Hotot si Aplikasi Twitter untuk Linux

Hotot bisa dikatakan salah satu aplikasi klien Twitter untuk Linux yang cukup layak digunakan, tidak terlalu bagus, tapi tidak juga terlalu buruk. Pengembangannya naik dan turun, sebagaimana banyak nasib aplikasi open source lainnya. Pertama kali saya mengenal Hotot adalah dari pengembang IGOS Nusantara di sebuah pertemuan. Saya memang tidak merekomendasikan aplikasi yang satu ini, mungkin karena faktor selera pribadi saja.

Mungkin juga karena Hotot adalah aplikasi yang sedang dalam tahap pengembangan, jadi Anda bisa menemukan banyak hal yang agak mengganggu (buggy) saat menggunakannya. Namun jika hanya melewati jalanan yang tenang, bukan pengguna Linux namanya. Continue reading

MetroTwit – Klien Twitter untuk Windows 8

Di masa masih berjayanya Adobe Air (yang sekarang sudah tidak ada lagi), klien twitter atau aplikasi di jendela desktop untuk mengakses layanan Twitter dengan praktis menjadi begitu populer, sebut saja TweetDeck sebagai salah satunya – yang juga banyak digunakan tidak hanya di Windows namun juga Linux. Tampaknya Adobe Air mengalami keterpurukan, begitu juga klien Twitter yang berjalan menggunakannya.

Orang-orang beralih zaman menggunakan ponsel cerdas untuk berkomunikasi di jejaring sosial, termasuk halnya Twitter. Aplikasi yang berbasis ponsel cerdas berkembang dengan pesat, sementara aplikasi untuk komputer klasik seperti laptop dan desktop menjadi seakan-akan mengalami stagnasi panjang. Continue reading

Turpial untuk openSUSE Asparagus

Saya sedang mencari aplikasi klien twitter yang pas pada openSUSE Asparagus yang saya gunakan, dulu saya masih bisa memilih Tweetdeck karena dukungan AdobeAIR untuk Linux masih berlangsung dan meruapakan aplikasi resmi dari Twitter. Namun dengan berhentinya pengembangan AdobeAIR untuk Linux, tentu saja aplikasi seperti Tweetdeck dan sejenisnya yang memanfaatkan mesin serupa akan sangat riskan digunakan pada Linux.

Jadi saya harus memilih aplikasi yang menggunakan mesin yang berbeda, lalu saya menemukan Turpial – sebuah aplikasi ringan menggunakan bahasa pemprograman Phyton. Beberapa distribusi Linux telah memuat Turpial pada mirror mereka, Fedora salah satunya, dan kebetulan openSUSE juga memilikinya.

Continue reading

Rilis Mozilla Thunderbird 5

Meski rilis Thunderbird 5 sudah sejak beberapa hari yang lalu, namun saya baru saja mencicipinya. Selama ini saya menggunakan Thunderbird 3, dan entah mengapa saya tidak tahu apakah ada seri Thunderbird 4 yang pernah dirilis atau tidak. Thunderbird 5 tidak hanya mumpuni sebagai klien surat elektronik, namun juga sebagai pengelola pasokan RSS, kiriman lampiran dan dengan beberapa tambahan juga bisa mengatur jadwal kita melalui kalendernya (lighting), dan melihat percakapan surel dengan lebih mudah melalui conversation view.

Untuk mengunduh Thunderbird, silakan langsung menuju situs resminya di Mozilla Messaging. Anda bisa memilih mengunduh untuk beberapa sistem operasi seperti Windows, Mac OS ataupun Linux. Memilih mengunduh dengan pilihan program yang menggunakan bahasa Indonesia jika Anda inginkan.

Continue reading

Instantbird: Aplikasi Chatting Berbasis Firefox

Instantbird saat diluncurkan beberapa waktu yang lalu cukup banyak mendapatkan perhatian, walau mungkin beritanya tertelan oleh kehebohan peluncuran jejaring sosial GooglePlus (Google+) yang akan bersaing dengan Facebook. Beberapa orang menyukai menggunakan aplikasi instant/internet messaging (IM) sesuai dengan masing-masing protokolnya, misalnya pengguna Yahoo akan memakai Yahoo Messenger. Namun ada aplikasi-aplikasi yang bisa memuat dan menjalankan banyak protokol sekaligus, salah satunya adalah Pidgin yang sudah lama terkenal, di Linux kita memiliki Empathy (GNOME) dan Kopete (KDE) dengan fungsi serupa.

Nah, kali sebuah klien IM yang menggunakan Mozilla XUL runner dan tampilan grafis antarmukanya ditulis dalam GTK+ baru saja diluncurkan: Instantbird, yang bisa bekerja pada multiplatform (Linux, Windows, Mac OS X).

Continue reading