Kemanusiaan Di Seputar Kemajemukan

Dulu, seorang sastrawan tua datang pada kami, dan di antara kata-katanya terucap – bahwa setiap orang (baca: siswa) yang berdiri di hadapannya ketika itu, berhak bermimpi menjadi apapun di masa depan, dan silakan menjadi seperti yang diinginkan, entah itu mulai dari kepala negara/daerah hingga menjadi preman jalanan sekali pun, asal jangan lupa untuk tetap menjadi manusia.

Ya, manusia bisa menjadi apapun, mengambil peran sebagai apapun, bertindak dan berpikir seperti apapun, namun selayaknya semua itu tidak membuatnya berhenti untuk menjadi manusia. Dan tentu saja seorang manusia dalam makna yang sesungguhnya. Continue reading