strong>rasa cemas</strong> yang selalu menyertai. Kadang orang yang selamat dari serangan jantung berkisah bahwa itu seperti “neraka yang semakin mengerikan.”</p>
<p>Gejala klasik dari permasalahan jantung adalah <strong>rasa tidak nyaman pada dada</strong>. Nyeri dada biasa yang paling khas dicari oleh dokter untuk melihat kemungkinan ini adalah masalah jantung, namun harus diingat tidak semua serangan jantung menyebabkan nyeri dada, dan sebaliknya nyeri dada sendiri bisa datang dari penyebab-penyebab yang tidak berhubungan dengan jantung. Wanita – lebih sering dibandingkan laki-laki – kadang merasakan sensasi terbakar pada dada, daripada rasa nyeri atau sensasi tertekan/tertindih. Kadang juga hal ini membingungkan banyak orang dan mengira nyeri itu datang dari masalah pada lambung/perut.</p>
<p>Gejala sesederhana <strong>batuk</strong> pun perlu dicermati. Batuk yang menetap lama atau mengi bisa jadi merupakan masalah jantung – yang merupakan hasil dari terkumpulnya cairan di dalam paru. Pada beberapa kasus, orang dengan gagal jantung bisa batuk dan mengeluarkan dahak dengan darah.</p>
<p><strong>Pusing berputar</strong> (atau katakan pusing saja) adalah hal yang juga tidak bisa tak diacuhkan. Serangan jantung bisa membuat Anda merasa pusing dan “kepala terasa melayang” serta kehilangan kesadaran. Demikian juga bisa disebabkan oleh kelainan irama jantung yang berbahaya – dikenal dengan istilah <em>aritmia</em>.</p>
<p>Hal yang paling sering tak teracuhkan mungkin adalah <a title="Fatigue on Bhyllabus" href="http://catatan.legawa.com/2008/05/fatigue/"><strong>kelelahan</strong></a>, mungkin karena saking begitu umum dan banyaknya penyebab yang mungkin dari kondisi ini. Biasanya gejala muncul lebih umum pada wanita, kelelahan yang tidak biasa bisa muncul saat serangan jantung sebagaimana juga pada hari-hari atau minggu-minggu yang akan mengarah pada serangan jantung. Dan merasa lelah sepanjang waktu mungkin saja gejala gagal jantung.</p>
<p>Karena kelelahan bisa disebabkan oleh banyak hal, tentu penyebabnya juga bisa beragam. Namun jika Anda merasakan kelelahan itu aneh, tidak biasa, rasanya benar-benar tidak ada suatu dorongan energi – mungkin sebaiknya Anda tidak berusaha mencari penjelasan di internet atau melalui buku, membuang waktu bisa jadi berbahaya.</p>
<p><strong>Mual dan menurunnya nafsu makan</strong> bisa menjadi salah satu kecurigaan. Walau mungkin tidak umum orang muntah selama serangan jantung, namun kadang pembengkakan perut yang berhubungan dengan gagal jantung bisa menyebabkan hal-hal ini.</p>
<p>Nyeri serangan jantung tidak selalu di dada, <strong>nyeri timbul di bagian-bagian lain tubuh</strong> juga bisa merupakan manifestasi dari serangan jantung. Pada banyak serangan jantung nyeri mulai timbul di dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, dagu atau perut. Namun kadang ada yang tidak mengalami nyeri dada – hanya nyeri di bagian lain tubuh. Nyeri bisa timbul dan hilang.</p>
<p>Laki-laki yang mengalami serangan jantung seringkali merasakan nyeri di tangan kiri. Pada wanita, nyeri lebih umum terasa pada kedua tangan.</p>
<p>Anda juga harus memperhatikan jika ada <strong>nadi yang cepat dan tidak teratur</strong>. Mungkin dokter berkata bahwa tidak ada yang begitu mengkhawatirkan jika kadang ada denyut nadi yang sesekali terlewati (absen). Namun pulsasi yang cepat dan tidak teratur – khususnya jika dibarengi kelemahan, pusing, atau napas pendek – dapat menjadi bukti suatu serangan jantung, gagal jantung, atau suatu aritmia. Jika dibiarkan tidak terobati, beberapa aritmia bisa mengarah pada stroke, gagal jantung, atau kematian tiba-tiba.</p>
<p>Adapun <strong>napas pendek</strong> bisa terjadi pada banyak kondisi, jika merasa kehabisan napas beristirahat&#160; atau saat berkegiatan ringan dengan sedikit tenaga mungkin memiliki kondisi paru seperti penyakit paru obstrukstif kronik (PPOK) atau pun asma. Namun sesak napas juga bisa menunjukkan gejala penyakit jantung.</p>
<p>Kadang orang yang mengalami serangan jantung tidak merasakan nyeri atau tekanan di dada, hanya napas pendek saja – mereka sangat merasa sesak – seperti orang setelah lari maraton ketika bahkan mereka tidak bergerak sama sekali. Selama serangan jantung, sesak napas sering membarengi rasa tidak nyaman di dada, namun juga bisa terjadi sebelum atau tanpa rasa tidak nyaman di dada ini.</p>
<p>Jika Anda <strong>berkeringat</strong> dingin walau belum pasti – namun mengeluarkan keringat dingin secara berlebih juga tanda serangan jantung. Anda bisa jadi sedang duduk di kursi malas, namun tiba-tiba Anda berkeringat sangat banyak layaknya sehabis berolah raga atau bekerja keras.</p>
<p><strong>Pembengkakan</strong> bisa terjadi karena gagal jantung menyebabkan terkumpulnya cairan&#160; di dalam tubuh, bisa tampak pada pembengkakan (seringnya) di kaki, pergelangan kaki, betis, atau perut) sebagaimana juga penambahan berat badan tiba-tiba dan terkadang berkurangnya selera makan.</p>
<p>Saat-saat terjadi serangan jantung, atau pada hari-hari sesaat sebelum serangan jantung, beberapa orang bisa mengalami <strong>kelemahan</strong> yang sangat parah. Anda bisa jadi tidak dapat menggenggam gelas dengan baik, atau bahkan terasa sulit memegang kertas di antara sela-sela jari anda.</p>
<p>Jika gejala-gejala di atas Anda temukan pada diri Anda atau pun orang-orang di sekitar anda, segeralah meminta bantuan medis.</p>
<p>Tulisan ini diadaptasi dari “<a href="http://www.webmd.com/heart-disease/features/12-possible-heart-symptoms-never-to-ignore" rel="nofollow">12 Possible Heart Symptoms Never to Ignore</a>” – semoga bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 18 February 2010 09:57:05 UTC by Digiprove certificate P9139" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9139" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--E5AAC6510DFB215BF7D267FE9F7D1CE3DF42FAA2F3C96ABC87B8EC270CF34235--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/02/jangan-tak-acuh-itu-mungkin-gejala-masalah-jantung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harta Yang Terindah</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/02/harta-yang-terindah/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/02/harta-yang-terindah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 19:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chinna Katha]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kebijaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabharata]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Vyasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/02/harta-yang-terindah/</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkanlah, bahwa selama perang dahsyat di Kurukshetra yang berlangsung selama delapan belas hari, Vyasa yang malang – perasaannya begitu terkoyak oleh sesal yang sedemikian hebatnya, karena dua keluarga yang berperang adalah garis keturunannya. Ia tidak tahan melihat pembantaian yang besar-besaran ini, ia pun meninggalkan lokasi perang saudara ini.
Suatu hari dalam rasa sesal dan sedih yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkanlah, bahwa selama perang dahsyat di <em>Kurukshetra</em> yang berlangsung selama delapan belas hari, Vyasa yang malang – perasaannya begitu terkoyak oleh sesal yang sedemikian hebatnya, karena dua keluarga yang berperang adalah garis keturunannya. Ia tidak tahan melihat pembantaian yang besar-besaran ini, ia pun meninggalkan lokasi perang saudara ini.</p>
<p>Suatu hari dalam rasa sesal dan sedih yang mendalam, Vyasa meninggalkan medan yang terendam darah itu dengan segera, di mana pembunuhan besar-besaran akan terjadi lagi pada hari berikutnya.</p>
<p> <span id="more-716"></span>
<p>Dengan bergegas, ia melihat seekor laba-laba berlari sama tergesa-gesanya di atas pasir.</p>
<p>“<em>Mengapa engkau begitu tergesa</em>?” Tanya Vyasa.</p>
<p>Laba-laba itu berlari melewati jalan, dan mendaki pada gundukan rumah semut, dari tempat yang paling tinggi yang ia bisa capai itu ia menjawab, “<em>Tidakkah kau tahu bahwa kereta perang Arjuna akan lewat di tempat ini! Jika aku sampai tergilas rodanya, habislah riwayatku</em>.”</p>
<p>Vyasa tertawa mendengar jawaban si laba-laba, “<em>Tidak ada mata yang basah jika engkau mati! Dunia tidak akan kehilangan jika engkau tewas, engkau tidak akan meninggalkan kekosongan jika engkau lenyap</em>.”</p>
<p>Laba-laba itu amat tersinggung mendengar kata-kata Vyasa, ia merasa terhina, dengan gemetar dalam amarah ia pun berteriak, “<em>Demikiankah menurutmu petapa sombong! Pikirmu akankah kehilangan besar bagi dunia jika engkau mati, sementara aku sama sekali tidak dihiraukan? Aku pun mempunyai istri dan anak-anak yang aku cintai. Aku pun memiliki rumah dan persediaan makanan. Aku pun melekat pada kehidupan dengan penuh ketabahan seperti kalian. Aku pun merasa lapar, haus, sedih, bahagia, sakit dan gembira sertanya pilunya jika berpisah dengan sanak keluarga. Dunia sama berartinya dalam diriku dan bagiku, seperti halnya juga bagi manusia dan makhluk lainnya</em>.”</p>
<p>Vyasa tertunduk dan pergi diam-diam, sambil menggumamkan bait “<em>Saamaanyam ethath pasubir naraani</em>” – bagi semua bentuk kehidupan manusia maupun hewan, hal-hal itu adalah sama.</p>
<p>Tetapi ia berkata pada dirinya sendiri, “<em>Rasa ingin tahu yang mutlak akan menjadi kerinduan yang mendalam akan keindahan, kebenaran dan kebaikan, kesadaran akan adanya persatuan mendasar, seperti sewujud kebijaksanaan yang merupakan harta terindah manusia</em>.” – Vyasa pun melanjutkan perjalanannya.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 17 February 2010 22:23:13 UTC by Digiprove certificate P9067" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9067" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--166F3C30B9FBCCEC9BE9734C738A8618A0DBCE73349C23B11AEA868AA31F4083--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/02/harta-yang-terindah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perdarahan Subkonjungtiva</title>
		<link>http://catatan.legawa.com/2010/02/perdarahan-subkonjungtiva/</link>
		<comments>http://catatan.legawa.com/2010/02/perdarahan-subkonjungtiva/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 17:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ophtalmology]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mata]]></category>
		<category><![CDATA[konjungtiva]]></category>
		<category><![CDATA[perdarahan]]></category>
		<category><![CDATA[spontan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatan.legawa.com/2010/02/perdarahan-subkonjungtiva/</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa minggu yang lalu, salah seorang adik sepupu saya mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motornya, ia mengeluhkan lecet-lecet ringan dengan adanya bercak perdarahaan pada mata.
Oh tentu saja gambarnya tidak semengerikan yang di samping ini, saya mengambil gambar ini sebagai ilustrasi saja dari situs WebMD.
Dari penjelasan ringkasnya saya menduga itu adalah perdarahan subkonjungtiva (en: subconjunctival hemorrhage). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 10px 0px; display: inline" align="left" src="http://img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/articles/health_and_medical_reference/eye_health/subconjunctival_hemmorhage_bleeding_in_eye_article.jpg" /></p>
<p>Beberapa minggu yang lalu, salah seorang adik sepupu <a title="Cahya Legawa&#39; Homepage" href="http://www.legawa.com" target="_blank">saya</a> mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motornya, ia mengeluhkan lecet-lecet ringan dengan adanya bercak perdarahaan pada mata.</p>
<p>Oh tentu saja gambarnya tidak semengerikan yang di samping ini, saya mengambil gambar ini sebagai ilustrasi saja dari situs <a href="http://img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/articles/health_and_medical_reference/eye_health/subconjunctival_hemmorhage_bleeding_in_eye_article.jpg" rel="nofollow">WebMD</a>.</p>
<p>Dari penjelasan ringkasnya saya menduga itu adalah perdarahan subkonjungtiva (en: <em>subconjunctival hemorrhage</em>). Tentu dugaan ini tidak bisa tepat pasti, karena pemeriksaan fisik dan anamnesis yang legeartis diperlukan dalam menentukan apakah yang terjadi memang perdarahan subkonjungtiva.</p>
<p> <span id="more-715"></span>
<p>Karena ada kesempatan, marilah kita membahas sedikit banyak tentang apa dan bagaimana perdarahan subkonjungtiva ini. Tulisan berikut saya sadurkan dari artikel aslinya yang berjudul “<a title="Subconjunctival Hemorrhage - Bleeding in Eye [WebMD]" href="http://www.webmd.com/a-to-z-guides/bleeding-in-the-eye" rel="nofollow">Subconjunctival Hemorrhage</a>” – salah satu dari pembahasaan yang paling sederhana yang dapat saya temukan.</p>
<h3>Pendahuluan</h3>
<p>Konjungtiva adalah membran tipis, lembab dan transparan yang melapisi bagian putih dari mata (disebut sklera) dan bagian dalam dari kelopak mata. Konjungtiva adalah lapisan pelindung terluar dari bola mata.</p>
<p>Konjungtiva mengandung saraf-saraf dan banyak pembuluh darah kecil. Pembuluh darah ini biasanya semakin tampak jelas (karena biasanya tidak tampak pada kondisi normal) jika mereka membesar saat terjadi peradangan pada mata. Oleh karena beberapa hal, pembuluh-pembuluh darah ini bisa menjadi rapuh, dinding mereka bisa pecah dengan mudahnya, menghasilkan perdarahan subkonjungtiva (perdarahan di bawah konjungtiva). Perdarahan subkonjungtiva tampak sebagai plak perdarahan merah terang atau gelap pada sklera.</p>
<h3>Penyebab</h3>
<p>Kebanyakan perdarahan subkonjungtiva terjadi secara spontan tanpa ada penyebab yang pasti karena perdarahan ini datang dari pembuluh darah konjungtiva. Sering kali orang malah menemukan adanya perdarahan subkonjungtiva ketika ia terbangun di pagi hari ketika bercermin. Kebanyakan perdarahan subkonjungtiva yang spontan justru diperhatikan pertama kali oleh orang lain yang memandang mata kita.</p>
<p>Beberapa hal berikut bisa saja menghasilkan perdarahan subkonjungtival yang spontan:</p>
<ul>
<li>Bersin; </li>
<li>Batuk; </li>
<li>Muntah; </li>
<li>Menggosok mata; </li>
<li>Trauma (perlukaan); </li>
<li>Tekanan darah tinggi; </li>
<li>Kelainan perdarahan; </li>
<li>Atau kelainan medis yang menyebabkan perdarahan atau menghambat mekanisme penjendalan darah. </li>
</ul>
<p>Perdarahan subkonjungtiva juga dapat terjadi bukan secara spontan dan merupakan akibat dari infeksi mata yang parah, trauma terhadap kepala atau mata, atau setelah operasi mata atau kelopak mata.</p>
<h3>Gejala-Gejala</h3>
<p>Lebih banyak tidak ada gejala spesifik yang berkaitan dengan suatu perdarahan subkonjungtiva selain melihat/terlihat darah pada bagian putih mata.</p>
<ul>
<li>Sangat jarang orang merasakan nyeri saat perdarahan dimulai. Ketika perdarahan pertama kali terjadi, Anda mungkin mengalami rasa tidak nyaman atau “rasa ada sesuatu” di di mata atau di balik kelopaknya. Ketika perdarahan selesai, beberapa orang masih merasakan iritasi yang sedang atau semata-mata rasa tidak nyaman yang membuat dia selalu membawa pikirannya untuk mengamati matanya sendiri. </li>
<li>Perdarahan sendiri adalah sesuatu yang pasti, wilayah merah terang yang berbatas tegas berada di sklera. Dalam area itu biasanya seluruh bagian putih tertutupi oleh darah. </li>
<li>Pada kasus perdarahan subkonjungtiva yang spontan, tidak ada darah yang keluar dari mata. Semisal Anda menempelkan secara halus tisu yang steril pada bola mata, maka tidak ada darah yang menempel pada tisu. </li>
<li>Perdarahan akan tampak meluas/membesar dalam 24 jam pertama setelah onset (pertama kali terjadi) dan secara perlahan berkurang ukurannya bersamaan dengan darah diserap kembali. </li>
</ul>
<h3>Kapan Mencari Bantuan Medis</h3>
<p>Silakan hubungi oftalmologis anda (dokter ahli mata) jika perdarahan tidak membaik dalam dua minggu atau jika Anda mengalami perdarahan subkonjungtiva multipel (di beberapa lokasi atau titik sekaligus).</p>
<p>Juga ketika jika Anda mengalami perdarahan di kedua mata secara bersamaan atau jika perdarahan subkonjungtiva secara kebetulan terjadi bersamaan dengan gejala perdarahan lainnya seperti mudah lebam/memar, gusi berdarah, atau keduanya.</p>
<p>Kemudian jangan tunda untuk menghubungi oftalmologis jika Anda mengalami perdarahan subkonjungtiva dan Anda juga mengalami:</p>
<ul>
<li>Nyeri berhubungan dengan perdarahan; </li>
<li>Perubahan dalam pandangan (sebagi contoh, pandangan menjadi kabur, pandangan berganda, kesulitan melihat); </li>
<li>Riwayat gangguan perdarahan; </li>
<li>Riwayat tekanan darah tinggi; </li>
<li>Perlukaan karena trauma pada mata; </li>
</ul>
<h3>Apa yang Harus Ditanyakan Pada Dokter</h3>
<p>Tanyakan pada dokter anda seandainya belum sempat dijelaskan:</p>
<ul>
<li>Apakah ada tanda kerusakan pada mata? </li>
<li>Apakah pada saya akan terjadi luka parut atau kehilangan pandangan permanen karena perdarahan subkonjungtiva ini? </li>
<li>Apa penyebab perdarahan subkonjungtiva ini? </li>
<li>Bagaimana saya bisa mencegahnya? </li>
</ul>
<h3>Pemeriksaan dan Tes</h3>
<p>Oftalmologi akan menggali riwayat yang diperlukan bahkan sebelum terjadi perdarahan, dan melakukan pemeriksaan mata. Tekanan darah anda bisa jadi juga diperiksa.</p>
<p>Jika trauma adalah penyebabnya, pemeriksaan lebih teliti dengan <em>slit lamp</em> (mikroskop khusus untuk pemeriksaan mata) akan dilakukan.</p>
<h3>Terapi</h3>
<h4>Perawatan Mandiri di Rumah</h4>
<p>Biasanya tidak ada terapi khusus yang diperlukan. Air mata buatan yang bisa dibeli bebas di apotek bisa diberikan jika ada iritasi sedang.</p>
<p>Penggunaan aspirin dan ibuprofen sebaiknya dihindari.</p>
<h4>Perawatan Medis</h4>
<p>Biasanya tidak ada terapi medis diperlukan. Oftalmologis bisa meresepkan Anda air mata buatan untuk meringankan iritasi yang ada.</p>
<p>Jika perlukaan terkait trauma, Oftalmologis anda mungkin perlu memeriksa mata anda guna menemukan kemungkinan kerusakan pada bagian lain mata.</p>
<h3>Yang Diperhatikan Selanjutnya</h3>
<p>Kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Biasanya, pemulihan terjadi utuh, tanpa adanya masalah jangka panjang, sama seperti memar ringan pada kulit. Seperti memar, suatu perdarahan konjungtiva dapat berubah warna (lebih sering dari merah menjadi oranye kemudian kuning) sebagaimana proses sembuhnya. Bedanya karena pada konjungtiva lapisannya transparan, jadi perubahan warnanya tidak mirip pada memar di mana kita melihat melalui kulit.</p>
<p>Sumber lain dapat Anda baca mengenai perdarahan subkonjungtiva, seperti di situs <a title="Subconkunctival Hemorrhage on Patien.co.uk" href="http://www.patient.co.uk/health/Subconjunctival-Haemorrhage.htm" rel="nofollow">patien.co.uk</a> atau <a title="Subkonjuctival Hemorrhage on Emedicine" href="http://emedicine.medscape.com/article/1192122-overview" rel="nofollow">emedicine.medscape.com</a> yang keduanya masih berbahasa Inggris.</p>
<p><!--Digiprove_Start--><span style="vertical-align:middle; display:inline-table; padding:3px; line-height:normal;border:0px;" title="certified 17 February 2010 21:25:36 UTC by Digiprove certificate P9063" ><a href="http://www.digiprove.com/show_certificate.aspx?id=P9063" style="text-decoration:none" target="_blank" style="border:0px; float:none; display:inline; text-decoration: none;"><img src="http://www.digiprove.com/images/dp_seal_trans_16x16.png" style="vertical-align:middle; display:inline; border:0px; margin:0px; float:none; background-color:transparent" border="0"/><span style="font-family: Tahoma, MS Sans Serif; font-size:11px; color:#636363; border:0px; float:none; display:inline; text-decoration:none; letter-spacing:normal" onmouseover="this.style.color='#A35353';" onmouseout="this.style.color='#636363';">&nbsp;&nbsp;Copyright secured by Digiprove&nbsp;&copy; 2010 Cahya Legawa</span></a><!--CCDEEE93177415DC7007C82EA10333A54498B7A47D9FB861DC318A11EA12C8C4--></span><!--Digiprove_End--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatan.legawa.com/2010/02/perdarahan-subkonjungtiva/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
