Skip to content

Tag: distro

Rilis elementary OS 3.0 – Freya

Tulisan ini mungkin terlambat terbit, dan beberapa dari Anda mungkin sudah mencoba Elementary OS terbaru – “Freya”. Tapi di antara banyak distribusi, mungkin elementary OS adalah salah satu distribusi yang bisa yakin saya tanamkan di sebuah komputer baru (selain openSUSE, dan Antergos). Alasannya sangat sederhana, yaitu pengembangan dan stabilitas, serta karya seni dan cita rasa sebuah sistem operasi. Menggunakan elementary OS, tidak memberikan kesan seperti menggunakan Mac OS, namun ekosistem yang dibangun bisa dibilang benar-benar sesuatu yang tertata, dan kadang mungkin malah eksklusif. Berbeda dengan Mint yang berusaha tampil dengan Cinnamon atau MATE, maka elementary OS selalu tampak elegan dengan Pantheon-nya. Continue reading Rilis elementary OS 3.0 – Freya

LXLE Sesuai Selera

Saya mungkin sudah pernah memberikan kredit pada Linux yang satu ini saat bisa menjalankan komputer lawas kami. Kini saya akan menceritakan sedikit kisah tentang bagaimana saya membuat LXLE tampil sesuai selera saya, yang bermakna bekerja seperti apa yang saya inginkan juga. Paragraf kedua berikut menceritakan latar belakang mengapa saya memilih LXLE, bagi yang tidak berminat, silakan langsung melompat ke paragraf ke-3. Continue reading LXLE Sesuai Selera

LXLE Desktop – PC Lama Hidup Kembali

Beberapa hari belakangan saya sibuk berburu sistem operasi berbasis Linux yang mampu berjalan pada mesin tua dengan kapasitas RAM di bawah 512 MB. Banyak distro yang sebenarnya asyik dulu, kini sudah tidak ada lagi. Dan banyak distro baru yang kemampuannya belum sempat saya coba oleh karena sudah lama tidak berganti-ganti distribusi lagi.

Istri saya memiliki komputer tua yang berusia sekitar 9-10 tahun, yang mungkin tidak banyak orang mau menggunakannya lagi. Ketika diminta mencarikan pembeli, saya rasa tidak ada juga yang mau membelinya. Maka saya pindahkan komputer tersebut  ke kantor, pada awalnya masih berjalan dengan sistem operasi Windows XP SP2 yang tersendat-sendat, maklum, Windows XP sendiri sebenarnya sudah meminta memori sekitar 512 MB – 1 GB RAM, sehingga bisa berjalan optimal. Continue reading LXLE Desktop – PC Lama Hidup Kembali

Linux Lite OS

Mencari distrubusi Linux berbasis Ubuntu LTS dengan dukungan jangka waktu panjang, ringan digunakan di komputer rendah sumber daya oleh karena dukungan arsitektur dekstop XFCE, memberikan kemudahan dengan aplikasi populer termasuk Chrome dan Steam, serta membuat Anda mudah bermigrasi dari Windows? Dan penggunaannya cukup sederhana? Linux Lite OS mungkin adalah jawaban yang Anda cari.

Tidak, saya bukan pengguna Linux Lite OS. Tapi dengan membaca konfigurasi yang diberikan, saya paham bahwa pengguna Linux yang menggunakan komputer dengan spesifikasi menengah ke bawah akan menyukai distribusi Linux yang satu ini. Saya teringat dengan Elementary OS yang juga menggunakan Ubuntu LTS, hanya saja pengembangannya tidak begitu cepat karena tim mereka harus menghias sendiri OS tersebut sehingga tampak cantik dari dasarnya. Continue reading Linux Lite OS

Mageia 4 Dirilis

Mageia adalah salah satu ditro Linux populer saat ini, dan untuk pemula cukup mudah digunakan. Apa yang menarik menurut saya adalah karena Mageia masih menggunakan GRUB yang lama, walau GRUB2 sudah disediakan; ini bermakna pemilik komputer yang ingin melakukan dual-boot dengan sistem operasi lawas masih cukup diberikan rasa bersahabat. Continue reading Mageia 4 Dirilis

openSUSE 13.1 “Bottle” KDE

Saya mempertahankan Ubuntu cukup lama pada netbook ASUS X201E saya, karena memang pasangan pabrikannya adalah distribusi Linux yang satu itu. Tapi saya sudah malas berkilah dengan Unity, meskipun hal lainnya berjalan seperti yang saya harapkan. Saya berpikir bahwa saat ini saya memerlukan sebuah sistem operasi yang cukup asyik dan berdaya guna untuk membuat saya tetap betah bekerja di bawah bendera Linux.

Saya pun kembali melirik openSUSE yang (dulu) biasa menemani saya, dan kali ini “nekat” mencoba berpasangan dengan KDE yang terkenal boros dengan sumber daya. Tapi setelah memasang openSUSE 13.1 Bottle edisi KDE, saya malah menemukan disto ini cukup ringan pada netbook berdaya pacu Intel Celeron dual-core 1,10GHz dengan 4 GB RAM DDR3. Continue reading openSUSE 13.1 “Bottle” KDE

Korora 20 Peach Dirilis

Proyek Korora mungkin tidak banyak dikenal di antara pengguna Linux, tapi penjelasannya cukup mudah. Jika Anda membayangkan Linux Mint yang diturunkan dari Ubuntu, maka demikian juga Korora diturunkan dari Fedora. Korora 20 memiliki kode nama Peach, yang diturunkan dari Fedora 20.

Oleh karena itu, apa yang Anda dapatkan di Fedora, juga akan terdapat pada Korora. Apalagi hampir sebagian besar paketnya masih merupakan aliran hilir, dan hanya sekitar 2% yang merupakan milik Korora sendiri. Ya, dia masih merupakan Fedora tentu saja, sehingga bisa katakan merupakan salah satu Fedora Remix. Korora mungkin hanya sedikit didesain agar mudah digunakan oleh pengguna Linux pemula. Continue reading Korora 20 Peach Dirilis

Selamat Tinggal Joli OS

Saya mungkin tertinggal berita ini, namun ternyata salah satu distribusi Linux favorit saya Joli OS berakhir dukungannya dan tidak dibuat lagi versi barunya pada akhir Desember tahun ini. Saya mengenal Joli OS yang membawa sistem komputasi awan Jolicloud pertama kalinya pada komputer-komputer tua sehingga bisa berfungsi kembali. Jika Anda masih memiliki komputer yang berusia 10-13 tahun, maka sistem operasi ini bisa membuat komputer Anda berjalan dengan aplikasi-aplikasi modern berbasis komputasi awan.

Saya tidak tahu apa alasan pasti penghentian proyek Joli OS, dan ini membuat satu-satunya sistem operasi awan yang berjaya saat ini adalah Chrome Book dari Google. Jolicloud sendiri sekarang hanya tersedia dalam versi web yang disebut sebagai Jolidrive dengan pengguna mencapai 1 juta orang di seluruh dunia. Continue reading Selamat Tinggal Joli OS

Upgrade ke Ubuntu 13.10 Saucy Salamander

Akhirnya hari ini selesai sudah proses peningkatan dari Ubuntu 13.04 Raring Ringtail ke Ubuntu 13.10 Saucy Salamander. Saya menggunakan metode peningkatan melalui antarmuka grafis (GUI Upgrade), dan memamng memakan waktu cukup lama (karena sambil saya tinggal seminar, komputer bekerja sendiri di rumah).

Apa yang saya temukan baru di sini? Hampir tidak ada yang baru, kecuali hanya seperti produk lama yang dipoles menjadi lebih cantik dan lembut. Saya sendiri tidak begitu merasakannya. Kalau lebih halaus, saya rasa memang iya, tapi beberapa perubahan tampaknya belum disertai perubahan pada ikon sepenuhnya. Misalnya ikon tetikus nirkabel yang saya gunakan dideteksi dalam perangkat yang menggunakan daya, tapi ikon dayanya tampak buruk dengan lingkarang merah dan garis miring. Continue reading Upgrade ke Ubuntu 13.10 Saucy Salamander

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close