Planes dari Pixar

Disney Pixar kembali merilis film animasi terbaru mereka (sebenarnya sih sudah berita lama), yaitu Planes yang tayang dalam animasi 3D. Mungkin terinspirasi dari kesuksesan Cars 1 & 2, maka film Planes ini dibuat, karena karakternya di dalamnya hampir serupa, kecuali kali ini seputar pesawat udara. Cerita dalam film Planes ini sebenarnya klise saja, tapi kemasannya yang baru. Bagi yang sering menonton film berlatar sejenis mungkin akan jenuh menyaksikan film ini.

Kisahnya sederhana, tentang Dusty – pesawat penyemprot pestisida yang digunakan di ladang-ladang pertanian yang bermimpi menjadi pesawat pembalap. Dia pun sibuk berlatih aerobatik setelah dia selesai dari tugasnya menyemprot hama. Dan pada suatu ketika kesempatan itu datang padanya, di sinilah kisah Planes berlanjut pada balapan kelas dunia; sebagaimana film Cars sebelumnya. Continue reading

Menonton Film The A-Team

Jika ada yang pernah menonton serial televisinya belasan tahun yang lalu, maka mungkin ini adalah salah satu yang paling saya sukai saat kecil dulu. Entahlah, hanya saja dulu film ini termasuk yang mengasyikkan di antara serial Barat yang saya tonton, padahal pas masih kecil baca terjemahannya pun masih keteteran.

Kali ini sutradara Joe Carnahan membawa kembali serial televisi ini ke dalam layar lebar. Fim “The A-Team” yang mengambil tagline “There Is No Plan B” ini mengisahkan terbentuk Tim Alfa (The A-Team) dari orang-orang militer elit (Ranger) pada masa perang Irak, hingga menjadi kelompok yang bergerak di luar militer saat sistem tidak lagi mendukung mereka.

Tim yang terdiri dari empat tokoh ini, Hannibal Smith (Liam Neeson), Lt. Templeton “Faceman” Peck (Bradley Cooper), B.A. Baracus (Quinton ‘Rampage’ Jackson), dan tentunya si “gila” Murdock (Sharlto Copley) menunjukkan unsur keprajuritan dan solidaritas yang luar biasa. Sebenarnya mungkin seperti keping-keping yang sulit disatukan, tapi ketika digabung menjadi sesuatu yang luar biasa.

Kisah film ini dimulai dari Hannibal yang mencoba menyelamatkan Peck dari kenekatan rencana tanpa rencananya sehingga berurusan dengan militer Meksiko. Hannibal kemudian kebetulan merekrut B.A. di tengah jalan, dan pelarian mereka menyebabkan Hannibal merekrut salah satu pilot terbaik Ranger yang dicomot begitu saja dari rumah sakit jiwa, ya si “gila” Murdock. Tentu saja, salah satu keunggulan film ini adalah unsur komedi yang kental, namun bukan komedi yang dibuat komedi, tapi suasana yang timbul itu sendiri membuatnya lucu dan penonton sangat mudah tertawa.

Mereka memiliki cara masing-masing dalam keluar dari masalah di medan pertempuran, dan keunikan cara itulah yang hampir selalu memberi kesan humoris dalam suasana yang tercipta. Anda mungkin tidak akan tertawa seperti saat menonton “The Three Idiots”, tapi percayalah, jika Anda memiliki selera humor yang bagus, maka Anda bisa tertawa geli dari awal film hingga akhir film.

The A Team (2010) The Movie

Kecerdikan mereka membuat rencana tanpa ada celah kesalahan adalah bagian yang penting dalam film ini. Dan penuturan penciptaan rencana bersamaan dengan pelaksanaan rencana adalah bagian yang disusun apik sehingga membuat kita paham apa yang sesungguhnya terjadi di balik setiap adegan. Pun demikian ceritanya masih sulit ditebak walau ada beberapa kemungkinan, sehingga film ini selalu memiliki unsur kejutan yang tidak mengecewakan.

Film ini masih memperlihatkan beberapa unsur lama yang kental di serial televisinya, lihat saja mobil van “GMC Vandura” milik Baracus yang menjadi salah satu trademark serial televisinya bisa dilihat di saat aksi Kolenel John Smith dan B.A. Baracus menyelamatkan Peck dari Tuco dan militernya di awal cerita. Bagaimana kegilaan “Howling Mad” Murdock menerbangkan helikopter medis yang digempur habis-habisan oleh helikopter tempur Tuco, manuver yang gila menghindari tembakan senapan mesin dan rudal ini akhirnya membuat Baracus mengalami fobia terbang yang permanen.

Selain itu, aksi pertempuran udara juga ada di wilayah udara Jerman. Saat mereka melarikan diri dengan pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules dan diserang oleh dua pesawat tempur drone Amerika (pesawat tempur tanpa awak yang dikendalikan dari jauh). Membuat mereka terjun dengan tank berparasut dan baku tembak di udara dengan cara yang tidak biasa, dan mereka selamat dengan cara yang tidak biasa juga.

Tentu saja banyak lagi cerita yang asik dan menarik, karena plot cerita yang memang padat dan penuh dengan intrik. Plot cerita lebih panjang bisa dibaca di Wikipedia: The A Team. Untuk jenis film laga aksi yang menghibur saya memberikan nilai 4.7 dari 5.0 nilai sempurna. Nah, bagi yang sudah menonton tentu tahu serunya film ini, namun bagi yang belum menonton aksi gila-gilaan tim alfa yang terencana apik ini, silakan lihat video trailernya di bawah.

Dan yang paling baik dari semua itu, kali ini pun nonton gratis di bioskop :D

Menonton Prince of Persia: The Sands of Time

Jadi siapa yang sudah menonton “Prince of Persia: The Sands of Time”? Mungkin adalah film yang sudah lama ditunggu oleh para pemain game-nya yang sudah terkenal itu, dan juga oleh orang-orang yang penasaran yang dulu tidak bisa memainkan game-nya karena tidak memiliki komputer yang mumpuni untuk itu.

Film yang kisahnya diangkat dari video game ini mengambil latar kerajaan Persia (sekarang wilayah Iran) memiliki jalan cerita yang unik. Saya tidak begitu mengikuti video game yang pertama kali dirilis tahun 1989 ini (walau seri “The Sands of Time” sendiri baru rilis tahun 2003), sehingga mungkin ada beberapa versi cerita yang berbeda dari kisah awalnya yang sebenarnya mirip dengan kisah Alladin – walau tanpa lampu ajaib dan jinnya.

Continue reading

Menonton Film Confucius

Hampir seluruh dunia mengenal filsuf dari tanah Tiongkok yang satu ini, pengaruh ajarannya tersebar tidak hanya di Cina, namun juga negeri tetangga seperti Korea dan Jepang, bahkan hingga ke Vietnam.

Kali ini sebuah film yang dibintangi oleh Chow Yun-Fat, aktor kawakan yang sudah terkenal dalam banyak film seperti Anna and the King (1999), Chrouching Tiger Hidden Dragon (2000), Bulletproof Monk (2003), Curse of The Golden Flower (2006), atau dalam Film Pirates of The Carribbean sebagai Kapten Perompak Sao Feng (2007), hingga film yang baru-baru ini agak mengecewakan yaitu Dragon Ball Evolution dalam perannya sebagai Master Roshi.

Continue reading