Melindungi Privasi di Internet dengan “Do Not Track”

Setiap kali kita mengakses Internet, akan selalu ada upaya-upaya pelacakan terhadap apa yang kita lakukan, kita lihat dan kita kerjakan di Internet – karena memang seperti itulah dunia maya bekerja. Kemarin (dan masih) sempat santer masalah pelacakan yang dilakukan oleh badan intelegensi Amerika – NSA, terhadap para pengguna Internet, dan menimbulkan banyak protes di mana-mana.

Sejak beberapa tahun yang lalu sudah diusulkan adanya penggalan DNT, Do Not Track, pada standardisasi web; sehingga pengguna Internet dapat mengamankan privasi mereka sedari awal. Hanya hal ini belum terwujud sepenuhnya.

Do Not Track is a technology and policy proposal that enables users to opt out of tracking by websites they do not visit, including analytics services, advertising networks, and social platforms. At present few of these third parties offer a reliable tracking opt out, and tools for blocking them are neither user-friendly nor comprehensive. Much like the popular Do Not Call registry, Do Not Track provides users with a single, simple, persistent choice to opt out of third-party web tracking.donottrack.us -

Singkat cerita, jika DNT diaktifkan, maka pihak ketiga (seperti layanan analitik, pengiklan, jejaring sosial) yang mengintip biasanya mengintip kunjungan kita ke halaman situs web tertentu tidak akan mendapatkan rekam jejak kita. Continue reading

Ghostery versus Disqus

Beberapa lama ini saya memerhatikan bahwa Disqus tidak bisa diakses dengan baik ketika saya menggunakan Firefox dan Chrome pada Windows. Disqus tidak dapat dibuka bagian komentarnya, kesannya seperti javascript yang diblok. Namun saya tidak berhasil menemukan penyebabnya, karena baik di Linux dan di Windows, saya sama-sama menggunakan setelan peramban yang sama melalui fitur sinkronisasi multiplatform.

Awalnya saya mencurigai sejumlah pengaya seperti Ghostery atau Adblock Plus yang memiliki kemampuan untuk memblok markah tertentu pada halaman web. Tapi kalau saya sudah memastikan semua pengaya tersebut mengizinkan Disqus sebagai aplikasi/markah yang diizinkan. Continue reading

Browser Cleanup dari avast!

Setiap produk avast! antivirus dari versi gratis hingga berbayar memiliki fitur yang namanya “browser cleanup“. Fungsinya sangat sederhana, yaitu membersihkan bilah alat dan pengaya yang tidak diinginkan pada peramban; dalam bahasa kerennya “unwanted toolbar and add-on on browser“. Seperti misalnya peramban kesayangan Anda, Mozilla Firefox atau Google Chrome yang Anda gunakan dipenuhi dengan toolbar hingga pemandangan sesak, maka fitur ini bisa membantu Anda membersihkannya. Continue reading

Firefox Cantik dengan Batik

Hari ini saya mengganti tema merah putih yang ada pada Peramban Firefox dengan tema Batik yang cantik. Warna-warninya yang sedikit “groovy” berpadu dengan corakan batik lokal membuatnya tampil lembut dan nyaman dipandang. Walau mungkin tidak semua orang berpendapat saya dengan saya, tapi tema batik ini bisa membuat saya betah melihat Firefox berlama-lama. Continue reading

Free Download Manager

Saya sering melihat aplikasi sejenis IDM di komputer atau laptop yang sudah dipasangkan (diinstal) dari tempat pembelian. Katanya sih ini membantu membantu mengunduh berkas di Internet dengan lebih cepat dibandingkan menggunakan bawaan peramban masing-masing. Dulu, ini mungkin benar, di era tahun 2005-an, di mana jaringan Internet tidak lumayan banyak tersedia, dan peramban tidak secanggih saat ini.

Jika hanya berbicara masalah kecepatan mengunduh, saya rasa peramban memiliki kemampuan yang sama dengan peranti lunak sejenis yang ditujukan khusus untuk mengunduh. Tapi hal-hal yang lebih esensial seperti mengatur kecepatan unduhan, menjadwalkannya, menghentikan & melanjutkan di lain waktu, memilah-milah berkas unduhan, menggabungkannya dengan kemampuan Spider HTML, FTP ataupun jaringan P2P memang tampaknya tidak bisa mengandalkan peramban semata. Continue reading