Jangan menyangkal kehidupan dari apa yang telah kita saksikan, walau mungkin bukanlah kebenaran yang absolut. Jika kita dengan seketika menolaknya, maka mungkin kita akan menghilang sebuah peluang untuk melihat fakta yang sesungguhnya dari setiap gerak kehidupan. Seperti awan yang bersenandung di angkasa, kadang terseok bak orang tua, kadang berlari kencang seperti anak kecil yang berlari …
Sang kala sedang duduk termenung, letih dan peluh sudah cukup menetes membasahi jejaknya selama perjalanan ini. Tubuhnya yang sudah renta bagi banyak makhluk yang melahirkannya bersandar di pohon tua yang disebut orang sebagai dirinya. Ia menarik dalam-dalam napasnya yang disimpan dari munculan harapan yang ditabur dalam angin kehidupan dan kematian. Seakan ia menahan agar dirinya …
Anda mungkin memperlakukan berbincangan yang telah berlangsung di antara kita sebagai sebuah pertukaran ide-ide, sebagai suatu proses penerimaan ide-ide baru dan melepaskan ide-ide yang lama, atau sebagai proses menolak ide-ide baru dan tetap mempertahankan ide-ide yang lama. Kita tidaklah berurusan dengan ide-ide sama sekali. Kita berhadapan dengan fakta-fakta. Dan ketika seseorang memperhatikan fakta, maka di …
19 June 2010 – 07:31
|
Oleh Cahya
|
Ditulis dalam Jiddu Krishnamurti
|
Penanda ambisi, batin, cemburu, cinta, fakta, harapan, ilusi, meditasi, otak, pikiran, renungan, waktu
|
Membaca artikel “Six Inside Enemies” oleh narablog TuSuda, membuat saya berjalan lagi melalui jalur ingatan ke masa bangku sekolah dengan buku-buku agama terbuka lebar. Saya termasuk orang yang sering “protes” saat pelajaran agama, dan paling rendah nilai ulangan hariannya – ah…, itu akan membuat saya tersenyum-senyum kembali. Mengenai Sad Ripu, saya selalu bertanya-tanya mengapa selalu …
10 June 2010 – 06:28
|
Oleh Cahya
|
Ditulis dalam Religi
|
Penanda agama, aku, batin, dengki, emosi, Hindu, kebingungan, kehidupan, kemarahan, konsep, mabuk, musuh, nibbana, nirvana, pertanyaan, Sad Ripu, tamak
|
Kita tidak berpatokan pada apa yang seharusnya atau tidak seharusnya Anda lakukan; itu bukanlah masalahnya. Kita meletakkan perhatian pada pemahaman akan batin; dan dalam pemahaman tidak ada pembenaran, tidak ada tuntutan terhadap suatu pola tindakan. Anda semata-mata hanya mengamati; dan suatu pengamatan akan ditolak keberadaan ketika Anda meletakkan perhatian pada diri anda dengan suatu pola …
Saat saya mengoceh (mengeluh?) tentang demam saya semalam di jejaring sosial twitter dan facebook. Tidak usah ditanya lagi (bagi manusia yang memang makhluk sosial), saya dapat ucapan semoga lekas membaik baik secara lisan maupun tulisan. Dan tentu saja saya berterima kasih untuk itu walau kemarin malam saya tidak sempat balas apa-apa karena sudah asyik meriang …
5 June 2010 – 18:35
|
Oleh Cahya
|
Ditulis dalam suara
|
Penanda bahu, batin, doa, ego, hidup, jawaban, kehidupan, keinginan, kesehatan, nyeri, perasaan, rasa, sakit
|
Hidup bukan hanya semata-mata “aku” yang bertindak – yang bergerak, namun hidup si binatang, hidup alam ini, anak yang minta-minta di jalanan. Seberapa sering Anda memandang pohon? Apakah Anda pernah memandang pohon atau sekuntum bunga? Dan ketika Anda melakukannya, apakah di situ ada rasa takjub yang luar biasa – bukan pada sekuntum bunga yang yang …
Setiap orang mungkin memiliki hari istimewa dalam hidupnya, atau momen-momen yang dianggap cukup berarti untuk dikenang. Tentu kita tidak menghitung hari kelahiran, kecuali Anda dapat mengenang hari di mana Anda terlahir di dunia ini. Hari ini adalah hari istimewa bagi saya, jadi hari ini saya tidak akan berada di blogsphere. Tapi tulisan ini sudah saya persiapkan …
29 April 2010 – 00:01
|
Oleh Cahya
|
Ditulis dalam Kisah Kecil
|
Penanda batin, hati, hubungan, kisah, manusia, pasangan, pemuda, pemudi, perasaan, reflection, renungan
|
Dapatkah kita menemukan bagi diri kita apakah batin yang religius itu? Seorang ilmuwan dalam laboratoriumnya adalah ilmuwan yang sesungguhnya; ia tidak dikejar oleh nasionalismenya, oleh berbagai ketakutannya, oleh kebanggaan yang berlebih, ambisi, dan tuntutan setempat; di situ, ia semata hanya menyelidiki. Namun di luar laboratorium, ia seperti orang-orang lainnya, dengan prasangkanya, dengan ambisinya, dengan kewarganegaraannya, …
Malam ini seorang sahabat baik meminta saya mengirimkan terjemahan “A Dialogue with Oneself” oleh Jiddu Krishnamurti. Mungkin juga sudah cukup lama saya tidak lagi membuka lembar-lembar karya Jiddu Krishnamurti, namun saya menyimpannya dengan baik dalam beberapa map berkas khusus, sehingga saya dengan cepat dapat menemukannya kembali. Saya pun sudah mengirimkannya via surat elektronik. Tulisan ini …
13 January 2010 – 02:00
|
Oleh Cahya
|
Ditulis dalam Jiddu Krishnamurti
|
Penanda batin, cinta, dialog, emosi, ketakutan, ketergantungan, keterikatan, kontemplasi, meditasi, penyebab, penyelidikan, pikiran, renungan, sang diri, terjemahan
|