Skip to content

Tag: cloud computing

Rekam Medis Awan

Pada era teknologi komputasi awan (cloud computing) yang semakin maju, sejumlah rekam medis (EMR) dan rekam kesehatan (EHR) elektronik kini mulai merambah sistem pengelolaan dan pencadangan awan. Konsep paperless cukup menarik minat dunia kesehatan, seperti dokter praktik swasta hingga rumah sakit. Walau naskah akademik rekam medis elektronik masih dikaji di dalam negeri, namun di luar negeri rekam medis sudah lama meninggalkan dunia hitam di atas putih. Continue reading Rekam Medis Awan

OneDrive – Alternatif Penyimpanan dan Perkantoran Awan

Sistem pencadangan (backup), penyimpanan (drive), dan perkatoran (office) sudah memasuki era awan (cloud technology). Di mana sekarang kita bisa mengetik, menyimpan dan mencadangkan berkas-berkas tanpa perlu menyimpannya di komputer kita, namun langsung di komputer server masing-masing pemberi layanan.

Dropbox mungkin yang paling ternama di bidang penyimpanan dan pencadangan daring selain produk Google, yaitu Google Drive. Tapi yang banyak menyita minat saat ini seiring berkembangnya teknologi Windows Phone, tentunya adalah tawaran dari Microsoft akan produk lawas yang diperbarui oleh mereka, yaitu OneDrive yang dulu dikenal sebagai SkyDrive. Continue reading OneDrive – Alternatif Penyimpanan dan Perkantoran Awan

Jolicloud 2 – Segera Tiba

Saya melihat sebuah video promosi di YouTube yang menginformasikan Jolicloud 2 akan segera tiba. Saya sudah berharap lama versi mereka ditingkatkan, karena sebagai pengguna saya merasa Jolicloud banyak tertinggal di belakang di sisi usabilitas dibandingkan sistem operasi populer lainnya ala Ubuntu atau Android, dan kini Chromebook juga sudah mulai merambah dunia Cloud OS.

Sebagai sistem operasi yang mengusung komputasi awan, dan bisa dijalankan di pelbagai komputer tua, Jolicloud masih merupakan favorit saya saat ini (mungkin alasan klasik karena tidak bisa mencicipi Chrome OS). Saya sebenarnya ingin menggunakan Jolicloud di mana-mana, karena ini satu-satu sistem operasi terbuka yang bisa ditempatkan di mana-mana, alasan sederhana bukan? Seperti pengguna produk Apple yang memilik Mac OS di komputer dan iOS di ponsel, maka Jolicloud bisa menggunakan metode serupa dengan menerapkan Joli OS di komputer, dan mungkin Jolidrive dalam bentuk tertentu di ponsel atau tablet. Continue reading Jolicloud 2 – Segera Tiba

TweetDeck pada Jolicloud Linux

Salah satu distribusi Linux yang masih bisa menggunakan TweetDeck dengan cukup cantik adalah Jolicloud, terima kasih pada teknologi Web HTML5 yang tertanam padanya. Saya kebetulan memiliki Jolicloud, distribusi Linux yang menggunakan kekuatan komputasi awan menyelip di dalam Ubuntu Raring Ringtail yang sebentar lagi akan diganti. Saya pun iseng melihat tawaran aplikasi yang terdapat di App Center milik Jolicloud, dan ternyata di dalamnya masih ada TweetDeck.

TweetDeck adalah, bagi yang belum kenal, aplikasi untuk mengelola jejaring sosial Twitter (dan mungkin juga masih bisa Facebook). Aplikasi ini dulu sangat populer di era akhir kejayaan komputer pribadi sebelum didesak oleh perkembangan teknologi bergerak seperti smartphone dan tablet PC. Mereka yang gemar berceletuk ria akan berada di depan monitor memerhatikan pembaruan yang muncul di lini masa Twitter mereka, di sinilah TweetDeck sempat menjadi raja sesaat. Continue reading TweetDeck pada Jolicloud Linux

Jolicloud DE pada Ubuntu 13.04

Salah satu distro Linux favorit saya Joli OS, kini hadir dalam kemampuan Jolidrive-nya melalui Jolicloud Desktop Environment (JDE) di Ubuntu, dan sudah bisa dicoba pada Ubuntu 13.04 Raring Ringtail yang saya gunakan. Ini adalah satu lingkungan kerja berbasis komputasi awan yang paling populer saat ini. Mungkin karena Joli OS lawas yang berbasis Ubuntu lawas sudah tidak bisa digunakan di banyak tempat, maka sebuah opsi memindahkan sistem/lingkungan Jolidrive ke distro stabil seperti Ubuntu teranyar menjadi solusi yang dianggap cukup baik.

JDE ini masih merupakan uji coba pada Raring Ringtail, namun sudah bisa digunakan pada dua versi Ubuntu sebelumnya. Dulu saya sempat mau mencoba memasang Joli OS 1.2 pada Asus X201E yang saya punya, namun sayang, sistem operasi itu terlalu lawas untuk dapat berjalan pada mesin baru – walau pun harus diakui salah satu nilai lebihnya adalah membuat mesin lama berjalan dengan sangat baik dan tampak modern. Continue reading Jolicloud DE pada Ubuntu 13.04

Dropbox Menjadi Alternatif USB FlashDisk

Saat ini komputasi awan (cloud computing) sedang menjadi tren di mana-mana, termasuk ruang penyimpanan awan di mana kita bisa menyimpan sejumlah data di server penginang, mengelola dan mengambilnya dari pelbagai perangkat komputer di mana pun kita berada dengan mudah. Dan untuk beberapa hal, saya memutuskan menggunakan Dropbox.

Sejak saya bekerja bersama dalam Tim Penerjemah Dokumentasi openSUSE Indonesia, saya sering menggunakan dua komputer untuk bekerja, dan ini memerlukan pemindahan data yang instan dan cepat. Lebih mudah dari menggunakan USB FlashDisk, dan lebih instan daripada harus mengirim via surat elektronik. Jadi Dropbox adalah pilihannya, hanya tinggal menyeret dokumen yang diperlukan ke map Dropbox, maka jadilah sudah, data kita sudah berada dalam penyimpanan awan. Continue reading Dropbox Menjadi Alternatif USB FlashDisk

Mencicipi Joli OS 1.2

Salah satu koleksi distro Linux saya adalah Joli OS, sebuah sistem operasi berbasis cloud computing dan diturunkan dari Ubuntu dengan basis Chromium. Joli OS didesain khusus untuk netbook, namun juga bisa bekerja dengan baik pada notebook ataupun komputer lawas. Kali ini saya mencobanya melalui VirtualBox OSE sebagaimana saat mencoba KDE openSUSE 11.4 sebelumnya. Nyamannya menggunakan VirtualBox OSE adalah jika sudah tidak diperlukan, sistem operasi virtual bisa dibuang dengan mudah tanpa menganggu sistem operasi asli, bahkan jika sistem operasi virtual mengalami crash.

Kali ini saya mencoba versi terbarunya, yaitu Joli OS 1.2. Saya membuat sebuah lingkungan virtual baru, dengan ruang 8 GB, RAM 1024 MB, Akselerasi Video 3D 64 MB, dengan PAE diaktifkan. Ini merupakan setelan standar saya untuk mencoba sebuah Linux di ruang virtual.

Continue reading Mencicipi Joli OS 1.2

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close