Eksplorasi Noise pada Fotografi

Belakangan ini saya jarang bermain fotografi lagi, karena kamera prosumer yang biasa saya gunakan sempat dipindahtangankan. Karena kamera Canon SX30 IS yang saya gunakan memiliki sensor yang relatif kecil, maka seringkali menimbulkan banyak noise pada ISO yang tinggi. Tentu saja hal ini adalah sesuatu yang wajar.

Gambaran noise sebenarnya tidak menyenangkan, karena bintik-bintik itu tampak begitu mengganggu, apalagi ketika berharap hasil foto menjadi bersih. Terutama dalam pencahayaan yang tidak begitu terang, misalnya ketika mendung; di situasi seperti ini noise lebih cenderung meningkat pada kamera yang saya gunakan.  Namun tidak selamanya noise itu tidak bisa diolah. Continue reading

Belajar Fotografi dari Buku

Fotografi menjadi sebuah hobi yang belakangan ini semakin menjamur oleh karena semakin mudahnya akses ke dunia fotografi itu sendiri. Mulai dari kamera SLR yang mahal dengan set/kit-nya yang bisa bikin bangkrut pemula, hingga ponsel cerdas kelas atas ke ponsel cerdas kelas menengah – semuanya menawarkan pintu ke dimensi baru yang bernama fotografi.

Layanan berbagi di jejering sosial seperti Flickr, Tumblr, dan Instagram misalnya, membuat demam fotografi semakin menyebar ke pelosok negeri. Anda mungkin salah satu yang sedang atau berminat dengan dunia fotografi? Continue reading

GIMP Magazine akan Segera Hadir

Bagi Anda yang menyukai melakukan pengolahan gambar, desain dan fotografi – terutama pada sistem operasi Linux, maka ini adalah kabar gembira. Karena sebentar lagi majalah khusus akan diluncurkan oleh GIMP, peranti lunak populer pengolahan gambar dengan sumber kode terbuka. GIMP adalah penyunting gambar yang memiliki fitur serupa dengan Adobe Photoshop.

Saya sendiri selalu bekerja dengan GIMP, dan kebetulan memang saya tidak sanggup membeli lisensi Adobe Photoshop yang berharga hingga jutaan rupiah itu. GIMP Magazine yang akan diluncurkan pada musim gugur tahun ini akan menyediakan pelbagai karya pengguna GIMP. Continue reading

Di Bawah Sayap

Ketika kehidupan di mulai, maka keajaiban akan mulai terjalin dengan sendirinya. Ada banyak hal yang tidak banyak lagi kita saksikan sebagaimana peradaban kita sebelumnya. Jika kita tinggal di mana sentuhan alam masih jamak menjadi pilar-pilar kehidupan masyarakat, maka harmoni keajaiban adalah siluet indah yang bisa kita saksikan setiap saat.

Misalnya saja ketika celoteh pertama anak ayam yang baru saja keluar dari balutan cangkang telurnya, apa yang ditemukan di situ tidak akan tergantikan ke dalam sebentuk kata-kata. Continue reading

My Bleeding Heart

Ah, my “bleeding heart”, it’s so wonderful! – Jika saya berkata demikian banyak orang yang mungkin salah sangka, bahkan sepertinya terdengar seperti masochist saja. Dulu nenek mengatakan pada ibu saya bahwa namanya adalah “Kembang Nyonya”, ya memang demikian dikenal umum, di Jawa mungkin dikenal dengan nama “Kembang Nona Makan Sirih“. Berasal dari genus Clerodendrum dengan nama spesies, C. thomsoniae – meski yang saya sendiri tidak yakin ini bunga yang tepat (karena saat saya temukan, dualisme warnanya tidak kentara).

Dikenal juga sebagai Bleeding Glory Bower atau Bleeding Heart, terutama yang berwarna putih dengan mahkota merahnya. Di halaman saya ada keduanya, yang putih dan yang ungu. Namun karena penataannya kurang baik, jadi tidak tampak menonjol. Continue reading