Di Bawah Sayap

Ketika kehidupan di mulai, maka keajaiban akan mulai terjalin dengan sendirinya. Ada banyak hal yang tidak banyak lagi kita saksikan sebagaimana peradaban kita sebelumnya. Jika kita tinggal di mana sentuhan alam masih jamak menjadi pilar-pilar kehidupan masyarakat, maka harmoni keajaiban adalah siluet indah yang bisa kita saksikan setiap saat.

Misalnya saja ketika celoteh pertama anak ayam yang baru saja keluar dari balutan cangkang telurnya, apa yang ditemukan di situ tidak akan tergantikan ke dalam sebentuk kata-kata. Continue reading

Ayam Panggang di Akhir Pekan

Menyambung kembali kisah “Ayamku yang Sehat”, sempat saya sampaikan bahwa mereka aman untuk dikonsumsi. He he…, berarti itu bisa memberikan tambahan agenda memanggang ayam di akhir pekan. Sebenarnya tidak begitu suka membuat ayam-ayam itu berakhir di atas panggangan ataupun wajan, tapi percayalah, mereka sangat enak jika sudah disantap.

Meski demikian, saya tidak pernah terbiasa untuk membunuh hewan untuk dimasak. Kecuali kalau sudah siap di atas panggangan, mungkin saya akan membantu mengipasi baranya. Ayam panggang di Bali sangat khas, setiap keluarga memiliki resep rahasianya masing-masing tentang bagaimana mengolah ayam panggang sehingga menjadi lezat.

Continue reading

Ayamku Yang Sehat

Karena tulisan Mas Asop yang berjudul, “Telur Ayam Kampung atau Telur Ayam Negeri?”. Maka saya rasa saya ingin menulis hal ini, sembari mengerjakan sesuatu (yang rahasia). Pertanyaan Mas Asop saya rasa adalah pertanyaan-pertanyaan yang umum terlontar di sekitar saya, karena saya sendiri banyak menjumpai pertanyaan-pertanyaan yang serupa, bahkan termasuk saya sendiri.

Semisalnya dalam kasus ini, sebagaimana yang saya berikan pendapat saya langsung (bukan jawaban) pada tulisan terkait. Saya rasa kita terikat akan sebuah paradigma – yang pada kasus ini, misalnya – bahwa telur ayam kampung lebih sehat dibandingkan telur ayam ras/petelur. Namun apakah itu benar?

Continue reading