Faience Ocre untuk Raring Ringtail

Satu hal yang selalu saya ganti saat memasang Ubuntu adalah temanya. Saya bukan penggemar Ambience yang digunakan oleh Ubuntu, golongan Faience atau Zutwiko mungkin lebih pas buat saya, padahal bedanya tidak begitu jauh, mereka hanya tampilan yang sering kita lihat sehari-hari.

Untuk Ubuntu 13.04 kali ini, saya memilih tema jendela dan ikon Faince Ocre yang memang cukup pas jendela kecil netbook yang saya gunakan. Sedangkan untuk ikon, saya memilih Faience Claire yang memang didesain untuk Unity. Continue reading

OpenSUSE Asparagus Serasa Android 4.0

Ada banyak cara mempercantik tampilan desktop Gnome 3.2 pada openSUSE 12.1 Asparagus, setidaknya dengan membekali diri menggunakan Gnome Tweak Tool, semuanya akan mudah. Saya dan Anda dapat membuat Gnome Shell memiliki tampilan seperti Ubuntu dengan Ayatana-nya, atau seperti tampilan Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Dari sekian banyak cara, saya memilih untuk tidak mengutak-atik mutter yang dibawa oleh openSUSE tentunya. Alasannya sederhana, saya malas membongkar kembali markah CSS yang mengawal Gnome Shell, kecuali kalau Anda ahli dengan mengutak-atik CSS, maka dengan bersenjatakan gedit, tampilan Gnome Shell bisa disulap menjadi sesuai selera. Continue reading

Melembutkan Ubuntu dengan Orta Theme

Pecinta Ubuntu Linux dengan cita tema-tema yang lembut tentunya akan menyukai Orta. Tentu saja Ortha juga berbasis GNOME karena cukup sederhana untuk digunakan, namun agak berbeda dengan tema-tema lainnya, Orta dilengkapi dengan “Orta Setting Manager” untuk mengelola tema yang satu ini, sesuai dengan fitur-fitur yang ditambahkan.

Orta memberikan kita pilihan untuk mengubah “windows gradient“, gaya tab warna gelap dan terang, expanders (kotak, panah dan lain sebagainya), mengubah warna panel, serta memiliki fitur tersendiri untuk gaya bar menu Nautilus (seperti breadcrumb dan sebagainya). Orta sanggup menampilkan tema yang menurut saya lebih lembut karena telah melalui banyak pembenahan untuk grafis GTK-nya.

Continue reading

Mempercantik Natty Narwhal ala Equinox dan Faenza

Bagi yang menyukai desktop klasik pada Ubuntu 11.04 Natty Narwhal, dan meninggalkan Unity di belakang. Anda bisa mempercantik dan memperindah tampilan Ubuntu klasik dengan menggunakan mesin tema Equinox dan paket ikon Faenza. Pecinta nuansa gelap dengan tetap mempertahankan ciri Ubuntu akan menyukai ini, namun jika Anda lebih suka menggunakan ikon klasik ala Oxygen, tulisan Mas Iskandaria yang berjudul “Mengubah Tampilan Icon Folder di Linux Ubuntu”.

Pertama-tama adalah paket ikon Faenza, silakan mengunduhnya di Devianart – Faenza Icon Set. Tentu saja Anda kemudian bisa memasangnya di distro lain, cukup pas untuk distro besar lain seperti Fedora, Debian dan openSUSE misalnya.

Continue reading

Ikon Faenza pada openSUSE 11.4

OpenSUSE 11.4 kini membawa serta koleksi ikon-ikon Faenza pada dekstop terbarunya. Kita tidak perlu lagi mengunduh secara manual karena dapat dipasang melalui repositori. Tinggal memasangnya via YaST, maka ikon jenis standar, dark, atau mint akan langsung tersedia di manajemen desktop.

Ikon asli openSUSE sebenarnya cukup bagus, namun seri Faenza memiliki keunikan dan cita rasa tersendiri. Sehingga menyenangkan untuk digunakan. Tentu saja masih terdapat ikon-ikon standar lainnya yang dapat dipilih, terutama dari golongan Oxygen jika menggunakan KDE.

Continue reading