Skip to content

Tag: etika

Bijak dengan Aplikasi Berbagi Foto di Rumah Sakit

Beberapa hari yang lalu saya menemukan ada aplikasi khusus untuk berbagi foto di seputar lingkungan rumah sakit yang kita kunjungi. Namanya Hospital Pix, sepertinya keren dan bisa menjadi media promosi bagi pemilik rumah sakit, namun tetap harus bijak menggunakannya. Mengambil gambar di rumah sakit bisa jadi bukan hal yang bijak sepenuhnya, terutama jika menyangkut isu privasi. Continue reading Bijak dengan Aplikasi Berbagi Foto di Rumah Sakit

Balada Obat Murah

Ketika berada dalam ruang pendidikan, yang disebut low-cost medicine atau obat-obatan dengan harga rendah adalah sesuatu keharusan. Obat-obatan adalah salah satu andalan dunia kedokteran untuk memerangi banyak penyakit yang menghantui peradaban manusia, pun demikian obat-obatan tidaklah adijaya, sehingga bisa menyelesaikan semua masalah.

Saya sedang membaca panduan NICE melalui SAMSUNG Galaxy Note II, saya menemukan ternyata panduan yang sama tentang pengobatan murah memang tidak berubah dan tetap diberdayakan. Sehingga, bukan obat-obatan mahal yang menjadi patokan, namun kembali pada kegunaannya dan harganya yang terjangkau. Continue reading Balada Obat Murah

Ketika Berkunjung ke Rumah Sakit

Salah satu pelayanan kesehatan yang disediakan sebuah rumah sakit adalah pelayanan rawat inap, di mana pasien dapat dipantau kondisi kesehatannya dan ditempatkan sesuai kepentingan terapi. Jika pasien berada jauh dari lingkungan di mana biasanya dia berada, maka tidak bisa dielakkan lagi akan ada kunjungan dari orang-orang yang dekat dengannya, baik keluarga, teman maupun kolega.

Kunjungan ke rumah sakit dapat memberikan dukungan moral yang baik bagi proses penyembuhan/pemulihan pasien, namun di sisi lain bisa menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi pasien. Sehingga, jika Anda menjadi pengunjung atau hendak berkunjung ke rumah sakit guna menjenguk seseorang yang Anda kenal, maka tulisan di bawah bisa jadi pertimbangan Anda. Continue reading Ketika Berkunjung ke Rumah Sakit

Dokter dan Perkakas Cerdas

Jujur saja jujur mencari judul yang tepat, kalau ingin sedikit memberikan gambaran bagaimana dokter saat ini memanfaatkan teknologi genggam seperti ponsel cerdas dan komputer tablet untuk membantu aktivitasnya sehari-hari. Namun mungkin ada sisi-sisi yang kadang menciptakan ceritanya tersendiri.

Saya pernah mendengar ada sejawat yang dipanggil oleh seniornya karena keluhan salah satu pasien bahwa dokter yang bersangkutan sibuk “bermain” ponsel ketika mengunjungi (follow-up) para pasien di bangsal. Namun apakah benar demikian? Continue reading Dokter dan Perkakas Cerdas

Narablog Terkenal atau Dikenal?

Orang bilang, terkenal tidak membuat dikenal, demikian juga dikenal tidak membuat orang terkenal. Ketika seseorang mulai menulis blog, bisa jadi pertimbangan ini ingin ada, atau dalam istilah saat ini “eksis” di dunia maya.

Saya melihat – meski mungkin keliru – ada yang sedikit membedakan di antara keduanya. Meski tidak harus ada maksud untuk dikenal ataupun terkenal, namun pendekatan yang berbeda akan menghasilkan jalan-jalan yang berbeda. Continue reading Narablog Terkenal atau Dikenal?

Problematika Balang Tamak

Hampir setiap anak yang tumbuh di Bali mengenal Pan Balang Tamak, baik hanya sekadar namanya maupun juga kisahnya. Dia adalah potret kecerdikan dalam banyak sisi, dan di sisi lain adalah dianggap sebagai sebuah bentuk kebobrokan yang selalu lari dari tanggung jawab sosial (baca: adat) di lingkungan tempatnya tinggal. Dalam pola pandang masyarakatnya, ia menjadi sosok yang tidak disuka, namun kecerdikannyalah yang pada akhirnya membuat masyarakat mengalah dan memujanya. Continue reading Problematika Balang Tamak

Ketika Teknologi tidak Bertemu Empati

Kemarin dalam hitungan jam, muncul banyak tulisan dari sejumlah narablog yang mengkritisi tentang sebuah guyonan yang beredar di BlackBerry Messenger seputar topik tragedi jatuhnya pesawat komersial yang melakukan demo flight baru-baru ini. Ketika banyak orang berduka dan bersedih, ada yang membuat lelucon tentang hal tersebut dalam sebuah teknologi yang seharusnya memberikan kebaikan bagi yang menggunakannya.

Di sinilah saya merenung kembali, bahwasanya sebuah belati yang dibawa oleh orang bisa bermanfaat bagi kebaikan, namun kadang juga memberikan yang sebaliknya. Ketika seseorang tidak bisa – setidaknya – membayangkan dirinya berada dalam posisi orang lain, maka dia mungkin tidak akan pernah mengetahui ataupun sadar akan apa yang orang-orang di sekitarnya rasakan. Continue reading Ketika Teknologi tidak Bertemu Empati

Scanlations dan Pembajakan Beretika

Malam ini saya melepas lelah dengan membaca sebuah topik forum tentang “Indonesia & Pembajakan” di salah satu forum resmi penerbitan di negara kita. Inti sebenarnya forum itu adalah mengingatkan betapa tidak baiknya mendukung komik bajakan, termasuk scanlations yang beredar di Internet karena merupakan tindakan yang melanggar hukum. Bahkan (menurut diskusi forum tersebut), pelaku yang sengaja membacanya pun bisa dijerat dengan UU Hak Cipta, UU Informasi dan Transaksi elektronik misalnya.

Namun apakah itu berlaku di Indonesia? Mungkin ya, mungkin tidak. Jangankan kasus scanlations, plagiasi blog pun tidak tertolong di negeri ini. Kita punya hukum, namun semua orang tahu bahwa menanyakan berjalannya hukum sama seperti menanyakan kapan udara langit akan runtuh. Continue reading Scanlations dan Pembajakan Beretika

Karena Menyalin Itu Diizinkan

Selama berpuasa sehari semalam, gairah menulis menurun, bahkan untuk mengangkat tangan menuju papan ketik saja rasanya susah sekali. Jadi saya hanya menghabiskan waktu dengan melihat beberapa tulisan ringan saja. Saya begitu tertarik bahwa banyak isu yang serupa diangkat dalam guratan-guratan yang berbeda oleh penulis-penulis yang berbeda, seperti seni fotografi objek tunggal, setiap penulis memiliki sisi pandang yang unik.

Saya suka menjamahi beragam sisi kreatif yang seakan muncul begitu saja dari ruang kosong. Pun kemudian, ide – saya setuju – seringkali bukan sesuatu yang murni lagi. Saling melengkapi dan saling mengisi, itulah yang kita lakukan. Meski terkadang kita melihat bahwa sudut pandang satu dan yang lain tampak terungkap begitu serupa. Continue reading Karena Menyalin Itu Diizinkan

Bukan Spam – Namun Tetap Tidak Diloloskan

Jika sebuah komentar tidak diloloskan atau tidak ditampilkan, pertama-tama salahkanlah mesin antispamnya – merekalah yang bertanggung jawab dalam baris terdepan menyambut setiap tanggapan pada sebuah blog. Saya menggunakan Akismet dan Antispam Bee yang menghasilkan “zero spam penetration“, yang bermakna saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan spam. Meskipun pada sisi lainnya banyak tanggapan yang bukan spam juga “dibunuh” tanpa bertanya lebih dulu. Karena menurut Google, spam merupakan:

Abusing comment fields of innocent sites is a bad and risky way of getting links to your site. If you choose to do so, you are tarnishing other people’s hard work and lowering the quality of the web, transforming a potentially good resource of additional information into a list of nonsense keywords.

Namun bukan berarti semuanya berjalan lancar, ada beberapa tanggapan/komentar yang baru pertama kali masuk dan harus dipilah terlebih dahulu – karena berada pada jalur moderasi. Biasanya tanggapan ini bukan merupakan spam, karena mungkin hanya 1 dari 10.000 spam yang bisa lolos dari kombinasi dua mesin antispam tersebut. Continue reading Bukan Spam – Namun Tetap Tidak Diloloskan

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close