Video

Planes: Fire & Rescue

Film awal Planes memang cukup menarik. Tapi kali ini lanjutannya Planes: Fire & Rescue menurut saya tidak begitu menarik. Namun setidakmenariknya film dari Disney, tetap saja cukup membuat kita senang menontonnya. Terutama anak-anak tentu saja; saya rasa anak-anak akan sangat menonton film ini di waktu libur mereka, karena kemasan memang ditujukan bagi anak-anak, terutama bagaimana mereka bisa menghargai para pemadam kebakaran. Continue reading

Video

How to Train Your Dragon 2

Film lanjutan animasi How to Train Your Dragon 2 dari Dream Works sepertinya agak mengecewakan bagi saya. Animasi yang disajikan memang luar biasa memanjakan mata, dan jalan cerita pun benar-benar disusun baru walau agak klise. Mungkin cerita klise yang sudah bisa ditebak walau tanpa membaca bocoran kisahnya membuat film ini sedikit kurang menarik. Continue reading

Planes dari Pixar

Disney Pixar kembali merilis film animasi terbaru mereka (sebenarnya sih sudah berita lama), yaitu Planes yang tayang dalam animasi 3D. Mungkin terinspirasi dari kesuksesan Cars 1 & 2, maka film Planes ini dibuat, karena karakternya di dalamnya hampir serupa, kecuali kali ini seputar pesawat udara. Cerita dalam film Planes ini sebenarnya klise saja, tapi kemasannya yang baru. Bagi yang sering menonton film berlatar sejenis mungkin akan jenuh menyaksikan film ini.

Kisahnya sederhana, tentang Dusty – pesawat penyemprot pestisida yang digunakan di ladang-ladang pertanian yang bermimpi menjadi pesawat pembalap. Dia pun sibuk berlatih aerobatik setelah dia selesai dari tugasnya menyemprot hama. Dan pada suatu ketika kesempatan itu datang padanya, di sinilah kisah Planes berlanjut pada balapan kelas dunia; sebagaimana film Cars sebelumnya. Continue reading

The Garden of Words

Kata “jatuh cinta” memang tidak ada aslinya pada budaya Timur, serapan budaya Barat memberikan warna itu. Cinta dalam budaya Timur lebih lembut dan tak kentara. Setidaknya demikian yang diuangkapkan Makoto Shinkai dalam film terbarunya. Saya memang penggemar karya-karya Makoto Shinkai, karena yang dituangkannya ke dalam animasi adalah racikan seni yang sesungguhnya.

Berbeda dari karya sebelumnya, Children Who Chases the Lost Voices, karya ini mengembalikan kita ke dunia nyata hanya saja dengan sentuhan klasik yang begitu apik. Dalam bahasa Jepang, cinta aslinya ditulis sebagai “Koi”, yang bermakna “kesedihan yang menyendiri”, sedangkan kini ditulis sebagai “Ai”, makna cinta yang disetarakan saat ini di seluruh dunia. Continue reading

Case Closed: The Eleventh Striker

Film Detective Conan ke-16 “The Eleventh Striker” sudah rilis 14 April tahun lalu, namun saya baru bisa menyaksikannya sekarang karena DCTP baru saja merilis fansub-nya, hanya saja mungkin ini adalah film terakhir yang akan di-sub oleh mereka. Film ke-17 “Private Eye in the Distant Sea” tidakan akan ditangani oleh DCTP lagi.

Dibandingkan film sebelumnya “Quarter of Silence“, maka “The Elevent Striker” tampaknya tidak begitu menggigit. Ah, jika saya membandingkan, lama kelamaan serial Case Closed atau Detective Conan ini malah seperti franchise serial James Bond, antara mana yang lebih enak, dan mana yang tidak. Saya bukan penggemar sepak bola, namun bagi para penggemar bola dan anime, mungkin ini adalah sebuah film yang ditunggu-tunggu karena memperlihatkan J-Lague (liga sepakbola utama Jepang) yang terlibat sebagai aktornya. Continue reading