Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa saya bukan tipe orang yang romantis. Tapi setidaknya saya tahu jika seseorang memberikan saya hadiah setangkai atau beberapa tangkai bunga, ada maksud apa di baliknya. Bukan artinya maksud yang terselubung, namun kata-kata apa yang tidak ia bisa sampaikan hingga harus hadir melalui bunga-bunga. Anda mungkin sering mendengar bahwa mawar adalah …
Saat itu pertengahan musim gugur, sore dengan suhu udara dan kelembaban yang seakan bersaing menuju tangga terbawah, matahari tampak meninggalkan singgasana keemasannya nan jauh di Barat Daya. Daun maple pun sudah tidak lagi menyisakan kecerahan di awal musim. Dua orang pemuda sedang berjalan menyusuri trotoar kecil di kota kecil mereka. Pemuda pertama berbadan lebih tinggi dan …
Anda mungkin memperlakukan berbincangan yang telah berlangsung di antara kita sebagai sebuah pertukaran ide-ide, sebagai suatu proses penerimaan ide-ide baru dan melepaskan ide-ide yang lama, atau sebagai proses menolak ide-ide baru dan tetap mempertahankan ide-ide yang lama. Kita tidaklah berurusan dengan ide-ide sama sekali. Kita berhadapan dengan fakta-fakta. Dan ketika seseorang memperhatikan fakta, maka di …
19 June 2010 – 07:31
|
Oleh Cahya
|
Ditulis dalam Jiddu Krishnamurti
|
Penanda ambisi, batin, cemburu, cinta, fakta, harapan, ilusi, meditasi, otak, pikiran, renungan, waktu
|
Bait yang tak pernah ada dasar asa terliar sekali pun Berjingkrak riang bak cahaya tajam di kelebatan sukma Turun senja menguak muram sirna semua 7 untai awan serentak bisu dalam kosong Suka, duka, tawa, sedih, yang hendak menyongsong Remuk redam bersama ruang waktu menyisakan hampa Baru cinta dapat tumbuh dan mengisi dalam nada napas kebebasan
Melanjutkan kembali edisi tulisan berjudul “Paid Bangkung” sebelumnya, saya telah menerima beragam masukkan dari berbagai suara. Tidak semua orang sepandang dengan saya, dan itu pun adalah kewajaran di dunia ini. Setiap mata bisa melihat hal yang berbeda tergantung sudut pandangnya, jika batas-batas sudut pandang tidak dibongkar, maka sekat-sekat itu masih ada. Ah…, tapi sudahlah, bukan …
Malam ini seorang sahabat baik meminta saya mengirimkan terjemahan “A Dialogue with Oneself” oleh Jiddu Krishnamurti. Mungkin juga sudah cukup lama saya tidak lagi membuka lembar-lembar karya Jiddu Krishnamurti, namun saya menyimpannya dengan baik dalam beberapa map berkas khusus, sehingga saya dengan cepat dapat menemukannya kembali. Saya pun sudah mengirimkannya via surat elektronik. Tulisan ini …
13 January 2010 – 02:00
|
Oleh Cahya
|
Ditulis dalam Jiddu Krishnamurti
|
Penanda batin, cinta, dialog, emosi, ketakutan, ketergantungan, keterikatan, kontemplasi, meditasi, penyebab, penyelidikan, pikiran, renungan, sang diri, terjemahan
|
Mereka mengatakan bahwa dunia dihiasi oleh bermacam hal yang indah, dikaruniai dengan pelbagai sumber kehidupan, dan manusia telah bermandikan cahaya yang berwarna-warni dari pelangi kehidupan itu sendiri, sedemikian hingga dalam perjalanannya, ia mampu mengungkap apa itu cinta. Namun di antara banyak kisah, banyak yang terlepas dan menimbulkan relung yang terlalu dalam dan lebar dalam jangkauan keterbatasan …
Sering kali para sahabatku bertanya-tanya, ketika saat kepaniteraan utamanya, pertanyaannya yang biasa, “Kamu sudah nikah ya?” Awalnya aku selalu bingung dengan pertanyaan itu, namun tak perlu lama untuk mengetahuinya mengapa. Tentu saja, dengan cincin yang ada di salah satu jariku ~ yang notabene tidak umum ~ pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan sangat mudah untuk dilayangkan. Dan …
Aku baru saja menghabiskan banyak waktu untuk berbincang dengan seorang sahabat lama, percakapan kami dimuali dengan pertanyaan yang kurang lebih berisikan pilihan, seandainya dihadapkan antara memilih bersama orang yang kita cintai atau bersama orang yang mencintai kita, singkat kata, bahasa umumnya adalah memilih dicintai atau mencintai? Tentunya dalam hal ini adalah hubungan antar dua manusia, …