Memasang Conky pada Antergos dengan Mudah

Antergos menggunakan repositori dari Arch Linux, sehingga prinsip memasang conky sederhananya tidak jauh berbeda dengan mereka yang menggunakan Arch. Tapi karena saya tidak menguasai “the Arch Way”, maka saya akan menggunakan cara saya sendiri untuk mendapatkan Conky yang berjalan di Antergos saya. Saya ceritakan sedikit bagaimana bisa menjalankan conky ini. Continue reading

Sinkronisasi Kalender Google, Gnome, Thunderbird, dan BlackBerry

Apakah Anda memanfaatkan kalender daring (online calendar) untuk melakukan organasasi kegiatan sehari-hari Anda? Maka Anda pasti ingin mendapatkan kalender tersebut yang menampilkan jadwal dan riwayat kegiatan Anda bisa muncul di manapun Anda mengaksesnya, baik melalui komputer, klien surat elektronik, hingga ke perangkat bergerak seperti BlackBerry.

Saya menggunakan layanan kalender untuk mengatur jadwal saya, sehingga kadang jika ada yang mengajak saya untuk jalan ke luar, saya pasti akan bilang, “tunggu dulu, saya lihat jadwal saya dulu“. Meski kemudian dianggap sok sibuk, tapi mengelola jadwal adalah hal yang cukup bermanfaat dan elegan yang dapat kita kerjakan. Saya bukan tipe orang yang muti-tasking, sehingga jadwal menjadi sesuatu yang teramat penting bagi saya. Continue reading

Cinnamon untuk openSUSE Asparagus

Apakah Anda pernah berpikir bahwa tampilan Linux Mint terbaru yang berbasis GNOME 3 lumayan menarik? Mereka berhasil mencabangkan Gnome Shell ke dalam salah satu desktop khas – Cinnamon, yang memberikan sentuhan familier seperti ketika menggunakan GNOME 2.x. Tampilan ini kini juga bisa dicoba pada openSUSE 12.1 Asparagus.

Pada halaman openSUSE Lizards, ada berita “Cinnamon for openSUSE” tentang uji coba Cinnamon pada openSUSE. Meskipun baru dalam tahap uji coba, sepertinya sudah dapat menampilan Cinnamon seperti pada Linux Mint, meski masih terdapat beberapa isu terkait setelah antarmuka grafis. Continue reading

Gnome 3 pada openSUSE Tumbleweed

Pasca memperbarui openSUSE 11.4 Celadon menjadi openSUSE Tumbleweed, kini yang hendak saya coba adalah GNOME 3, desktop terbaru keluaran GNOME yang akan menggantikan GNOME 2.x yang sudah cukup lama bertahan. Saya telah sempat menulis secuil tentang kontroversi GNOME 3 pada tulisan sebelumnya. Namun kini, sudah saatnya menghadapi kontroversi tersebut.

Tentu saja metode yang tidak digunakan sama dengan melakukan upgrade di openSUSE 11.4, saya menggunakan sedikit petunjuk khusus untuk upgrade GNOME 3 pada Tumbleweed. Ini hanya dilakukan pada openSUSE yang sudah menjalankan repositori Tumbleweed, namun karena GNOME 3 belum ada di repositori tersebut, maka perlu ditambahkan repostori GNOME 3 edisi Tumbleweed tersendiri.

Continue reading

Menanti Fedora 15 dengan Gnome 3

Di antara 10 distro terpopuler, mungkin Fedora 15 yang akan dirilis dalam kurang dari 3 minggu dari sekarang adalah distribusi Linux yang pertama kali memasang langsung Gnome 3 (Gnome Sheel Desktop) secara default ke sistemnya. Bukan isu lagi, Fedora 15 adalah incaran banyak pengguna Linux, terutama para pengguna Ubuntu yang kecewa bahwa rilis seri 11.04 justru memilih memasang Unity Shell Desktop yang dinilai terlalu buggy.

Fedora bukan-lah Linux baru, sebagai salah satu top ten distribution, ada beberapa alasan mengapa Fedora digemari. Jika Ubuntu digemari karena jadwal rilis yang tetap, mudah digunakan pemula, kaya dokumentasi serta komunitas yang luas; maka Fedora memiliki kelebihan yaitu inovasi yang luar biasa, fitur keamanan yang hebat, dukungan paket yang sangat luas, melekat kuat pada filosofi “free software“.

Continue reading